
Ketika Ibu Endang sudah pergi meninggalkan Vika dari halaman rumah keluarga Vika, tampak Vika membuka rumah milik mereka yang sudah 3 bulan tidak ditempati. Sudah banyak abu dan sarang laba-laba di rumah keluarga Vika. "Ya Allah rumah ini jorok sekali, begitulah kalau tidak ada penghuninya." gumam Vika dalam hati sambil terus membersihkan rumah milik keluarganya.
Alex membantu Vika untuk membersihkan rumah dan pekarangan rumah keluarga Vika. "lebih baik Tuan Alex istirahat saja, Biarkan saya saja yang mengerjakannya. Ini sudah sore, lebih baik Tuan mandi saja." ujar Vika mau minta Alex untuk segera membersihkan diri.
"Tidak usah mengomel." sahut Alex sambil terus mengerjakan dan membersihkan pekarangan rumah keluarga Vika. Setelah sekitar kurang lebih satu jam membersihkan rumah dan pekarangan, akhirnya rumah sudah terlihat rapi dan bersih. "Selesai juga!" gumam Vika dalam hati sambil langsung pergi ke sebuah warung yang letaknya tidak jauh dari rumah keluarga Vika.
Sementara Alex masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Sebelumnya Alex sudah mengetahui kalau dirinya tidak akan dapat pulang hari itu. Sehingga ia membawa baju ganti sebelumnya.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Alex mencari keberadaan Vika. Tetapi ia tidak menemukan sosok yang ia cari di sana.
"Vika.... Vika...., Panggil Alex tapi tak kunjung mendapat jawaban. Kemana dia? Kenapa dia tidak ada di rumah?" gumamnya dalam hati sembari terus mencari keberadaan Vika.
Tiba-tiba Vika nongol masuk ke dalam rumah dengan membawa bahan makanan yang bisa diolah. "Kamu dari mana saja?
"Aku hanya dari warung. Tuan Alex pasti sudah lapar bukan? persediaan bahan makanan tidak ada di rumah ini. Jadi Aku membelinya terlebih dahulu ke warung.
Cacing-cacing di perutku sudah mulai berdemo minta jatah. Jadi tidak perlu mengomel seperti itu mencariku. Aku tidak akan pergi kemana-mana." ucap Vika sambil meninggalkan Alex begitu saja di ruang tamu duduk sambil menikmati siaran televisi.
Alex mengotak-atik ponselnya. Sesekali mengabadikan momen mereka ketika membersihkan rumah keluarga Vika dengan menggunakan layar ponselnya. Ia tertawa ngakak ketika melihat Olivia membersihkan rumah dan wajahnya sudah kusam dan belepotan.
Mendengar suara tawa Alex dari ruang tamu, Vika penasaran Apa yang membuat Alex tertawa sampai lepas seperti itu. Tetapi karena perutnya yang sudah sangat lapar, Ia terus memasak menu makanan yang dapat mereka santap untuk makan malam.
Masakan sederhana yang dapat diolah dengan secepat mungkin. Ikan teri sambal pakai kacang dan tumis kangkung mengunggah selera Vika, untuk segera menyantap menu makanan yang ia masak.
__ADS_1
Menu makanan yang selalu dirindukan Vika ketika berada di kota. Karena jarang sekali Vika menemukan masakan seperti itu di kota. Membuat Vika tidak yakin kalau Alex akan menyukai masakannya. Tetapi karena tidak ada lagi bahan makanan yang dapat diolah di warung, mengingat hari sudah sore membuat Vika mau tidak mau harus memasak makanan kesukaannya itu.
Terkesan egois. Tetapi ia tidak dapat melakukan apa-apa. Karena memang bahan makanan tidak ada lagi yang dapat diolah.
kurang lebih satu jam bergelut di dapur, Vika menyelesaikan ritual masaknya. Ia pun menatanya di atas meja makan sederhana yang mereka miliki.
Meja makan papan yang ditukangi oleh almarhum ayah kandung Vika. "Jika Tuan Alex sudah lapar kita bisa makan. Tetapi maaf hanya apa adanya saja, karena bahan makanan di warung sudah tidak ada lagi. karena Vika belanja sudah terlalu kesorean." ucap Vika kepada Alex yang mampu membuat Alex langsung mengembangkan senyumnya.
Alex bangkit berdiri berjalan mengikuti Vika. Alex terhenyak melihat menu makanan yang dihidangkan Vika saat. "Jika Tuan Alex tidak menyukai makanan kampung seperti ini. Ada mie instan di sana persediaan. Kalau Tuan mau, saya bisa memasaknya lagi" ucap Vika menebak kalau Alex tidak menyukai menu makanan yang ia masak.
Alex hanya terdiam, lalu menyendok nasi yang sudah berada di atas meja. Ia memasukkan nasi beberapa centong ke piringnya. Dan mengambil ikan teri sambal kacang dan sayur tumis kangkung yang dimasak oleh Vika sebelumnya.
Terlihat Alex makan dengan lahap. Membuat Vika terhenyak. Ia mengira Alex tidak akan menyukai masakan kampung seperti yang ia masak sebelumnya.
Vika hanya mengembangkan senyumnya, lalu menyendok satu centong nasi ke piringnya mengambil tumis kangkung dan ikan teri sambal kacang ke piringnya. lalu ia makan sambil memperhatikan cara makan Alex yang begitu lahap.
Dengan sekejap, Alex menghabiskan menu makanan yang ada di hadapannya. Bahkan ia pun menambahkan nasi satu centong lagi ke dalam piringnya. Ada rasa bahagia di hati Vika, melihat Alex menyukai masakannya.
" Aku kira Tuan Alex tidak menyukai makanan kampung seperti ini. Makanya aku beli persiapan mie instan tadi. "Lebih sehat makanan seperti ini, daripada memakan mie instan." sahut Alex dengan santai sambil tetap menyantap menu makanan yang ada di hadapannya. Vika hanya nyengir.
****
Drama makan malam telah usai. Kini Vika membersihkan piring bekas makan mereka. Sementara Alex membantu Vika. "Tidak perlu Tuan Alex!" Biarkan saja saya yang mengerjakannya. Ini tugas seorang wanita. "Jangan banyak protes, jika aku membantumu. Aku tidak akan membiarkanmu kelelahan sendiri.
__ADS_1
Vika hanya menggelengkan kepalanya. menatap Alex yang langsung mencuci piring kotor yang mereka gunakan sebelumnya. Setelah selesai mencuci piring kotor, Alex dan Vika duduk di ruang tamu. "Jika Tuan ingin menginap di villa tidak apa-apa. Vika menginap di sini saja.
"Apa kamu mengusirku?
"Tidak ada terbesit di hatiku, untuk mengusir Tuan dari sini. Tetapi Vika hanya merasa mungkin Tuan tidak akan nyaman tidur di sini. Karena Kamar tidurnya hanya beralaskan kasur lusuh." sahut Vika sambil nyengir.
"Aku tidak akan pergi ke villa, Jika kamu menginap di sini. Mami menugaskan ku untuk menjagamu. Bukan membiarkanmu sendiri di sini. Tetapi jika kamu Ikut menginap di villa, Kita menginap di villa sekarang." ujar Alex mengultimatum kepada Vika.
"Aku tidak ingin menginap di villa. Aku ingin menginap di sini saja." sahut Vika dengan tegas.
"Itu berarti Kita menginap di sini.
Vika hanya diam. Vika takut difitnah oleh Ibu Endang lagi dan orang orang yang ada di desa. Dan takut orang-orang di desa menganggapnya wanita murahan.
Hingga akhirnya Vika pun memohon kepada Alex, menginap di Villa saja. "Kalau aku menginap di Villa, Ayo kamu ikut ke sana." Alex kembali tetap di pendiriannya. Vika tidak dapat berbuat apa-apa, selain mengikuti apa yang dikatakan Alex. Akhirnya keduanya pun berlalu ke Villa malam itu. Padahal Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 malam.
BERSAMBUNG......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN
__ADS_1