
Daniel meraih Tubuh istrinya kepelukannya. "Kita ke dokter ya sayang ,Mas khawatir melihat kondisi kamu seperti ini. wajahmu sudah terlihat pucat. "ucap Daniel kepada Olivia berharap Olivia bersedia memeriksakan kondisi kesehatannya ke rumah sakit.
"Tidak perlu Mas, Mungkin dengan istirahat sebentar saja Olivia akan baik-baik saja ." ucap Olivia agar Daniel tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi kesehatannya.
Tetapi Daniel terus ngotot untuk membawa Olivia ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi kesehatan Olivia. Olivia tetap tidak bersedia. Akhirnya Daniel menghubungi dokter pribadi keluarga mereka. iya tidak ingin terjadi sesuatu kepada istrinya.
"Terserah saja deh kalau mas ngotot. Olivia bisa apa? ucap Olivia sambil duduk di tepi ranjang berniat untuk memainkan Bibi Arya Vito. Tiba-tiba Ibu Florida masuk. iya berniat untuk membawa Bibi Arya Vito bersamanya. setelah Ibu Florida mengetahui Daniel sudah pulang dari kantor.
"Maaf saya harus membawa cucu saya yang tampan ini." ucap Ibu Florida sambil mengembangkan senyumnya meraih tubuh baby Arya Vito dari kedua orang tuanya. tampak Daniel mengembangkan senyumnya melihat kedekatan putranya dengan ilmu Florida.
"Aku tinggal dulu supaya kalian bisa istirahat. ucap Ibu Florida sambil berlalu membawa baby Aryanti itu dari hadapan Daniel dan juga Olivia. Beberapa menit setelah Daniel menghubungi dokter pribadi keluarga mereka, akhirnya dokter itu pun tiba disana.
Nyonya Eliana yang melihat kehadiran dokter pribadi keluarga mereka di sana terhenyak.
"Ada apa dokter datang malam-malam begini?
"Tuan Daniel menghubungiku nyonya. katanya dia memerlukanku di sini.
"Memangnya siapa yang sakit? tanya Nyonya Eliana yang belum mengetahui kalau saat ini Olivia sedang kurang enak badan.
Dokter itu menggerdikkan bahunya. Pertanda Ia juga tidak mengetahui siapa yang akan ia periksa. "Dimana Tuan Daniel nyonya?
"Ada di kamar bersama menantu saya. tiba-tiba Daniel berteriak memanggil dokter itu dari lantai 2. Setelah melihat kehadiran dokter itu, dan meminta dokter itu untuk segera masuk ke kamarnya
__ADS_1
"Dokter! teriak Daniel yang mampu membuat nyonya Eliana dan beberapa orang yang ada di lantai bawah menoleh ke atas.
"Naik saja dokter!" ucap Daniel meminta kepada dokter untuk segera naik ke lantai 2 tepat di kamar yang selama ini ditempati oleh Daniel dan Olivia.
Nyonya Eliana Yang penasaran pun ikut naik ke atas. "Siapa yang sakit? Mengapa aku tidak mengetahuinya? Nyonya Eliana bermonorok sendiri sembari mengikuti dokter itu naik ke lantai 2. Setelah tiba di lantai 2 tepatnya di kamar yang selama ini ditempati Daniel dan Olivia. itu menghentikan langkahnya tepat di depan pintu.
"Ayo dokter masuk! Tunggu apa lagi. ucap Daniel meminta dokter itu untuk segera masuk ke kamarnya. Kemudian dokter itu melangkah masuk diikuti oleh Nyonya Eliana. tolong periksa istri saya. istri saya muntah-muntah iya merasa mual dan pusing wajahnya sudah terlihat pucat dan keringat dingin."Daniel memberitahu keluhan istrinya. sementara Olivia Hanya berbaring di atas tempat tidur.
Dokter itu menghampiri Olivia yang sedang berbaring. Memeriksa kondisi kesehatan Olivia. Beberapa menit kemudian dokter itu pun mengembangkan senyumnya.
"Sebenarnya ini tidak apa-apa. Itu biasa dialami oleh wanita yang lagi hamil muda.
"Kau jangan bercanda!" ucap Daniel seolah tidak percaya apa yang diucapkan oleh dokter itu.
"Iya saya pastikan Nyonya Olivia saat ini sedang hamil muda."sahut dokter itu sambil memberi salam kepada Daniel. Daniel merasa sangat bahagia mendengar berita kehamilan istrinya. Dulu waktu baby Aria Vito Daniel tidak ada di samping Olivia. Kini saatnya Daniel harus perhatian penuh kepada Olivia saat Olivia sedang hamil seperti ini.
"Selamat ya sayang!" Mami sangat bahagia mendengar berita kehamilan kamu. ucap Nyonya Eliana sambil mengecup wajah pucat Olivia. Olivia mengembangkan senyumnya menatap Nyonya Eliana yang begitu bahagia. "Mom, bukan hanya Mami yang ingin memeluk istriku. Daniel juga ingin memeluk Olivia." gerutu Daniel ketika Nyonya Eliana tak kunjung melepaskan pelukannya dari Olivia.
"Kamu dari dulu memang selalu sirik. tidak bisa melihat Mami bahagia bersama menantu mami." sahut Nyonya Eliana sambil meregangkan pelukannya dari Olivia. Olivia hanya mengembangkan senyumnya melihat ibu dan anak itu saling berdebat ingin sekali memeluknya.
Daniel langsung memeluk Olivia dan menghujani wajah Olivia dengan kecupan. "Apa kau tahu sayang mas sangat bahagia mendengar berita kehamilanmu. Mulai saat ini kau tidak boleh terlalu kelelahan dan harus istirahat total. Karena mas tidak ingat terjadi sesuatu kepadamu.
Di saat kamu hamil baby Arya Vito kau menanggung semuanya sendiri. Kali ini mas tidak akan membiarkan itu terjadi. kau istri Daniel Gladuks. Pengusaha kaya raya di negara ini. Mulai saat ini emas akan, tetap ada bersamamu. Dan beberapa asisten akan saya tempatkan untuk menjagamu.
__ADS_1
"Ya Allah Mas tidak perlu lebay seperti itu. Olivia biasa-biasa saja."
"Tidak bisa, ke mana saja kamu harus dikawal oleh asisten. Karena kita tidak mengetahui apa niatan orang di luar sana sama seperti yang kamu alami sebelumnya. ucap Daniel kepada Olivia berharap Olivia akan setuju dengan pendapat Daniel.
Olivia menggelengkan kepalanya berdebat dengan suaminya tidak akan ada gunanya. karena Daniel akan selalu melakukan yang terbaik untuknya. Daniel sangat mengkhawatirkan Olivia sehingga dirinya ingin sekali Olivia mendapat pengawalan jika Olivia bepergian ke mana-mana.
Olivia yang merasa tidak nyaman jika dikawal oleh para anak buah Daniel. merasa komplain Hal itulah yang membuat Olivia sedikit kesal kepada suaminya. "Jangan membantah sayang itu dilakukan suami kamu karena dia mengkhawatirkanmu." ucap Nyonya Eliana kepada Olivia agar Olivia tidak menolak dan memperdebatkan tentang pengawalan terhadapnya.
Nyonya Eliana yang merasa bahagia berteriak memanggil para asisten rumah tangganya untuk memberitahu berita kehamilan menantunya, dan meminta kepada para asisten rumah tangga untuk selalu bekerja sama dengan baik. Dan melayani Olivia dengan baik.
Beberapa asisten rumah tangga yang bekerja di sana langsung mengembangkan senyumnya, memberi selamat atas kehamilan Olivia saat ini. Tiba-tiba Tuan Gladuks keluar dari ruang kerjanya, karena mendengar suara canda dan tawa dari ruang tengah.
"Ada apa ini? Sepertinya kalian sangat bahagia sekali. Padahal hari sudah malam. ucapkan Tuan Gladuks sambil melirik jarum jam yang ada di pergelangan tangannya Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 malam.
Mas ketinggalan berita apa? tanya Tuan Gladuks. Apa mas tidak mengetahui, kalau sebentar lagi rumah ini akan di penuhi suara tangis bayi lagi. Tidak hanya suara tangis baby Arya Vito
"Maksud kamu apa sayang? tanya Tuan gladus yang belum paham maksud perkataan Nyonya Eliana
" Olivia saat ini sedang hamil, dokter memeriksanya karena Olivia merasa pusing mual dan muntah." ucap Nyonya Eliana kepada Tuan Gladuks membuat Tuan Gladuks merasa bahagia langsung memeluk istrinya.
Melihat kebahagiaan sang majikan beberapa asisten rumah tangga di sana mengembangkan senyumnya. Melihat Nyonya Eliana dan Tuan gladuks tampak seperti suami istri yang sedang berbahagia menunggu kelahiran Putra mereka.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓