PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 134. HUKUMAN UNTUK OLIVIA


__ADS_3

Nyonya Eliana dan ibu Florida merasa bahagia ketika Olivia memberikan paper bag kepada Nyonya Eliana dan ibu Florida. "Terima kasih sayang." ucap Nyonya Eliana kepada menantunya Olivia. Tiba-tiba Tuan Gladuks muncul disana.


"Kalian lagi bagi-bagi apa sih? Memangnya Papi tidak mendapat jatah?" tanya Tuan Gladuks ketika Nyonya Eliana dan yang lainnya, sudah membuka oleh-oleh yang diberikan Olivia kepada mereka. "Papi Tenang saja, semua dapat bagian. Olivia sudah mengaturnya semua." ucap Daniel sambil mengembangkan senyumnya. Lalu Olivia pun meraih paper bag yang dia letakkan di atas meja, dan memberikannya kepada Tuan Gladuks.


Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 malam setelah selesai menyantap menu makan malam, Olivia dan Daniel berlalu ke kamar. sementara baby Arya Vito masih tetap tidur bersama Nyonya Eliana. Nyonya Eliana sengaja memberikan ruang istirahat kepada Olivia dan Daniel.


Mengingat perjalanan mereka hari ini cukup melelahkan. "Lebih baik kalian Langsung istirahat, Kalian pasti capek. Perjalanan kalian cukup jauh." ucap Nyonya Eliana kepada Olivia dan juga Daniel. Kini Daniel dan Olivia sudah berada di kamar yang sama kamar yang selama ini mereka tempati.


"Sayang kamu masih tidak lupakan apa yang menjadi hukumanmu malam ini." tanya Daniel membuat Olivia terhenyak mendengar apa yang diucapkan oleh suaminya. Yang ternyata suaminya tidak main-main apa yang dia ucapkan di dalam pesawat.


"Mas ada-ada saja. Lebih baik Mas istirahat apa mas tidak capek? mengingat perjalanan kita hari ini cukup melelahkan." ujar Olivia berharap suaminya melupakan apa yang diucapkan, ketika berada di dalam pesawat. Tetapi sepertinya Daniel tidak akan pernah lupa akan apa yang diucapkan.


Daniel tidak ingin menunda-nunda waktu.Ia langsung meraih tubuh istrinya, kepelukannya. Lalu memberikan kecupan hangat di bibir manis Olivia. Hingga dari kecubung beralih kelumatan, membuat Olivia tidak dapat berbuat apa-apa, selain ia menikmati gerakan dan gerakan yang dilakukan suaminya.


Perlahan tapi pasti. Kini Daniel sudah mulai memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Olivia. Membuat Olivia semakin merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Hingga Olivia tidak dapat menahan desahannya.


Mendengar suara merdu dari Olivia, membuat Daniel semakin melancarkan aksinya. Tangan Daniel sudah mulai bergerilya di bagian gunung kembar milik Olivia. Membuat Olivia merasakan getaran yang cukup hebat di tubuhnya.


Olivia yang merasakan sensasi yang sangat luar biasa, dari gerakan gerakkan suaminya. Ia tidak ingin mau kalah dari suaminya. Ia pun memainkan adik kecil milik Daniel dengan menggunakan jemari tangannya.


Membuat Daniel merasakan getaran yang sangat hebat di tubuhnya. Ia pun meminta kepada Olivia untuk semakin mempercepat gerakan demi gerakan, yang dilakukan Olivia terhadapnya.


Hingga Daniel benar-benar menikmati gerakan itu. Karena sudah tidak merasa tahan lagi. Hingga Daniel menuntun istrinya naik ke atas tempat tidur yang berukuran King size itu. "Ingat Sayang, Mas tidak akan main-main apa yang mas ucapkan. Kamu harus benar-benar melayani Mas malam ini.

__ADS_1


Mendengar apa yang di ucapkan oleh Daniel, Olivia pun menatap suaminya. Lalu mengembangkan senyum. "Ya lakukan semau Mas. Seluruh apa yang ada di diri Olivia, semua milik mas. Olivia istri mas, sah di dalam hukum dan agama." ucap Olivia kepada suaminya.


Membuat Daniel semakin gemes melihat istrinya yang sudah semakin pintar untuk memuaskan dirinya. Kini keduanya sudah larut dalam keadaan. Hingga mereka melupakan rasa lelah yang mereka rasakan.


Hingga kedua insan yang lagi di mabuk asmara itu larut dalam keadaan. " Sayang sudah bisa kita mulai? tanya Daniel meminta persetujuan dari istrinya. Olivia menganggukkan kepalanya. Kini tak sehelai benang pun yang melekat di tubuh Olivia begitu juga dengan Daniel. Membuat mereka benar-benar menikmati malam indah itu.


Daniel mulai memainkan Adik kecilnya di bagian sensitif milik Olivia. Dan Daniel juga memberikan kecupan hangat di bagian gunung kembar Olivia. Hingga membuat tanda merah disana, pertanda kepemilikannya.


Olivia yang tidak mau kalah dari suaminya, Ia pun menciptakan mahakarya di bagian jenjang leher Daniel. Membuat Daniel semakin merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Hingga kurang lebih satu jam permintaan panas itu, akhirnya keduanya sama-sama mencapai puncaknya.


Hal itu membuat Daniel merasa bahagia. Kini Olivia dapat mengimbangi permainannya.


"Trimakasih sayang, Mas sangat mencintaimu." ucap Daniel sambil mengecup kening Olivia.


"Sama sama mas, Olivia juga sangat mencintaimu mas." sahut Olivia sambil membalas kecupan suaminya.


****


"Sayang kamu dimana? tanya Alex dalam sambungan telepon selulernya kepada Vika yang masih berada di salah satu cafe yang ada di dekat kantor.


"Maaf mas, Vika masih ada di cafe dekat kantor. Ada apa ya mas?


"Sayang, hari ini kita akan menemui tanya Alena, untuk melakukan fitting baju." ucap Alex kepada Vika .

__ADS_1


"Mas serius?


"Mas tidak lagi mimpi kan?" tanya Vika memperjelas.


"Iya Sayang. Lagian acara pernikahan kita sudah tidak lama lagi. Apalagi Daniel dan Olivia sudah Kembali." ucap Alex di dalam sambungan telepon selulernya.


"Ok calon suamiku sayang, kalau kamu ingin kita segera pergi ke Butik, seharusnya mas jemput Vika kesini. Bukan malah meminta Olivia segara kembali. " sahut Vika sambil langsung memutuskan sambungan telepon selulernya dengan sepihak.


Alex menggelengkan kepalanya melihat Olivia memutuskan sambungan telepon selulernya dengan sepihak. "Untung akai cinta dan sayang kepadamu. Kalau tidak aku tidak akan terima seorang wanita memperlakukan Ku seperti ini." gumam Alex dalam hati dari Menatap layar.


Alex berlalu dari kantor menuju cafe di mana Vita berada saat ini. Karena hari itu mereka harus segera pergi menemui salah satu desainer ternama langganan dari Nyonya Eliana. Ketika Alex Sudah tiba di cafe sudah melihat keberadaan Vika disana.


"Sayang, kamu sendirian? tanya Alex melihat Vika duduk sediri disana.


"Tidak mas, tadi ada Anisa dan Arif disini. Tetapi mereka baru saja pergi dari sini. sepertinya anak ingin menghantarkan Anisa kembali ke rumah. Soalnya Ibu Nurhaida sudah menghubungi Anisa. " ucap Vika memberitahu kalau Arif dan Anisa sudah terlebih dahulu pulang.


"Memangnya Anisa ngapain datang ke kantor Sayang?


"Katanya ada sesuatu yang diperlukan di kantor. Sepertinya keponakan Ibu Almaira membutuhkan pekerjaan. Hingga Anisa meminta kepada Arif, untuk mempekerjakan keponakan Ibu Almaira.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓


JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN


__ADS_2