
Ada rasa bahagia di hati Tuan Gladuks ketika melihat sosok wanita di masa lalunya ada di ruang kerja putranya Daniel Gladuks.
"Sudah lama kita tidak bertemu. Bagaimana kabarmu? Tuan Gladuks berusaha memberanikan diri bertanya kepada Nyonya Eliana.
"Nyonya Eliana tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Tuan Gladuks dengan tatapan kerinduan yang amat dalam. Tetapi ketika Nyonya Eliana Mengingat penghianatan yang dilakukan Tuan Gladuks terhadapnya. Rasa bencinya lebih besar di bandingkan dengan rasa rindunya.
"Apa kamu ada waktu sebentar? saya ingin berbicara dengan kamu Eliana." mohon Tuan Gladuks, berharap nyonya Eliana bersedia memberikan waktu untuknya.
Nyonya Eliana hanya terdiam. Ia menatap Daniel dengan tatapan penuh tanya. Seolah Nyonya Eliana meminta persetujuan kepada putranya kalau saat ini akan memberi waktu kepada Tuan Gladuks untuk membicarakan sesuatu kepadanya.
Tetapi Daniel mengerdikkan bahunya. Itu artinya Daniel menyerahkan segalanya kepada Nyonya Eliana, tanpa ada niatan sedikitpun untuk ikut campur urusan kedua orang tuanya itu.
Sejujurnya Daniel menginginkan Nyonya Eliana dan Tuan Gladuks kembali bersatu. Tetapi Daniel tidak dapat memaksakan kehendaknya, karena sudah terlalu sakit perbuatan yang dilakukan oleh Tuan Gladuks kepada Nyonya Eliana. Sehingga Daniel menyerahkan segalanya kepada Nyonya Eliana.
Tetapi sepertinya Nyonya Eliana belum siap ingin berbicara dengan Tuan Gladuks. Tuan Gladuks berusaha memohon kepada Nyonya Eliana, agar memberikan kesempatan kepada Tuan Gladuks untuk berbicara dengan Nyonya Eliana.
Nyonya Eliana memilih untuk meninggalkan Tuan Gladuks dan Daniel di ruang kerja Daniel. "Kalau begitu mom pamit dulu ya sayang, mom tidak ingin terlalu lama meninggalkan cucu Mami di rumah." ucap Nyonya Eliana kepada Daniel.
"Biarkan supirku mengantarkan kamu mom." ujar Daniel kepada Nyonya Eliana. Mom bawa sopir sendiri. Mom tidak ingin merepotkan kamu sayang." ucap Nyonya Eliana sembari memeluk putranya yang sangat ia sayangi.
Daniel menghantarkan Nyonya Eliana sampai ke dalam mobil. Ia tidak ingin membuat Nyonya Eliana tidak merasa nyaman ketika datang ke kantornya. Karena baru pertama kali Nyonya Eliana menginjakkan kaki di kantor yang dipimpin putranya sendiri.
__ADS_1
"Ada rasa bahagia di hati Daniel ketika mendapat perhatian lebih dari Nyonya Eliana, dengan membawakan menu makan siang untuknya. Masakan Nyonya Eliana sendiri. situasi yang sangat dirindukan oleh Daniel selama ini.
"Bagaimana mungkin kamu bisa bertemu dengan Eliana??" tanya Tuan Gladuks ketika Daniel sudah kembali ke ruang kerjanya. Papi terlalu bodoh. Jika Daniel menginginkan sesuatu, pasti aku akan mendapatkannya.
" Daniel berusaha mencari keberadaan Mami sampai ke ujung dunia pun akan Daniel cari. dan untungnya anak buahku Alex dan Arif begitu pintar dan dapat diandalkan untuk mencari keberadaan Mami, yang dulunya Papi katakan kalau Mami menikah dengan lelaki lain yang lebih kaya dari Papi.
Tetapi nyatanya hingga saat ini Mami belum pernah menikah setelah berpisah dengan Papi, dan meninggalkan Daniel. Mami juga meninggalkan Daniel dengan terpaksa karena Papi memenangkan Hak asuh Daniel kala itu. Karena Mami tidak memiliki pekerjaan tetap yang dapat menjamin Mami dapat membiayai kehidupan Daniel kala itu.
Padahal yang sebenarnya bukan itu yang terjadi, itu semua karena rekayasa yang Papi ciptakan bersama Julia istri Papi yang penuh dengan sandiwara itu. Lebih baik Papi intropeksi diri sendiri dan meminta maaflah kepada Mami. Siapa tahu Mami bersedia memaafkan Papi atas segala fitnah keji yang Papi lakukan kepada mami.
Bukan hanya menghianati Mami, tetapi Papi memfitnah Mami juga. Dan itu kesalahan yang sangat fatal. Jika Daniel ada di posisi Mami, maka Daniel tidak akan mengampuni Papi bagaimanapun caranya.
****
Setelah penghianatan yang dilakukan mantan suaminya ayah kandung dari Daniel. Kini Nyonya Eliana bertemu kembali dengan lelaki yang sudah menyakiti hatinya berulang kali.
Sulit bagi Nyonya Eliana dapat memaafkan Tuan Gladuks.
Tiba-tiba Olivia masuk dengan membawa baby Arya Vito ke kamar Nyonya Eliana. Padahal Olivia sama sekali belum pernah memasuki kamar pribadi Nyonya Eliana.
Melihat pintu terbuka, Olivia langsung masuk menghampiri Nyonya Eliana. Olivia terhenyak melihat sosok Nyonya Eliana menangis sesungguhkan. "Mom.... Panggil Olivia ketika mendengar suara tangis Nyonya Eliana.
__ADS_1
Nyonya Eliana mendongakkan kepalanya. lalu memeluk Olivia bersama cucu yang sangat ia sayangi. "Ada apa mom kalau ada masalah cerita kepada Olivia, siapa tahu bisa Olivia bantu." ujar Olivia sambil menghapus air mata Nyonya Eliana yang membasahi wajah cantik wanita paruh baya itu.
Nyonya Eliana meraih tubuh mungil cucunya Arya Vito. Ia memberikan kecupan hangat di wajah tampan cucunya. "Mami tidak mementingkan kebahagiaan Mami, yang mami inginkan kehidupan Daniel, kamu dan cucu mami bahagia di masa yang akan datang." ucap Nyonya Eliana membuat Olivia mengerutkan keningnya.
Olivia bingung apa maksud dan tujuan perkataan Nyonya Eliana saat itu. Nyonya Eliana tidak ingin membuat Olivia penasaran Apa yang terjadi, sehingga Nyonya Eliana pun menceritakan kepada Olivia tentang pertemuannya dengan tuan Gladuks di ruang kerja Daniel, saat menghantarkan menu makan siang untuk Daniel hari itu.
Hari ini, Olivia baru mengetahui apa yang sebenarnya yang terjadi di kehidupan Daniel sehingga kehidupan Daniel kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya. hHal itulah yang membuat Daniel terbentuk menjadi lelaki yang egois dan Arogant.
Kali ini Olivia menjadi paham apa yang terjadi hubungan rumah tangga Tuan Gladuks dan juga Nyonya Eliana.
"Sudah mom tidak perlu dipikirkan. Yang penting Sekarang mom sudah bertemu dengan mas Daniel dan juga cucu mami yang tampan ini." ucap Olivia kepadanya Eliana.
Nyonya Eliana memohon kepada Olivia agar bersedia memaafkan Daniel. Karena Nyonya Eliana ingin cucunya memiliki orang tua yang lengkap. Ia tidak ingin kejadian yang menimpa Daniel kala kecil, terjadi kepada cucunya Arya Vito.
Olivia mengembangkan senyumnya menatap Nyonya Eliana dengan Tatapan yang sulit diartikan. "Mom beri Olivia ke waktu. Karena hingga saat ini ibu dan kakak Olivia, belum mengetahui apa yang terjadi kepada Olivia saat ini.
Mereka belum mengetahui kehadiran Arya Vito, sehingga Olivia belum bisa mengambil keputusan. Olivia takut ibu dan kakak akan kecewa kalau mereka mengetahui apa yang Mas Daniel lakukan, sehingga Olivia harus meninggalkan ibu dan kakak saat mereka membutuhkan Olivia." ucap Olivia berharap Nyonya Eliana paham akan situasi Olivia saat ini
"Kamu jangan khawatir, nanti mami dan Daniel yang akan mencoba menjelaskan kepada Ibu Nuraida dan juga Anisa. Mungkin mereka akan paham situasi saat ini, sehingga kamu pergi meninggalkan mereka." ucap Nyonya Eliana sambil kembali memeluk Olivia.
Bersambung....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE COMMENT VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏