
Ketika Amara sudah mulai ketakutan, Arif hanya mengembangkan senyumnya. Kenapa kamu takut? Dimana Amara yang aku kenal begitu garang dan selalu ingin menang sendiri?" arif kembali bertanya kepada Amara.
Amara menatap Arif dengan tatapan tajam. Ia seolah ingin menelan Arif hidup-hidup. Membuat Arif langsung tertawa ngakak. "Jangan menatapku seperti itu. Nanti kamu akan semakin jatuh cinta kepadaku." ucap Arif percaya diri.
"Saya tidak Sudi jatuh cinta kepada lelaki sepertimu, yang hanya menjadi seorang asisten Daniel. Jika kamu memiliki uang dan harta yang banyak seperti Daniel, mungkin aku juga akan mencintaimu seperti aku mencintai Daniel."ucap Amara dengan suara lantangnya.
Ya Amara mencintai Daniel karena paras Wajah Daniel yang tampan dan postur tubuh Daniel yang sixpack membuat rasa cinta Amara begitu mendalam. Apalagi harta kekayaan yang dimiliki Daniel Tujuh turunan pun tidak akan habis. Jiwa matre Amara meronta-ronta melihat harta kekayaan yang dimiliki Daniel.
Arif terdiam mendengar penghinaan dari Amara. Suara tepuk tangan menggema di seisi ruangan. Itu artinya Daniel sudah mengetahui apa maksud dan tujuan Amara ingin mendekatinya dan berusaha agar Daniel bersedia menikahinya. Bahkan Amara sanggup memfitnah Daniel untuk menggapai apa yang dia inginkan
"Prok....
"Prok...
"Prok...
"Ibu sama anak sama saja. Sama-sama ingin mengejar harta kekayaan keluarga Gladuks. dasar manusia picik! buah tidak akan jauh jatuh dari pohonnya. Sama halnya seperti kalian." tuduh Daniel sambil menatap Amara dengan tatapan membunuh.
Rasa benci yang dimiliki Daniel kepada Amara semakin mendalam sampai ke ubun-ubun. Setelah Daniel mendengar langsung apa yang keluar dari mulut Amara kepada Arif saat itu. Yang hanya menginginkan harta kekayaan yang di miliki Daniel.
"Jangan kamu pikir aku lelaki bodoh seperti ayahku yang dapat kalian kelabui semua. Aku tidak akan sudi menikah dengan wanita picik seperti kamu."ucap Daniel dengan rahang mengeras tangannya menekan dagu Amara hingga Amara kesulitan untuk bernapas.
Mungkin kalau Arif tidak mengingatkan Daniel, maka Amara akan tinggal nama hari itu juga. Melihat emosi Daniel yang semakin tidak karuan ketika sudah mendengar apa yang dikatakan Amara kepada Arif.
Aku tidak akan segan-segan membunuhmu Jika kamu bertindak lebih jauh. Kamu pasti kenal kekejaman Daniel dari awal. Bahkan aku tidak Sudi menganggap Ayah kandungku sendiri jika tidak berkenan di hatiku. "Camkan itu!" ucap Daniel sambil menatap Amara dengan tatapan elang.
__ADS_1
Arif hanya memperhatikan interaksi keduanya. Sesekali ia memberikan pandangan kepada Daniel agar Daniel tidak terlalu terbawa emosi.
Amara sudah mulai ketakutan melihat emosi Daniel kepadanya. Dan ia pun memohon kepada Daniel agar segera melepaskannya, dan berjanji untuk tidak melakukan seperti yang ia lakukan sebelumnya. Amara juga berjanji akan mengaku salah kepada Tuan Gladuks karna telah memfitnahnya.
Daniel tertawa ngakak mendengar permohonan dari Amara, agar dirinya melepaskan Amara saat itu juga. "Kamu pikir aku lelaki bodoh. Sebelum aku mendengar dari mulutku sendiri mengakui kesalahan Mu dihadapan papa, aku tidak akan percaya dan tidak akan melepaskan Kamu." pekik Daniel
"Arif !" bawa dia ke mobil untuk menemui Tuan Gladuks agar Wanita murahan ini mengakui kesalahannya telah memfitnah saya di hadapan Tuan Gladuks." ucap Daniel memerintahkan kepada Arif agar segera membawa Amar menghadap kepada Tuan Gladuks hari itu juga.
Arif langsung melakukan sesuai yang diperintahkan oleh Daniel. Kini mereka kembali berada di satu mobil yang sama. Kamu tega sekali melakukan itu kepadaku!" ucap Arif sambil pandangannya tetap lurus ke depan. Tanpa melihat wanita yang ada di sebelahnya.
Amara hanya terdiam. Ia tatapannya kosong dan Arif pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Mengikuti mobil Daniel menuju kantor yang dipimpin oleh Tuan Gladuks sendiri. Daniel langsung masuk ke ruang kerja Tuan Gladuks tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Daniel terkejut melihat kelakuan Ayahnya. Yang selama ini selalu menyalahkan Ibu Kandung Daniel, Hingga Ibu Anjani meninggalkan Daniel dan Tuan Gladuks.
"Tua bangka yang tidak tahu diri!" sudah tua saja tapi perlakuan bejatnya tidak pernah berubah." ucap Daniel ketika dirinya melihat Tuan Gladuks sedang bercumbu mesra dengan seorang wanita yang merupakan sekretaris Tuan Gladuks sendiri.
Daniel tertawa ngakak melihat perilaku Tuan Gladuks yang begitu menjijikkan. "Jangan pernah menasehati seorang anak untuk berbuat lebih baik. Sementara anda sendiri berperilaku menjijikkan seperti ini." ucap Daniel sambil menatap Tuan Gladuks dengan tatapan tajam.
Tidak menunggu lama, Arif dan Amara pun tiba di ruang kerja Tuan Gladuks terkejut melihat kehadiran Amara di sana.
"Katakan yang sebenarnya Apa tujuanmu datang ke sini dan membawa Amara ke kantor ini? ucap Tuan Gladuks sembari menatap Daniel dengan tatapan tidak bersahabat.
" Daniel hanya mengklarifikasi tuduhan Tuan terhadap Daniel." ucap Daniel yang tidak ingin memanggilnya seorang ayah.
"Maksud kamu apa?
__ADS_1
"Saya ingin mengatakan yang sebenarnya. agar kamu tidak memfitnahku sembarangan tanpa memiliki bukti yang kuat." Daniel merasa tak sudi rasanya memanggil Tuan Gladuks seorang ayah.
Sehingga ia memanggil Tuan. Seolah tidak mengenal dekat dengan ayah kandungnya sendiri. Amara Langsung menangis sesunggukan dan mengatakan kepada Tuan Gladuks yang sebenarnya. Kalau pernyataannya yang mengatakan Daniel telah menghamilinya, itu hanya akal-akalan Amara saja. Agar Daniel bersedia menikahinya karena rasa cinta yang dimiliki Amara terhadap Daniel begitu dalam.
Daniel tidak ingin masalah itu berlarut-larut. Ia khawatir kalau Amara akan membeberkan kepada para wartawan. Sehingga Daniel langsung meminta kepada asistennya, Arif diam-diam untuk mendokumentasikan segala pembicaraan mereka di sana.
Agar jika suatu saat nanti Daniel memiliki bukti-bukti yang kuat. Ketika Amara tidak melakukan seperti yang ia katakan saat ini.
Setelah selesai berbicara dengan Tuan Gladuks, Daniel meninggalkan Amara bersama Tuan Gladuks begitu saja di sana. Tak peduli Amara mau tetap di sana atau tidak. Yang pasti Daniel saat ini sudah merasa puas telah mendengar Amara mengatakan kebohongannya kepada Tuan Gladuks.
Dan yang paling membuat Daniel merasa puas, Daniel sudah melihat langsung tingkah tuan Gladuks yang seolah di hadapannya Lelaki sejati. Yang sok di khianati matan istrinya yaitu Ibu kandung Daniel.
"Kamu pikir aku bodoh Tuan Gladuks yang terhormat. " gumam Daniel dalam hati. Aku rasa bukan ibu yang salah selama ini. Dan ibu pasti memiliki alasan yang kuat sehingga Ibu memilih meninggalkanku ketika aku masih kecil. Dan tidak mungkin seorang ibu tega meninggalkan anak kandungnya sendiri, kalau tidak ada sesuatu yang begitu menyakitkan hatinya.
Berarti mungkin ibu melihat kelakuan Ayah selama ini bagaimana. Sehingga Ibu meninggalkanku dan Papa." Daniel bermonolog sendiri karena baru kali ini Daniel memergoki ayahnya tega menghianati cinta istrinya sendiri. Sekalipun hanya ibu tiri Daniel atau ibu kandung Amara yang merupakan istri kedua dari Tuan Gelas setelah di tanggal pergi oleh ibu kandung Daniel.
"Ibu Apakah kamu tidak Sudi melihat putramu ini lagi? dan Mengapa kamu begitu membenciku?
" Apa salahku Bu? sehingga kamu tidak pernah mencari tahu kabar tentangku? Daniel membatin. Tanpa ia sadari derai air mata mengalir di wajah tampannya. Terlihat Daniel begitu rapuh ketika mengingat sosok ibu kandungnya yang tak sudi melihatnya dan sekedar mengetahui kabar tentang Daniel
Bersambung........
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏💓💓
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
MAMPIR KEKARYA BARU EMAK "JODOH DI USIA SENJA" (marokkap dung matua)