PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 150. BERTEMU DENGAN DEWA PENOLONG


__ADS_3

Ayo Mas antarkan Anisa sekarang juga bertemu dengan dokter itu. Dokter Dewa penolong untuk Anisa. ucap Anisa kepada Arif yang masih duduk di sofa. Arif mengembangkan senyumnya melihat Anisa yang tidak sabar ingin sekali bertemu dengan ayahnya.


Arif bangkit berdiri berniat untuk berpamitan kepada Pak Roberto dan juga Ibu Nurhaida.


"Kalau begitu kita langsung berangkat sekarang. Aku tidak mau menunda-nunda waktu bertemu dengan dokter itu."ucap Anisa sembari berjalan terlebih dahulu keluar dari rumah dengan menggunakan baju kaos oblong putih dipadukan dengan celana jeans warna biru. sepatu sport putih yang selalu menemani dirinya jika bepergian ke mana-mana. Rambut diikat ekor kuda membuat aura kecantikan Anisa semakin terpancar.


Ketika Anisa menghampiri kedua orang tuanya yang sedang berada di warung sembako milik mereka. Ibu Nurhaida merasa heran terlihat Anisa sangat bahagia. "Kamu mau kemana nak Sepertinya kamu bahagia sekali.


"Iya Bu karena hari ini Anisa ingin bertemu dengan dokter tampan dan baik itu. Dewa penolong Anisa yang menyembuhkan Anisa.


"Apa kamu sudah mengetahui alamatnya?


"Bukan Anisa yang mengetahui tetapi Mas Arif.


"Tapi yang kita tahu selama ini dokter Iskandar berada di luar negeri. Apa kau ingin pergi ke sana?Sepertinya itu tidak mungkin.


"Tidak Bu saat ini dokter Iskandar sudah berada di Indonesia. Anisa Ingin bertemu dengannya. Berkat dokter Iskandar Anisa masih dapat menghirup nafas kehidupan sekarang. jika dokter Iskandar tidak berusaha mencari pendonor ginjal untuk Anisa. mungkin Anisa sudah tidak peduli lagi disini.


Ibu Nurhaida mengembangkan senyumnya.


"Pergilah sampaikan juga ucapan terima kasih Ibu kepadanya."ujar ibu Nurhaida kepada Anisa. Anisa menganggukkan kepalanya lalu memberi salam kepada Pak Roberto dan juga Ibu Nurhaida. Diikuti oleh Arif dari belakang.


Arif dan Anisa berlalu dari hadapan Pak Roberto dan ibu Nurhaida. Masuk ke dalam mobil milik Arif lalu Arif menghidupkan mesin mobilnya melajukannya ke arah jalan raya menuju rumah kedua orang tuanya.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 40 menit, dari rumah sederhana milik keluarga Pak Roberto menuju rumah utama keluarga Arif. akhirnya keduanya tiba di sana. tampak Arif memarkirkan mobilnya di halaman rumah yang luas berlantai dua itu yang letaknya di salah satu komplek elit di Kota Jakarta.


Arif turun dari mobil miliknya. Kemudian Ia membuka pintu mobil agar Anisa dapat keluar dengan leluasa. Salah satu asisten rumah tangga yang melihat kehadiran Arif di sana. mengembangkan senyumnya bertegur sapa dengan arif.


Anisa sedikit heran melihat kedekatan Arif dengan asisten rumah tangga di sana.

__ADS_1


"loh Tuan Arif, jarang sekali pulang ke rumah, Dari mana saja?


"Bibi seperti tidak mengetahui Arif saja. apa dokter Iskandar ada di rumah?


"Tentu Tuan, Tuan Iskandar baru saja tiba di rumah setelah kembali dari rumah sakit.


Arif mengajak Anisa masuk ke dalam rumah. Anisa terlihat takjub melihat rumah mewah milik keluarga dokter Iskandar. dokter Iskandar yang melihat kehadiran Arif di sana langsung menghampirinya.


"Ada angin apa yang membuat Putra Papi datang ke rumah utama ini? biasanya kalau datang ke rumah itu karena dipaksa oleh maminya. Ucap dokter Iskandar kepada Arif sembari langsung memeluk putranya.


"Putra?


"iya Arif Putra saya. Silakan duduk Anisa, Bagaimana kondisi kesehatanmu saat ini Apa kamu sudah merasa baikan?


"Alhamdulillah dokter Iskandar. Anisa saat ini sehat-sehat saja itu semua berkat dokter Iskandar.


Sudah lama Anisa mencari keberadaan dokter Iskandar selama ini. untuk sekedar mengucapkan terima kasih. Tetapi ketika pihak rumah sakit mengatakan kalau dokter Iskandar telah pindah ke luar negeri membuat Anisa kecewa." ucap Anisa sambil memberi salam kepada dokter Iskandar.


"Sebenarnya itu karena berkat Allah. tetapi melalui tangan saya. Tetapi saya bersyukur kamu saat ini sudah semakin sehat dan semakin cantik. Pantas saja Putra saya ini tergila-gila kepada."ucap dokter Iskandar yang mampu membuat Anisa membulatkan bola matanya. Seolah dirinya tidak percaya apa yang diucapkan oleh dokter Iskandar.


Salah satu asisten rumah tangga datang menghampiri mereka. dengan membawakan minuman segar untuk mereka minum. "Silakan diminum Tuan, nona." ucap pelayan itu sambil berjalan mundur dari hadapan ketiganya.


Tiba-tiba Nyonya Alena tiba di rumah. nyonya Alena ternyata melihat putranya berada di rumah."Tumben banget Putra Mami yang tampan ini sore begini sudah berada di rumah. Biasanya Mami paksa dulu baru kembali ke rumah. ucap Nyonya Alena sambil langsung memeluk putranya tanpa memperhatikan sosok Anisa di sana.


"Apa kabarmu Putraku yang tampan? Apa kau baik-baik saja? Mami sangat mengkhawatirkanmu. karena kamu jarang sekali kembali ke rumah.


Anisa bangkit berdiri memberi salam kepada Nyonya Alena. "Selamat sore Nyonya! siapa Anisa sambil memberi salam.


Nyonya Alena menyambut kuluran tangan Anisa. Menatapnya dari ujung kaki hingga ujung rambut. Membuat Anisa merasa tidak nyaman."kamu siapa? dan mengapa kamu berada di rumahku? kedua pertanyaan itu langsung dilontarkan oleh Nyonya Alena tetapi tidak membuat Anisa ketakutan karena mendapat sorotan tajam dari Nyonya Alena.

__ADS_1


Maaf nyonya. Saya Anisa dulu pasien dari dokter Iskandar. Dokter Iskandar yang menyelamatkan nyawa saya saat itu. saya datang ke sini hanya untuk mengucapkan terima kasih kepada dokter Iskandar. Karena selama ini saya mencari carinya tetapi Anisa tidak bertemu dengannya. Terakhir Anisa mengetahui dari pihak rumah sakit kalau dokter Iskandar pindah ke luar negeri.


Padahal Anisa belum sempat mengucapkan terima kasih kepada dokter Iskandar karena dia berhasil menyembuhkan saya.


"Apa?


"Siapa nama kamu tadi?


"Nama saya Anisa nyonya.


"Oh jadi kamu yang namanya Anisa yang diceritakan Putra saya? Anisa mengharapkan telinga karena dirinya bingung Arif bercerita apa tentangnya.


"Maksudnya nyonya? tanya Anisa penasaran. Nyonya Alena tidak langsung menjawab. Membuat Anisa sedikit bingung karena tatapan sinis Nyonya Alena membuat dirinya risih.


"Jadi wanita ini, yang kamu maksud Arif? pertanyaan itu yang langsung dilontarkan oleh Nyonya Alena kepada Arif.


"Iya mom, Arif sangat mencintai Anisa dan Arif ingin menikahi Anisa." ucap Arif dengan lantang membuat Anisa terhenyak.


"Maksudnya apa ini?


"Anisa belum paham Mas Arif! sebenarnya tujuan Anisa ke sini datang untuk mengucapkan terima kasih kepada dokter Iskandar. Kenapa Mas Arif membohongiku? dan Kenapa Mas Arif tidak berterus terang kepada Anisa, Kalau dokter Iskandar merupakan ayah kandung Mas Arif.


"Maaf kalau harus membohongimu dan tidak berterus terang kepadamu. Karena aku mengetahui jika aku memberitahunya, kamu tidak akan bersedia datang ke rumah ini.


"Tapi bukan begini caranya Mas. Anisa menggelengkan kepalanya menatap Arif dengan tetapan yang sulit diartikan.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2