
Tapi syukurlah Sepertinya dia sudah mulai beradaptasi kepada kita rakyat jelata. Biasanya kan dia selalu ngomong makanan apa tuh? itu selalu yang dikatakannya kepada setiap orang jika melihat kita memakan masakan rakyat jelata." Celetuk salah satu rekan Olivia membuat mereka pun tertawa ngakak di sana. Suasana siang itu pun menjadi riang dengan kehadiran Olivia kembali seperti semula tidak menjadi asisten pribadi Daniel.
Olivia kembali ke ruangannya untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai karyawan di perusahaan yang Daniel pimpin.
***
Hari demi hari berlalu dijalani Olivia. Ia benar-benar menghindari sosok Daniel sebisa mungkin Olivia tidak ingin berinteraksi dengan Daniel Gladuks. Olivia ingin menghilangkan bayang-bayang Daniel yang selama dua Minggu memperlakukannya dengan seenaknya.
Sebenarnya Olivia ingin meninggalkan perusahaan itu. Tetapi Olivia tidak bisa melakukannya. Karena Olivia sama sekali belum mendapatkan pekerjaan lain. Dan ia juga merupakan tulang punggung keluarga
Di samping itu, keluarga Olivia masih tinggal di rumah kontrakan yang diberikan oleh Daniel. Ia berpikir jika dirinya meninggalkan kantor itu, maka tidak akan menutup kemungkinan kalau Daniel akan mengusir keluarganya dari sana.
Hal itulah yang menjadi pertimbangan bagi Olivia. Apalagi Anisa saat ini masih membutuhkan perawatan hingga kondisi kesehatan Anisa benar benar pulih.
Tanpa Olivia sadari, Daniel selalu mencari tahu apa saja yang dilakukan Olivia. Sikap angkuh dan arogan Daniel membuat Olivia sama sekali tidak simpati kepadanya. Ya, memang benar Daniel dewa penolong untuk keluarga Olivia. Tetapi itu semua dilakukannya bukan gratis. Tetapi Olivia harus benar-benar mengorbankan yang terpenting di dalam tubuhnya kepada Daniel.
****
Enam Minggu sudah berlalu. Olivia tetap mengerjakan pekerjaannya seperti biasa di kantor. Entah mengapa hari ini Olivia terasa pusing dan mual. Hingga Ia pun mengeluarkan seluruh isi perutnya berlari ke kamar mandi. Membuat sosok temannya yang selalu dekat kepada Olivia, menjadi merasa heran melihat sahabatnya itu mual dan muntah.
Vika menghampiri Olivia yang tak kunjung keluar dari kamar mandi. Ia khawatir terjadi sesuatu kepada Olivia. Hingga Vika memutuskan untuk menghampirinya ketika Vika sudah tiba di kamar mandi, alangkah terkejutnya melihat sosok Olivia sudah terkulai lemas di dalam kamar mandi.
"Olivia.!!!!teriak Vika yang melihat Olivia sudah duduk lemas Ia pun menepuk-nepuk wajah Olivia berharap kondisi Olivia semakin membaik. Tetapi ketika terus menggoyang tubuh oleh pria justru Olivia sudah semakin lemas dan jatuh pingsan. Vika berlari keluar berniat untuk mencari bantuan. Ia pun masuk ke dalam pantry berharap seseorang ada di.
Tiba-tiba sang asisten Daniel melintasi Pika.
__ADS_1
"Ada apa kamu lari-lari? kamu tidak malu sudah besar tapi tingkah seperti anak kecil." ucap sang asisten kepada Bika. Vika langsung memohon kepada sang asisten untuk membantu dirinya membawa Olivia ke klinik terdekat.
Hal itu membuat sang asisten merasa heran. Sang asisten langsung mengikuti Vika masuk ke dalam kamar mandi dan membawa Olivia keluar dari sana berharap Olivia langsung mendapat pertolongan.
Ketika sang asisten dan Vika sudah tiba di salah satu rumah sakit terdekat yang ada di daerah kantor yang dipimpin oleh Daniel, sang asisten pun kembali ke kantor. Kini tinggallah hanya Vika dan Olivia di.
Sang dokter datang menghampiri Olivia setelah menganalisa apa yang terjadi kepada Olivia.
"Bagaimana dengan kondisi sahabat saya dokter apa dia baik-baik saja?" tanya Vika penuh selidik.
Sang dokter mengembangkan senyumnya kemudian menjabat tangan Olivia. "Selamat ya Nona, Nona sedang hamil enam minggu." ucap sang dokter membuat Vika dan Olivia langsung terkejut." Bagai petir di siang bolong, Ketika sang dokter memberitahu kabar kehamilan Olivia kepadanya.
"Apa dokter?
" Saya hamil?
"Itu menurut pemeriksaan saya. Dan hasilnya Nona Olivia sedang hamil enam minggu." sahut sang dokter menegaskan kepada Olivia.
Tubuh Olivia bergetar seolah dirinya tidak percaya akan apa yang terjadi kepadanya. Sedangkan Vika sendiri bingung Mengapa sahabatnya Olivia bisa hamil. Padahal yang ia tahu, selama ini Olivia tidak pernah dekat dengan lelaki lain. Selain dua bulan belakangan ini, Olivia dekat dengan Daniel sang Big Bos.
"Apa yang harus aku lakukan Tika? pasti ibu dan kak Anisa kecewa kepadaku." ucap Olivia sambil memeluk Vika. Vika yang masih bingung dengan apa yang terjadi kepada sahabatnya pun, membalas pelukan oleh via. dan berusaha menenangkan Olivia.
Setelah berpamitan kepada dokter, Olivia dan Vika pun berlalu dari rumah sakit. Olivia dan Vika memilih tidak pulang ke kantor, untuk melanjutkan tugas mereka. Tetapi Fika membawanya ke kamar kostnya.
Ketika mereka sudah tiba di kamar kos, Vika meminta kepada Olivia, agar Olivia berterus terang kepadanya. Tidak ada yang dapat dipercaya Olivia selain Vika sang sahabat.
__ADS_1
Ia pun akhirnya menceritakan segalanya kepada Vika dengan syarat tidak memberitahu kepada orang tua dan kakaknya. Olivia juga memohon dan meminta Vika berjanji untuk tidak memberitahu kepada Daniel.
Karena ia tahu Daniel tidak akan menerima anak yang ada di dalam kandungannya dan tidak bertanggung jawab akan anak yang di kandung Olivia itu karena sebelumnya dan Ya sudah mengingatkan kepada Olivia agar dirinya tidak hamil jika mereka melakukan layaknya seorang suami istri lainnya.
"Berjanjilah Vika, Jangan pernah memberitahu kehamilanku kepada Pak Daniel dan juga Ibu dan kakakku. Biarkan aku yang menanggung ini semua."Mohon Olivia sambil menangis sesungguhkan kepada sahabatnya Vika.
Vika menghela nafas panjang. Seketika Ia berpikir apa yang akan ia lakukan kepada sahabatnya. "Tapi bagaimana bisa kamu menyembunyikan ini semua dari orang-orang? Jika kamu masih tetap bekerja di sana."ucap Vika sembari memperhatikan Olivia dari ujung kaki hingga ujung rambut.
"Aku bingung harus melakukan apa sekarang. tetapi yang pasti aku tidak ingin Daniel mengetahui kehamilanku. Karena itu bisa membuatnya akan marah besar, dan akan memintaku untuk menggugurkan kandungan ini.
Aku sudah berdosa telah melakukan dosa Zina bersama Daniel. Tetapi aku terpaksa melakukannya. Agar kakakku Anisa mendapatkan pengobatan dan dapat sembuh. Aku tidak tahu harus melakukan apa saat ini yang pasti Ingin sekali aku menjerit."
Vika mengelus pundak sahabatnya. Ia paham pengorbanan yang dilakukan sang sahabat. membuat sang sahabat menjadi mengalami hal seperti ini. Hal itulah yang membuat Vika merasa iba melihat kondisi sahabatnya. Kini hanya Vika yang bisa membantu Olivia.
"Kamu tenang saja. Tinggallah di rumah kosku bersamaku. Jika kamu tidak sanggup bekerja lebih baik kamu di sini dulu. Besok saya akan cari alasan dan mengatakan kepada orang tua dan adik kamu, kalau kamu ditugaskan ke luar kota oleh Daniel.
Dan aku akan berusaha untuk mencari alasan Apa yang harus saya katakan nanti di kantor. Percayalah sama aku. Aku tidak akan membiarkan sahabatku sendiri." ucap Vika sembari memeluk sahabatnya.
"Ya Tuhan cobaan apalagi ini sekarang Apa yang harus kulakukan Ya Tuhan ampuni aku ya Tuhan atas dosa yang aku perbuat" doa Olivia. Olivia benar-benar bingung Ia hanya dapat berdoa, agar Tuhan melindungi Olivia dan anaknya.
Untung saja sisa uang pinjaman Olivia yang diberikan Daniel, tidak benar-benar habis untuk pengobatan Anisa. Olivia menyisihkan uang itu. Jika suatu waktu Anisa atau dirinya membutuhkan dana yang tak terduga.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏