PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 96. KEBAHAGIAAN KELUARGA GLADUKS


__ADS_3

Drama di kamar mandi Telah usai. Kini Olivia sudah selesai melakukan ritual mandinya Begitu juga dengan Daniel. Olivia berniat untuk langsung menggunakan pakaiannya lalu membaringkan tubuhnya. Karena tubuh Olivia sudah begitu lelah, setelah satu harian beraktivitas mulai dari ijab kabul sampai acara resepsi pernikahan berakhir.


Tetapi sebelum Olivia menggunakan pakaian yang sudah disediakan oleh Nyonya Eliana. tampak suaminya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Daniel langsung memeluk tubuh Olivia dari belakang, ketika Olivia berniat untuk mencari baju ganti yang ada di dalam Koper


Membuat Olivia terhenyak. "Sayang kita lanjutkan saja yang tadi. Sepertinya adegan kita di kamar mandi tadi masih hanya pemanasan. Sudah lama momen seperti ini mas tunggu." Daniel mulai memberikan kecupan demi kecupan di wajah dan jenjang leher Olivia. Membuat Olivia pun merasakan desiran yang cukup hebat di tubuhnya.


Olivia berusaha memutar tubuhnya dan menatap suaminya dengan tatapan penuh cinta. "Sayang bisa ya!" mohon Daniel sembari terus mengecup jenjang leher Olivia yang bagai candu baginya. Olivia tidak menjawab. Ia hanya membalas kecupan Daniel.


Dari kecupan itu, Daniel paham kalau Olivia memberi izin Daniel untuk melakukan haknya sebagai seorang suami. Dan Olivia pun sadar kewajibannya sebagai seorang istri yang harus melayani suaminya kapanpun suaminya menginginkan dirinya.


Daniel sudah merasa mendapat lampu hijau dari Olivia, ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Apalagi momen seperti ini, sudah lama Daniel tunggu. Daniel berusaha untuk membuat Olivia merasa nyaman setiap kali Daniel melakukan gerakan demi gerakan di tubuh Olivia.


Daniel kembali mengecup bibir manis Olivia. perlahan kecupan itu semakin mendalam hingga lidah Mereka pun saling bertautan di sana. dDe$@han demi de$@han saling bersahutan dari Olivia dan juga Daniel. Apalagi tangan Daniel sudah bergerilya di bagian gunung kembar milik Olivia.


Sesekali ia mengecup bagian gunung kembar Olivia dan menciptakan karya-karya yang luar biasa disana. Hingga tanda merah terlihat jelas di gunung kembar memiliki Olivia pertanda kepemilikan Daniel


Olivia tidak mau kalah dari suaminya, perlahan Olivia memberanikan diri dan membuat tanda merah di jenjang leher suaminya. Pertanda kepemilikan Olivia. " Mas Maaf sepertinya leher Mas marah deh." bisik Olivia tepat di telinga Daniel. "Tidak apa-apa sayang, lakukanlah apa yang membuat kamu merasa puas." ujar Daniel sambil terus mengecup bagian gunung kembar Olivia


Perlahan demi perlahan, mereka sudah mulai terbuai dengan keadaan. Daniel sudah tidak merasa tahan lagi, ia langsung menggendong tubuh Olivia naik ke atas tempat tidur yang berukuran King size itu. Walaupun bukan yang pertama kali bagi Daniel dan Olivia, tetapi jantung Daniel berdegup kencang ketika ia berniat untuk melakukan haknya sebagai suami.


Daniel kembali meminta izin kepada Olivia. Olivia menganggukkan kepalanya."Mas Olivia sudah istri mas, Mengapa harus meminta izin lagi kepada Olivia? Daniel hanya mengembangkan senyumnya lalu kembali memainkan tangannya di bagian gunung kembar Olivia. Perlahan Turun ke bawah hingga tangan Daniel pun sudah mulai bergerilya di bagian lembah sungai yang terdalam milik Olivia.

__ADS_1


Hingga Olivia pun tidak dapat menahan de$@hannya. Sungguh nikmat yang sangat luar biasa dirasakan Olivia dan Daniel malam itu. Olivia berusaha untuk melakukan pelayanan yang terbaik untuk suaminya. Ia tidak ingin mengecewakan Daniel.


Daniel sudah mulai memainkan adik kecilnya di bagian lembah sungai yang terdalam milik Olivia. Membuat Olivia pun semakin merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Perlahan demi perlahan kini Daniel dan Olivia sama-sama mencapai puncaknya.


"Terima kasih sayang, kamu memang wanita yang sangat luar biasa. Tahu apa yang Mas inginkan. I love you my wife." ucap Daniel sambil langsung mengecup Olivia. Ia pun membaringkan tubuhnya di samping Olivia.


"I love you too my husband." sahut Olivia sambil mengembangkan senyumnya. Olivia berniat untuk membersihkan diri kembali ke kamar mandi. Tetapi sepertinya Daniel tidak mengijinkannya. "Tidak perlu sayang, Siapa tahu adiknya Baby Arya Vito akan segera hadir kembali di sini." ucap Daniel sambil mengelus perut Olivia yang masih terekspos jelas di mata Daniel.


"Mas, baby Arya Vito masih terlalu kecil untuk membantu seorang adik. Dia masih butuh kasih sayang dariku yang ekstra. Lebih baik kita menunda dulu setidaknya usia baby Arya Vito sekitar sudah satu tahun." ujar Olivia kepada Daniel.


"Kalau Allah sudah berkehendak kita akan segera memiliki anak lagi, kita tidak boleh menghindarinya sayang. Biarkan saja jika memang Allah mempercayakan kita kembali memiliki anak." sahut Daniel sambil mengembangkan senyumnya menatap istrinya yang sangat ia cintai.


Entah karena faktor kelelahan, kini Olivia sudah tertidur pulas tepat di samping Daniel. Daniel menatap wajah polos istrinya. Ia mengembangkan senyumnya. Perlahan Ia mengeratkan pelukannya kepada Olivia.


Karena bagaimanapun aku terlahir dari rahim wanita dan aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi, seperti di masa lalu. Apalagi Mami dan Papi saat ini sudah rujuk Kembali membuat kebahagiaan Mas menjadi berlipat ganda. Itu semua tidak luput dari peranmu, sehingga Mami dan Papi dapat rujuk Kembali." Daniel berceloteh walaupun istrinya tidak mendengarnya lagi.


Daniel kembali mengecup kening Olivia yang sudah tertidur puas. lalu ia pun mulai memejamkan matanya hingga Daniel pun menyusul Olivia mengarungi alam mimpinya.


****


"Nyonya sepertinya baby Arya Vito sangat paham situasi saat ini. Baby Arya Vito sama sekali tidak rewel. Saya saja tidak terlalu kewalahan menjaganya. Memang anak yang baik budi." Puji Ibu Florida sembari menatap Arya Vito yang sedang berbaring di dalam boxnya.

__ADS_1


Ibu Florida tidak lupa, jam memberikan susu kepada Arya Vito. Sehingga Arya Vito, terlihat tenang walaupun tidak ada di samping Olivia. Nyonya Eliana mengembangkan senyumnya menatap cucunya dengan tatapan seksama.


"Ya dia pasti paham kalau saat ini Mami dan Papinya sedang bahagia."ucap Nyonya Eliana sembari terus memperhatikan cucunya. lalu Nyonya Eliana kembali menitipkan Arya Vito kepada Ibu Florida yang selalu setia melayani keluarga Daniel di sana.


"Sayang kamu di mana?" Panggil Tuan Gladuks yang tidak melihat keberadaan istrinya di kamar.


"Sayang kamu di mana? Tuan Gladuks kembali memanggil nyonya Eliana. salah satu asisten rumah tangga menjawab dan memberitahu kalau Nyonya Eliana saat ini sedang berada di kamar yang ditempati oleh Arya Vito.


Tuan Gladuks berniat untuk menghampiri istrinya tetapi sebelum Tuan Gladuks berlalu meninggalkan kamar utama keluarga Gladuks. Nyonya Eliana sudah tiba di sana.


"Kamu dari mana saja sayang? dari tadi Mas mencarimu?" tanya Tuan Gladuks sambil langsung memerah itu istrinya kepelukannya. "Mas lepasin dong, Mas seperti anak muda saja. Ingat umur sudah tidak muda lagi." ucap Nyonya Eliana kepada Tuan Gladuks. Tetapi Tuan Gladuks seolah tidak peduli. Nyonya Eliana menggerutu.


Sementara sang asisten rumah tangga yang sudah lama bekerja di rumah utama keluarga Gladuks hanya mengembangkan senyumnya melihat interaksi tuan Gladuks dan juga Nyonya Eliana. "Ya Allah terima kasih engkau telah mengembalikan kebahagiaan keluarga ini, setelah puluhan tahun lamanya keluarga ini tidak dihampiri kebahagiaan.


Dan dengan kehadiran Nyonya Eliana di rumah ini kembali membuat kebahagiaan di rumah ini berlipat-lipat ganda." gumam salah satu asisten rumah tangga yang setia bekerja di kediaman Tuan Gladuks hingga puluhan tahun.


Bersambung...


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA ADA GIVEAWAY DI AKHIR BULAN


__ADS_2