
Setelah selesai berbicara dengan Pak Roberto, dan Pak Roberto sudah menikmati menu makanan yang sudah dibawa oleh Ibu Nuraida. Pihak kepolisian melihat waktu yang sudah berlalu kini waktunya Ibu Nurhaida harus segera meninggalkan Pak Roberto.
Karena waktu yang diberikan oleh pihak kepolisian sudah habis. Kini ibu Nurhaida berpamitan kepada Pak Roberto, dan berjanji akan kembali melihat Pak Roberto. Isak tangis Ibu Nurhaida tidak dapat ia bendung. Air mata mengalir begitu saja di wajah Ibu Nurhaida.
Padahal Ia sudah berusaha membendung air matanya ketika berbicara dengan Pak Roberto.
Pak Roberto kembali ke ruang tahanannya. sementara Ibu Nuraida sudah berlalu meninggalkan lapas dimana Pak Roberto di tahan.
***
"Ya Alloh, istriku Nurhaida yang sangat setia kepadaku selama ini, aku sia-siakan. Ternyata dia memang benar-benar tulus mencintai dan menyayangiku. Mengapa aku tega menyakitinya. Ya Alloh ampuni aku ya Alloh." gumam Pak Roberto dalam hati sembari terus memperhatikan langkah istrinya.
Sementara Pak polisi sudah meminta kepada Pak Roberto, agar segera kembali ke ruang tahanannya. Sejujurnya Ibu Nurhaida tidak tega meninggalkan suaminya tetap berada di dalam balik jeruji besi. Tetapi ia tidak dapat melakukan apa-apa.
Karena kesalahan yang dilakukan Pak Roberto cukup fatal. Sehingga pihak Kepolisian mengatakan kepada Ibu Nuraida, kecil kemungkinan pak Roberto dapat bebas kembali.
Di tempat lain, tepatnya di rumah sederhana Milik ibu Nurhaida, terlihat Anisa mencari sosok Ibu Nurhaida yang sama sekali tidak kelihatan dirumah sederhana milik mereka. Setelah Anisa terbangun dari tidurnya, ia tidak melihat ibu Nurhaida. Sehingga Anisa membuka warung sembako milik mereka sendirian.
Terlihat Ibu Narsih datang menghampiri Anisa. " Anisa, kemana ibu Kamu tadi pagi sudah rapi dengan membawa rantang? tanya ibu Narsih yang selalu ingin kepo dengan urusan keluarga ibu Nurhaida dan Anisa.
" Saya juga tidak tahu ibu saya pergi kemana. Soalnya dari tadi Saya mencari ibu, tidak ada." sahut Anisa jujur. " iya, tadi pagi-pagi sekali ibu melihat ibu kamu, pergi dengan menggunakan ojek online dengan membawa rantang membuat saya penasaran kemana ibu kamu pergi. Dan mengapa tidak memberitahu kepadamu?" ucap Ibu Narsih yang mampu membuat Anisa merasa bingung. Mengapa tiba-tiba ibunya pergi tanpa berpamitan kepadanya.
__ADS_1
"Oh ya, Ibu Narsih mau beli apa? tanya Anisa untuk mengalihkan pembicaraan. Tetapi sepertinya Ibu Narsih tidak dapat dikelabui oleh Anisa.
"Tuh.... tuh... tuh! lihat ibu kamu sudah datang membawa rantang dengan menggunakan ojek online." ucap ibu Narsih yang baru melihat ibu Nurhaida sudah tiba di sana.
Anisa melihat ibu Nurhaida turun dari ojek online, yang ia pesan sebelumnya. lalu ibu Nurhaida menghampiri Anisa. " Ibu Darimana saja? Anisa mencari ibu." tanya Anisa penuh selidik. Ibu Nurhaida mengembangkan senyumnya. lalu ia pun mengatakan kepada Anisa kalau dirinya akan berbicara apa saja yang dilakukan ibu Nurhaida pagi itu. Tetapi tidak saat ini. Nanti setelah usaha dagang sembako yang mereka memiliki tutup terlebih dahulu. Agar dapat berbicara dengan leluasa.
****
"Sayang apa kamu pagi ini masuk ke kantor?" tanya Olivia penuh selidiki kepada suaminya Daniel.
"Tidak Sayang, memangnya kenapa? tanya Daniel.
"Tidak Mas, hanya saja.Aneh melihat mas pagi-pagi begini sudah terlihat rapi. Kalau tidak ke kantor, Mas mau kemana? apa Mas ingin bertemu dengan seorang wanita yang menjadi sainganku?' tanya Olivia bercanda kepada suaminya.
Olivia langsung mengalungkan tangannya di bagian jenjang leher Daniel. Daniel yang melihat tingkah manja istrinya, merasa dirinya ingin sekali langsung melahap bibir manis itu. yang sudah candu baginya. Ia pun langsung memberikan kecupan hangat di bibir manis Olivia.
Membuat Olivia membulatkan matanya. "Kamu ya mas, bisa saja pagi-pagi seperti ini sudah main nyosor saja." gerutu Olivia sambil mengembangkan senyumnya. "Bagaimana tidak mas gemas melihat istri mas yang cantik, seksi ini.Kamu mampu memporak-porandakan hati suami kamu Tampan ini." ucap Daniel yang mampu membuat Olivia tertawa ngakak.
"Apa mas?
"Apa cintamu begini terus sampai usia kita senja Mas? Olivia kuatir jika Olivia sudah tidak terlihat muda lagi, Mas akan bosan kepada Olivia. Dan mencari wanita lain yang lebih muda dari Olivia." ucap Olivia merasa kuatir, suaminya akan berpaling darinya. Jika usianya sudah tidak mudah lagi.
__ADS_1
Membuat Daniel tertawa ngakak. Memangnya hanya kamu yang akan tua Sayang? sepertinya Mas yang lebih tua saja tidak mengatakan seperti itu, kepada Mu sayang Perbedaan usia kita cukup jauh. Mas akan jauh lebih tua dibandingkan kamu nantinya. Kamu tahu bukan? kalau saat ini usia Mas sudah tidak mudah lagi. Hampir sudah kepala empat. Sedangkan kamu belum ada 20 tahun." ucap Daniel membandingkan perbedaan usia mereka.
Membuat Olivia langsung ketawa ngakak. mengingat perbedaan usia mereka yang cukup jauh. Tetapi usia tidak menjadi patokan bagi mereka. mereka sama-sama saling mencintai. Ketika keduanya asyik ngobrol bersama, tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga Olivia dan Daniel.
Membuat Olivia dan Daniel menghentikan curhatan mereka. Daniel meninggalkan Olivia lalu membuka pintu. Tanpa aba-aba, Nyonya Eliana masuk dengan membawa baby Arya Vito. " jam segini kamu masih saja di kamar. Pasti kamu menggempur istri kamu malam ini habis-habisan. Sehingga menantuku tidak bisa turun ke bawah." gerutu Nyonya Eliana memperhatikan sosok putranya dan juga menantunya yang masih belum membersihkan diri.
"Mami tahu saja apa yang Daniel lakukan. memang Mami, wanita yang sangat luar biasa. Dapat mengetahui apa yang dilakukan putranya dan menantunya. Apa Mami merasa keberatan Kalau Daniel menggempur istri Daniel sendiri?" tanya Daniel berniat bercanda kepada Nyonya Eliana.
Membuat Nyonya Eliana menatap putranya dengan tatapan tajam. lalu menarik telinganya hingga Daniel meminta ampun kepada Nyonya Eliana. "Kamu ya, ngomong asal saja." ucap Nyonya Eliana sambil menjewer telinga Daniel
"Ampun.... ampun.... mom, sakit keluh Daniel. membuat Olivia dan nyonya Eliana tertawa ngakak. Makanya jangan membuatmu terlalu kelelahan. Dasar pria mesum, tak ada ubahnya dengan Papinya. Papinya saja sudah usianya senja tetapi seperti anak muda. gerutu Nyonya Eliana sembari menatap Olivia dan Daniel secara bergantian.
lalu Olivia meraih tubuh putranya yang ada di gendongan Nyonya Eliana. Ia pun memberikan kecupan hangat di wajah tampan putranya yang terlihat menggemaskan." Ya sudah, berdebat dengan kamu tidak akan ada menangnya.
lebih baik mami pergi dan menemui Papi kamu. Yang dari tadi menggerutu, tidak mau keluar dari kamar sebelum Mami memberikan jatah kepadanya." ucap Nyonya Eliana Sambil tertawa cengengesan mengingat tingkah suaminya yang membuat dirinya menghantarkan Baby Arya Vito pagi itu ke kamar yang ditempati oleh putranya Daniel dan Olivia.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
__ADS_1
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN