PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 147. MASA LALU ALEX


__ADS_3

Sepasang suami istri itu kini telah usai melakukan ritual mandinya. Vika terlihat kesal melihat suaminya Alex karena Alex telah melahapnya habis-habisan ketika berada di kamar mandi. Apalagi Vika saat ini sudah merasa sangat kedinginan. Karena berada di kamar mandi yang terlalu lama, membuat Vika semakin kesal terhadap suaminya.


"Jangan cemberut seperti itu, nanti kamu jelek. Kamu terlihat lebih cantik jika tersenyum." ujar Alex kepada Vika sambil mengembangkan senyumnya. Apa kau tahu Mas, tubuhku saat ini sedang sangat kedinginan. Ku karena kita terlalu lama di kamar mandi. lihat Jam sudah menunjukkan pukul berapa? itu artinya kita di dalam kamar mandi memakan waktu sekitar kurang lebih satu setengah jam berendam, itu semua karena apa? Karena ulah mas.


Alex hanya tertawa cengengesan mendengar istrinya menggerutu. Tetapi ia menyukainya. ia langsung meraih tubuh istrinya ke pelukannya. " Terima kasih sudah melayani Mas di kamar mandi tadi. Kamu memang wanita yang sangat luar biasa. Apa kau tahu sayang bermain di kamar mandi satu tantangan yang sangat mengasyikkan bagi mas. Mas benar-benar menikmati segalanya.


Jika ada yang bertanya saat ini, laki-laki yang paling bahagia di dunia ini, hanyalah mas seorang. Karena mas sudah memiliki istri seperti kamu. Istri yang sangat luar biasa.


"I love you my wife." ucap Alex kepada Vika sembari langsung memberikan kecupan hangat di bibir manis Vika. Membuat Vika pun akhirnya mengembangkan senyumnya menatap suaminya dengan tatapan penuh cinta.


Tiba-tiba suara cacing-cacing berdemo terdengar jelas dari perut Vika. Membuat Alex pun mengembangkan senyumnya. "Maaf sudah membiarkan kamu kelaparan , Pagi ini kita akan segera makan. Segeralah bersiap kita turun ke bawah, untuk menikmati sarapan pagi, pagi ini." ucap Alex kepada Vika karena ia pun sudah merasa sangat lapar.


Mengingat Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi. Tetapi mereka sama sekali belum menikmati sarapan pagi hari itu. Vika melihat pantulan tubuhnya di depan cermin melihat tanda merah yang ada di leher dan bagian gunung kembarnya. Ia mengembangkan senyumnya menatap semua tanda merah sudah berjejer di lehernya.


" Ya ampun suamiku benar-benar buas tadi malam." gumam Vika dalam hati sembari menatap Alex dengan tatapan penuh cinta. "Kenapa kamu menatapku seperti itu sayang? tanya Arya Wiguna yang belum menyadari apa yang dilakukan olehnya di bagian jenjang leher dan bagian gunung kembar milik Vika selama satu malam.


"Apa kau tau, Bagaimana mungkin aku turun ke bawah gara-gara perbuatan kamu ini. Vika pasti malu." ucap Vika sambil menunjukkan jenjang lehernya yang tercipta maha karya Alex disana. melihat mahakaryanya yang ada di jenjang leher memiliki Vika, langsung tertawa ngakak. pokoknya Vika tidak mau turun ke Resto. Lebih baik makan di sini saja. Vita sangat malu.


"Tidak apa-apa sayang, yang melakukan itu semua kan suami kamu. Mereka juga tahu kalau kita pengantin baru di sini." ucap Alex merasa tidak bersalah apa yang sudah ia lakukan dapat membuat istrinya malu. walaupun itu dinikmati oleh Vika sendiri.


" Tidak mau, yang pasti Vika ingin makan di sini saja Vika tidak mau Turun ke bawah." ucapnya memohon kepada Alex agar Alex membiarkannya makan di kamar saja.

__ADS_1


Alex pun meraih tubuh Vika kepelukannya.


" Ya sudah tidak apa-apa sayang, mas akan pesankan sarapan pagi untuk kita." ucap Alex sambil meraih ponsel yang ada di atas nakas lalu menghubungi pihak Resto yang ada di hotel itu, agar menghantarkan menu sarapan pagi untuk mereka.


"Apa kau tahu sayang, kamu sangat cantik sekali di mata Mas. Hanya Kamu wanita yang sangat luar biasa, mampu memporak-porandakan hati Mas yang selama ini membeku.


"Tidak perlu menggoda aku seperti itu mas. kita sudah suami istri. tidak mempan lagi rayuan gombalMu mas kepada Vika."


"Memangnya siapa yang merayu dan menggombal kamu sayang? itu memang kenyataan. Mas sangat sayang dan cinta sama kamu. Apa kau tahu selama ini mas tidak pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita seserius ini.


Mas dulu pernah memiliki kekasih. tetapi mantan kekasih memilih menjalin hubungan dengan lelaki lain di belakang mas sendiri. Hal itulah yang membuat mas tidak ingin menjalin hubungan lagi dengan serius kepada wanita. Setelah penghianatan yang dilakukan mantan kekasih Mas kala itu.


Padahal rencana pernikahan kami sudah tinggal menghitung hari. Tetapi Mas harus mendapatkan dan melihat kenyataan pahit, kalau mantan kekasih Mas memiliki hubungan dengan atasannya sendiri itu Mas lihat dengan mata kepalanya sendiri.


Apalagi kala itu mas masih kecil berada di kota change Singapura bersama mami Eliana. Mendengar penuturan suaminya Vika langsung mengalungkan tangannya di jenjang leher milik suaminya. " Jangan pernah ingat wanita itu lagi. Yang ada disini dan yang ada disini, hanya ada Fika seorang yang bersarang disini." ucap Vika sambil menunjukkan bagian hati dan juga kepala Alex.


"Itu pasti sayang, mas tidak akan menjalin hubungan serius dengan seorang wanita. Kalau mas tidak benar-benar sayang dan cinta kepadanya. Apa kamu tahu, semenjak kamu bekerja di perusahaan Daniel, mas sudah benar-benar jatuh cinta kepadamu.


Tetapi mas menepisnya, mengingat penghianatan yang dilakukan oleh mantan kekasih Mas. Membuat mas tidak percaya begitu saja kepada setiap wanita. Hingga hari demi hari rasa cinta itu tumbuh semakin dalam. Terkadang mas curhat kepada Daniel mengenai apa yang Mas rasakan kepadanya. melihat kamu saja Mas sudah sangat bahagia jika kamu berada di kantor.


Hal itulah yang membuat Daniel menempatkan kamu di satu lantai yang sama bersamaku agar aku dapat selalu memantau Kamu dari ruang kerja mas. Vika mengembangkan senyumnya mendengar segala penuturan dari suaminya. Kalau suaminya sudah sangat lama mencintainya bukan karena hanya dijodohkan oleh Nyonya Eliana. Vika benar-benar bahagia mendengarkan apa yang diucapkan oleh Alex kepadanya.

__ADS_1


"Terima kasih suamiku sayang, kamu sudah sangat mencintaiku. Apa Kau tahu aku sangat bahagia sekarang. Padahal awalnya Vika mengira mas menikahi Vika karena terpaksa mengikuti apa yang menjadi keinginan Nyonya Eliana.


Sehingga Vika merasa Mas sama sekali tidak mencintai Vita kala itu. Maafkan Vika sudah tidak percaya kepada mas dan selalu bersikap jutek kepada mas. ucap Vika sembari menatap suaminya dengan tatapan penuh cinta.


Tidak apa-apa, Yang pasti sekarang kamu sudah mengetahui hal yang sebenarnya. lebih baik kita bina rumah tangga kita ini supaya rumah tangga yang berkenan di mata Allah ucap Alex.


Tiba-tiba suara ketukan pintu kamar itu terdengar jelas di telinga keduanya. Alex bangkit dari tempat duduknya melihat Siapa yang mengetuk pintu pagi itu. dan ternyata salah satu pelayan restoran yang menghantarkan menu sarapan pagi untuk keduanya.


Alex membuka pintu meminta pelayan itu langsung meletakkan makanan itu di atas meja. "Maaf Tuan, mengganggu istirahat Anda. ini makanan sarapan pagi yang tuan pesan." ucap pelayan itu.


" Kamu letakkan saja di sana." ucapnya sambil mengembangkan senyumnya. setelah pelayan itu meletakkan menu sarapan pagi pesanan Alex, Ia pun kembali berpamitan. "Permisi tuan, saya akan kembali." ucap pelayan itu tetapi sebelum pelayan itu pergi Alex menghentikannya.


" Tunggu sebentar!" ucap Alex kepada pelayan itu. Alex meraih dompet yang ada disaku celananya dan memberikan beberapa Uang pecahan Lima puluh ribu kepada pelayan itu. " Maaf Tuan pembayarannya langsung terhitung ke pembayaran hotel." ucap pelayan itu.


" Oh no, ini bukan untuk membayar menu makanan ini. anggap saja ini rezeki untukmu dariku. Karena aku sangat merasa bahagia hari ini." ucap Alex kepada pelayanan itu sembari langsung memberikan uang pecahan Lima puluh ribu itu ke tangan pelayan itu.


Pelayan itu mengembangkan senyumnya menatap Alex dan Vika secara bergantian. Vika angkat bicara. "Ambil saja mas tidak bagus menolak rezeki. itu artinya rezeki Mas lagi baik hari ini." ucap Vika meminta kepada pelayan itu agar segera mengambil uang pemberian Alex kepadanya.


" Terima kasih Tuan, terima kasih nona Semoga hubungan rumah tangga Tuan menjadi sakinah, mawadah, warohmah doa pelayan itu, sambil langsung berpamitan dari kamar yang ditempati oleh Alex dan Vika. Alex menganggukkan kepalanya mendengar doa dari sang pelayan itu yang tulus.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2