PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 111. TANGIS IBU NURHAIDA PECAH


__ADS_3

"Perasaan Ibu kok tidak enak ya dan kepikiran sama adik kamu Olivia. Sepertinya terjadi sesuatu kepada adik kamu." ucap Ibu Nurhaida tampak gelisah dan memikirkan kondisi Olivia saat ini. "Ya Bu Entah kenapa Anisa juga kepikiran kepada Olivia. Apa Olivia saat ini baik-baik saja ya Bu?" tanya Anisa kepada Ibu Nuraida. lalu ibu Nurhaida meminta kepada Anisa untuk segera menghubungi Olivia.


Anisa meraih ponsel miliknya mencoba menghubungi nomor ponsel Olivia. Tetapi nomor ponsel milik Olivia bisa dihubungi. Membuat Anisa semakin khawatir akan kondisi adiknya. Anisa kembali menghubungi nomor ponsel Olivia. Tetapi tetap tidak bisa dihubungi. Hingga akhirnya Anisa menghubungi nomor ponsel Daniel.


Ketika suara deringan ponsel Daniel terdengar jelas di telinganya. Ia melihat nomor ponsel Anisa yang menghubungi dirinya. Daniel bingung harus mengangkat telepon seluler dari Anisa atau tidak. Karena ia tidak ingin membebani pikiran ibu Nurhaida dan juga Anisa.


Tetapi bagaimanapun ibu Nurhaida dan Anisa ibu kandung dan kakak kandung Olivia. Mereka berhak mengetahui kondisi Olivia saat ini. Daniel tidak sanggup memberitahu kepada Anisa apa yang terjadi kepada Olivia. "Apa yang harus aku lakukan sekarang? gumam Daniel dalam hati. lalu ia pun membernakan diri untuk menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya.


Daniel menjawab dengan gugup. " Hallo assalamualaikum." sapa Daniel dalam sambungan telepon selulernya, berusaha untuk tenang. Tetapi ia tidak bisa melakukannya. Dimana Olivia? Kenapa nomor ponselnya tidak bisa dihubungi? pertanyaan itu yang langsung dilontarkan Anisa kepada Daniel.


Daniel terdiam. Ia tidak langsung menjawab. karena Daniel masih bingung Bagaimana caranya menjelaskan kepada Anisa, tentang apa yang terjadi kepada Olivia.


"Kenapa diam? dimana adikku Olivia ? Anisa semakin penasaran karena tak kunjung mendapat jawaban dari Daniel.


Daniel Langsung menangis sesungguhkan di dalam sambungan telepon selulernya. Membuat Anisa semakin penasaran dan sekaligus khawatir. "jawab Daniel Dimana adikku?" tanya Anisa karena dirinya sudah semakin khawatir dan juga penasaran apa yang terjadi kepada adiknya.


Kondisi Olivia saat ini kritis, dan berada di rumah sakit. Olivia diculik seseorang yang kita tidak mengetahui siapa dalang dibalik penculikan Olivia. Saat ini Olivia baru selesai menjalani operasi." ucap Daniel dengan suara gugup. Hal itu membuat Anisa terhenyak dan Langsung menangis histeris.

__ADS_1


"Kenapa baru kamu beritahu kepada kami Daniel? Mengapa bisa ini terjadi? pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan oleh Anisa kepada Daniel. Ia pun langsung mematikan sambungan telepon selulernya ketika ia sudah mendapatkan alamat Rumah Sakit tempat Olivia dirawat saat ini.


Sedangkan ibu Nurhaida yang ikut mendengar apa yang dibicarakan oleh Daniel dan Anisa, kebetulan Anisa menghidupkan speakerphone ponselnya. Agar ibu Nurhaida dapat mendengarnya Ibu Nurhaida jatuh pingsan. Membuat Anisa sedikit kewalahan


Anisa berusaha untuk menyadarkan ibu Nurhaida. Berharap Ibu nurhaida segera Siuman dan dapat melihat Olivia di rumah sakit. "Apa yang harus aku lakukan sekarang? Mengapa bisa ini terjadi kepada adikku? ya Allah mengapa cobaan bertubi-tubi kamu berikan kepada adikku? salah apa adikku dia wanita yang sangat baik. Tetapi Mengapa engkau tega memberikan cobaan yang begitu berat kepadanya. Anisa meratapi apa yang selama ini dialami Olivia.


Olivia sangat menderita. Mulai jadi tulang punggung keluarga, hingga dia harus menahan malu hamil diluar nikah hidup sendiri di luaran sana. Dan sekarang setelah Olivia menikah, ia mengalami hal tragis seperti ini. Anisa meratap membayangkan bagaimana cara Olivia menjalani hari-harinya.


Beberapa menit kemudian setelah Anisa berusaha menyadarkan ibu Nurhaida, ibu Nurhaida akhirnya sadar dan ia langsung meminta kepada Anisa untuk segera menghantarkannya ke rumah sakit tempat Olivia dirawat saat ini.


Anisa memesan taksi online melalui aplikasi yang ada di layar ponsel miliknya. Mereka pun berangkat menuju Rumah Sakit tempat Olivia saat ini dirawat setelah melakukan perjalanan kurang lebih 1 jam ,Anisa dan Ibu Nurhaida pun tiba di rumah sakit.


" Nyonya Olivia berada di ruang ICU." sahut suster sambil menunjukkan arah ruang ICU yang berada di rumah sakit. Anisa dan juga Ibu Nurhaida berjalan tergesa-gesa menuju ruang ICU. Tampak Daniel gelisah di sana.


"Nak Daniel apa yang terjadi kepada Olivia?" tangis Ibu Nurhaida sambil menggoyang-goyang tubuh Daniel. Daniel hanya langsung memeluk ibu Nurhaida berharap Ibu Nurhaida juga kuat.


"Maaf Bu semua ini kelalaian Daniel. seandainya Daniel tidak menyetujui Olivia menghantarkan makan siang untuk Daniel, mungkin ini tidak akan terjadi." tangis Daniel dipelukan ibu Nurhaida.

__ADS_1


"Jadi bagaimana kondisi Olivia saat ini? Ibu nurhaida menangis sejadi-jadinya ketika mendengar jawaban Daniel. Mengapa putriku selalu mendapat cobaan yang begitu berat. Apa yang harus kita lakukan sekarang? jujur Ibu bingung Mengapa Olivia selalu mendapatkan cobaan demi cobaan yang begitu berat. Padahal Olivia wanita yang sangat baik, tidak pernah bermasalah kepada setiap orang." ucap ibu Nurhaida mengingat segala tingkah laku putrinya di kesehariannya.


Tiba-tiba Arif datang menghampiri Daniel. "m/Maaf Tuan Daniel apa kita bisa bicara?" tanya Arif. Apa yang hendak kamu bicarakan kepada saya? katakan saja di sini." sahut Daniel sambil menatap Arif dengan Tatapan yang sulit diartikan.


"Maaf tuan Danie,l menurut keterangan dari beberapa pelaku penculikan terhadap Nyonya Olivia, dalangnya merupakan Nyonya Julia dan juga pak Hendarson. Mereka kerjasama untuk menghancurkan keluarga Gladuks. Karena rasa sakit hati nyonya Julia terhadap Tuan besar. Dan sepertinya Pak Hendarson juga memiliki dendam yang sama kepada tuan Daniel dan juga tuan Gladuks .


Daniel menganggukkan kepalanya.Ia mengingat Daniel pernah memiliki masalah terhadap Henderson, ketika Daniel memutuskan hubungan kerjasama dengan Hendarson. Membuat perusahaan milik Hendarson bangkrut seketika.


"Aku tidak akan mengampuni mereka. Cari mereka sampai dapat. Jangan sampai mereka bebas berkeliaran sudah membuat istriku seperti ini." perintah Daniel kepada Arif. Jangan berikan mereka ampun dan siksa terlebih dahulu jangan serahkan dulu ke kantor polisi.


Jika mereka sudah berhasil kalian tangkap, aku akan memberikan pelajaran yang berarti buat mereka. Kerahkan semua anak buah kita untuk mencari mereka, Belum tahu mereka Daniel siapa. Berani bermain-main dengan Daniel, itu berarti mereka tidak sayang kepada nyawanya." ucap Daniel penuh emosi.


"Baik Tuan, perintah anda akan segera kami laksanakan." sahut Arif sambil langsung berpamitan kepada Daniel. Sedangkan Anisa dan Ibu Nurhaida terus menangis di sana. mereka benar-benar terpukul mendengar kejadian yang menimpa Olivia.


BERSAMBUNG......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN


__ADS_2