PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 140. MERASA DI BULLY


__ADS_3

Ketika ibu Nurhaida membuka pintu rumah, ia terhenyak melihat kehadiran Arif disana.


"Nak Arif!" Sapa ibu Nurhaida sambil mempersilakan Arif masuk ke dalam rumah. Arif memberi salam kepada Ibu Nurhaida, sembari langsung berjalan masuk ke dalam rumah mengikuti ibu nurhaida. Ia terhenyak melihat kehadiran Pak Roberto Di sana. ia juga melihat Daniel yang sedang duduk ngobrol bersama Pak Roberto.


Ia belum mengetahui sama sekali Kalau Pak Roberto saat ini sudah bebas dari penjara. karena yang ia ketahui Pak Roberto masih di dalam penjara atas kasus yang ia jalani. Ibu nurhaida mempersilakan Arif untuk duduk di kursi sederhana milik keluarga ibu Nurhaida.


Pak Roberto, ibu nurhaida Arif dan Daniel ngobrol bersama di ruang tamu sementara Anisa dan Olivia masih setia untuk menyediakan menu makan malam yang dapat mereka santap malam itu.


Setelah kurang lebih 1 jam bergulat di dapur, keduanya pun akhirnya menyelesaikan menu makan malam yang akan dihidangkan di meja makan sederhana milik keluarga mereka. Setelah menu makan malam terhidang Anisa dan Olivia menghampiri Ibu nurhaidah, Pak Roberto dan juga Daniel berniat untuk mengajak mereka menyantap menu makan malam.


Karena menu makan malam itu telah usai dihidangkan dan siap untuk disantap.


Ketika Anisa menghampiri ketiganya ia terhenyak melihat kehadiran Aris di sana. "Mas Arif, Sejak kapan ada di sini?" tanya Anisa penuh selidik. Arif mengembangkan senyumnya lalu menjawab pertanyaan anisa. "Mas Baru saja sampai. paling kira-kira 10 menit yang lalu." sahut Arif sambil mengembangkan senyumnya menatap Anisa dengan Tatapan yang sulit diartikan.


Anisa pun meminta mereka untuk segera mengikutinya ke ruang makan. Berharap para penghuni rumah itu menyantap menu makanan yang sudah mereka sediakan. Mereka pun akhirnya memakan makanan yang sudah disediakan Olivia dan Anisa.


Daniel menatap menu makanan itu membuat Daniel menelan Saliva nya. Ini makanan pasti sangat enak, dari teksturnya Mas sudah yakin kalau makanan ini akan mengunggah selera. mas akan makan banyak Nanti." ucap Daniel sambil terkekeh dan duduk di samping pak Roberto.


Dengan telaten Olivia melayani suaminya. sementara Ibu Nurhaida melayani Pak Roberto. Anisa yang belum melakukan apa-apa kepada Arif, olivia langsung meminta Anisa untuk melayani Arif."Kak itu makanannya langsung di sendok ke piring Arif." ujar Olivia berharap Anisa melakukan apa yang diucapkan oleh Olivia.

__ADS_1


Anisa mengembangkan senyumnya lalu memberikan menu makanan kepada Arif ke dalam piringnya. "Pasangan yang serasi." ucap Daniel sambil bertepuk tangan membuat orang-orang di sana terhenyak dengan tepuk tangan Daniel.


Pak Roberto dan ibu Nurhaida hanya mengembangkan senyumnya menatap Anisa dan Arif secara bergantian. Sepertinya cocok juga." sahut Olivia menimpali perkataan suaminya. "Ya Allah suami istri kok sama banget sih? suka kali ngebully gue." gerutu Anisa sementara Arif hanya menatap Anisa dengan tatapan penuh cinta.


"Oh ya, kami pasangan yang serasi tidak? pertanyaan itu kembali dilontarkan Arif kepada orang-orang yang ada di sana. "Iya kalian memang pasangan yang serasi lebih baik kalian langsung menikah saja deh." ucap Daniel santai. Seolah dirinya memperlakukan pernikahan itu sebuah mainan.


"Enak aja ngomong asal menikah saja! bagaimana mungkin menikah tanpa ada yang namanya rasa cinta. Mas Arif tidak mungkin mencintaiku. Karena di sekelilingnya masih banyak wanita-wanita cantik yang ingin menjadi pendamping hidupnya." gerutu Anisa membuat Arif menatap Anisa dengan tatapan penuh tanya.


"Siapa bilang saya tidak mencintaimu. Saya sangat mencintaimu Anisa." ucap Arif keceplosan di hadapan Pak Roberto dan Ibu Nurhaida. Dan setelah tersadar ia langsung menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


"Pernikahan itu sakral tidak untuk main-main jadi jangan bercanda membicarakan hal seperti itu." ucap Anisa sambil terus menyantap menu makanan yang ada di hadapannya hingga ludes.


Karena kebetulan ponsel milik Daniel ia letak di atas meja kecil yang ada di hadapan mereka. Daniel meraih ponselnya dan melihat nomor ponsel Siapa yang menghubungi dirinya. lalu Daniel menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar sambungan telepon selulernya terhubung kepada Nyonya Eliana yang menghubungi dirinya.


"Hallo assalamualaikum mom!" Sapa Daniel dalam sambungan telepon selulernya, lalu Nyonya Eliana pun bertanya kepada Daniel, di mana Daniel saat ini. Karena nyonya Eliana sangat mengkhawatirkan Daniel dan juga Olivia yang tak kunjung pulang. Nyonya Eliana meminta Daniel dan Olivia agar segera pulang ke rumah.


Karena sudah mendapat telepon seluler dari Nyonya Eliana, akhirnya Olivia dan Daniel berpamitan untuk pulang hari ini."Ibu ini sudah malam. kami harus segera pulang sekarang. Karena baby Arya Vito membutuhkan Kami di sana." ucap Olivia. dibalas anggukan dari ibu Nurhaida.


Akhirnya Daniel dan Olivia pun berpamitan kepada ibu Nurhaida dan Pak Roberto.Begitu juga dengan Anisa. Malam itu mereka harus segera kembali ke rumah utama keluarga Gladuks. Sejujurnya Pak Roberto dan Ibu nurhaida masih menginginkan kebersamaan mereka.

__ADS_1


Tetapi mereka juga tidak bisa memungkiri kalau saat ini Olivia sudah menjadi istri Daniel dan sudah kewajibannya untuk mengikuti segala apa yang diinginkan oleh suaminya. Setelah berpamitan kepada Pak Roberto, Ibu Nurhaida, Anisa dan Arif mereka berlalu dari sana dengan menggunakan mobil mewah milik dan yang Daniel.


Daniel membuka pintu mobilnya, lalu mempersilahkan Olivia masuk dengan leluasa. Kemudian Daniel duduk di bangku kemudi. lalu menghidupkan mesin mobil miliknya Ia pun menekan pedal gasnya melajukan mobil itu ke arah jalan raya menuju rumah utama keluarga Gladuks.


"Apa kau tahu sayang jika Arif berjodoh dengan kak Anisa, Arif akan menjadi kakak iparku. Tetapi lain kalau dengan yang namanya urusan kantor." ucap Daniel sambil membayangkan Bagaimana bisa Keduanya dapat bersatu.


Olivia tertawa cengengesan sang Bos Besar pemilik perusahaan besar memanggil kakak ipar kepada Arif yang merupakan anak buahnya sendiri. Tetapi Daniel tidak mempermasalahkan itu yang penting Arif dan Anisa merasakan kebahagiaan.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit. Daniel dan Olivia tiba di rumah utama keluarga Gladuks. Assalamualaikum sapa Olivia dari depan pintu rumah utama "Waalaikumsalam!" sahut Nyonya Eliana sambil langsung menghampiri Olivia dan Daniel.


"Kalian kok lama sekali Dari mana saja?" tanya Nyonya Eliana mengkhawatirkan Daniel dan Olivia.


Olivia mengembangkan senyumnya lalu memberi salam kepada Nyonya Eliana. Sementara Tuan Gladuks yang masih duduk santai di ruang tamu menikmati siaran televisi dihampiri oleh Daniel, setelah memberi salam kepadanya Nyonya Eliana.


Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓


Sambil menunggu karya ini up yuk mampir kekarya teman emak

__ADS_1



__ADS_2