PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 82. LELAKI MASA LALU AMARA


__ADS_3

Di tempat lain tepatnya di rumah yang selama ini ditempati oleh ibu Nurhaida dan juga Anisa, terlihat Anisa begitu gemas melihat bayi mungil yang terlihat tampan yang mencuri perhatiannya.


"Olivia!" sepertinya Putra Mu bijak sekali. umur masih jalan 2 bulan, tetapi sepertinya putramu sudah mengenaliku sebagai tantenya.


Olivia mengembangkan senyumnya. Ia begitu bahagia melihat kedekatan Anisa dengan putranya baby Arya Vito. Begitu juga dengan Daniel. Ia tidak menyangka kalau Anisa begitu menyayangi putranya. "Sayang bagaimana kalau rencana pernikahan kita dipercepat saja. Mas sudah tidak sabar ingin membina rumah tangga dengan kamu, agar kita dapat bersatu dengan Putra kita baby Arya Vito.


Olivia mengembangkan senyumnya. " Mas lebih baik kita fokus terlebih dahulu untuk menyatukan Mami dengan Papi. Dengan mereka bersatu di acara pernikahan kita, pasti akan terasa lengkap dan kita dapat menikah pestanya." ujar Olivia mengingatkan misi mereka untuk mempersatukan Nyonya Eliana dengan tuan Gladuks


Daniel menepuk jidatnya. Hampir lupa sayang, kalau Papi dan Mami saat ini belum rujuk Kembali. Tapi kamu tenang saja, Mas yakin Mami masih sangat mencintai Papi. Itu terbukti Mami hingga saat ini belum menikah dengan pria lain. Sungguh tidak mungkin tidak ada lelaki yang mencintai mami.Tetapi karena cinta mami yang begitu dalam, kepada Papi Gladuks, membuat dirinya menutup hati untuk lelaki lain.


Olivia tercengang mendengar apa yang dikatakan Daniel kepadanya. Seolah dirinya tidak percaya akan apa yang diungkapkan Daniel."Jangan sok tahu kamu Mas. Memangnya tahu apa Mas tentang Mami? sedangkan Mas saja baru bertemu dengan mami." sahut Olivia.


"Jangan salah Sayang , Mas ini putranya. sedikit banyaknya chemistry diantara kami pasti ada." sahutnya sambil mengembangkan senyumnya.


****


Sementara di tempat lain tampak Amara begitu kesal melihat Kalau Tuan Gladuks tidak ada di rumah utama keluarga Gladuks. Ia pun terlibat pertengkaran dengan petugas keamanan yang berjaga di rumah utama Keluarga Gladuks.


"Kemana lelaki tua bangka itu? Mengapa tidak ada disini? Daniel juga tidak ada di kantor. Apa memang benar-benar mereka sudah bangkrut?Oh tidak mungkin!" tidak mungkin semudah itu mereka bangkrut, sementara harta kekayaan yang mereka miliki Tujuh keturunan saja tidak habis." Amara bermonolog sendiri sambil berjalan menelusuri trotoar.


Amara menekan sebuah aplikasi yang ada di layar ponselnya berniat untuk memesan taksi online. Tetapi sial ternyata ponsel milik Amara sudah mati akibat baterainya sudah lemah. "Sialan ponsel pun sudah mati. Bagaimana aku pulang dari sini?" gumamnya mengumpat.


Amara duduk di sebuah halte yang lokasinya sekitar dua ratus meter dari komplek Rumah utama keluarga Gladuks. Berharap ada sebuah taksi yang lewat. Tetapi hingga 15 menit lamanya Amara duduk di sana, tak satu taksi pun yang lewat. Membuat Amara semakin kesal.


" Semua ini gara-gara Daniel dan lelaki tua bangka itu. Aku tidak akan mengampuni kalian. Aku akan membalas segalanya apa yang sudah kalian perbuat kepada kami." gumamnya menahan emosi. Tanpa ia sadari sebuah mobil menghampiri dirinya.


"Amara!" pekik seorang pemuda yang baru turun dari mobil yang ia kendarai.


"Kamu!


"Ngapain kamu di sini?


"Seharusnya saya yang bertanya sama kamu. ngapain kamu di sini?

__ADS_1


Amara enggan untuk menjawab. Ia merasa malu melihat lelaki yang ada di hadapannya. Lelaki yang pernah ada di masa lalu Amara yang merenggut kesucian Amara lebih tepatnya.


"Kamu mau ke mana ? mari saya antar." ucap pemuda itu menawarkan diri agar dirinya menghantarkan Amara saat itu.


"Tidak perlu, aku bisa naik taksi?


"Naik taksi?


"Memangnya mobil kamu ke mana? tanya pria itu yang belum mengetahui apa yang terjadi kepada keluarga Amara.


"Tidak perlu banyak tanya. lebih baik kamu pergi dari sini. Aku malas berbicara dengan lelaki penghianat seperti ini


"Maksud kamu apa Amara?


"Saya tidak pernah merasa mengkhianatimu. Kamu sendiri yang memutuskan hubungan kita saat itu. Dan kamu juga melakukan dosa besar telah menggugurkan benihku yang tertanam di rahimmu.


"Jangan sok tahu kamu.


"Saya tahu kamu hamil, dan itu anak saya. tetapi kamu tidak sudi menikah dengan saya. Karena kamu menginginkan menikah dengan Daniel kakak Tiri Mu itu. Seharusnya kamu sadar. Tidak mungkin kamu menikah dengan kakak tiri Mu sendiri. Tetapi karena ambisi Mu kamu menggugurkan kandungan kamu.


"Tahu apa kamu tentang kehidupanku? Jangan terlalu ikut campur dengan urusanku. karena diantara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.


"Tentu ada Amara. Karena kamu sudah melakukan dosa besar dengan menggugurkan bayi mu dan itu benih Ku sendiri. Apa kamu tidak merasa berdosa?


"Saya tidak pernah mengugurkan kandungan! jangan sok tahu kamu."


"Tidak perlu kamu menutupinya dariku Amara!" Karena aku tahu semua. Walaupun aku tidak di dekatmu, Tapi mata-mataku ada di mana saja.


Amara berniat meninggalkan lelaki itu, di sana. Tetapi cengkraman tangan lelaki itu langsung menarik tangan Amara.


"Masuk!" teriaknya kepada Amara sambil mendorong tubuh Amara masuk ke dalam mobil miliknya.


"Jangan macam-macam. Aku tidak Sudi ikut bersamamu!" teriak Amara. Ketika sudah berada di mobil sambil, berniat untuk keluar dari dalam mobil pria itu. Tetapi Herman berusaha menahan Amara.

__ADS_1


"Apa yang kamu inginkan Herman? Aku tidak ingin berurusan lagi dengan mu!"


"Tetapi aku ingin selalu memiliki urusan denganmu, amarahku sayang!" pekik pria itu yang mampu membuat Amara semakin emosi.


"Ayolah Amara, kita ulangi lagi masa-masa yang dulu. Aku masih memaafkanmu, telah menggugurkan kandungan kamu. Asalkan kamu bersedia kembali mengandung anak kita." ujar Herman yang mampu membuat Amara membulatkan matanya.


Melihat Amara yang sudah di landa emosi, Herman seolah tidak peduli. Ia langsung meraih tubuh Amara kepelukannya. Lalu memberikan kecupan hangat di bibir manis Amara. Perlahan kecupan itu semakin mendalam. Membuat Amara kesulitan untuk menghirup oksigen.


Amara menampar wajah tampan lelaki itu."Hentikan! apa kamu Ingin membuatku mati di sini? dengan tanpa membiarkanku bernafas? teriak Amara yang mampu membuat lelaki itu langsung tertawa cengengesan.


Makanya Seharusnya kamu balas dong, agar kamu dapat menghirup udara. Jangan kamu tutup terus bibir manis kamu itu, yang membuatku gemas." ucap pria itu dibalas tatapan tajam dari Amara.


lelaki itu seolah tidak peduli dan kembali mengecup bibir manis Amara. Perlahan kecupan semakin mendalam, hingga Amara pun akhirnya membuka rongga mulutnya. Agar Herman lebih leluasa untuk memainkan lidahnya di sana.


Amara yang sudah tidak merasa tahan lagi, karena merasakan desiran yang cukup hebat di tubuhnya, Ia pun akhirnya membalas pagutan dari Herman. Hingga lidah mereka saling bertautan di sana.


Hingga Mereka pun tidak menyadari kalau saat ini mereka masih berada di dalam mobil. Ketukan pintu mobil dari luar pun mengejutkan mereka.


Amara langsung mendorong tubuh Herman. "Hentikan! kamu tidak nyadar ya, saat ini kita masih berada di mobil." ujarnya sambil menunjuk ke arah seseorang yang mengetuk pintu mobil miliknya.


Herman membuka kaca nako mobilnya."Ada apa mas? tanya Herman penuh selidik.


"Maaf Pak mobilnya Tolong jangan diparkirkan di sini. Karena ini sebuah halte dan tempat pemberhentian mobil di sini, untuk mengambil penumpang." ujar lelaki itu kepada Herman dibalas anggukan dari Herman.


lalu Herman pun melajukan mobil miliknya ke arah depan, dan bertanya kepada Amara tujuan mereka saat ini. Amara hanya diam saja dan tidak menjawab. Hingga Herman pun berinisiatif untuk membawa Amara ke apartemen miliknya.


"Kamu mau membawaku kemana? tanya Amara ketika melihat Herman menghentikan mobilnya di sebuah gedung apartemen.


"Ayo ikut aku, ini apartemen baruku, setelah aku mendapatkan proyek-proyek yang lumayan besar aku mampu membeli apartemen mewah di sini." ucap Herman kepada Amara.


Jiwa materialistis Amara pun meronta-ronta. di dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Jika Daniel tidak kudapat, aku bisa kembali lagi kepada Herman, karena Herman sudah kaya raya." Amara bermonolog sendiri.


Bersambung

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓🙏


__ADS_2