PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAN 132. PESAWAT KOMERSIL


__ADS_3

Dua minggu sudah berlalu. Kini Olivia dan Daniel memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Mengingat Olivia sangat merindukan sosok putranya, baby Arya Vito sekalipun baby Arya Vito dirawat oleh Nyonya Eliana dan ibu Florida tetapi Olivia juga sangat mengkhawatirkan putranya merindukan dirinya dan juga Daniel.


"Mas Hari ini kita jadi pulang kan? soalnya Olivia sudah sangat merindukan Putra kita. Apa kamu tidak merindukan Putra kita mas? tanya Olivia kepada suaminya. "Mas juga sangat merindukan Putra kita sayang. Tidak mungkin Mas tidak merindukan Putra kita. yang begitu menggemaskan.


"Hari ini kita akan kembali ke Jakarta. Tetapi sebelumnya kita harus membeli sesuatu untuk keluarga yang ada di sana.


"Mas jangan khawatir, Olivia sudah membeli oleh-oleh untuk kita bawa ke sana. "Beneran sayang kamu sudah membeli semuanya?" tanya Daniel kepada istrinya.


"Iya Mas, kamu tenang saja." sahut Olivia sambil membereskan barang-barang bawaan mereka agar mereka segera kembali ke Jakarta.


"Pagi ini kita harus segera berangkat ke bandara. Karena Olivia sudah membooking tiket pesawat komersil. Olivia tidak ingin menggunakan jet pribadi." ucap Olivia kepada suaminya yang mampu membuat Daniel mengerutkan keningnya. " Mengapa kamu tidak ingin naik jet pribadi sayang? bukankah naik pesawat komersil itu terlalu ribet?tanya Daniel penuh.


"Naik jet pribadi mungkin Mas sudah biasa. tetapi Mas jarang sekali menggunakan pesawat komersil. Hitung-hitung pengalaman bagi Mas menaiki pesawat komersil, Bagaimana rasanya. Tentu asik jika Mas ingin menikmatinya." ucap Olivia sambil mengembangkan senyumnya menatap suaminya dengan tatapan penuh cinta.


"Terserah kamu sayang Bagaimana menurutmu yang terbaik untuk kita. Mas ikut saja jika memang menaiki pesawat komersil merupakan keinginan kamu. Mas bisa apa? Mas hanya bisa ngikut saja." sahut Daniel sambil memberikan kecupan hangat di bibir manis istrinya. Membuat Olivia merasakan getaran yang cukup hebat di tubuhnya mendapat serangan mendadak dari suaminya.


Kini keduanya sudah tiba di bandara. Olivia dan Daniel check-in di bandara dan mereka pun duduk di ruang tunggu, sebelum bagian informasi memberitahu keberangkatan mereka hari itu. "Ya Alloh begini banget sih nunggu pesawat komersil." gerutu Daniel yang tidak sabar menunggu pesawat mereka akan take off dari bandara


"Sabar Mas, sebentar lagi pasti bagian informasi akan menginformasikan keberangkatan dari sini ke kota Jakarta pesawat yang akan kita tumpangi." ucap Olivia berusaha untuk menenangkan suaminya.

__ADS_1


Daniel tampak gelisah karena baginya menunggu pekerjaan yang sangat membosankan. Bahkan Daniel tidak pernah menyukai dirinya menunggu. Karena Daniel salah satu lelaki yang konsisten dalam waktu.


Sekitar 30 menit kemudian bagian,informasi memberitahu kalau pesawat Bandara Soekarno Hatta dipersilakan naik ke dalam pesawat. "Mas ayo, bagian informasi sudah menginformasikan kalau kita segera menaiki pesawat." ucap Olivia sambil menarik tangan suaminya berjalan masuk ke dalam pesawat.


"Tahu seperti ini lamanya menunggu pesawat komersil, lebih baik kita naik jet pribadi. lain kali mas tidak akan mengizinkan Kamu naik pesawat komersil." gerutu Daniel membuat Olivia menggelengkan kepalanya.


Setelah tiba di dalam pesawat, terlihat Olivia dan Daniel sedang mencari tempat duduk yang tertera di dalam tiket pesawat yang mereka miliki. Yang ternyata Olivia sengaja membooking tiket kelas ekonomi. Membuat Daniel semakin menggerutu.


"Jangan pernah mengeluh. syukuri apa yang sudah kita dapatkan." ucap Olivia yang mampu membuat Daniel menggelengkan kepalanya."Kamu pikir suami kamu ini kere? sehingga kamu membeli tiket pesawat kelas ekonomi seperti ini? gerutu Daniel yang mampu membuat Olivia langsung tertawa cengengesan.


"Orang lagi kesal, tetapi kamu justru tertawa. Daniel kembali mengoceh dan menggerutu. karena Olivia sengaja ingin mengerjai suaminya, menaiki pesawat komersil kelas ekonomi. Sementara sang pramugari yang mengenal sosok Daniel datang menghampiri Daniel dan Olivia.


"Wow ada gerangan apa Tuan Daniel Gladuks menaiki pesawat komersil? tanya pramugari itu kepada Daniel yang tiba-tiba datang menghampiri mereka. Olivia tertawa cengengesan. Lalu membisikkan sesuatu kepada pramugari itu. Membuat pramugari itu mengembangkan senyumnya.


"Wah ada Tuan Daniel pengusaha kaya raya yang berasal dari kota Jakarta."ucap salah satu penumpang pesawat sambil langsung bangkit berdiri dari tempat duduknya, menghampiri Daniel. lalu meminta Daniel berfoto Selfi dengannya.


Banyak dari penumpang pesawat yang ingin berfoto bersama dengan Daniel, yang mana sosok Daniel sering menghiasi layar kaca karena kesuksesannya dalam mengembangkan perusahaan miliknya sampai ke mancanegara.


"lihat Mas ternyata banyak sekali fans kamu, di pesawat ini." bisik Olivia yang mampu membuat Daniel semakin kesal kepada istrinya. "Ingat ya sayang, semua ini tidak gratis. Nanti kamu akan mas hukum di rumah." bisik Daniel tepat di telinga Olivia membuat Olivia bergidik ngeri.

__ADS_1


"Astagfirullah, bisa-bisa aku digempur mas Daniel satu halaman nanti malam." gumam Olivia dalam hati. Setelah pramugari menginformasikan kalau pesawat yang mereka tumpangi akan segera take off dari bandara menuju bandara Soekarno Hatta, Para penumpang pesawat komersil yang ditumpangi oleh Daniel dan Olivia sudah kembali ke tempat duduk mereka masing-masing.


Sementara Daniel masih tetap saja menggerutu. Bahkan mengancam istrinya akan menghukum Olivia setelah sudah tiba di rumah utama keluarga Gladuks. "Mas tahu kamu pasti sengaja melakukan ini kan? karena kamu ingin membuat Mas kesal kepadamu.


Untuk ini kamu harus siap-siap mas hukum. hukuman itu bolak-balik diucapkan oleh Daniel membuat Olivia terkekeh. Tiba-tiba sang pramugari datang menghampiri keduanya memberikan snack dan minuman kepada Olivia dan juga Daniel.


"Silakan Tuan Daniel yang terhormat."ucap pramugari itu dengan ramah sambil mengembangkan senyumnya. "Sayang itu pramugari yang cantik jelita menyapa kamu. mulutnya jangan di monyongkan seperti itu dong. Membuat Olivia semakin gemas. Nanti Olivia lahap disini. Apa Mas mau, Olivia melahap bibir Mas yang seksi itu?" ucap Olivia yang mampu membuat Daniel tersenyum mendengar apa yang diucapkan oleh olivia.


" Nah gitu dong tersenyum. lebih tampan daripada cemberut seperti tadi."ucap Olivia sambil langsung mengecup bibir ranum suaminya. Tanpa peduli dengan keberadaan pramugari di sana. Daniel mengambil snack dan minuman itu dari nampan yang dibawakan oleh pramugari.


Setelah beberapa jam di dalam pesawat, kini pesawat komersil yang mereka tumpangi akan segera mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Ketika pesawat yang mereka tumpangi sudah mendarat Daniel menghubungi salah satu asistennya.


"Kalian sudah dimana? Kami sudah di bandara." ucap Daniel dalam sambungan telepon selulernya kepada Arif.


"Bos tenang saja. Arif sudah ada di bandara satu jam, sebelum Bos tiba di bandara tarif.


" Bagus kalau begitu sekarang juga kalian datang ke ruang tunggu. Karena kami akan segera keluar dari dalam pesawat." ucap Daniel lalu langsung mematikan sambungan telepon selulernya dengan sepihak.


Bersambung.....

__ADS_1


Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓


__ADS_2