PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 144. MAK COMBLANG


__ADS_3

Ibu Florida tampak bahagia melihat pesta pernikahan putri mereka sangat meriah dan dihadiri oleh para kalangan menengah ke atas juga. Apalagi para tamu undangan yang hadir para kolega bisnis Daniel dan Tuan Gladuks. Begitu juga dengan Nyonya Eliana.


Yang mana Alex merupakan orang kepercayaan Nyonya Eliana untuk menjalankan perusahaan miliknya. Jadi kolega Bisnis Nyonya Eliana begitu dekat dengan Alex. Membuat Ibu Florida merasa bangga dengan kemampuan yang di miliki Alex.


Semetara Ibu Florida sebenarnya tidak menyangka kalau Putrinya Vika . Menikah dengan secara mewah seperti yang terlaksana hari ini. " Aku menyangka ternyata Putri Ku memiliki jodoh yang sangat baik seperti Alex. Mudah-mudahan hubungan rumah tangga Alex dengan Putri Ku Vika menjadi rumah tangga yang sakinah, mawadah warohmah." gumam ibu Florida


"Karena bagaimanapun, Vika satu-satunya Putri ibu Florida, walaupun ibu Florida hanya hidup sederhana tetapi kalau seseorang menyakiti hati Vika hati Ibu Florida sangat perih.


Ibu Florida datang menghampiri Vika dan Alex yang duduk di pelaminan. Tampak Ibu Florida memberikan sesuatu kepada Vika "Selamat atas pernikahan kalian. Jujur ibu sangat bahagia atas pernikahanmu ini. Semoga keluarga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah.


Ibu Florida memasangkan sebuah gelang emas turun temurun dari keluarga mereka kepada Vika. Nak Alex ini salah satu perhiasan turun temurun keluarga kami. Kini saatnya Vika yang menggunakannya. Jangan kalian nilai dari harga perhiasan ini. Tetapi perhiasan ini maknanya cukup besar.


Ibu Florida langsung memasangkan gelang perhiasan itu yang nilainya cukup fantastis. walaupun kehidupan mereka hidup hanya hidup sederhana. Tetapi nominal perhiasan turun temurun dari nenek moyang Vika.


Sungguh tak ternilai harganya. Bahkan di toko emas atau perhiasan manapun tidak ada di jual. Sulit untuk dicari perhiasan seperti yang diwariskan oleh ibu Florida kepada Vika


Membuat Ibu Nyonya Eliana terhenyak melihat gelang yang dipasangkan oleh Ibu Florida kepada Vika. Tentunya Nyonya Eliana mengetahui perhiasan yang diberikan oleh ibu Florida kepada Vika pasti harganya cukup mahal.


Ibu Florida langsung berpamitan kepada Alex , dan juga Vika setelah mereka memberikan kado spesial pernikahan Vika dan Alex. Awalnya Vika tidak mengetahui mengenai perhiasan turun


temurun yang diwariskan Ibu Florida kepadanya. Membuat Vika pun terhenyak ketika ibu Florida memasangkan kalung itu kepadanya.


Para tamu undangan sudah pada mengantri untuk memberi salam kepada Alex dan juga Vika. Sampai kaki Vika pun terasa pegal, karena banyak tamu undangan yang memberi salam kepada mereka.


"Mas kaki Vika sudah pegel nih. Banyak sekali tamu undangannya yang datang memberi selamat kepada kita." bisik Vika karna kaki Vika sudah merasa pegal mengingat aktivitas Meraka mulai dini hari sangat padat.

__ADS_1


"Sabar Sayang, nanti mas akan pijat kamu." bisik Alex ketika mendengar keluhan dari istrinya? istri yang baru beberapa jam sah menjadi istrinya.


***


Sore hari telah tiba. Para tamu undangan sudah banyak berpulangan dari acara resepsi pernikahan Alex dan juga Vika Tak terkecuali dengan para petinggi perusahaan dan para karyawan yang ikut hadir menghadiri pesta pernikahan Alex dengan Vika.


"Mas sepertinya tamu undangan sudah pada pulang. Kira-kira kita sudah bisa pulang tidak ya? soalnya tubuh Vika saat ini terasa capek dan gerah.


"Sabar sayang, tunggu instruksi dari mami Eliana dan papi Gladuks .Tidak mungkin kita langsung turun dari pelaminan ini, sebelum para tamu undangan pulang semua.


Vika menganggukkan kepalanya. Kemudian Olivia datang menghampiri keduanya. "lebih baik kalian istirahat saja dulu di hotel ini. Tidak perlu pulang ke rumah. Kami sudah menyediakan kamar untuk kalian di sini."ujar Olivia meminta kepada Alex dan Vika agar menginap di hotel itu.


Karena Olivia sangat mengetahui kalau saat ini Vika sangat lelah. Karna ia juga pernah merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan Vika saat ini.


"Bagaimana Mas? apa Mas setuju apa yang dikatakan Olivia? tanya Vika kepada Alex.


"Mami, papi, Florida dan kerabat lainnya akan pulang ke rumah. Menginaplah di sini." ujar Nyonya Eliana karena sebelumnya Nyonya Eliana sudah memberitahu rencananya kalau malam ini Vika dan Alex menginap di hotel yang sama lokasinya dengan resepsi pernikahan Mereka


Alex pun menganggukkan kepalanya pertanda dirinya setuju Apa yang diucapkan Nyonya Eliana, Tuan Gladuks dan kerabat lainnya, berpamitan untuk segera pulang ke rumah.


Sementara Olivia , Daniel Begitu juga dengan Arif dan Anisa masih setia menemani Alex dan Vika di sana.


" lihat tuh Alex bucin banget sama Vika ." celetuk Arif


"Tidak usah merasa komplain seperti itu. Kalau kau memang ingin seperti itu langsung saja menikah. Tunggu apalagi sudah ada Anisa." ucap Daniel Sambil tertawa cengengesan.

__ADS_1


Arif tidak langsung menjawab ia melirik ke arah Anisa yang masih berdiri di samping Olivia. "Bagaimana mungkin bisa menikah kalau kau tidak melamar Anisa! sambung Daniel kembali membuat Arif menatap Daniel dengan tatapan tajam.


"Tidak perlu menatapku seperti itu. kalau kau memang mencintai Anisa, langsung lamar saja Nanti keburu disambar orang kamu akan menyesal seumur hidupmu. sementara Olivia yang Mendengar pembicaraan antara Daniel dengan Arif pun mengembangkan senyumnya.


"Kak seandainya Mas Arif melamar kakak kira-kira kakak bersedia tidak menikah dengan dengan Arif tanya Olivia penuh selidik.


"Pertanyaan macam apa itu?


"Olivia Serius Kak kalau memang Arif mencintai kakak tidak salah kan kakak membuka hati kepada Arif?


"Jaga ucapanmu tidak mungkin harus bisa mencintai kakak sementara kamu tahu sendiri Kakak. "jangan pesimis gitu Kak Kakak Harus optimis cinta akan tumbuh dengan sendirinya kita tidak tahu isi hati. kalau Arif mencintai kakak itu terlihat jelas dari perhatian yang ingin selalu melihat kamu baik-baik saja.


"Ngomong sama kamu yang dibahas yang itu itu saja bosan jadinya. Apa tidak ada lagi pokok pembahasan yang lain lagi selain itu?


Karena kakak tidak ingin tidak terlalu banyak berharap. Takutnya Kakak akan kecewa nantinya itu boleh lebih sakit bagi kakak." Anisa karena dirinya sangat khawatir jika dirinya akan dikecewakan oleh Arif.


"Percaya sama Olivia Kak Mas Arif itu lelaki yang baik dia begitu perhatian kepada kakak tidak mungkin dia menyanyikan kakak." Olivia berusaha untuk meyakinkan Anisa agar Anisa bersedia menikah dengan Arif.


"Kamu sudah seperti Mak comblang saja. lebih baik yang lain saja kita bahas daripada membahas yang beginian."ucap Anisa karena Anisa begitu kesal Olivia ngotot agar Anisa menikah dengan Arif padahal Arif saja tidak pernah mengungkapkan rasa cintanya kepada Anisa.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya teman emak



__ADS_2