PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 92. AKAD NIKAH


__ADS_3

"Mas pamit ya soalnya pagi ini mas ada pekerjaan penting di kantor. Sepertinya mas tidak bisa pulang malam ini. Tidak apa-apa kamu Mas tinggal kan sayang? tanya Herman kepada Electra yang selalu setia menunggu dirinya di rumah. Walaupun pernikahan mereka masih beberapa bukan yang lalu.


Tetapi Electra sangat mencintai Begitu juga dengan Herman. Walaupun dirinya mengetahui kalau Elektra tidak akan bisa memberinya keturunan. Herman tidak ingin menyakiti hati Electra. Tetapi Electra memberikan kebebasan kepada Herman, untuk menjalin hubungan dengan wanita lain.


Karena ia mengetahui kalau dirinya tidak akan dapat memberikan keturunan kepada Herman. Bahkan Elektra sendiri yang meminta Herman untuk mencari seorang wanita yang mampu memberikannya keturunan. Tetapi tidak untuk meninggalkan Electra.


Karena Elektra sangat mencintai Herman, jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam. Sehingga ia rela memberikan modal yang cukup untuk Herman ketika Herman berada di dalam kesulitan. Sesungguhnya Herman juga sangat mencintai Elektra.


Tapi Herman juga tidak munafik. Ia ingin memiliki keturunan yang akan mewarisi harta kekayaannya. Sehingga ia mencari wanita yang dapat memberikan keturunan untuknya. Electra berusaha untuk menerima seorang wanita yang dapat memberikan keturunan kepada suaminya.


Hingga Herman kembali menjalin hubungan dengan Amara. Berharap Amara dapat memberikan keturunan untuk Herman. "Apa kamu sudah menemukan wanita yang dapat memberikan keturunan untukmu Mas? tanya Elektra penuh dengan selidik.


Herman menghela nafas berat. Sejujurnya ia tidak ingin membuat hati istrinya tersakiti. Jika dirinya memberitahu kalau sudah ada wanita yang akan memberikan Herman keturunan. Kita lihat saja nanti sayang, Siapa tahu kamu juga bisa memberikan keturunan untuk Mas. Dan jika itu tidak bisa, kamu jangan khawatir. Mas akan tetap cinta dan sayang sama kamu.


Herman berusaha meyakinkan Elektra, kalau dirinya benar-benar sayang dan cinta kepada Electra. Karena bagaimanapun Electra yang sangat berjasa atas berkembangnya usaha Herman yang sudah jatuh bangkrut dapat bangkit kembali. Electra sudah banyak membantu dirinya.


lain halnya dengan Amara. Amara hanya menginginkan harta kekayaan dari Herman saja. Semenjak mereka menjalin hubungan beberapa tahun yang lalu.


" Ya sudah kalau begitu Kamu jaga diri kamu di rumah sayang. Mas akan berangkat ke kantor. Doakan saja pekerjaan Mas lancar dan tidak ada kendala sedikitpun." ujar Herman kepada istrinya sambil mengecup kening istrinya. Herman melambaikan tangannya setelah masuk ke dalam mobil mewah miliknya.

__ADS_1


Elektra menatap kepergian suaminya sampai mobil milik suaminya hilang dari pandangannya baru ia masuk ke rumah. "Aku rela Jika kamu memaduku. Asalkan kamu memiliki keturunan. Aku akan merawat anak itu dengan sebaik mungkin. Tetapi jangan pernah meninggalkanku Mas." gumam Elektra dalam hati sembari menatap potret suaminya yang sangat ia cintai di dalam layar ponselnya.


****


Satu minggu kemudian pesta pernikahan Daniel Gladuks akan dilaksanakan di salah satu hotel berbintang ternama milik Nyonya Eliana. Terlihat tiga orang MUA yang ditugaskan Daniel masuk ke kamar yang ditempati oleh Olivia datang menghampiri Olivia.


"Hai Nona Olivia yang cantik dan kece badai Apa kamu sudah siap untuk dirias oleh Merry? tanya MUA itu yang ala-ala berpenampilan seorang wanita tetapi sebenarnya dia seorang pria. Olivia menatap tante Merry, tertawa ngakak karena melihat Merry melenggak-lenggok datang menghampirinya. Seperti wanita yang anggun dan cantik.


Olivia tidak menyangka kalau Merry merupakan lelaki, tetapi yang bersifat seperti wanita. "Kenapa tersenyum menatapku nona cantik? Apakah aku mengalahkan kecantikanmu? tanya Tante Merry percaya diri.


Hal itu membuat Olivia langsung tertawa Cengengesan mendengar apa yang dikatakan oleh tante Merry kepadaNya. "Sudah bisa kita mulai nona cantik?" ucap tante Merry dibantu oleh asistennya. Olivia manganggukkan kepalanya. Ketiga MUA itu sudah bersiap untuk merias Olivia. Gaun pengantin yang digunakan oleh Olivia terlihat elegan dan juga mewah.


Ketika Merry dan kedua asistennya sudah selesai merias Olivia, Olivia melihat pantulan tubuhnya di depan cermin. Ia merasa tidak percaya kalau yang ada di cermin itu merupakan pantulan tubuhnya sendiri.


Olivia hanya menatap tante Merry dengan senyuman. "Tante mamang luar biasa, dapat merias Olivia yang biasa-biasa saja menjadi berpenampilan menarik seperti ini." Olivia memuji keahlian Merry dan kedua asistennya.


Tampak ibu Nurhaida dan Anisa masuk ke kamar yang ditempati oleh Olivia. Anisa hampir saja tidak mengenali Olivia. "Olivia benarkah ini kamu? tanya Anisa yang belum percaya begitu saja melihat penampilan adiknya yang memukau.


Olivia mengembangkan senyumnya. "Bagaimana penampilanku Kak? Apa sudah tidak malu-maluin lagi? tanya Olivia kepada Anisa

__ADS_1


" Kamu memang adikku yang sangat cantik. cantik hatinya dan cantik wajahnya. Kamu memang benar benar perfect." Puji Anisa sambil langsung memeluk adiknya Olivia.


Sementara Ibu Nurhaida hanya menatap kedua putrinya yang sudah berpenampilan istimewa. Seolah Ibu Nurhaida tidak percaya kalau hari ini kebahagiaan menghampiri mereka, setelah menjalani hari-hari sebelumnya yang begitu dramatis.


Sungguh Ibu Nurhaida tidak percaya kalau akhirnya putrinya menjadi istri seorang kaya raya. Ibu nurhaida hanya berdoa di dalam hati agar hubungan rumah tangga Olivia dengan Daniel menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah.


Tidak banyak tuntutan dari ibu Nurhaida walaupun hidup Ibu Nuraida hanya sederhana. Yang ia inginkan kebahagiaan untuk kedua putrinya. Saat ini Ibu Nurhaida sudah tidak peduli lagi dengan namanya Pak Roberto, yang kerap sekali mencoreng nama baik keluarga mereka.


Yang terpenting bagi Ibu Nurhaida, setelah Olivia mendapatkan jodohnya, Ibu Nurhaida juga berharap kalau Anisa juga mendapatkan jodoh yang dapat menerima Anisa apa adanya.


Tetapi ibu Nurhaida tidak ingin bermimpi lebih tinggi. Karena ia sadar putrinya tidak sempurna. Tetapi karena kuasa Tuhan, sehingga Anisa dapat bertahan hingga sekarang, dengan pengorbanan yang dilakukan Olivia Beberapa bulan yang lalu. sungguh Ibu nurhaida tidak menyangka pengorbanan Olivia begitu besar untuk kakaknya.


Akad nikah diadakan di rumah utama keluarga Gladuks. Sesuai dengan permintaan tuan Gladuks. Bukan Nyonya Eliana tidak mengizinkan akad nikah diadakan di rumah pribadi milik Nyonya Eliana. Tetapi karena permintaan suaminya, sehingga mereka mengadakan akad nikah rumah utama keluarga Gladuks.


Karena menurut mereka, itu adalah rumah inti. Dilanjutkan dengan acara resepsi pernikahan mereka diadakan di hotel berbintang terbesar di kota ini, milik Nyonya Eliana. "Sepertinya penghulu sudah datang Apakah Olivia sudah selesai di rias? tanya Tuan Gladuks kepada Daniel.


Daniel berlalu ingin melihat calon istrinya. tetapi Nyonya Eliana tidak mengijinkannya. Dan nyonya Eliana yang melihat Olivia ruang rias. "Wow cantik sekali kamu sayang." Puji Nyonya Eliana ketika melihat penampilan Olivia yang begitu cantik dan sempurna hingga setiap kaum Adam yang melihatnya pasti akan terpesona.


Bersambung...

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏💓💓


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓


__ADS_2