PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB. 85 OLIVIA ANGKAT BICARA


__ADS_3

Kini para ibu-ibu yang ada di warung sembako milik ibu Nurhaida tercengang mendengar apa yang dikatakan oleh Olivia. Bahkan Olivia pun terbuka kepada mereka kalau dirinya memang hamil diluar nikah. Tetapi itu kesalahan yang sudah Olivia lakukan bersama Mas Daniel. Tapi ayah dari Putraku bertanggung jawab kepada kami. Tidak seperti yang kalian tuduhkan. Olivia tidak menjadi seorang pelacur seperti yang kalian ucapkan.


Jangan pernah menuduh orang lain seorang wanita murahan, jika kalian tidak tahu apa-apa. Olivia membuka segalanya kalau Olivia hamil bukan karena menjual diri. walaupun itu benar adanya. Tetapi karena unsur keterpaksaan untuk biaya pengobatan Anisa Kakaknya.


Sementara Anisa hanya menangis sesungguhkan bersembunyi di balik meja kasir. Ia tidak mampu melihat wajah adiknya yang menjadi bahan omongan para tetangga. Anisa semakin merasa bersalah. Tetapi Olivia terlihat kuat untuk menghadapi itu semua.


Olivia tidak membiarkan Ibu Nurhaida saja yang menghadapi para ibu-ibu yang mengatai Olivia. Ibu Almaira mengelus pundak Olivia. Ia tahu betul apa yang ada di dalam pikiran Olivia saat ini. Hingga para ibu-ibu itu pun tidak dapat berkata apa-apa. Karena Olivia skakmat Apa yang dibicarakan oleh para ibu-ibu itu tentangnya.


Sore hari telah tiba. Mobil mewah milik Daniel masuk ke halaman rumah milik Ibu Nurhaida. Rumah milik Bu Narsih yang lokasinya tidak jauh dari rumah milik ibu Nurhaida. Ia melihat mobil milik Daniel masuk ke sana.


"Ah mungkin itu mobil yang dimaksud suami Olivia. Lebih baik aku melihatnya. Apa benar Daniel yang menjadi ayah kandung dari anak Olivia." gumam Ibu Narsih yang ingin sekali mengetahui siapa sosok pemilik mobil yang masuk ke rumah milik ibu Nurhaida.


Daniel keluar dari mobil mewah miliknya bertegur sapa kepada ibu Nurhaida. Daniel memberi salam dan mencium punggung tangan ibu Nurhaida. Olivia keluar dengan menggendong putranya.


"Sayang Papi sudah pulang." Olivia seolah memberitahu kepada putranya kalau Daniel saat ini sudah pulang dari kantor.


"Sore sayang!" sapa Daniel sambil langsung mengecup kening dan wajah cantik Olivia.


Kemudian Daniel pun mengecup wajah tampan putranya. Ibu Narsih yang mengintip dari luar seolah tidak percaya apa yang ia lihat. Kalau yang dikatakan oleh Olivia benar adanya.


"Masa sih Daniel mau menikah dengan Olivia? dan anak Olivia itu merupakan darah dagingnya? Memangnya jampi-jampi apa yang digunakan Olivia sehingga Tuan Daniel ingin menikahi Olivia. Ibu Narsih bermonolog sendiri sambil terus memperhatikan interaksi Olivia dan juga Daniel.


Tiba-tiba suara klakson motor mengejutkan Ibu Narsih.


Tin.....

__ADS_1


Tin....


Tin....


suara klakson motor itu, begitu mengejutkan ibu Narsih membuat Ibu Nurhaida menjadi mengetahui keberadaan Ibu Narsih. Wajah Ibu Narsih memerah ketika ibu Nurhaida memergokinya.


"Ibu Narsih ngapain Di Sini? lebih baik masuk ke rumah dan kita berbicara di dalam kalau ada yang ingin Ibu Narsih bicarakan kepada saya." ibu Nurhaida berusaha untuk tetap ramah kepada Ibu Narsih, walaupun ibu Narsih selalu ingin tahu kehidupan pribadi mereka.


"Oh tidak!" saya hanya kebetulan lewat saja tiba-tiba saja motor jahanam itu mengejutkanku."


Ibu Nurhaida hanya mengembangkan senyumnya dan kembali menyusun barang dagangannya yang sudah tidak rapi lagi karena dipilih-pilih para pembeli.


Di teras rumah, terlihat Daniel bercanda gurau dengan putranya dan juga Olivia. Daniel menikmati hari-harinya bersama Olivia seolah dirinya ingin sekali langsung melangsungkan pernikahan. Tetapi karena permintaan Olivia yang menginginkan Tuan Gladuks dan nyonya Eliana rujuk Kembali baru mereka melangsungkan pernikahan.


"Sayang sudah Bagaimana ya hubungan Papi dan Mami saat ini? Mas Jadi pengen mengetahuinya.


Mas harap mereka segera rujuk Kembali. Daniel membayangkan Nyonya Eliana dan Tuan Gladuks kembali rujuk.


"Sayang Apa kamu masih merindukan ibu? sepertinya lebih baik kita kembali ke rumah Mami. Karena mami pasti sangat kesepian di sana.


Olivia tampak berpikir sejenak. Ia pun paham apa yang dikatakan Daniel kepadanya. Kalau Nyonya Eliana masih sangat membutuhkan mereka. Apalagi saat ini nyonya Eliana masih membutuhkan dukungan dari Daniel dan Olivia.


Tiba-tiba suara deringan ponsel milik Daniel terdengar jelas di telinganya. Daniel merogoh saku celananya. Ia meraih ponsel yang ada di sakunya. "Sayang mami menghubungiku pasti mami ingin meminta kita segera pulang ke rumah."


"Ya sudah Mas angkat saja. Kalau Mami meminta kita pulang Ya kita pulang sekarang.

__ADS_1


Daniel langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Nyonya Eliana.


"Hello mom," sapa Daniel dalam sambungan telepon selulernya. "Kamu di mana nak?


"Daniel ada di rumah Ibu Nurhaida bersama Olivia dan cucu mami. Daniel baru saja pulang dari kantor.


"Jadi kamu nyetir sendiri? tanya Nyonya Eliana karena mengetahui sopir pribadi Daniel masih berada di rumah Nyonya Eliana. "Ya mom sekali-sekali kan tidak apa-apa nyetir mobil sendiri. Apalagi jarak kantor dari rumah Ibu Nurhaida tidak terlalu jauh. Mami tidak perlu khawatir. Daniel, Olivia dan cucu mami baik-baik saja di sini.


" Mami sangat merindukan cucu mami, kalian lebih baik langsung pulang. lain kali kalian datang lagi mengunjungi Ibu Nuraida." ujar Nyonya Eliana menginginkan kalau mereka akan segera kembali ke rumah Nyonya Eliana.


Daniel meminta persetujuan dari Olivia. Kalau saat itu juga, mereka harus segera kembali ke rumah Nyonya Eliana. "Ya sudah Mas. Tidak apa-apa. Bisa Lain kali kita datang lagi ke sini mengunjungi ibu dan kak Anisa." Olivia sangat memahami apa yang ada di dalam pikiran Nyonya Eliana, sehingga Olivia tidak ingin menolak permintaan Nyonya Eliana.


"Bu .. kak Anisa..., sepertinya kami harus segera kembali ke rumah. Soalnya mami meminta kami untuk pulang ke sana. Katanya Mami kesepian sendirian. Ibu Nurhaida mengembangkan senyumnya. Karena bahagia mendengar kalau ternyata Nyonya Eliana sangat menyayangi Olivia dan juga Arya Vito.


" Ya Allah mudah-mudahan Nyonya Eliana benar-benar tulus menyayangi putriku, tidak seperti di sinetron-sinetron yang aku tonton di layar kaca. Yang awalnya Ibu mertuanya bersikap baik kepada menantunya walaupun menantunya itu miskin.


Tetapi aku yakin Ya Allah, Nyonya Eliana bukan wanita seperti itu. ibu Nurhaida bermonolog sendiri seolah berbicara dengan sang khalik.


"Bu!" dipanggil kok bengong sih? tanya Olivia yang melihat ibu Nurhaida bengong. Karena memikirkan nasib Olivia jika sudah menjadi menantu orang kaya seperti Tuan Gladuks dan Nyonya Eliana.


"Oh maaf Ibu tadi....., Ibu Nurhaida tidak melanjutkan kata-katanya. lalu ia pun mengatakan kalau ibu Nurhaida tidak mempermasalahkan Olivia dan Daniel Begitu juga dengan Arya Vito, kembali ke rumah yang ditempati oleh Nyonya Eliana.


Bersambung...


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏


__ADS_2