
Dokter Iskandar sengaja melakukan itu kepada istrinya, agar istrinya menyadari segala kesalahan yang ia perbuat kepada Arif. Dokter Iskandar bukan membenci istrinya. Tetapi ia ingin memberikan pengertian kepada istrinya, betapa berharganya putranya. betapa berharganya kebahagiaan Putra mereka."
Nyonya Anjani berniat untuk masuk ke dalam ruang UGD. Tetapi suster melarangnya. "Maaf Anda belum bisa masuk ke ruangan ini. Karena pasien akan segera dipindahkan ke ruang rawat inap. Anda bisa menunggu di sana sembari kami menuju ke ruang rawat Ina VVIP yang sudah dipersiapkan oleh pihak rumah sakit." ujar Suster itu berusaha ramah kepada Nyonya Anjani.
"Bagaimana mungkin saya tidak bisa masuk ke dalam, melihat kondisi Putra saya. sementara Daniel bisa masuk. "Maaf Nyonya, Tuan Daniel memiliki hak veto di sini. Dia memiliki saham terbesar di rumah sakit ini." ucap suster itu sambil langsung berlalu meninggalkan Nyonya Anjani di sana.
Terlihat tubuh Arif sudah berbaring di atas brangker didorong oleh beberapa orang suster dibantu oleh Daniel keluar dari UGD menuju ruang rawat inap VVIP. Nyonya Anjani menghampiri Arif yang belum sadarkan diri. menangis memanggil-manggil nama putranya dan meminta maaf kepada Arif.
"Tante jangan seperti ini, malu dilihat orang lain." ucap Daniel kepada Nyonya Anjani tetapi Nyonya Anjani seolah tidak peduli. Yang ia inginkan saat ini agar putranya dapat pulih kembali seperti semula.
Sementara Daniel sudah menghubungi Anisa memberitahu kondisi Arif saat ini. Tetapi Anisa seolah tidak peduli, walaupun di hatinya begitu mengkhawatirkan kondisi arif. Siang itu Anisa terlihat gelisah menjaga warung milik mereka yang selama ini mereka kelola,setelah mendapat sambungan telepon seluler dari Daniel memberitahu kalau saat ini Arif berada di rumah sakit
"Ada apa ini? Memangnya apa yang terjadi sehingga Mas Arif harus berada di rumah sakit saat ? Anisa penasaran karena ia sama sekali belum meminta penjelasan dari Daniel Anisa sudah memutuskan sambungan telepon selulernya.
Setelah memastikan kondisi kesehatan Arif sudah mulai stabil, Daniel kembali ke kantor untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya. Padahal Jam sudah menunjukkan pukul 15.20, tetapi karena tugas penting membuat dirinya harus segera kembali ke kantor.
"Alex dan Arif tidak ada di sana. Dikala Alex mengadakan perjalanan bulan madu di negara Jepang, Daniel harus bekerja untuk menggantikan Arif dan Alex. "Kenapa sih di saat seperti ini Arif juga melakukan hal nekat seperti ini. Membuatku sedikit kelelahan menangani semuanya." gerutu Daniel sambil terus melakukan tugas dan tanggung jawabnya.
Daniel hari ini sangat sibuk membuat dia lupa menghubungi istrinya. Olivia yang tampak mengkhawatirkan suaminya yang tak kunjung pulang ke rumah, padahal sudah pukul 07.00 malam. Membuat Olivia mondar-mandir berjalan di depan pintu utama.
"Kamu kenapa sayang? duduk deh ingat kamu tidak boleh terlalu kelelahan, dan banyak berpikir. Karena saat ini kamu sedang hamil. Mami khawatir kepada kamu sayang." ucap Nyonya Eliana kepada Olivia yang sudah dari tadi mondar-mandir di depan pintu utama.
"Suami Olivia belum pulang sudah malam seperti ini. Bagaimana Olivia bisa tenang mom." Ucap Olivia yang mengkhawatirkan suaminya. "Kamu tenang saja, sebentar lagi juga dia akan pulang.
__ADS_1
"Tetapi Mengapa ketika Olivia menghubungi nomor ponselnya ia tidak mengangkat. Olivia tampak khawatir sekaligus kesal karena suaminya tak kunjung mengangkat telepon selulernya.
Jam sudah menunjukkan 19.30 malam membuat Olivia semakin gelisah. Tiba-tiba suara klakson mobil Daniel terdengar jelas di telinganya. Ia langsung membuka pintu utama dan berlari menghampiri Daniel.
" Sayang jangan berlari!" teriak Daniel sambil langsung menghampiri istrinya.
"Sayang lain kali, jangan berlari. Kamu ingat kamu ini sedang hamil." ujar Daniel sambil meraih tubuh istrinya kepelukannya lalu memberikan kecupan hangat di keningnya.
" Kamu dari mana saja mas? Olivia sangat mengkhawatirkan Mas. Sudah pukul 19.30 baru pulang ." ucap Olivia menggerutu. Daniel mengembangkan senyumnya.
" Terima kasih sudah menunggu di rumah dan mengkhawatirkan Mas istriku sayang." ceritanya sangat panjang. lebih baik kita masuk dulu baru Mas akan cerita segalanya." ucap Daniel sambil berjalan menggendong tubuh mungil istrinya.
Membuat Nyonya Eliana menggelengkan kepalanya melihat tingkah Putra dan menantunya. "Benar-benar membuat Mami mengingat kala Mami dan Papi kamu, masih muda." gumam Nyonya Eliana dalam hati sambil meninggalkan Putra dan menantunya begitu saja tanpa ada niatan untuk mengganggu mereka.
Karena Ketika istrinya masuk ke dalam kamar, istrinya hanya tersenyum-senyum saja. "Ada apa istriku sayang, Mengapa kamu tersenyum seperti itu. Apa kau terpesona melihat ketampanan suami kamu ini." ucap Tuan Gladuks percaya diri, memperlihatkan tubuhnya yang bertelanjang dada hanya dililitkan handuk yang di pinggangnya.
" Jangan percaya diri sekali mas. lebih baik pakai bajumu. ingat sekarang kamu sudah tidak muda lagi, kamu sudah tua." ucap Nyonya Eliana membuat Tuan Gladuks langsung tertawa ngakak.
" Kenapa kamu tertawa? apa ada sesuatu yang lucu? tanya Nyonya Eliana merasa kesal karena Tuan Gladuks terus menertawakan dirinya. "Bagaimana tidak lucu, kamu sudah terpesona saja melihat ketampanan suami kamu ini kamu masih tetap menyembunyikannya dariku." ucap Tuan Gladuks yang mampu membuat Nyonya Eliana menggelengkan kepalanya, melihat tingkah genit suaminya. padahal usia mereka sudah tidak mudah lagi.
Tuan Gladuks langsung meraih tubuh istrinya kepelukannya, lalu memberikan kecupan hangat di bibir manis istrinya. Perlahan kecupan itu semakin mendalam, membuat Nyonya Eliana sedikit kesulitan untuk bernapas. Karena kesulitan bernapas, Nyonya Eliana terpaksa membuka rongga mulutnya.
Hingga Tuan Gladuks Langsung melahapnya kembali dan memainkan lidahnya di bagian rongga mulut Nyonya Eliana. Hingga Nyonya Eliana pun merasakan sensasi yang sangat luar biasa dari gerakan demi gerakan lidah tuan Gladuks di rongga mulutnya.
__ADS_1
Nyonya Eliana akhirnya merespon kecupan dari Tuan Gladuks membuat Tuan Gladuks merasa dirinya mendapat lampu hijau. Tuan Gladuks sudah mulai memainkan jemarinya di bagian gunung kembar milik istrinya.
" Sayang kamu masih tetap awet seperti dulu. walaupun di usia kita yang sudah tidak mudah lagi, Seperti yang kamu katakan. Tetapi Apa kamu tahu aku sangat bahagia dapat menikmati hari-hariku bersama kamu, walaupun tadinya kita memiliki masalah yang cukup besar. Sehingga kita harus berpisah. Maafkan aku ." ucap Tuan Gladuks sembari memberikan kecupan hangat di jenjang leher milik Nyonya Eliana.
Nyonya Eliana semakin mendesah. Membuat Tuan Gladuks semakin melancarkan aksinya. hingga Nyonya Eliana semakin mendesah. Tuan Gladuks menuntun istrinya naik ke atas tempat tidur. Entah Siapa yang memulai, membuat kain yang melekat di tubuh Nyonya Eliana, sudah tidak ada lagi.
Tubuh Nyonya Eliana terekspos jelas di mata Tuan Gladuks. Membuat Tuan Gladuks semakin bergairah menatap tubuh mulus istrinya. Walaupun istrinya sudah tidak muda tetapi masih terlihat menggoda bagi Tuan Gladuks.
Tuan Gladuks yang hanya mengenakan handuk yang dililitkan di pinggangnya pun sudah tidak ada lagi. Handuk itu melekat di tubuhnya. Hingga tubuh sixpack tuan Gladuks sudah terekspos jelas di mata Nyonya Eliana. Membuat keduanya pun larut dalam keadaan.
Kobaran asmara membara di kamar rumah utama keluarga Gladuks. Hingga permainan panas itu pun berlangsung menghabiskan waktu mereka. satu jam dalam permainan panas itu, akhirnya mereka mencapai puncaknya. Membuat Tuan Gladuks dan nyonya Eliana sedikit Ngos-ngosan. Olahraga malam itu begitu menggairahkan buat tuan Gladuks dan nyonya Eliana.
Tuan Gladuks langsung memberikan kecupan hangat di bibir manis istrinya. "Terima kasih sayang, kamu memang benar-benar wanita yang sangat luar biasa. mas sangat mencintaimu Sayang." ucap Tuan Gladuks kepada Nyonya Eliana. Dibalas anggukan dari Nyonya Eliana.
Nyonya Eliana bangkit berdiri, berlalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. padahal sebelumnya Nyonya Eliana sudah mandi, tetapi ia harus membersihkan diri lagi setelah gempuran malam yang dilakukan oleh suaminya. Dikuti oleh Tuan Gladuks dari belakang.
Tuan Gladuks harus kembali lagi ke kamar mandi, untuk membersihkan diri Padahal baru sajak Tuan Gladuks selesai melakukan ritual mandinya. Tetapi ia harus kembali lagi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1