
Tuan Gladuks menghela nafas berat. Pikirannya terpusat kepada Amara. Yang mana Amara mengatakan kalau Amara hamil anak Daniel Gladuks. Tuan Gladuks sebenarnya kurang percaya apa yang di katakan Amara tentang perlakuan Daniel terhadapnya Karna itu sama sekali tidak masuk akal.
Sebejad bejadnya Daniel,tidak mungkin melakukan hal hina seperti yang dikatakan Amara kepada ya.
Tuan Gladuks pergi meninggalkan Daniel diruang kerja Daniel dengan kemarahannya. Ia Bingung siapa yang benar dan siapa yang salah antara Amara dan Daniel.
Daniel menggelengkan kepalanya melihat kepergian Tuan Gladuks yang menuduhnya sembarangan. Tidak mungkin bagi Daniel menyukai ataupun menghamili Amara yang merupakan adik tirinya. Walaupun Amara itu anak dari bawaan ibu tirinya sendiri. Itu berarti keduanya tidak ada hubungan darah sama sekali.
Daniel yang merasa dirinya difitnah oleh ayah kandungnya sendiri. Ia tidak terima, Daniel ingin memberikan perhitungan kepada Amara. Tuan Gladuks tidak mungkin marah besar kepada Daniel, jika Amara tidak mengatakan kalau Daniel yang menghamilinya kepada tuan Gladuks.
Setelah dirinya mengetahui kalau Amara hamil. Daniel meminta kepada salah satu anak buahnya untuk mencari tahu keberadaan Amara saat ini. Ia tidak ingin Amara memfitnah Daniel dan para wartawan akan mengeksposnya. Itu bisa berakibat fatal kepada Daniel.
Apalagi jika Olivia mengetahuinya kabar miring tentang Daniel dengan Amara, tidak menutup kemungkinan kalau Olivia semakin sulit bertemu dengan Daniel dan tidak Sudi bertemu dengan Daniel.
Padahal saat ini Daniel ingin memperbaiki diri dan memperbaiki hubungannya dengan Olivia. Agar Olivia Jason bersedia menerimanya menjadi Ayah yang seutuhnya untuk bayi yang ada di dalam kandungan Olivia. Karena Daniel sangat mengetahui ayah kandung dari bayi yang ada di kandungan Olivia, itu adalah dirinya sendiri.
Daniel meraih interkom yang ada di hadapannya "Segera datang ke ruanganku!" perintah Daniel kepada salah satu anak buahnya.
Tidak menunggu lama Arif datang menghampiri Daniel ke ruang kerjanya.
" Maaf Apa Tuan memanggilku?
"Ya silakan duduk!" saya ada kerjaan untukmu. Dan lakukan sekarang juga."
" Apa itu Tuan? jika saya mampu mengerjakannya pasti akan saya kerjakan." ucap Arif penasaran Tugas apa yang akan diberikan Daniel kepadanya.
lalu Daniel pun memberitahu apa yang dikatakan Tuan Gladuks kepadanya. Membuat Arif menggelengkan kepalanya. "Ternyata wanita itu berupaya untuk menjadikan Tuan menjadi suaminya. Apa dia belum sadar kalau Tuan itu adalah kakak Tirinya?" Celetuk Arif yang tidak habis pikir Mengapa Amara sampai sedekat Itu, ingin menikah dengan Daniel.
__ADS_1
"Sudah lakukan saja yang saya perintahkan!" Saya tidak ingin wartawan mengeksposnya dan Olivia akan mengetahui kabar miring ini. Padahal itu tidak benar sama sekali." ucap Daniel memohon kepada anak buahnya agar segera membawa Amara ke hadapannya saat itu juga.
Kini Arif langsung berlalu dari ruang kerja Daniel, setelah mendapat perintah dari Daniel untuk mencari keberadaan Amara dan membawa Amara ke hadapan Daniel. Daniel tidak ingin kalau Amara akan berbuat lebih jauh lagi.
Sehingga sebelum itu terjadi, ia akan melakukan sesuatu hal agar Amara tidak bertindak lebih jauh dari apa yang ia lakukan sebelumnya. Arif langsung mencari keberadaan Amara Saat ini. Arif l sangat mengetahui sikap asli Amara selama ini.
Dadi dulu Amara sudah menyukai Daniel sekalipun Daniel merupakan Kakak Tirinya tetapi Amara seolah tidak peduli. Rasa cintanya kepada Daniel begitu dalam.
Tidak menunggu waktu lama. Dengan keahlian ilmu teknologi yang dimiliki Arif, Arif mendeteksi keberadaan Amara saat ini sedang berada di sebuah apartemen yang lokasinya tidak jauh dari kantor samera company.
Ia mengetahui keberadaan Amara, setelah Arif mendeteksi melalui jaringan GPS ponsel milik Amara. Karena Arif menghubungi nomor ponsel Amara sebelumnya. dan dari sanalah terdeteksi keberadaan Amara saat ini.
Setelah tiba di sebuah apartemen elit itu, alangkah terkejutnya Amara melihat kehadiran Arif di sana. Ia tidak mengetahui tujuan Arif sebenarnya datang menghampirinya. " Ada apa? mengapa kamu datang ke apartemenku Rif ? Apa ada yang penting yang ingin kamu bicarakan?" tanya Amara yang pernah menjalin hubungan dengan arif.
Ikutlah denganku. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan.Dan ini sangat penting kepada kamu." ujar Arif sambil langsung meraih tangan Amara berusaha untuk berbicara selembut mungkin kepada Amara agar Amara tidak mencurigainya.
" Kenapa kamu tiba-tiba datang ke apartemen Ku dan dari mana kamu mengetahui keberadaan ku di sini?" ucap Amar kepada Arif.
" Jangan banyak bertanya. Aku ingin bertanya sesuatu hal kepadamu. Apa benar kamu sudah tidak cinta kepadaku lagi? sehingga kamu harus mengejar-ngejar orang yang benar-benar tidak perasaan apa-apa kepadamu?" tanya Arif penuh selidik.
" Amara menghela nafas berat. Ia mengatakan kepada Tuan Gladuks dirinya saat ini sedang hamil anak dari Daniel. Padahal itu sama sekali tidak benar. Bahkan saat ini Amara pun tidak hamil.
Amara langsung tertawa ngakak mendengar pertanyaan yang ditujukan Arif kepadanya. "Saya serius, tetapi kamu malah bercanda seperti ini itu." gerutu Arif yang mendengar suara tawa Amara menggema di seisi ruang mobil.
"Bagaimana mungkin aku tidak tertawa mendengar pertanyaan Mu ini? kamu aneh tidak mungkin seorang Amara hamil. Emangnya aku wanita bodoh? ucap Amara kepada Arif membuat Arif mengerutkan keningnya.
" Maksud kamu apa? tidak hamil Bagaimana maksudmu?" tanya Arif memperjelas kepada Amara. "Ya saya sengaja mengatakan itu kepada papa Gladuks. Karena aku tahu hubungan papa Gladuks dengan Daniel tidak terlalu dekat.
__ADS_1
Bahkan untuk saat ini sepertinya Daniel berusaha menjauh dari kami semua. Ia tidak Sudi tinggal bersama kami di rumah utama padahal jelas-jelas Daniel yang Putra kandung Papa Gladuks Bukan kami.
Sebenarnya aku tidak peduli akan hal itu. yang pasti aku memang mencintai Daniel sejak awal dan aku ingin menikah dengannya. Arif mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Amara, membuat dirinya langsung terdiam dan tidak dapat melanjutkan kata katanya.
" Begitu besarkah cinta Amara kepada Daniel sehingga ia harus mengatakan di hadapan Arif sendiri kalau Amara sangat mencintai Daniel? itu berarti Amara tidak menjaga rasa cinta yang dimiliki Arif terhadapnya.
" Apakah tidak ada sedikitpun rasa cintamu kepadaku? sehingga kamu tega menyakiti hatiku dan mengatakan langsung kepadaku kalau kamu sangat mencintai Daniel merupakan Kakak Tiri kamu?
" Mengapa aku harus membohongi diriku sendiri? aku tidak ingin membohonginya. Karena kamu harus mengetahui kalau aku menjalin hubungan dengan Mu bukan karena Aku cinta sama kamu. Tetapi agar Papa tidak merasa curiga, jika aku setiap kali datang ke kantor Daniel, Papa tidak menaruh curiga kalau aku ingin menemui Daniel di sana.
Papa akan mengira kalau aku akan menemui Mu disana. Tidak mungkin seorang Amara mencintai lelaki seperti kamu." ucap Amara yang sama sekali tidak menjaga rasa sakit hati Arif kali ini.
Arif terdiam. lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Arif menghentikan mobilnya di parkiran yang sudah diperintahkan Daniel sebelumnya. Sementara Daniel dan Amara berada di salah satu ruangan yang sama sekali Amara tidak diketahui itu dimana dan Tempat siapa.
Amara hanya mengetahui Rumah itu adalah rumah mewah. Tetapi dia tidak tahu siapa pemiliknya. Ketika Amara masuk ke dalam rumah mewah itu bersama Arif. Amara menelisik seisi ruangan.
Tak ada yang mencurigakan di sana. Hati Amara berkecamuk. Ia mulai khawatir kalau Arif nekat kepadanya. "Mengapa kamu membawaku ke sini? apa yang ingin kau lakukan kepadaku?" tanya amarah yang sudah mulai ketakutan karna tak ada siapapun Di sana selain mereka berdua.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏
SAMBIL MENUNGGU KARYA INI UP KEMBALI YUK MAMPIR KE KARYA EMAK. "JODOH DI USIA SENJA" ( marokkap dung matua)
__ADS_1