PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 67.KEDATANGAN ANISA


__ADS_3

" Ibu kenapa ? tanya Anisa ketika melihat ibunya hanya bengong.


"Entah bagaimana sekarang kabar adik kamu. Ibu sangat kwatir." sahut Ibu Nurhaida mengkawatirkan Olivia yang tak Kunjung pulang semenjak kepergiannya 8 bulan yang lalu. Hal itu membuat Ibu Nurhaida begitu mengkhawatirkan Olivia.


Dulu Olivia masih sering memberi kabar kepada ibu Nurhaida dan juga Anisa. Sehingga Ibu Nurhaida tidak terlalu memikirkannya. Tetapi untuk akhir-akhir ini semenjak kelahiran baby Arya Vito, Olivia jarang sekali menghubungi nomor ponsel ibu Nurhaida.


Membuat ibu Nurhaida tidak dapat merasa tenang. Satu bulan lebih lamanya, Olivia tidak memberi Kabar kepada ibu Nurhaida.


"Ibu tenang saja. Nanti Anisa akan ke kantor Samera Company pasti Vika mengetahui Di mana keberadaan Olivia saat ini.


" Bagaimana mungkin kamu ke tempat pekerjaan Vika, sementara Vika sudah tidak bekerja lagi di kantor Tuan Daniel." ucap ibu Nurhaida kepada Anisa.


"Aku mendengar kabar, Kalau Vika sudah kembali bekerja di sana. Jadi biarkan Anisa pergi mencari Vika dan Tuan Daniel ke sana. Mungkin mereka mengetahui kabar tentang Olivia Bu." sahut Anisa sambil mengembangkan senyumnya memberi harapan kepada Ibu Nurhaida.


Entahlah sepertinya Adik kamu menyimpan sesuatu, yang sama sekali Ibu tidak ketahui. Makanya hingga saat ini Olivia tak kunjung pulang ke rumah. Anisa menghela nafas berat Ia pun merasa bersalah kepada Olivia.


Semenjak operasi pencangkokan ginjal Anisa Olivia jarang sekali berada di rumah. Anisa sangat mengetahui biaya operasi pencangkokan ginjalnya uang pinjaman Olivia kepada Tuan Daniel.


Anisa berpikir kalau Olivia pergi bekerja sampai ke luar kota untuk membayar hutang hutang Olivia yang uangnya digunakan untuk biaya pengobatan Anisa. "Ya Tuhan ini berat Pasti. gara gara aku, adikku Olivia jadi menanggung beban." gumam Annisa dalam hati merasa bersalah kalau dirinyalah yang menjadi beban selama ini.


Di tempat lain, tepatnya di salah satu lapas yang lokasinya lumayan jauh dari tempat tinggal ibu Nuraida, seorang lelaki paruh baya harus menanggung segala apa yang ia perbuat di dalam balik jeruji besi.


Setelah beberapa bulan yang lalu Pak Roberto digebuki oleh masyarakat akibat ketahuan mencabuli anak di bawah umur.


Pak Roberto sudah terlihat kurus dan tak terurus. Tak ada satu keluarga yang datang mengunjunginya ke lapas, sama seperti tahanan lainnya. Pak Roberto meratapi nasibnya selama berada di balik jeruji besi. Tak satupun wanita-wanita yang pernah menjadi istri Sirihnya yang datang menghampiri dirinya.

__ADS_1


Tiba-tiba ia teringat kepada ibu Nurhaida Olivia dan Anisa. Pak Roberto sudah mengira kalau saat ini, Anisa sudah menghadap sang khalik. Tetapi Tuhan masih menyayangi Anisa. Anisa sampai sekarang masih sehat walafiat. Anak yang selama ini diinginkan oleh Pak Roberto pergi untuk selamanya dari muka bumi ini. Karena baginya mustahil bagi Anisa sembuh dari penyakit ginjal yang Anisa rasakan.


Tetapi dengan kemurahan Tuhan, Anisa dapat sembuh.Dengan berbagai cara dilakukan oleh Olivia. Sekalipun dirinya harus mengorbankan keperawanannya untuk mendapatkan biaya pengobatan sang kakak yang sangat ia sayangi.


Mudah-mudahan kalian baik-baik saja di sana. Aku minta maaf selama ini telah menyusahkan kalian. Mulai saat ini aku tidak akan mengganggu kehidupan kalian." Pak Roberto membatin.


Sebenarnya Daniel sudah mengetahui apa yang terjadi kepada Pak Roberto. Tetapi Daniel sengaja tidak memberitahu kepada ibu Nurhaida dan juga Olivia. Karena Daniel tidak ingin membuat Olivia terbebani akan apa yang terjadi kepada Pak Roberto.


"Apalagi dengan ibu nurhaida. Ia tidak ingin menambah beban pikiran ibu Nuraida. Beban Ibu Nurhaida sudah banyak dengan kepergian Olivia yang tiba-tiba dari tengah-tengah kehidupan mereka. Selama 8 bulan sehingga Daniel memilih bungkam.


Tetapi Daniel tidak lupa untuk tetap memberikan sesuatu kepada pak Roberto. agar dirinya tidak diganggu oleh sesama tahanan di lapas. Sehingga Daniel meminta kepada pihak terkait untuk menempatkan Pak Roberto di ruangan yang tidak terlalu banyak penghuninya.


Sekalipun Daniel harus rela mengeluarkan Kocek yang lumayan, agar pak Roberto mendapatkan perlakuan khusus di lapas. dan tidak terlalu berdesak-desakan.


Beberapa menit setelah angkutan umum, menelusuri jalanan ibukota, kini Annisa sudah tiba di samera company. Anisa menyetop Pak sopir agar dirinya segera turun dan masuk ke kantor samera company. Setelah memberikan ongkosnya, Anisa berjalan masuk ke samera company.


"Maaf Mbak Anda mau ke mana? tanya salah satu petugas keamanan di sana.


" Saya ingin bertemu dengan Vika dan Tuan Daniel apa Vikanya ada atau Tuan Daniel? tanya Anisa kepada petugas keamanan yang berjaga di pos.


"Vika ada. Tetapi sepertinya Tuan Daniel belum tiba di kantor." ucap petugas keamanan itu kepada Anisa. "Tidak apa-apa saya ingin bertemu Vika sekarang." sahut Anisa menginginkan dirinya bertemu dengan Vika saat itu juga.


Petugas keamanan itu mempersilahkan Anisa menemui Vika di kantor Samera company. Vika yang tidak mengetahui kehadiran Anisa di sana, tetap mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya di sana.


Ketika Anisa berada di ruangan yang lokasinya tidak jauh dari ruang kerja Vika, Vika melihat kehadiran Anisa di sana. Ia langsung berlari menghampiri Anisa.

__ADS_1


"Kak Anisa!" teriak Vika sambil langsung memeluk Anisa.


"Kakak ngapain ke sini?


"Saya mencari kamu atau mencari Tuan Daniel


"Memangnya ada apa Kakak mencariku?


"Setiap hari Ibu menangis mengkhawatirkan Olivia. Apakah kamu tahu di mana Olivia saat ini? apakah Olivia saat ini baik-baik saja?" tanya Anisa berharap Vika memberitahu kepada dirinya keberadaan Olivia saat ini.


"Kalian Tenang saja. Olivia saat ini baik-baik saja. Mungkin bulan depan Olivia sudah kembali ke Jakarta. Sampaikan kepada ibu Nurhaida kalau Olivia baik-baik saja di sana. mungkin sebentar lagi tugas dan tanggung jawabnya berada di luar kota, sudah selesai." ucap Vika berusaha menjawab dengan tenang.Agar Anisa tidak curiga kepadanya.


Tiba-tiba Daniel masuk ke ruang kerjanya. Anisa langsung berlari meninggalkan Vika menuju ruang kerja Daniel. Berharap mendapat penjelasan dari Daniel keberadaan Olivia saat ini. Daniel terhenyak ketika Anisa langsung membuka pintu ruang kerjanya, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Dimana Olivia?


"Ibuku sangat mengkhawatirkannya. Ibuku sangat gelisah memikirkan adikku yang tak kunjung ada kabar hingga saat ini. Tolong jujur sama saya, pasti Tuan mengetahui Di mana keberadaan Olivia saat ini. Mohon Anisa kepada Daniel.


Daniel berdiri dari tempat duduknya, menghampiri Anisa yang berdiri di dekat pintu ruang kerja Daniel. "Kamu tenang saja, Olivia baik-baik saja. Kalian tidak perlu mengkhawatirkan Olivia." sahut Daniel sambil mengembangkan senyumnya.


Bersambung..


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2