PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 28. ADA YANG ANEH DENGAN DANIEL


__ADS_3

"Bagaimana mungkin kamu tidak mengetahui masalah ini! Olivia tidak bekerja hingga saat ini?


"Ya, saya mengetahui Itu Tuan. Tetapi yang saya ketahui kalau Olivia izin karena dirinya kurang sehat. Bukan resign dari kantor ini." sahut HRD dengan tegas dan menunjukkan berkas yang ada di tangannya.


Daniel meraih berkas itu. Dan ternyata memang benar Olivia belum ada mengirimkan surat pengunduran dirinya kepada HRD.


"Mengapa dia sampai resign dari kantor ini? pasti ada sesuatu yang terjadi. Daniel membatin.


"Kamu keluar!" saya perlu bicara dengan dia." ucap Daniel sambil menunjuk kearah Vika. Membuat Vika menjadi terhenyak ketakutan. Ia kwatir kalau Daniel akan mengintimidasinya.


"Saya pamit Tuan!" ucap sang HRD sambil membungkukkan badannya berlalu dari ruang kerja Daniel.


"Dan untuk kamu!" sekali lagi saya tanya sama kamu kemana Olivia?


"Maaf Tuan. Olivia hanya memberitahu kepada saya, kalau Olivia sudah mendapatkan pekerjaan diluar kota." sahut Vika.


"Saya tidak akan mentolerir, jika kamu ketahuan membohongi saya. Karena saya mempu melakukan apapun, jika aku mau." ucap Daniel dengan nada emosi. Tiba tiba Daniel terasa mual dan pusing. Hingga ia harus berlari masuk kekamar mandi.


"Uek....Uek...uek! Daniel mengeluarkan seluruh isi perutnya.


"Tuan tidak apa apa? Vika menghampiri Daniel. Entahlah Akhir akhir ini saya sering pusing dan mual. Apalagi jika pagi hari." ucap Daniel sambil berusaha berjalan kembali ke kursi kerajaannya.


"Ya Tuhan, jangan jangan Tuan Daniel mengalami ini semua, Kaena kehamilan Olivia. Aku dengar dengar dari orang orang. kadang bisa si ayah bayi yang mengidam. Ah tidak. Tidak mungkin manusia Songgong ini merasakan apa yang dirasakan Olivia." Vika membatin sambil memperhatikan Daniel uang memijat keningnya.

__ADS_1


****


"Bu sepertinya aku sudah memiliki uang sisa modal Ku. Apa uang ini bisa aku kirimkan kepada ibuku? tanya Olivia hati-hati kepada Ibu Florida.


"Tentu bisa Nak, itu uang kamu hasil jerih payah kamu sendiri. Jangan sungkan Ibu tidak mempermasalahkan Itu. Yang penting uangnya kamu manfaatkan dengan baik.


"Anggap saja Ibu, orang tua kandung kamu sendiri." ucap Ibu Florida yang mampu membuat Olivia Langsung menangis sesegukan mendengar niat baik ibu Florida terhadapnya. Ia begitu bahagia melihat Ibu Florida yang begitu perhatian kepadanya.


Hari itu Ibu Florida pun mengirimkan uang ke nomor rekening milik Vika agar Vika memberikan uang itu kepada ibu Nurhaida.


"Nduk Tolong berikan uang ini kepada Ibu Nurhaida. Ini hasil kerja keras Olivia yang berjual gorengan dan kue-kue di desa. Agar keluarganya tidak merasa curiga kalau saat ini Olivia tidak benar-benar kerja di luar kota." ucap Ibu Florida di dalam sambungan telepon selulernya.


Vika bersyukur ternyata Olivia memiliki niat baik kepada keluarganya. Dengan senang hati Vita pun menghantarkan uang yang Dikirimkan Olivia dan ibu Florida ke nomor rekeningnya.


Tok...


Tok...


Tok.... suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga Anisa dan Ibu Nurhaida. Anisa berlalu membukakan pintu.


"Eh ada Vika. Tumben amat datang sore-sore begini tanpa ada ka Olivia di rumah." tanya Anisa kepada Vika.


Kemudian Vika pun mengembangkan senyumnya. Seharusnya kak Anisa mempersilahkan Aku masuk dulu, baru berkomentar." celetuk Vika sambil tertawa cengengesan.

__ADS_1


"Yah, ayo masuk." ucap Anisa sambil meminta maaf kepada Vita.


"Ada apa Vika, tumben kamu datang sore begini? ucap Ibu nurhaida sembari menyuguhkan segelas teh manis hangat. Ketika Vika sudah memberi salam kepada ibu Nurhaida,


Lalu Vika meraih amplop coklat yang ada di tas sandang miliknya. "Bu ini titipan dari Olivia. Ia mengirimkan uang untuk ibu. Katanya untuk biaya kehidupan sehari-hari, melalui nomor rekeningku. Jadi uang ini sekarang aku serahkan kepada ibu." ucap Pika sembari memberikan amplop coklat yang ada di tangannya kepada ibu nurhaida.


Ibu Nurhaida tertegun menatap uang pemberian Olivia kepadanya.


"Apa Olivia pernah menghubungi kalian? tanya Vika kepada ibu Nurhaida.Ia baru saja dia menghubungiku dan mengatakan kalau uang yang dikirimkan kepadamu. Eh ternyata kamu sudah datang." ucap Ibu Nurhaida sambil mengembangkan senyumnya.


Ibu Nurhaida pun merasa bersyukur mendapatkan uang pemberian Olivia yang diberikan langsung oleh Vika.


" Terimakasih ya Nak, kamu sudah menjadi repot gara-gara ibu dan Olivia." ucap Ibu Nurhaida sambil meminta maaf kepada Vika.


"Tidak apa apa Bu, Vika tidak merasa direpotkan kok. Jadi santai saja." ucap Vika sambil menyeruput teh manis hangat biaya ibu Nurhaida.


Olivia selalu memberi kabar kepada Ibu Nurhaida dan Anisa dalam sambungan telepon seluler. Agar Ibu Nurhaida tidak kwatir terhadapnya. Ia tidak ingin Ibu Nurhaida kepikiran kepada Olivia.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2