PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 91. FOTO PREWEDDING


__ADS_3

Setelah ibu-ibu para tetangga sudah pada pulang berbelanja dari warung sembako Milik ibu Nuraida, Ibu Nurhaida pun menutup warung miliknya dibantu oleh Anisa. Karena saat itu juga, mereka akan melakukan fitting baju di salah satu butik ternama yang ada di kota ini, sesuai dengan permintaan Daniel.


Mereka juga tidak ingin mengecewakan Daniel, karena Daniel sudah mempersiapkan segalanya Untuk Ibu Nurhaida dan juga Anisa saat ini. "Bu mudah-mudahan Tuan Daniel benar-benar sayang dan cinta kepada Olivia ya. Tidak seperti di sinetron-sinetron yang Anisa tonton dilayar kaca." celetuk Anisa kepada Ibu Nurhaida ketika mereka berada di mobil yang sama dengan Arif. Arif mendengar apa yang dikatakan Olivia pun mengembangkan senyumnya.


Di sepanjang perjalanan Anisa meminta ibu Nurhaida agar tidak terlalu memikirkan apa yang dikatakan Ibu Narsih kepada ibu Nurhaida. Karena Anisa tidak ingin Ibu Nurhaida terlalu kepikiran dengan omongan para tetangga mengenai hubungan antara Daniel dengan Olivia. Apalagi tentang Pak Roberto yang saat ini berada di dalam penjara.


Sebenarnya Anisa sudah mengetahui kabar tentang pak Roberto. Tetapi ia sengaja tidak memberitahu kepada Ibu Nurhaida agar ibu Nurhaida tidak terlalu memikirkan kondisi Pak Roberto yang sedang mendekam di penjara.


Anisa memang memiliki rasa Sakit hati yang amat dalam terhadap Pak Roberto. Karena ketika Anisa sedang sakit sebelum transplantasi ginjal dilakukan, Pak Roberto menginginkan Anisa enyah dari muka bumi ini. Karena menurutnya Anisa merupakan anak pembawa sial dan selalu menyusahkan.


Bahkan Pak Roberto sama sekali tidak mau tahu mengenai kondisi Anisa kala itu. Olivia dan ibu Nurhaida yang mati-matian bekerja untuk membiayai pengobatan Anisa. Terutama Olivia yang rela berkorban hanya untuk agar Anisa dapat disembuhkan. sungguh Ayah yang tak bertanggung jawab di dalam kehidupan keluarga ibu Nurhaida.


Pak Roberto kerap sekali menghianati cinta tulus ibu Nurhaida. Pak Roberto juga beberapa kali menikah sirih, tanpa sepengetahuan ibu Nurhaida. Tetapi Anisa dan Olivia menutupi segalanya dari ibu Nurhaida. Karena mereka mengetahui kabar tentang Pak Roberto hanya dari media sosial dan bisik bisik tetangga.


Bisik-bisik tetangga membuat Anisa merasa malu memiliki seorang ayah yang bertingkah laku urakan. Tidak hanya menghianati cinta tulus ibu Nurhaida. Pak Roberto kerap sekali mabok mabukan dan juga mengkonsumsi obat-obat terlarang. Tidak ada yang patut dicontoh dari sikap Pak Roberto selaku seorang ayah. Untungnya Anisa dan Olivia tidak mengikuti jejak Pak Roberto.


Jujur kalau boleh memilih. Anisa memilih lebih baik tidak memiliki seorang ayah, daripada membuat malu keluarga. Apalagi kasus memalukan yang menyeret pak Roberto ke penjara, karna terbukti mencabuli anak di bawah umur. Membuat Anisa merasa malu kepada para tetangga dan juga kerabat yang sudah mengetahui kabar tentang Pak Roberto.


Setelah melakukan perjalanan sekitar 40 menit menelusuri ibukota. Mereka pun tiba di salah satu butik ternama pilihan Daniel. Terlihat karyawan dan pemilik butik itu sudah mengembangkan senyumnya menyambut kedatangan ibu Nurhaida dan juga Anisa.


Karena sebelumnya Daniel dan Olivia sudah memberitahu kedatangan ibu Nurhaida dan juga Anisa kepada pemilik Butik

__ADS_1


"Pasti ibu Nurhaida dan Anisa ya? Sapa pemilik butik sambil memberi salam kepada ibu Nurhaida dan juga Anisa.


"Iya Bu, sesuai dengan rekomendasi dari Tuan Daniel, kami akan melakukan fitting baju di sini. "ya sebelumnya Tuan Daniel sudah memberitahu kepada saya. Yuk langsung kita pilih-pilih, tetapi sepertinya Olivia sudah merekomendasikan gaun yang mana yang akan kamu gunakan." ucap pemilik butik kepada Anisa membuat Anisa mengembangkan senyumnya.


Ia tahu persis bagaimana selera adiknya yang selalu menginginkan yang terbaik untuk Anisa. Pilihan adik saya, sudah tidak perlu diragukan lagi. Saya setuju dengan pilihan adik saya." sahu Anisa karena ia yakin pilihan Olivia merupakan pilihan yang terbaik menurutnya. "Ya saya juga setuju! dan saat ini pemilik butik meminta ibu Nurhaida dan juga Anisa agar mengukur tubuh mereka, supaya pemilik butik dapat membuat ukuran yang pas busana yang akan mereka gunakan di acara pesta pernikahan Daniel dan juga Olivia .


Di tempat lain Daniel dan Olivia sudah berada di lokasi yang mereka tentukan sebelumnya tempat mengadakan foto prewedding. Terlihat Olivia sangat takjub dengan keindahan alam yang ada di sana. "Alangkah indahnya ciptaan Tuhan Mas. Olivia tajub melihat keindahan alam di sini." puji Olivia sambil merentangkan tangannya menghirup udara segar Karna terpesona dengan indahnya pemandangan yang indah disana.


Daniel memeluk Olivia dari belakang, ketika dirinya menikmati udara yang sejuk dengan merentangkan tangannya berdiri di tepi pantai, yang indah dipandang mata.


"Apa kau menyukainya sayang? tanya Daniel sambil memberikan kecupan hangat di leher jenjang Olivia. Membuat Olivia pun merasa desiran yang cukup hebat di tubuhnya.


"Ngapain harus malu? kamu itu istriku tidak ada yang berani berkomentar apapun kepada seorang Daniel.


"Olivia hanya menatap Daniel dengan Tatapan yang sulit diartikan. Memberontak juga tidak ada gunanya. Karena Daniel akan selalu berusaha untuk tetap membuat Olivia tidak dapat berkutik.


"Sayang fotografer sudah siap untuk pemotretan lebih baik kita siap siap saja deh." Olivia memberitahu kepada Daniel, kalau fotografer sudah siap untuk melakukan sesi pemotretan. Padahal Olivia hanya agar Daniel tidak meminta yang aneh aneh darinya. Terlihat sang fotografer menghampiri keduanya.


Setelah memakai baju ganti, Mereka pun akhirnya mengadakan sesi foto prewedding dan terlihat berjalan dengan lancar. "Sayang sepertinya kamu sudah lelah lebih baik kita istirahat dulu di sana." ucap Daniel sambil menunjukkan restoran yang lokasinya tidak jauh dari lokasi tempat mereka mengadakan foto prewedding.


Olivia menganggukkan kepalanya pertanda Ia setuju. Karena tubuhnya juga sudah merasa lelah."Selamat siang Tuan Daniel!" sapa salah satu manajer restoran yang ada di sana membuat Olivia terhenyak bahwa manajer restoran itu memanggil Daniel seperti yang sudah lama kenal.

__ADS_1


"Ada yang dapat saya bantu Tuan? Tanya sang manager kepada Daniel. Daniel hanya menganggukkan kepalanya."Sayang mau makan apa? tanya Daniel kepada Olivia.


"Ikut pesanan Mas aja deh." sahut Olivia dengan singkat. Sang menejer restoran berlalu dari sana meninggalkan Daniel dan Olivia dan meminta para pelayan untuk melakukan pelayanan yang terbaik Buat tamu spesial mereka.


Tampak Daniel menikmati menu makanan yang sudah disediakan oleh pihak restoran di sana. Tetapi makanan itu terasa asing bagi Olivia membuat Olivia enggan memakannya. "Sayang Mengapa tidak dimakan? Apa kamu tidak menyukainya? tanya Daniel karena Olivia hanya menatap menu makanan yang ada di hadapannya.


" Mas maaf ya, makanannya terasa asing bagiku. Olivia sepertinya tidak bisa memakannya." sahut Olivia karena menatap menu makanan itu yang tak menggiurkan baginya.


"Ya sudah tidak apa-apa sayang, lebih baik kamu pesan yang lain saja deh. Yang mana kamu suka." ujar Daniel kepada Olivia


"Tidak perlu mas, Olivia Masih kenyang kok." sahutnya sambil memperhatikan Daniel makan begitu lahap menghabiskan menu makanan yang ada di hadapannya.


"Ayolah sayang, dimakan sedikit aja, kalau tidak kamu coba mana tahu rasanya. lebih baik kamu cicipi, siapa tahu kamu suka." ujar Daniel berusaha membujuk Olivia agar memakan menu makanan yang ia pesan sebelumnya.


Olivia menghela nafas berat. "Bagaimana mungkin aku memakan daging mentah seperti ini." gumamnya dalam hati sambil terus memperhatikan menu makanan yang ada dihadapannya. "menu makanan yang tersedia di hadapan Olivia merupakan menu khas Jepang sushi dan sashimi. Membuat Olivia menggerdikkan bahunya. Karena ia sama sekali belum pernah memakan makan yang begitu asing baginya.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏


JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓🙏

__ADS_1


__ADS_2