
Selama ini Ibu Nurhaida hanya diam saja jika Ibu Narsih mengusik keluarganya. Tetapi sepertinya kali ini Ibu Nurhaida akan memberikan pelajaran kepada Ibu Narsih. Yang senang sekali mengoceh dan menilai kehidupan orang lain.
"Kamu jangan pernah menilai orang saja. Apa aib kamu ingin saya bongkar di sini sekarang? jangan pernah kamu kira aku tidak mengetahui apa yang kamu lakukan di belakang suami kamu. Dan aku juga memiliki bukti-buktinya. Kau wanita murahan, memiliki suami tetapi kamu masih saja berselingkuh dengan lelaki lain.
"Kau lebih bejat dari suamiku. Suami kau bekerja keluar kota untuk menafkahi anak dan istrinya seperti kamu. Tetapi apa balasan kamu justru kamu menghianati cinta suami kamu dengan pria-pria yang tidur denganmu. sekarang kau mau pergi dari sini atau aib kamu akan semakin saya bongkar? teriak ibu nurhaida membuat Ibu Narsih langsung terdiam.
Aku tidak akan mengampunimu, kamu terus saja mengusik keluargaku. Jika kau mengulanginya lagi maka bukti-bukti yang aku dapatkan akan ku sebarluaskan, di komplek ini bahkan di dunia maya agar kamu malu sekalian. Dan tidak menutup kemungkinan suami kamu akan segera menceraikan mu Jika ia mengetahui apa yang kamu lakukan di belakangnya." ucap ibu Nurhaida karena dirinya sudah sangat kesal melihat tingkah Ibu Narsih yang selalu mengusik kehidupannya.
Ibu Narsih langsung meninggalkan Ibu nurhaida Pak Alberto dan Anisa di sana. tanpa membawa barang belanjaannya. membuat Anisa langsung terkekeh melihat ibu Narsih pergi tanpa membawa barang belanjaan yang sebelumnya sudah dibayar.
"Karena terlalu mengusik kehidupan orang lain, sehingga dia melupakan barang belanjaannya. Biarkan saja tidak perlu dipanggil supaya dia capek kembali lagi ke sini untuk mengambil barang belanjaannya. aku akan memposting video syur Ibu Narsih yang ada di ponselku ini ucap Anisa karena dirinya sangat emosi.
"Jangan kamu lakukan itu. Jika kamu melakukan itu apa bedanya kamu dengan dia. lebih baik kamu diam saja. tetapi jika dia sekali lagi mengusik kita, maka tidak menutup kemungkinan ibu akan mengizinkan kamu untuk memposting video itu agar sekalian malu mukanya."ucap Ibu Nurhaida Sambil tertawa ngakak .
Sedangkan Pak Roberto merasa bersalah akan apa yang terjadi di kehidupan keluarga Pak Roberto dengan ibu nurhaida. karena sikapnya yang uraikan membuat kehidupan istri dan anaknya malu. Pak Roberto kembali meminta maaf kepada Anisa dan juga Ibu Nurhaida.
"Sudahlah Ayah Yang Lalu biarlah Berlalu. tidak perlu disesali lagi semuanya sudah terjadi. lebih baik kita tata kehidupan kita ke depan supaya lebih baik." ucap Anisa kepada Pak Roberto karena ia melihat rasa bersalat yang amat dalam di hati Pak Roberto.
__ADS_1
Tiba-tiba suara klakson mobil terdengar jelas di telinga ketiganya. Anisa mengetahui mobil itu milik siapa. Arif turun dari mobil mewah miliknya berniat menghampiri Anisa yang berada di warung bersama kedua orang tuanya.
Ketika Arif ingin masuk ke warung yang selama ini dikelola oleh Anisa. Anisa langsung meninggalkan warung itu begitu saja membuat Ibu Nuraida mengerutkan keningnya. Ibu nurhaida merasa heran melihat sikap putrinya yang tiba-tiba berubah kepada Arif.
Biasanya Anisa bahagia jika Arif menghampirinya ke rumah yang selama ini mereka tempati. Tetapi untuk saat ini sepertinya Anisa ingin sekali menghindar dari Arif. "Assalamualaikum tante!" sapa Arif sambil memberi salam kepada ibu Nurhaida dan juga Pak Roberto.
"Waalaikumsalam!" sahut ibu nurhaidah dan Pak Roberto kompak.
Pak Roberto mempersilahkan Arif untuk duduk di teras. Sementara Ibu Nurhaida masih menjaga warung miliknya yang kebetulan tiba-tiba ada beberapa tetangga datang untuk membeli sembako.
Kini Arif dan Pak Roberto sudah duduk di kursi rotan tepatnya di teras rumah sederhana milik keluarga ibu Nurhaida. Pak Roberto memanggil Anisa.
Anisa keluar dengan membawakan dua cangkir kopi racikan Anisa sendiri. "Ayah ini kopinya!" ucap Anisa sambil menghidangkan dua cangkir kopi di meja kecil yang ada di teras rumah. "Duduk Sayang ngapain kamu sendirian di rumah? kalau ada tamu itu tidak boleh ditinggalkan.
" Oh iya nak Arif Ada apa sehingga kamu datang ke sini siang-siang begini? tanya Pak Roberto penasaran dengan kedatangan Arif yang itu ke rumah sederhana milik mereka padahal pak Roberto sangat mengetahui kalau hari ini hari kerja."
"Arif datang ke sini ingin berbicara dengan Anisa. Arif ingin meminta maaf kepada Anisa atas apa yang diucapkan Ibu saya kepadanya."ucap Arif berterus terang kepada Pak Roberto membuat Pak Roberto pun merasa bingung. Ia sama sekali tidak mengetahui maksud Arif.
__ADS_1
"Tolong kamu jelaskan apa yang sebenarnya? terjadi agar saya dapat memahaminya. Lalu Arif pun memberitahu hal yang sebenarnya kalau tujuan utama Anisa datang ke rumah kedua orang tuanya, hanya untuk bertemu dengan dokter Iskandar.
Dokter yang berhasil menyembuhkan penyakit gagal ginjal yang dialami oleh Anisa. Dan ia ingin sekali berterima kasih kepada dokter Iskandar. Karena sebelumnya Anisa belum sempat mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah dilakukan dokter Iskandar kepadanya.
Karena Anisa sangat mengetahui dokter Iskandar yang berperan penting mencari donor ginjal untuk Anisa, sehingga Anisa dapat pulih kembali seperti saat ini.
Pak Roberto terhenyak mendengar penjelasan dari Arif . Tetapi Pak Roberto tidak sepenuhnya menyalahkan Nyonya Anjani. karena Pak Roberto sendiri yang menjadi penyebabnya, sehingga Nyonya Anjani tidak merestui hubungan antara Anisa dengan arif.
Hal itu membuat Pak Roberto semakin merasa bersalah, telah membuat goresan luka dan hinaan kepada putri-putrinya. Sungguh disayangkan, tetapi penyesalan sudah datang terlambat. tapi tidak ada salahnya, jika ada orang lain yang ingin bertobat.
"Jangan menyalahkan diri sendiri Om, semuanya ini sudah takdir. Tetapi aku yakin Arif dapat meyakinkan Mami, untuk menerima Anisa menjadi pendamping hidup Arif ucap Arif percaya diri. Sementara Anisa hanya diam saja mendengarkan penjelasan Arif, kepada Pak Roberto tanpa ada niatan menyangkal sedikitpun.
"Ya sudah lebih baik kalian bicarakan baik-baik, jangan diselimuti emosi jika dalam menghadapi masalah seperti ini. ujar Pak Roberto meminta Anisa bersedia berbicara kepada Arif dan Pak Roberto menghampiri Ibu Nurhaida meninggalkan Arif dan Anisa di sana. Anisa memalingkan wajahnya dari Arif. iya ingin sekali pergi dari sana tetapi ia tidak ingin membuat ayahnya kecewa, akan sikap dan tingkah lakunya kepada setiap tamu yang datang ke rumah yang selama ini mereka tempati.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓