
Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Anisa terbangun dari tidurnya. Ia mencari keberadaan Ibu Nurhaida. Tetapi ketika ia mencari keberadaan ibu Nuraida, Anisa sama sekali tidak melihat sosok ibu Nurhaida di rumah.
"Bu.....Bu....!" panggil Anisa sambil terus mencari keberadaan ibu Nurhaida. Anisa keluar. Ternyata ibu Nurhaida sudah ada diwarung Milik mereka yang terlihat sibuk menyusun barang dagangannya.
"Ada apa teriak-teriak memanggil Ibu Anisa?" tanya ibu Nurhaida mendengar teriakan Anisa memanggil dirinya.
"Maaf Bu, Anisa telat bangun pagi ini. Jadi Ibu duluan deh, yang buka warung Maaf ya bu." ucap Anisa meminta maaf kepada ibu Nurhaida.
Tidak apa-apa cepatlah mandi. Habis itu kamu yang menggantikan Ibu menjaga warung. Karena Ibu ingin pergi ke undangan hari ini." ujar Ibu Nurhaida. Agar Anisa segera membersihkan diri pagi itu.
Anisa kembali berlalu ke rumah berniat untuk melakukan ritual mandinya. 15 menit kemudian Anisa menyelesaikan ritual mandinya. Ia menggunakan pakaian santai yang biasa ia gunakan di rumah. Setelah terlihat bersih dan rapi Anisa menggantikan Ibu Nurhaida menjaga warung tempat mereka mengais rezeki.
Terlihat para ibu-ibu tetangga sudah berdatangan berbelanja ke warung Milik ibu Nurhaida. Ibu Narsih datang menghampiri Anisa."Anisa ibu beli rinso dan berasnya dong." ucap Ibu Narsih yang selalu kepo akan urusan orang lain.
Baik bu ditunggu sebentar ya sahut Anisa sambil mengembangkan senyumnya menatap Ibu Narsih."Tumben banget tidak ngoceh pagi ini, biasanya mulut pedasnya sudah mengoceh di sini." gumam Anisa dalam hati sembari mengambil pesanan Milik ibu Narsih.
Tiba-tiba Ibu Almaira datang ke warung Milik ibu Nurhaida bertanya kepada Anisa. "Anisa bisa minta tolong tidak? tanya ibu Almaira memohon kepada Anisa berharap Anisa bersedia membantu dirinya.
"Ada apa Ibu Almaira? jika bisa Anisa bantu pasti akan Anisa bantu." sahut Anisa kepada Ibu Almaira. Begini nak Anisa, keponakan Ibu baru datang dari kampung berniat untuk mencari pekerjaan. Tetapi sudah beberapa lamaran layangkan tak kunjung dapat panggilan kerja. Kamu bisa tidak ngomong kepada Olivia atau Daniel siapa tahu ada lowongan di perusahaan milik adik ipar kamu?" ucap Ibu Almaira berharap keponakannya dapat bekerja di perusahaan milik Daniel ataupun Nyonya Eliana.
Anisa mengembangkan senyumnya. Menatap Ibu Almaira dengan tatapan penuh arti. sejujurnya Selama ini, Ibu Almaira bersikap ramah dan baik kepada keluarga Anisa. Tetapi Anisa tidak dapat memastikan ada tidaknya lowongan kerja di perusahaan yang Daniel Pimpin atau perusahaan milik Nyonya Eliana.
"Begini bu, ada tidaknya lowongan pekerjaan di perusahaan milik Daniel saya kurang mengetahuinya. Tetapi nanti saya akan coba tanya kepada Daniel,siapa tahu ada lowongan pekerjaan disana." sahut Anisa dibalas anggukan dari Ibu Almaira.
__ADS_1
Ibu Almaira berlalu meninggalkan Anisa. tentunya setelah dirinya berpamitan kepada Anisa. Sejujurnya Anisa ingin sekali membantu keponakan Ibu Almaira, tetapi ia juga tidak dapat berbuat apa-apa. Hanya saja Anisa dapat bertanya langsung kepada pemilik perusahaan ada tidaknya lowongan pekerjaan di sana.
Anisa meraih ponsel miliknya. Berniat untuk menghubungi Olivia padahal Anisa, sebenarnya mengetahui kalau adiknya sekarang ini, sedang melakukan perjalanan bulan madu. Tetapi karena merasa tidak tega kepada keponakan Ibu Almaira yang selama ini bersikap baik kepada keluarga mereka. Membuat dirinya pun memberanikan diri menghubungi Olivia saat ini.
Kring.....
Kring.....
Kring.....
Suara Deringan ponsel milik Olivia terdengar jelas di telinganya. Ia meraih ponsel yang ada di tas sandang miliknya. Dan melihat nomor ponsel milik Anisa yang menghubunginya. Karena merasa khawatir, Olivia menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Olivia.
"Hallo assalamualaikum!" Sapa Olivia dari ujung telepon.
"Alhamdulillah kabar Olivia dan suami Olivia baik-baik saja kak, Bagaimana kabar kak Anisa dan juga Ibu di sana apa baik-baik saja?" tanya Olivia penuh selidik "Alhamdulillah kondisi kami juga baik-baik saja di sini mudah-mudahan perjalanan bulan madu kalian sangat menyenangkan.
Setelah selesai bertegur sapa dalam sambungan telepon selulernya kepada sang kakak, kini Anisa bertanya kepada Olivia mengenai lowongan pekerjaan yang ada di perusahaan milik Daniel saat ini.
"Begini Olivia, Ibu Almaira datang ke rumah minta tolong agar keponakannya yang baru datang dari kampung mendapatkan pekerjaan di Kota. Sudah banyak surat lamaran yang ia layangkan tetapi tak kunjung mendapat jawaban Sehingga ibu Almira meminta tolong Kepada Ku untuk bertanya kepadamu apa ada lowongan kerja di perusahaan milik suami kamu?
"Kalau masalah itu silakan saja hubungi nomor ponsel Arif dia yang sedang menangani perusahaan bersama dengan Alex karena saat ini Olivia dan emas dalil sedang liburan bulan madu. Nanti mas Daniel akan menghubungi Arif untuk merekomendasikan keponakan Ibu Almaira. Asalkan keponakan Ibu Almaira benar-benar ingin bekerja."sahut Olivia di ujung telepon..
"Ya sudah kalau begitu saya tutup teleponnya dulu kakak ingin menghubungi Mas Arif Siapa tahu keponakan Ibu Almaira dapat langsung bekerja. Kasihan Ibu Almira melihat keponakannya yang tak kunjung mendapat pekerjaan." ucap Anisa mengakhiri sambungan telepon selulernya dengan Olivia.
__ADS_1
Setelah selesai berbicara dengan Olivia di dalam sambungan telepon selulernya. Anisa kembali mencari nomor ponsel Arif yang ada di layar ponselnya. Setelah Anisa menemukan nomor ponsel milik Arif Di sana ia langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. berharap sambungan telepon selulernya tersambung kepada Arif saat itu juga.
Tut....
Tut....
Tut....
Sambungan telepon seluler Anisa akhirnya tersambung kepada nomor ponsel Arif. Arif terhenyak melihat nomor ponsel Anisa yang menghubungi dirinya.Tumben amat ini anak menghubungiku? Biasanya kalau bukan aku duluan yang menghubunginya dia tidak akan pernah menghubungiku?" gumam Arif dalam hati sambil langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Anisa.
"halo assalamualaikum." Sapa Arif di ujung telepon.
"waalaikumsalam Mas Arif,"
"Ada apa Nisa tumben banget menghubungi mas?
kemudian Anisa memberitahu masuk dan tujuan Anisa mempunyai Arif saat itu. mendengar apa yang dikatakan Anisa kepadamu Arif meminta kepada Anisa untuk menghantarkan langsung Almaira ke kantor milik Daniel yang saat ini dikelola oleh Arif dan Alex. Anisa dan Arif akhirnya sepakat untuk menghantarkan keponakan Ibu langsung ke kantor milik Daniel.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
__ADS_1
JANGAN LUPA ,MAMPIR KEKARYA BARU MORATA YANG BERJUDUL "CONTRAC WEDDING 30 DAY'S WITH CEO