PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 76. EMOSI AMARA


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu jam menelusuri jalanan ibu kota yang lumayan macet, membuat Amara sedikit kesal akan situasi yang membuat Amara emosi tingkat Dewa.


"Kesal banget. Aku akan cari Kemana Gladuks dan Daniel saat ini. Bagaimana pun caranya aku akan menemukan Daniel dan Gladuks." gumamnya.


"Pak bisa lebih cepat tidak? jalannya kok seperti bebek sih?" gerutu Amara karena taksi yang ia tumpangi tak kunjung tiba di rumah utama keluarga Gladuks.


"Memangnya mbak tidak lihat kalau macet? ngak sabaran amat sih mbak. Saya juga tidak ingin di situasi macet seperti ini. Banyak makan minyak. Mana harga minyak naik lagi, eh ongkos belum dinaikkan oleh pihak aplikasi." keluh driver taksi online itu kepada Amara.


"Kok jadi curhat sama saya pak?


"Saya tidak meminta bapak curhat sama saya. Saya tidak peduli apa yang menjadi keluhan bapak. Yang saya inginkan bagaimana saya cepat tiba di tempat tujuan saya." ucap Asmara dengan nada ketus. Membuat sang driver taksi online itu, menggelengkan kepalanya. Yang sama sekali tidak memiliki empati kepada orang lain.


Dengan perjuangan keras melewati jalanan macet, akhirnya taksi online yang ditumpangi Amara,tiba di rumah utama keluarga Gladuks.


"Sini aja pak!" ucap Amara menghentikan taksi online yang ia tumpangi.


Sang drivers taksi online itu pun langsung menghentikan taksi yang ia kendarai.


"saya sudah bayar pakai Ovo ya pak." ucap Amara, kepada driver taksi online itu dibalas anggukan dari driver itu. Amara berlalu menuju gerbang rumah utama keluarga Gladuks.


Petugas keamanan yang bertugas menjaga rumah utama keluarga Gladuks menatap kedatangan Amara.


"Ngapain lagi sih wanita jadi-jadian ini datang ke sini?"gumamnya dalam hati yang tidak menyukai kehadiran amarah di sana.


"Buka gerbangnya!" pekik Amara dari luar gerbang. Sang petugas keamanan pun seolah tuli, pura-pura tidak mendengar panggilan Amara. Membuat Amara emosi dan menendang pintu gerbang rumah utama keluarga Gladuks. Petugas keamanan itu pun bangkit berdiri dan langsung menghampiri Amara.


"Kamu dengar nggak Saya memanggil kamu? Kenapa kamu belum membuka pintu tadi? ucap Amara dengan nada emosi.


" Ngapain Anda datang ke rumah ini lagi? Anda tidak terima lagi di sini." ucap petugas keamanan itu kepada Amara membuat emosi semakin emosi tingkat dewa.


"Jaga ucapanmu!" Nanti kamu saya pecat dan kamu akan pengangguran. Mau makan apa Istri dan anakmu Jika kamu saya pecat dari sini."ucap Amara percaya diri.


Petugas keamanan itu pun menggelengkan kepalanya. "Kamu bukan siapa-siapa di sini tidak perlu membentakku dan sok-sok memerintahku."sahut petugas keamanan itu seolah tidak merasa takut kepada Amara.

__ADS_1


"Awas kamu akan saya adukan kamu kepada Papi!" teriak Amara


"Papi yang mana maksudmu?


"Pertanyaan macam apa itu?


"Sepertinya kamu bukan anak Tuan Gladuks, jadi tidak perlu sok-sokan mengaku-ngaku jadi putrinya." ucap petugas keamanan itu sambil langsung menutup pintu gerbang rumah utama keluarga Gladuks.


Amara menjerit-jerit menendang nendang pintu gerbang rumah utama keluarga Gladuks. Petugas keamanan itu akhirnya langsung menghubungi Tuan Gladuks. Ia tidak ingin kompleks rumah tuannya menjadi sorotan para tetangga karena suara jeritan Amara yang tak merasa malu sedikitpun


Kring....


Kring....


Kring....


Suara Deringan ponsel milik Tuan Gladuks setengah dengan jelas di telinga Daniel dan juga tuan Gladuks. Sebenarnya Tuan Gladuks malas untuk mengangkat sambungan telepon seluler dari siapa saja.


Tetapi karena Daniel mengingatkan Tuan Gladuks, sehingga Tuan Gladuks pun langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada petugas keamanan yang berjaga di rumahnya.


"Begini Tuan, Amara datang ke rumah menjerit-jerit meminta bertemu dengan Tuan." ucap petugas keamanan itu kepada Tuan Gladuks membuat tuan Gladuks mengerutkan keningnya.


" Memangnya mau ngapain lagi wanita itu datang ke rumahku?" tanyanya penuh selidik. "Saya juga tidak mengetahuinya Tuan, tetapi ia memaksa ingin masuk ke rumah utama. katanya, ia ingin berbicara dengan Tuan." ucap petugas keamanan itu memberitahu apa yang dilakukan Amara di sana .


"Ya sudah, Biarkan saja dia seperti itu. Jangan pernah izinkan Amara, Julia dan Alvaro masuk ke rumahku."ucap Tuan Gladuks kepada petugas keamanan di rumah miliknya. lalu Tuan Gladuks memutuskan sambungan telepon selulernya ketika sudah selesai berbicara dengan petugas keamanan itu.


"Siapa yang menghubungi papi? tanya Daniel penasaran. "Petugas keamanan yang berjaga di rumah utama. Ia memberitahu kalau Amara datang marah-marah dan menjerit-jerit di sana." ucap Tuan Gladuks memberitahu kepada Daniel masalah apa yang terjadi di rumah utama.


Daniel tertawa cengengesan membuat Tuan Gladuks mengerutkan keningnya.


"Apa yang lucu sehingga kamu tertawa seperti itu? papi lagi kesal, malah kamu tertawa. Mendengar nama Ketiga orang itu saja Papi sudah merasa muak." ucap Tuan Gladuks.


"Papi tenang saja. Semuanya sudah Daniel tangani." ucapnya meyakinkan Tuan Daniel kalau Ketiga orang yang dimaksud Tuan Gladuks sudah ditangani oleh Daniel.

__ADS_1


"Maksud kamu apa? tidak perlu berteka-teki seperti itu. Lebih baik kamu terus terang kepada Papi daripada Papi Mati penasaran."gerutu tuan Gladuks. Daniel memandang Olivia seolah dirinya meminta pendapat dari Olivia. Hingga Mereka pun saling pandang membuat Tuan Gladuks semakin penasaran.


"kalian ini jangan membuat Papi menjadi kesal. Lebih baik kalian berterus terang kepada Papi." ujar Tuan Gladuks karena dirinya tidak ingin Daniel menyembunyikan sesuatu darinya.


"Sudah, lebih baik mas berterus terang saja sama papi."ujar Olivia karena dirinya tidak ingin mengecewakan Tuan Gladuks dengan menyembunyikan beberapa hal darinya.


lalu Daniel pun memberitahu kepada Tuan Gladuks kalau perusahaan yang dipimpin oleh Tuan Gladuks selama ini sudah pindah nama. Dan itu dilakukan Daniel semata-mata hanya ingin menyelamatkan harta kekayaan tuan Gladuks dari Nyonya Julia, Amara dan juga Alvaro.


"Maksud kamu apa? papi belum paham.


"Daniel sudah menduga, kalau mereka pasti melakukan berbagai cara untuk mendapatkan harta kekayaan papi. Termasuk menggugat harta gono gini untuk Nyonya Julia.


Sehingga Daniel mengalihkan harta kekayaan Papi keseluruhan tidak menjadi atas nama Papi lagi. Melainkan atas nama Mami dan juga Olivia. ucap Daniel membuat Tuan Gladuks terhenyak.


Bukannya perusahaan Papi sudah bangkrut? tanya Tuan Gladuks. Daniel mengembangkan senyumnya. "Tidak mungkin perusahaan Papi sebesar itu Bangkrut seketika. Itu hanya akal-akalan Daniel saja."sahut Daniel membuat Tuan gladuk semakin bingung.


Sudah, Papi tidak perlu bingung. Serahkan segalanya kepada Daniel.


Tuan Gladuks terus penasaran. Ia pun kembali meminta penjelasan dari Daniel.


lalu Daniel pun memberitahu segalanya.


"Harta kekayaan atas nama papi sudah Daniel alihkan menjadi atas nama mami. Dan harta kekayaan Daniel, sudah Daniel alihkan menjadi atas nama Olivia. Dengan begitu mereka tidak akan bisa mengganggu gugat harta gono gini Papi lagi.


Karena harta itu, sudah menjadi milik Mami saat ini." ucap Daniel di balas senyuman dari Tuan Gladuks.


"Kamu Memang benar-benar luar biasa cerdasnya. Papi saja tidak kepikiran sampai ke sana. Untung saja kamu bijak kalau tidak mereka pasti mencari berbagai macam cara untuk merebut harta kekayaan Papi dan harta kekayaan kamu.


Apalagi Amara ingin sekali menikah dengan Mu. lebih baik kamu hati-hati kepada Amara. dia pasti memiliki rencana busuk untuk menghancurkan rencana pernikahan kalian." ujar Tuan Gladuks agar Daniel lebih berhati-hati kepada Amara.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏


__ADS_2