
Bagaimana dengan kondisi bayinya suster? bayi berhasil kan selamatkan. Sekarang bayinya berada di ruang bayi. Tetapi golongan darah yang sama dengan golongan darah Olivia, kebetulan habis di rumah sakit ini. Kami lagi menghubungi pihak PMI agar Olivia segera mendapatkan donor. Berdoa saja agar segera mendapatkan donor darah untuk Olivia." ucap Suster itu kepada Ibu Florida membuat Ibu Florida semakin panik.
Suster yang bertugas disana kembali menghampiri sang dokter ke ruang operasi untuk memberitahu kalau golongan darah yang sama dengan Olivia tidak ada stok di rumah sakit.
"Ya ampun apa yang harus aku lakukan sekarang?" Ibu Florida sangat bingung apa yang harus ia lakukan saat ini. Tiba-tiba ia teringat kepada Daniel. Dengan terpaksa ia harus ingkar janji kepada Olivia untuk tidak memberitahu Daniel paska dirinya melahirkan.
Tetapi untuk saat ini Ibu Florida tidak menutup mata. Ia langsung menghubungi nomor ponsel Daniel. Berharap Daniel dapat melakukan sesuatu yang terbaik kepada Olivia. Di saat Olivia membutuhkan pertolongannya.
Pikiran Ibu Flora berkecamuk. Ia takut terjadi sesuatu yang buruk kepada Olivia. Dengan tangan gemetar, Ibu Florida menghubungi nomor ponsel Daniel. "Maafkan aku Olivia untuk kali ini, ibu tidak mengikuti keinginan kamu. Ibu tidak ingin terjadi sesuatu kepada kamu." Ibu Florida membatin sembari mencari nomor kontak Daniel yang ada Di layar ponselnya.
Kering....
Kring....
Kring. ..
Suara Dering ponsel milik Daniel terdengar jelas di telinganya. Ia melihat nomor ponsel ibu Florida yang menghubunginya. Ada rasa bahagia dan ada rasa khawatir di hati Daniel karna Ibu Florida Akhirnya menghubunginya, setelah beberapa bulan ditunggu Daniel kabar Olivia dari Ibu Florida.
Tetapi Ibu Florida tidak pernah menghubunginya. Bahkan yang selalu memberi kabar tentang Olivia, hanya Bi Surti dan juga Pak Hasan. Saat ini pikiran Daniel berkecamuk. Daniel bingung Mengapa tiba-tiba ibu Florida menghubunginya pagi itu.
Daniel langsung menekan tombol hijau yang ada di dalam layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Ibu Florida. "Ya Selamat pagi Ibu, sapa Daniel dari ujung telepon.
Ibu Florida langsung menangis histeris membuat Daniel semakin panik. "Katakan ada apa Bu? tanya Daniel kepada Ibu Florida. Ibu Florida pun memberitahu yang sebenarnya yang terjadi kepada Olivia saat ini.
Hingga Daniel pun terhenyak mendengar kabar kalau kondisi Olivia sedang kritis dan membutuhkan donor darah secepat mungkin. Daniel berniat menghubungi anak buahnya untuk mencari golongan darah yang sama seperti Olivia.
Dan saat itu juga Daniel mendapatkannya karena golongan darah Nyonya Eliana sama seperti Olivia. "Kamu jangan panik nak, golongan darah Mami sama dengan golongan darah yang dimiliki Olivia. Sekarang kita berangkat ke sana.
__ADS_1
"Tapi bagaimana mungkin kita langsung cepat sampai di sana Mom? jarak tempuh dari Jakarta Ke Limbangan memakan waktu yang lumayan."
"Jangan khawatir kita gunakan Heli saja. Pasti tidak akan makan waktu lama menuju Limbangan. Kita tiba di sana paling hanya memakan waktu 20 menit saja." ujar Nyonya Eliana kepada putranya.
Agar putranya Daniel tidak terlalu panik. Saat itu juga Daniel dan nyonya Eliana langsung berangkat ke Limbangan dengan menggunakan Heli milik Nyonya Eliana sendiri. Daniel bersyukur Nyonya Eliana bersedia untuk mendonorkan darahnya kepada Olivia.
Hingga tidak menunggu waktu lama Daniel dan Nyonya Eliana tiba di rumah sakit tempat Olivia dirawat. Daniel dan nyonya Eliana berlari menghampiri Ibu Florida, yang sudah tampak mondar-mandir karena khawatir akan kondisi Olivia saat ini.
"Bagaimana kondisi Olivia Bu?" apa dia baik-baik saja? tanya Daniel panik. Ibu Florida menggelengkan kepalanya. lalu ia pun memberitahu yang sebenarnya terjadi. Suster yang bertugas di sana pun langsung memanggil Ibu Florida karena kondisi Olivia Saat ini semakin lemah.
Daniel langsung menghampiri suster yang bertugas di sana dan meminta untuk mengambil darah Nyonya Eliana karena golongan darah Nyonya Eliana Sama persis dengan Olivia. Nyonya Eliana langsung meminta kepada suster agar memeriksa kondisi kondisi kesehatan Nyonya Eliana layak tidaknya mendonorkan darah kepada Olivia.
"Tolong periksa darah saya. Karena kebetulan golongan darah saya sama seperti yang dimiliki menantu saya." ucap Nyonya Eliana kepada sang suster. Suster itu pun langsung melakukan pemeriksaan kepada Nyonya Eliana. Beruntung kondisi kesehatan Nyonya Eliana memungkinkan untuk mendonorkan darahnya kepada Olivia.
Dan saat itu juga transfusi darah untuk Olivia pun dilakukan. Karena kebetulan Nyonya Eliana dapat mendonorkan darahnya kepada Olivia. Dokter yang bertugas di sana pun bernapas lega. Karena setidaknya Olivia mendapatkan satu kantong darah sebelum persediaan darah dari PMI tiba di rumah sakit.
" Entahlah, Ibu juga tidak mengetahuinya sepertinya Olivia memiliki beban pikiran yang Ibu tidak tahu sama sekali itu.
Yang Ibu tahu, Ketika bangun pagi tadi, Olivia mengeluh dan menjerit memanggil Ibu menahan rasa sakit. Sehingga Ibu langsung membawanya ke rumah sakit. Sebelum proses persalinan dilakukan Olivia sudah jatuh pingsan.
Entah apa yang membuatnya seperti itu. Tiba-tiba kondisinya drop hingga dokter memutuskan untuk segera melakukan tindakan operasi kepada Olivia. Mereka ingin berniat untuk menyelamatkan bayi yang ada di dalam kandungan Olivia saat itu.
Di saat yang bersamaan ketika dokter menyelamatkan bayi yang ada dalam kandungan Olivia, Pendarahan hebat terjadi membuat kondisi Olivia semakin lemah dan membutuhkan donor darah saat itu.
Tetapi kebetulan stok golongan darah seperti yang dimiliki Olivia di rumah sakit ini sedang habis. Membuat dokter kewalahan dan mencari pendonor untuk Olivia. Sehingga saya harus ingkar janji kepada Olivia. Dan Saya berpikir harus memberitahu Tuan. Walaupun saya harus ingkar janji kepada Olivia. Karna saya pikir Tuan berhak mengetahui kondisi Olivia. " tangis Ibu Florida. Ketika memberitahu apa yang terjadi kepada Olivia.
Derai air mata terlihat jelas di wajah tampan Daniel. Ketika mendengar penjelasan Ibu Florida kepadanya. "Sebegitu bencinya kah Olivia kepadaku?" Daniel membatin sambil terus menangis dan memohon kepada yang kuasa, agar tetap melindungi Olivia.
__ADS_1
Ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Olivia. Karena Daniel ingin memperbaiki hubungannya yang rumit dengan Olivia. Ketika transfusi darah itu sudah dilakukan, kondisi Olivia sudah mulai stabil dan pendarahannya pun sudah mulai berhenti.
Ibu Florida bernafas lega.
"Bagaimana mungkin Anda secepat ini datang ke rumah sakit ini? padahal jarak dari kota Jakarta ke Limbangan ini cukup memakan waktu yang lama?" tanya ibu Florida penasaran.
"Tidak ada yang jauh kalau itu sudah yang namanya cinta. Apapun akan aku lakukan untuk menyelamatkan orang yang sangat aku sayangi dan aku cintai." ucap Daniel yang mampu membuatnya Ibu Florida terharu.
Di waktu yang bersamaan Nyonya Eliana bernafas lega karena berkat dirinya kondisi Olivia sudah mulai stabil. Ia pun kembali menghampiri Daniel yang ada di depan ruang operasi. Nyonya Eliana melihat putranya tanpa khawatir dan gelisah mondar-mandir di sana.
"Nak kamu tenang saja. Menantu Mom pasti baik-baik saja. Percayalah sama Mom." ujar Nyonya Eliana sembari memeluk putranya untuk memberikan kekuatan kepada Daniel. Sejujurnya Ibu Florida tidak ingin memberitahu kepada Daniel tentang proses persalinan yang dilakukan Olivia saat ini.
Karena Ibu Florida sudah berjanji kepada Olivia kalau dirinya tidak akan memberitahu siapapun sebelum dirinya sendiri yang akan memberitahu. "Apa Ibu Nurhaida mengetahui kondisi Olivia saat ini? tanya ibu Florida kepada Daniel.
Daniel menggelengkan kepalanya membuat Ibu Florida menghela nafas berat. Ternyata Daniel benar-benar melakukan apa yang menjadi permintaan Olivia, untuk tetap tidak memberitahu kepada Ibu Nurhaida tentang kondisi Olivia yang sedang hamil.
Setelah pendarahan yang dialami Olivia sudah tampak berhenti, dokter kembali menghampiri Ibu Florida. "Maaf Bu dengan keluarga Ibu Olivia?" Panggil dokter kepada Ibu Florida.
"Saya suaminya Dokter!" ada apa dokter Bagaimana kondisi istri saya? tolong ikut saya ke ruangan saya. Ada yang ingin saya bicarakan kepada anda." ujar dokter itu meminta kepada Daniel untuk segera mengikutinya ke ruang kerjanya.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓🙏💙
JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏
MAMPIR KEKARYA BARU EMAK
__ADS_1
"JODOH DI USIA SENJA"