
Terlihat dokter yang selama ini menangani Olivia datang menghampiri Olivia, setelah mendapatkan panggilan dari Daniel melalui bel yang tersambung ke bagian tim medis yang ada di rumah sakit itu.
Melihat dokter tergesa-gesa masuk ke ruang ICU tempat Olivia berada, Ibu nurhaida sangat mengkhawatirkan kondisi Olivia saat ini. Mereka mengira kondisi kesehatan Olivia semakin memburuk.
Ketika dokter memeriksa kondisi kesehatan Olivia, tampak dokter itu mengembangkan senyum nya. Sungguh kejadian yang sangat langka. Sungguh cinta yang sangat luar biasa terhadap istri anda, membuat istri anda dapat terbangun saat ini." ucap dokter itu kepada Daniel yang masih berdiri tepat di samping Olivia dengan menggendong tubuhmu putranya.
Padahal Dokter yang menangani Olivia pada saat itu sudah merasa tidak yakin kalau Olivia akan dapat bertahan jika Olivia tidak sadarkan diri setelah daya tahan obat bius yang mereka suntikan ke tubuh Olivia sudah habis karena Olivia, selama kurang lebih Delapan hari.
"Puji Tuhan kondisi Ibu Olivia sudah semakin membaik, dan kondisinya sudah mulai stabil saat ini. Nyonya Olivia sudah dapat dipindahkan ke ruang rawat inap. Dokter meminta suster untuk segera mempersiapkan ruang rawat inap untuk Olivia. Karena Olivia akan dipindahkan ke ruang rawat inap.
Mereka sudah sangat mengetahui siapa sosok Daniel. Sehingga tim medis yang berada di sana menempatkan Olivia di bagian ruang rawat di VVIP tanpa diminta oleh Daniel. Karena Daniel pasti akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh para tim medis yang ada di sana.
Tampak Daniel membantu tim medis mendorong tubuh istrinya keluar dari ruang ICU sambil menggendong tubuh mungil putranya yang membuat Olivia terbangun dari tidur panjangnya.
Jujur Daniel tidak menyangka dengan idenya membawa baby Arya Vito ke rumah sakit, dapat memicu Olivia terbangun dari tidur panjangnya. Sungguh keajaiban yang sangat luar biasa. Suara tangis baby Arya Vito mampu membangunkan tidur panjang Olivia. Yang membuat Daniel dan keluarga sangat khawatir akan kondisi Olivia. Tetapi dengan kehadiran baby Arya Vito di ruang ICU itu, membuat Olivia langsung tersadar.
Ibu Nurhaida yang sudah melihat Olivia keluar dari ruang ICU dengan mata terbuka, Ibu Nurhaida menangis sesungguhkan dan langsung memberikan kecupan hangat di wajah pucat Olivia, ketika tim medis yang mendorong tubuh Olivia berhenti sejenak di sana. Lalu pihak rumah sakit kembali mendorong tubuh Olivia masuk ke ruang VVIP, setelah memberikan waktu sebentar kepada ibu Nurhaida.
"Allahu Akbar...... Allahu Akbar.....! ucap Ibu Nurhaida ketika melihat putri yang sangat ia sayangi sudah terbangun dari tidur panjangnya.
Setelah berada di ruang rawat Inap VVIP yang ada di Rumah Sakit Itu, tampak Ibu Nurhaida pun langsung mengikuti Daniel masuk ke ruang rawat inap VVIP tempat Olivia dirawat saat ini.
Ibu nurhaida terus menangis sesungguhkan melihat kondisi putrinya yang sangat mengkhawatirkan, akibat perbuatan jahat orang yang sama sekali tidak bertanggung jawab. "Berikan kepadaku Putra kita." Mohon Olivia karena dirinya sangat merindukan baby Arya Vito. Daniel membaringkan tubuh putranya tepat di samping Olivia.
Membuat Olivia sangat bahagia dapat melihat putranya lagi. "Sayang Putra Mami yang tampan. Maafkan Mami sudah membuat kalian khawatir." Olivia mengelus wajah tampan putranya yang begitu menggemaskan .
"Mas berapa lama Olivia tertidur? tanya Olivia kepada Daniel. Daniel mengembangkan senyumnya. Jangan membuat Mas khawatir lagi Sayang. Mas tidak bisa membayangkan hidup tanpa kehadiran kamu di sisi Mas. hidup Mas akan terasa hampa Jika kamu tiada di samping Mas." sahut Daniel sambil kembali mengecup wajah cantik istrinya.
"Maafkan Olivia sudah membuat Mas khawatir. Maafkan Olivia Bu yang membuat beban pikiran ibu dan juga membuat Ibu khawatir Olivia benar-benar meminta maaf kepada ibu Nurhaidah dan juga suaminya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa sayang, yang penting kamu sekarang sudah kembali. Dan cepatlah sembuh agar kita dapat berkumpul kembali di rumah seperti biasa. Mas sangat merindukan kamu sayang
"Iya nak, cepatlah sembuh. Banyak orang orang yang mengkhawatirkan kondisi kamu saat ini. Terutama suami kamu Daniel yang Bersedia menemanimu selama kamu berada di sini. Kamu tidur selama kurang lebih dua minggu. Membuat ibu saat mengkawatirkan kondisimu." ucap ibu Nurhaida kepada Olivia.
Olivia menatap suaminya dengan tatapan penuh cinta. Ia pun meraih tangan suaminya dan memberikan kecupan hangat di punggung tangan suaminya." Maafkan Olivia mas, Olivia berjanji tidak akan membuat mas khawatir lagi." tangis Olivia pecah ketika melihat wajah suaminya sudah tak terurus lagi.
Wajah kamu sangat kusam mas, itu berarti kamu selama ini terus berada di rumah sakit tanpa merawat diri lagi. Itu semua karena Olivia. Olivia berjanji akan cepat sembuh. Olivia ingin melihat wajah tampan suami Olivia lagi. Tidak kusam seperti ini." ucap Olivia yang mampu membuat Daniel mengembangkan senyumnya. lalu Olivia sengaja menarik tangan Daniel, agar Daniel mendekatkan wajahnya kepadanya. lalu Olivia memberikan kecupan hangat di bibir manis suaminya.
Tiba-tiba Arif datang ke ruang rawat inap tempat Olivia. " Maaf, permisi Tuan Daniel ada sesuatu yang ingin saya bicarakan kepada Tuan."
"Bicarakan saja di sini. Tidak apa-apa, biarkan Olivia mendengarkannya. Dia istriku, sudah sepatutnya dia mengetahui segalanya, Apa yang harus kita lakukan kepada orang yang berniat jahat kepada istriku." sahut Daniel yang mampu mengingatkan Olivia dengan sosok Aska yang membantu dirinya.
"Aska!" pekik Olivia.
"Apa sayang?
"Aska Dimana? apa dia selamat?
"Aska yang mengirimkan pesan Whatsapp kepada Mas memberitahu Di mana lokasi Olivia disekap. Dia Lelaki yang membantu Olivia selama berada di lokasi gedung tua itu disekap.
Semua orang yang ada di sana tidak memiliki peri kemanusiaan selain Aska. Aska yang memberiku minum dan Aska juga yang mengirimkan pesan Whatsapp agar Mas dapat membantu Olivia keluar dari sana.
Dia hanya terpaksa ikut melakukan penculikan itu. Tanpa ada niatan untuk berbuat jahat. Dia Lelaki yang sangat baik. Bahkan karena Aska sehingga Olivia dapat bertahan hingga saat ini.
Aska melakukannya karena membutuhkan uang pengobatan untuk ibu kandungnya, yang sedang berada di rumah sakit. Ia tidak sanggup melihat kondisi orang tuanya yang harus segera dilakukan tindakan operasi. Sementara Aska sama sekali tidak memiliki uang untuk biaya operasi ibu kandungnya. Olivia memberitahu segala apa yang dilakukan Azka terhadapnya, selama berada di gedung tua itu. Tempat Olivia disekap anak buah Hendarson dan nyonya Julia.
Hal itu membuat Daniel terhenyak karena Aska saat ini berada di dalam penjara bersama dengan anak buah hendarson yang lainnya. Mendengar penjelasan Olivia, Daniel meminta Arif untuk segera membebaskan Arif dari tahanan. Ia juga meminta kepada Arif untuk segera mengurus pengobatan ibu kandung Aska.
"Dia salah satu Dewa penolong Olivia. Ketika Olivia sudah tidak berdaya lagi, Aska berusaha mengelabui teman-temannya agar Aska berhasil memberikan minum untuk Olivia. Kalau tidak entah apa yang sudah terjadi kepada Olivia saat itu.
__ADS_1
Ketika Julia menyiksa Olivia habis-habisan, terlihat Aska tidak sanggup melihatnya. Aska berusaha menenangkan emosi Julia. Tetapi emosi Julia membabi buta hingga menghajar Olivia habis-habisan. Olivia dapat melihat wajah Aska tidak sanggup melihat Olivia disiksa habis-habisan oleh Julia.
Aska Pun memohon kepada Julia saat itu, agar tidak membunuhku. Hingga emosi Julia memuncak mendorong tubuhku hingga terpental ke tembok yang begitu dahsyat dan akhirnya Olivia sudah tidak tahu apa-apa lagi.
Mendengar penjelasan Olivia tentang apa yang dilakukan Julia dan Hendarson kepadanya, emosi Daniel memuncak. Daniel meraih ponsel yang ada di saku celananya berniat menghubungi Alex.
"Cari hendarson dan Julia sampai dapat. Aku tidak terima kegagalan. Perintah Daniel dalam sambungan telepon selulernya, lalu Langsung memutuskannya dengan sepihak. Sementara anak buah Nyonya Eliana sudah mengetahui keberadaan Julia dan Hendarson saat ini. Tetapi mereka melakukan siasat yang sangat luar biasa. Dan mereka juga bekerja sama dengan Alex asisten dari Daniel tanpa sepengetahuan Daniel
"Daniel tidak akan mengampuni manusia laknat seperti Julia dan Hendarson. Sungguh tidak layak dikatakan manusia, mampu memperlakukan wanita sampai seperti ini." Daniel geram.
****
Nyonya Eliana datang menghampiri Olivia. Ia langsung memeluk Olivia dan memberikan kecupan hangat di wajah cantik Olivia. "Terima kasih sayang, kamu sudah kembali. Mami sangat mengkhawatirkan kamu." ucap Nyonya Eliana sambil terus mengelus rambut Olivia.
"Maafkan Olivia mom, sudah membuat mami khawatir."
"Tidak sayang, ini bukan salah kamu. Ini salah wanita murahan itu. Mami yakin dia sengaja melakukan ini untuk menghancurkan keluarga kita. Tapi dengan dia melakukan ini semua, kita akan semakin bersatu dan semakin kokoh di dalam hidup kita sekeluarga.
"Ada rasa bahagia di hati nyonya Eliana setelah melihat menantunya sudah sadar dari tidur panjangnya. "Ada hikmah dibalik apa yang terjadi di kehidupan kita ini. mudah-mudahan dengan kejadian ini hubungan di antara kita semua semakin dekat."ucap nyonya Eliana
Sementara di tempat lain, tepatnya di hotel milik Pak Hendarso, tampak Nyonya Julia uring-uringan ketika pak Hendarson memilih pergi dengan seorang wanita yang berparas cantik, seksi dan tentunya jauh lebih muda dari Nyonya Julia yang datang menghampirinya.
"Siapa lagi sih wanita tadi? mengganggu ketenangan orang saja. Siapapun orang yang mengganggu ketenanganku, itu akan menjadi musuhku. Aku akan menyingkirkannya dari Hendarson. Jika ia ingin merebut Hendarson dariku.
"Aku tidak ingin Henderson jatuh ke pelukan wanita itu. Karena Hendarson lelaki satu-satunya yang dapat menjadi andalanku." gumam Nyonya Julia dalam hati sembari memikirkan Bagaimana caranya menyingkirkan wanita itu dari Hendarson.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN