
Ketika Olivia memberikan sarapan pagi pesanan Bi Surti. Bi Surti menatap Olivia dengan intens. Ia melihat perut Olivia yang sudah mulai membuncit. "Neng, Berapa usia kandungan kamu?" tanya Bi Surti kepada Olivia penuh selidik. "Usia kandungan Saya sudah jalan Enam bulan Bi, Memangnya kenapa? tanya Olivia sambil menatap Ibu Surti dengan tatapan penuh tanya.
Di usia kandungan kamu yang sudah menginjak hampir 6 bulan. Tetapi kamu masih lincah bekerja. Saya salut melihat kamu." ucap Bi Surti memuji kelincahan Olivia. Walaupun saat ini Olivia sedang hamil 6 bulan. Itu artinya masa persalinan Olivia tinggal menunggu 3 bulan.
Tiba-tiba suara Deringan ponsel Milik Bi Surti terdengar jelas di telinganya. Ia melihat yang menghubungi nomor ponselnya merupakan nomor ponsel Tuan Daniel. Bu Surti menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Daniel.
Bi Surti langsung menyambungkan video call kepada bosnya itu. Agar bosnya dapat melihat kondisi dan keadaan Olivia saat ini. Tetapi Bi surti berusaha agar Olivia tidak mengetahui kalau Daniel saat ini yang berbicara dengannya.
Bi Surti sengaja diam-diam mengarahkan kamera videonya ke arah Olivia. Agar Daniel dapat melihat kondisi Olivia saat ini, bahwa Olivia baik-baik saja. Daniel merasa bersyukur dapat melihat wanita yang sangat ia cintai. Ia sangat merindukan Olivia. Walaupun itu hanya dalam sambungan video call dan dilakukan secara diam-diam. Daniel merasa bersyukur.
Setelah Daniel merasa puas menatap sosok Olivia dalam sambungan video call dengan Bi Surti, Daniel mengakhiri sambungan telepon selulernya kepada Bi Surti.
"Tidak sia-sia aku menugaskan Bi Surti dan pak Hasan untuk menjaga Olivia. Ternyata Bi Surti bisa diandalkan. Aku dapat melihat sosok Olivia dengan caranya sendiri.
Daniel memuji kepintaran Bi surti yang mampu membuat Daniel hari ini bahagia. Sekalipun masalah dengan Tuan Gladuks masih berkepanjangan. Tapi sepertinya kondisi hatinya saat ini sudah semakin membaik, setelah melihat kondisi Olivia baik-baik saja di Limbangan.
"Cepat atau lambat kamu akan aku jemput bersama anak kita kelak. Aku tidak akan membiarkan anak kita dan kamu menderita tanpa adanya aku disisi kalian. Percayalah aku berjanji membahagiakan kalian." gumam Daniel sambil melihat foto screenshot yang ia lakukan video call kepada Bi Surti.
***
__ADS_1
si tempat lain terlihat Arif sudah berusaha mencari keberadaan nyonya Eliana. Ia mengetahui dari beberapa informasi yang ia dapatkan, kalau saat ini berada di negara tetangga. Arif ingin memastikan Kalau informasi itu benar atau tidak. Arif meminta persetujuan dari Alex agar dirinya diizinkan terbang ke Singapura untuk mencari keberadaannya Eliana.
Alex mengizinkan Arif untuk mencari keberadaan Nyonya ELiana di negara Singapura. Ia tidak ingin menunda-nunda pencarian ibu kandung Bos mereka. Hari itu juga Arif terbang ke Singapura setelah mendapat informasi keberadaan Nyonya Eliana dari orang terpercaya.
Setelah beberapa jam dalam perjalanan dari Jakarta menuju Singapura, di Kota Changi Singapura, ia sudah mendapatkan alamat tempat tinggal Nyonya Eliana saat ini. Ketika Arif sudah tiba di sana, ia melihat bangunan yang begitu mewah terlihat jelas di sana. bangunan bermodel Mediterania itu tampak tertutup sepertinya rumah itu sepi.
Arif merasa ragu kalau Nyonya Eliana tinggal di sana. Arif langsung menghampiri security yang berjaga di pos. "Excuse me I want to meet Mrs. Eliana. is Mrs. Eliana here? tanya Arif kepada petugas keamanan yang berjaga di sana.
"Who are you and why did you meet Mrs. Eliana? tanya lelaki bertubuh tinggi besar itu kepada Arif. Arif menatap lelaki itu dengan tatapan penuh selidik. Dari cara lelaki itu bertanya kepada Arif pertanda kalau Nyonya Eliana memang benar tinggal di sana.
Tiba-tiba wanita paruh baya keluar dari rumah itu. "Maaf ada apa ya dan ingin mencari siapa? tanya wanita paruh baya itu yang berparas cantik itu, walaupun usianya sudah tidak muda lagi.
"Saya Eliana. Ada apa sehingga kamu ingin bertemu dengan saya?" tanya Nyonya Eliana penuh selidik sambil menatap Arif dengan tatapan penuh tanya.
"Ada sesuatu hal yang ingin saya bicarakan dengan Anda nyonya. Apa anda memiliki waktu untuk berbicara dengan saya tanya Arif berharap Nyonya Eliana memberikan waktu kepadanya. Nyonya Eliana mengganggukan kepalanya dan meminta kepada security yang bertugas di sana untuk mempersilahkan masuk ke dalam rumah.
Ketika Arif sudah berada di ruang tamu bersama nyonya Eliana. Netranya menelisik seisi ruangan. Pandangan Arif tertuju kepada figura yang ada di dinding. Ia sangat mengetahui kalau foto yang ada di figura itu merupakan foto Daniel saat masih kecil bersama Nyonya Eliana. Ia mengetahui itu karena Daniel juga memiliki foto yang sama seperti yang ada di figura itu.
Salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di sana pun menyuguhkan secangkir kopi dan snack untuk Arif dan juga Nyonya Eliana. "Katakan kepada saya ,Siapa kamu sebenarnya dan dari mana kamu mengetahui tempat tinggal saya? tanya Nyonya Eliana punuh selidik. Arif memperkenalkan dirinya lalu ia berdiri menghampiri figura yang ada di dinding.
__ADS_1
"Maaf Nyonya kalau boleh tahu ini Foto siapa? tanya Arif berniat untuk memulai pertanyaannya kepada Nyonya Eliana. Nyonya Eliana menatap figura itu dengan tatapan sendu. Derai air mata mengalir begitu deras di wajah cantiknya. Walaupun usia wanita paruh baya itu sudah tidak muda lagi. Tetapi parasnya wajahnya masih tetap terlihat cantik dan awet muda.
"Maaf kalau pertanyaan saya membuat anda menjadi menangis. Saya hanya ingin mengetahui kalau foto yang ada di figura ini siapa nyonya? karena sahabat saya juga memiliki foto yang sama seperti yang ada di Figura ini." ucap Arif memulai ke intinya.
"Maksud kamu? tanya Nyonya Eliana penuh selidik.
"Ya sahabat saya juga memiliki foto yang sama seperti yang ada di Figura ini. Saya yakin ini orang yang sama." ucap Arif sembari melihat foto yang ada di layar ponselnya. "Apakah kamu yakin foto yang dimiliki sahabat kamu itu sama seperti yang ada di pigura ini ? tanya Nyonya Eliana sembari terisak.
"Ya nyonya. Saya yakin itu orang yang sama. "Katakan apa maksud dan tujuanmu datang ke sini? jangan berteka-teki?" tanya Nyonya Eliana sudah mulai mengendus tujuan utama Arif datang ke rumahnya.
Arif mengembangkan senyumnya. Ya Daniel yang merupakan bosku dan juga sahabatku. memintaku untuk mencari tahu tentang nyonya. Karena kabar yang ia terima simpang siur dari orang orang.
Sehingga Daniel yang memintaku untuk mencari tahu keberadaan Nyonya saat ini. Ia berharap Nyonya bersedia menemuinya. Nyonya Eliana semakin menangis histeris. Membayangkan kala ia masih bersama mantan suaminya Tuan Gladuks. Dengan terpaksa meninggalkan Daniel ketika masih berusia 2 bulan setelah gugatan perceraian itu. Karena ia kalah dalam persidangan Hak asuh Daniel saat itu.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT,LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
__ADS_1