PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 38. KEMBALI KECEWA


__ADS_3

"Anda serius mengatakan kalau Olivia saat ini sedang hamil?


"Ya saya serius itu menurut pengakuan Olivia sendiri. Saya juga sering melihatnya periksa ke bidan yang ada di dekat sin. Dan dia juga mengatakan kalau suaminya sudah meninggal karena kecelakaan. Tetapi akhirnya kebohongannya terbongkar juga membuat Kami merasa kalau dirinya benar-benar wanita murahan." ucap Ibu Endang kepada Daniel dan juga Alex.


"Katakan dimana Olivia saat ini. Saya akan memberikan apa yang Anda mau asalkan anda bersedia memberitahunya dimana Olivia saat ini." ucap Daniel kepada Ibu Endang. Alex yang bingung dengan apa yang dikatakan Ibu Endang pun masih tertegun mendengar kabar kehamilan Olivia. Alex ternyata kecurigaan Alex selama ini benar adanya.


"Tuan kita lebih baik pulang dari sini. Ini sudah sore." ujar Alex kepada Daniel. Saya tidak peduli siang atau sore yang pasti saya harus bertemu dengan Olivia saat ini juga." teriak Daniel.


"Tapi Tuan, Olivia tidak ada di sini Bagaimana mungkin kita menemukannya sekarang.


"Katakan Bu dimana Olivia? dan mengapa kalian harus mengusirnya. Saya sudah sangat lelah mencarinya."mohon Daniel


Saya tidak mengetahui Di mana keberadaan Olivia saat ini. Ia sudah pergi dari kelurahan ini. Entah dia sudah mati bunuh diri karena diolok-olok oleh orang-orang yang ada di sini. manusia murahan seperti itu pantas mendapatkannya." ucap Ibu Endang membuat amarah Daniel semakin memuncak.


"Jaga mulut Anda mengatakan kalau Olivia itu wanita murahan. Dia wanita terhormat jadi jangan pernah mengatakan Kalau Olivia itu merupakan wanita murahan."bentak Daniel yang tidak terima Bu Endang mengatakan kalau Olivia wanita murahan.


Mengapa anda harus marah kepada saya? memang kenyataannya seperti itu. Jika wanita hamil diluar nikah, tanpa memiliki suami apa itu namanya? kalau bukan wanita murahan." ucap Ibu Endang yang merasa tidak takut kepada Daniel sedikitpun. Karena Ibu Endang tidak mengetahui siapa sosok Daniel dan Alex sebenarnya.


"Saya bertanya sekali lagi kepada anda. dimana Olivia saat ini? mohon Daniel. Ibu Endang menggerdikkan bahunya lalu meninggalkan Daniel dan Alex begitu saja.


"Siapa wanita itu? cari tahu sekarang juga beri dia pelajaran. Karena telah mengacuhkan saya." ucap Daniel kepada anak buahnya.


"Baik Tuan!" sahut Arif yang merupakan salah satu anak buah Daniel yang ikut serta mencari keberadaan Olivia. Saat itu juga Arif pergi mencari tahu siapa sosok Ibu Endang. sementara Daniel memilih untuk istirahat terlebih dahulu.


Perkebunan teh yang begitu indah dipandang mata, tak seorangpun yang mengetahui di desa itu, siapa sosok pemilik perkebunan teh itu sebenarnya. Tuan Gladuk merupakan Pemilik perkebunan teh yang ada di Limbangan. Banyak masyarakat yang tergantung kepada perkebunan teh itu. Karena masyarakat yang tinggal di sana rata-rata bekerja di perkebunan teh milik tuan Gladuks.


Daniel meminta kepada Alex untuk membawanya ke kantor perkebunan itu. Alex mengangguk. lalu meminta kepada sopir pribadi mereka, untuk melajukan mobil milik Daniel menuju kantor perkebunan itu yang lokasinya tidak jauh dari tempat mereka berada saat ini.

__ADS_1


Perkebunan milik Tuan Gladuks memang cukup luas ." ucap Alex kepada Daniel. Jangan sebut nama itu lagi. Ini perkebunan bukan milik dia tetapi milikku." bentak Daniel membuat nyali Alex langsung menciut.


"Maksud Tuan?


"Ya Opa mewariskan perkebunan ini untukku. Tetapi untuk saat ini yang mengelola masih Papi. Karena aku masih sibuk dengan urusan perusahaan milik Ku sehingga aku masih membiarkan Papi mengelola perkebunan ini dibantu oleh kepercayaan ku." ucap Daniel membuat Alex bingung.


"Ya Alex yang sudah lama menjadi asisten Daniel. Baru mengetahui kalau perkebunan teh yang ada di Limbangan, merupakan perkebunan milik Daniel yang diwariskan oleh opanya sendiri.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit dari tempat mereka sebelumnya. kini Daniel dan Alex sudah tiba di kantor perkebunan teh itu. Tampak Brams menghampiri mobil milik Daniel. "Tuan Daniel!" sapa Brams sambil memberi salam kepada Daniel.


"Ada gerangan apa Tuan sampai berada di tempat ini? tanya Brams sembari mempersilahkan Daniel dan Alex masuk ke salah satu ruangan yang terlihat lumayan besar dan mewah.


"Bagaimana perkembangan perkebunan kita apa semuanya baik-baik saja?" tanya Daniel kepada Brams


"Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar dan sepertinya bulan ini kita mendapatkan keuntungan yang lebih besar." ucap Brams sembari menunjukkan beberapa file laporan keuangan perkebunan milik Daniel.


"Syukurlah kalau begitu. Tetapi tujuan utama aku ke sini bukan hanya ini."ucap Daniel membuat Brams mengerutkan keningnya.


"Maksud Tuan?


Brams melihat foto milik Olivia. Ia mengerutkan keningnya. Beberapa kali Olivia datang ke kantor perkebunan teh itu menghantarkan kue-kue pesanan Brams dan juga para karyawan lainnya. "Tuan mencari Olivia?


"Ya apa kamu mengenalnya?


"Tentu Tuan!" karena sebelumnya Olivia sering menghantarkan kue pesanan Ku dan pesanan karyawan lainnya ke sini.


Tetapi entah mengapa semalam Olivia tidak menghantarkan kue pesanan ku." bahkan ketika aku menghubungi nomor ponselnya nomor ponselnya pun tidak tersambung." ucap Brams membuat Daniel kembali kecewa. Ia kecewa karena kedatangannya terlambat ke desa itu hingga Olivia terlanjur meninggalkannya.

__ADS_1


"Apa kamu mengetahui kemana Olivia pergi? tanya Daniel penasaran." Maaf Tuan saya tidak mengetahuinya. Justru saya juga mencari keberadaannya. Karena kue-kue buatannya cukup enak. Semua karyawan di sini menyukainya. Tidak hanya kue dan gorengan. Masakan lainnya juga enak. Membuat setiap karyawan di sini selalu memesan makanan darinya." ucap Brams menerangkan sosok Olivia ketika berada di Limbangan.


Daniel menghela nafas panjang. Kali ini Dia bingung harus melakukan apa. Dan dimana Daniel harus mencari keberadaan Olivia saat ini. Apalagi ketika Daniel sudah mengetahui kabar kehamilan Olivia. Itu pastinya benih Daniel membuat Daniel merasa kacau.


Kring....


Kring ....


Kering.....


Suara deringan ponsel milik Daniel berdering. ia menatap nomor ponsel yang menghubungi dirinya merupakan nomor ponsel anak buahnya. Yang ia perintahkan sebelumnya mencari tahu siapa sosok Ibu Endang di kelurahan itu.


"Ada apa? apa kamu sudah mengetahui informasi siapa wanita itu?" tanya Daniel dengan Ketus


"Ya Tuan, sepertinya suami wanita itu bekerja di perkebunan teh yang ada di sini dan jabatannya sebagai mandor." sahut anak buah Daniel.


Daniel langsung memutuskan sambungan telepon selulernya dengan sepihak.


"Dasar Bos tidak ada akhlak." gerutu Arif sembari menatap ponselnya.


Daniel meminta Brams untuk menurunkan jabatan dari suami Ibu Endang. Membuat Brams bingung Mengapa tiba-tiba Daniel memintanya menurunkan jabatan Burhan yang merupakan suami dari Ibu Endang.


"Memangnya ada apa Tuan mengapa Tuan meminta saya untuk menurunkan jabatan Burhan?


"Tidak perlu banyak tanya. Kerjakan saja apa yang saya perintahkan. Jika kamu masih ingin tetap bekerja di sini." ucap Daniel sambil meninggalkan Brams di sana.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "JODOH DI USIA SENJA" (marokkap dung matua)


__ADS_2