PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 67. KESAL


__ADS_3

Ketika Daniel sudah menyelesaikan tugas pentingnya, Ia pun berlalu meninggalkan kantor yang ia Pimpin selama ini. Daniel meminta kepada sopir pribadi yang selama ini setia menghantarkan Daniel jika bepergian ke mana saja, menghantarkan Daniel ke rumah yang selama ini ditempati oleh ibu Nurhaida dan keluarganya.


"Antarkan saya ke rumah ibu mertua saya." ujar Daniel kepada Pak Yono agar Pak Yono segera menghantarkan dirinya menemui Olivia dan baby Arya Vito, yang saat ini berada di rumah ibu Nurhaida. Jam menunjukkan pukul 17.35 menit. itu artinya para pekerja saatnya untuk pulang ke rumah masing-masing. Sehingga kemacetan terjadi di ibukota. Membuat Pak Yono sedikit kesal melihat kemacetan yang panjang menuju rumah keluarga ibu Nurhaida.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 1 jam melewati jalanan macet di ibukota, akhirnya mobil yang dikendarai Pak Yono pun tiba.Dia langsung menghentikan mobil yang ia kendarai tepat di halaman rumah sederhana yang selama ini ditempati oleh ibu Nurhaida. Olivia yang mendengar suara deruan mobil suaminya pun beranjak dari tempat duduknya guna menyambut kepulangan suaminya.


"Assalamualaikum! Saa Daniel sambil memberi salam kepada ibu Nurhaida dan Pak Roberto yang masih duduk di warung sembako milik mereka. Pak Roberto menyambut salam Daniel dan mengembangkan senyumnya mempersilahkan Daniel masuk ke rumah. karena Olivia dan baby Arya Vito berada di rumah mengingat sore itu baby Arya Vito tertidur pulas.


"Mas sudah pulang? tanya Olivia menghampiri suaminya yang sedang berinteraksi dengan kedua orang tuanya.


"Dimana Putra kita sayang?" tanya Daniel yang ingin sekali melihat putranya.


"Jadi yang dicari sekarang hanya Putra kita baby Arya Vito, kalau Olivia tidak lagi?" gerutu Olivia sambil menatap suaminya dengan tatapan tajam.


"Bukan begitu maksud mas sayang. Mas hanya melihat kamu keluar sendirian tanpa baby Arya Vito." ucap Daniel kepada Olivia tetapi sepertinya Olivia sudah tampak kesal kepada suaminya. Sekalipun demikian Olivia tetap memberi salam kepada suaminya ia tahu kalau suaminya saat ini sedang lelah dan Olivia tidak ingin membebani pikiran suaminya.


"Putra kita sedang tertidur pulas setelah minum susu formula yang aku berikan sebelumnya." sahut Olivia. Tiba-tiba Olivia kembali mual dan Olivia pun berlari masuk ke rumah untuk memuntahkan seluruh isi perutnya.

__ADS_1


Olivia berlalu ke kamar mandi.Ia sudah tidak sanggup lagi, karena terasa lelah memuntahkan segala isi perutnya. tubuh Olivia sudah tampak tak berdaya, seolah dunia ini berputar baginya. " Ada apa ini mengapa Aku terasa pusing?" gumamnya di dalam hati sembari berusaha melangkah keluar dari kamar mandi.


Tetapi ia tidak sanggup melakukannya. Hampir saja Olivia terjatuh. Untung ada Daniel yang langsung menghampiri dan membantu Olivia untuk menuntun Olivia masuk ke dalam kamar. berniat agar Olivia istirahat terlebih dahulu berharap kondisi Olivia semakin membaik.


"Kamu meminum vitamin kamu tidak sayang?" tanya Daniel penuh selidik kepada Olivia


"Maaf Mas, Olivia kelupaan membawanya dari rumah sahutnya membuat Daniel menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah Mas hubungi saja dokter sekarang. agar kamu diperiksa kembali. Siapa tahu terjadi sesuatu.


"Tidak perlu lebay seperti itu mas. dulu waktu hamil baby Arya Vito, lebih parah lagi dari ini. jadi tidak perlu menghubungi dokter. Dengan istirahat sebentar saja Olivia akan baik-baik saja." ucap Olivia kepada Daniel membuat Daniel semakin merasa bersalah mengingat di masa lalu kala Olivia hamil Arya Vito Daniel tidak ada di sampingnya.


"Sudah lah mas, Yang Lalu biarlah Berlalu tidak perlu diingat lagi. yang penting sekarang Mas sudah sayang dan cinta kepada Olivia. tunjukkan kalau kamu itu suami yang bertanggung jawab. Jangan pernah meninggalkan kami, jika saat bagaimanapun karena kami ini adalah keluarga kamu dan baby Arya Vito dan bayi yang ada di rahim Olivia ini merupakan generasi penerus Daniel Gladuks." ucap Olivia sambil berusaha mengembangkan sebelumnya.


Walaupun pusing di kepalanya masih sangat terasa. Daniel menatap istrinya perkataan bijak Istrinya membuat Daniel yakin kalau Olivia benar-benar mampu membina dan mendidik anak anaknya walaupun usia Olivia tergolong muda dibandingkan dengan Daniel.


"Oh ya sayang, Kak Anisa di mana? Apa Kak Anisa bersedia menjenguk Arif di rumah sakit? tanya Daniel penuh selidik.

__ADS_1


" kamu tenang saja mas, serahkan semuanya kepada Olivia. Olivia akan berhasil merayu kak Anisa agar kak Anisa bersedia menjaga dan merawat Arif selama berada di rumah sakit.


"Maksud kamu apa sayang? tanya Daniel yang belum paham apa yang diutarakan oleh istrinya saat ini. kak Anisa sedang berada di rumah sakit. Awalnya dirinya ingin menjenguk Arif saja. Tetapi Arif menahannya disana dan memohon agar Anisa yang menjaga dirinya dan kebetulan dokter Iskandar dan nyonya Anjani yang meminta sendiri agar Anisa berjaga di rumah sakit."ucap Olivia kepada Daniel walaupun dirinya masih merasa pusing.


"Alhamdulillah kalau kak Anisa bersedia menjenguk Arif di rumah sakit. itu artinya Arif akan segera sembuh dan dapat membantu Mas di kantor lagi."ucap Daniel sambil mengembangkan senyumnya kalau dirinya akan mendapat bantuan dari Arif, ia sedikit kewalahan saat Arif dan Alex tidak ada di kantor membantu dirinya.


Walaupun sekian banyak karyawan-karyawati yang bertugas disana yang mampu menangani tugas dan tanggung jawab Daniel di kantor, hanyalah Arif dan Alex karena mereka memiliki ilmu yang cukup tinggi. dan dapat diandalkan oleh Daniel untuk membantu dirinya mengelola perusahaan yang selama ini dia Pimpin.


Berkembangnya perusahaan milik Daniel bukan hanya karena Daniel sendiri. Tetapi karena bantuan Alex dan Arif. Begitu juga dengan para karyawan karyawati Yang setia mengabdikan diri di kantor yang ia Pimpin. Anak cabang perusahaan milik Daniel memang ada di berbagai provinsi.


Bahkan juga ada di luar negeri. Hal itulah yang membuat Daniel sibukkan dengan aktivitasnya. Tetapi sesibuk-sibuknya Daniel Ia tetap meluangkan waktunya kepada istri dan anaknya. Apalagi setelah Daniel menikah dengan Olivia,ia benar-benar berubah sikapnya.


Yang dulunya suka sekali gonta-ganti pasangan, bahkan menganggap Wanita hanya mainan belaka. Kala itu, Daniel sering sekali mengundang wanita wanita cantik masuk ke ruang kerjanya untuk meluaskan hasratnya. ketika Daniel belum menikah dan memiliki hubungan dengan Olivia.


Saat itu Olivia masih bertugas sebagai karyawan di perusahaan yang dipimpin oleh Daniel. Saat itu, Olivia sangat membenci sikap Daniel yang kerap sekali mempermainkan wanita. Bahkan menganggap wanita itu hanya mainan dan tidak penting baginya. Sering sekali Daniel dan Olivia berdebat akan pendapat mereka masing-masing.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2