
"Percayalah, aku tidak akan pernah menyalahkan kamu atas apa yang terjadi di hidup Mu. Semua ini salah saya. Jika sayang tidak memiliki ide gila itu. Ini tidak akan terjadi. Tapi mungkin ini sudah rencana Tuhan untuk mempersatukan kita dengan menghadirkan buah hati kita yang tampan ini." ucap Daniel sambil memberikan kecupan hangat di wajah tembem putranya yang sedang tertidur pulas di gendongannya.
Olivia hanya terdiam tidak mengeluarkan sepatah katapun menyahuti Daniel. Ia memilih meraih putranya, karna sudah tertidur pulas di gendongan Daniel. Berniat untuk membaringkan putranya di dalam box bayi yang sudah disediakan oleh Nyonya Eliana. Sebelum Olivia dan baby Arya Vito diperbolehkan pulang ke rumah oleh dokter yang menangani Olivia selama berada di rumah sakit.
"Sayang," panggil Daniel. Olivia hanya menatap Daniel dengan sekilas ,tanpa berniat menyahutinya.
"Kalau kamu ingin bertemu dengan Ibu, Saya bisa antar kamu. Dan ayo kita jelaskan segalanya. Tidak bagus terus menutupi kenyataan dari ibu dan Kak Anisa." ucap Daniel dengan nada memohon kepada Olivia.
"Terus Kamu mau katakan kalau uang pengobatan kak Anisa itu bayarannya keperawanan Ku dan aku menjadi teman tidur Mu selama dua Minggu penuh, sehingga kamu meminta Olivia tinggal di Apartemen milik Mu waktu itu ?begitu maksud Mu? ucap Olivia sambil menatap Daniel dengan tatapan tajam.
Daniel langsung terdiam. Tidak dapat menjawab apa apa. Ketika kesalahan Fatal yang dilakukan olehnya diungkit Olivia. "Ah sudah lah. Kalau hanya ngomong saja ya mudah, bagi kalian orang kaya. Tidak seperti kami yang hanya rakyat kecil ini." ucap Olivia
"Kalau begitu lebih baik secepatnya kita melangsungkan pernikahan. Pasti Ibu dan Ka Anisa pasti tidak akan mempermasalahkannya kelak, walaupun akhirnya mereka akan mengetahui yang sebenarnya." sahut Daniel dengan enteng.
Olivia menggelengkan kepalanya.
"Bagaimana mungkin aku bisa hidup bahagia bersama laki-laki Arogan dan sombong sepertimu " gumam Olivia dalam hati. Sepertinya sulit bagi Olivia untuk membuka pintu hatinya kepada Daniel. Rasa trauma yang ia alami membuat Olivia tidak mudah termakan rayuan Daniel.
*****
Di tempat lain. Tampak Tuan Gladuks sedang kacau, seluruh ruang kerjanya hancur berantakan. Kebangkrutan menghampirinya. Kini perusahaan yang ia kelola selama ini jatuh ketangan Daniel. Daniel sengaja memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaan yang dipimpin oleh ayah kandungnya sendiri. Hanya karena untuk mengetahui kesetiaan Nyonya Julia kepada Tuan Gladuks.
"Aku sudah kehilangan segalanya. Apa yang harus aku lakukan? semua ini, gara gara anak sialan itu." teriak Tuan Gladuks sambil Terus menghempaskan barang yang ada di dekatnya.
Tok...
Tok...
Tok...
"Masuk.....! Teriak Tuan Gladuks.
__ADS_1
"Maaf Tuan, ada seseorang yang ingin bertemu dengan Tuan katanya ada sesuatu yang penting yang ingin dia bicarakan kepada Tuan." ucap asisten rumah tangga itu kepada Tuan Gladuks.
"Suruh dia masuk!".
"Baik Tuan."
Salah satu petugas Bank datang menghampiri Tuan Gladuks. Yang mana mobil yang selama ini digunakan oleh Nyonya Julia, Amara dan juga Alvaro sudah di gadaikan ke salah satu Bank swasta. Membuat Tuan Gladuks terhenyak mendengar apa yang dikatakan oleh petugas Bank Swasta itu.
"Tidak mungkin mereka menggadaikan ketiga mobil ini. Semua mobil ini atas nama saya.
"Maaf Pak tetapi mereka mengadakan pinjaman dengan membawakan BPKB ke-3 mobil ini, atas persetujuan dari bapak. Dan itu semua dilengkapi tanda tangan dari Bapak." ucap petugas Bank swasta itu kepada Tuan Gladuks.
Membuat Tuan Gladuks menggelengkan kepalanya. Karna ia merasa Tidak pernah menanda tangani surat yang berikan oleh pihak Bank swasta itu."Ini pasti tidak betul. Karena saya tidak pernah menandatangani surat seperti ini." ucap Tuan Gladuks.
" Maaf Pak kami dari pihak terkait hanya ingin menyampaikan, kalau ketiga mobil ini akan kami sita." ucap Pihak bank swasta itu kepada Tuan Gladuks.
"Kurang ajar Kamu Julia, Pantas saja kamu dengan mudah meninggalkanku Disini. Ternyata kamu wanita yang sangat licik kamu memalsukan tanda tanganku untuk mengajukan pinjaman dengan agunan mobilku sendiri.
Daniel sudah mengetahui apa yang terjadi kepada Tuan Gladuks saat ini. Bahkan Tuan Gladuks yang sudah mengusir Nyonya Julia Dan kedua anaknya juga, Daniel sudah tau. Darimana Daniel mengetahuinya? tentunya tidak sulit bagi Daniel mendapatkan informasi tentang ayah kandungnya.
Karena salah satu asisten rumah tangga yang sudah sangat lama bekerja di kediaman Tuan Gladuks, selalu memberikan informasi penting kepada Daniel.
"Apa?
"Papi kamu Bangkrut?
"Yups mom."
"Kok bisa sayang?"
" Ya bisalah mom, kan putra mami jagonya.
__ADS_1
"Maksudnya?
"Maksudnya memang Daniel yang sengaja memutuskan hubungan kerjasama dengan papi. Dan perusahaan papi akhirnya Bangkrut dan sudah jatuh ketangan Daniel.
"Jangan macam macam Kamu nak!"
"Tidak mom, Daniel hanya ingin membuka mata hati papi saja. Mengapa wanita murahan itu tega menghancurkan kebahagiaan keluarga kita.
"Apa Mami tahu kalau saat ini Papi sudah mengusir Nyonya Julia dan kedua anaknya dari rumah.
"Tidak?
"Kok bisa papi kamu ngusir Mereka? bukan kah mereka selalu memiliki seribu cara agar tidak terusir dari rumah itu?
"Karena wanita murahan itu hanya mencari harta kekayaan yang dimiliki oleh Papi selama ini. Sebenarnya wanita murahan itu tidak benar-benar cinta dan sayang kepada papi. Dan itu terlihat jelas ketika Papi dikabarkan bangkrut. Barulah Nyonya Julia mengakui kalau Nyonya Julia bersedia menikah dengan papi, itu karena harta kekayaan yang dimiliki tapi.
Dan itu langsung dikatakan oleh wanita murahan itu sendiri di hadapan Papi. Membuat Papi tidak terima dan akhirnya Papi mengusir Julia dari rumah. Yang paling sedihnya lagi, ketiga mobil Papi yang diberikan digunakan oleh Amara, Alvaro dan Nyonya Julia digadaikan ke salah satu bank swasta.
Dan saat ini Bank swasta itu telah menyita mobil Papi. Saat ini Papi sama sekali tidak memiliki apa-apa lagi, Selain hanya rumah utama yang ditempatinya saat ini. Jika Daniel mau aku bisa merebutnya karena rumah itu akan jatuh ke tanganku. Karena rumah itu rumah peninggalan kakek. ucap Daniel memberitahu kepada Nyonya Eliana apa yang terjadi kepada tuan Gladuks.
"Seharusnya kamu jangan seperti itu sayang, kasihan Papi kamu. Papi kamu tidak pernah hidup susah.
"Daniel tidak ingin membuat hidup Papi susah. Tetapi Daniel ingin membuat papi merubah sikap.
Daniel tidak ingin Papi terus menerus bersikap seperti itu, yang hanya sesukanya Saja. Sejujurnya Daniel juga menyayangkan ini terjadi. Tetapi ini harus terjadi akibat papi sendiri. Jadi Mami Tenang saja. Ini tidak akan lama. Asalkan wanita murahan itu dan kedua anaknya sudah keluar dari rumah Utama." ucap Daniel kepada nyonya Eliana.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, VOTE, DAN, HADIAHNYA, YA
__ADS_1