
Kini kebahagiaan Ibu Nurhaida berlipat-lipat ganda. Putrinya yang sudah sakit sekarat, dapat sembuh kembali berkat bantuan Daniel walaupun bantuan itu penuh dengan dramatis.
Putrinya kembali menikah dengan Daniel dan menghadirkan seorang cucu membuat Ibu Nurhaida semakin bahagia. Kini Daniel membebaskan suami nya dari balik Jeruji besi. Dan sepertinya suaminya saat ini sudah berubah membuat Ibu Nurhaida semakin bahagia.
"Terima kasih ya Allah, atas kebahagiaan yang kau berikan kepada hamba berlipat-lipat ganda." doa ibu Nurhaida karena ia merasa saat ini, hari yang begitu membahagiakan untuknya.
Pak Roberto meminta maaf kepada Anisa. atas segala apa yang dilakukan oleh Pak Roberto kepada Anisa. Ketika hidup bersama mereka saat Anisa masih mengidap penyakit gagal ginjal.
"Maafkan ayah atas segala apa yang Ayah lakukan kepadamu nak. Sejujurnya Ayah sudah malu kepada kalian. Perlakuan Ayah tidak patut dicontoh dan membuat kalian malu. Tetapi kalian masih mau menerima ayah di sini. Jujur Ayah benar-benar menyesal apa yang telah berlalu.
Jika bisa Ayah memutar waktu, Ayah tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi. maafkan ayah." ucap Pak Roberto kepada Anisa. Anisa menatap Roberto dan mencoba mencari ketulusan di sana yang ternyata pak Roberto benar-benar tulus meminta maaf kepadanya.
"Yang Lalu biarlah Berlalu. Jangan pernah disesali. Karena kondisi keadaan tidak akan dapat diputar kembali. lebih baik ayah berbenah diri untuk menjadi lebih baik. Karena bagaimanapun, Ayah itu ayah kandung kami itu tidak bisa dipisahkan oleh siapapun.
Darahmu mengalir di tubuh Anisa. Sehingga Anisa tidak bisa mengatakan kalau ayah itu bukan Ayah Anisa. Anisa sudah memaafkan Ayah, jauh sebelum Ayah meminta maaf kepada Anisa. Seharusnya Ayah bukan meminta maaf kepada Anisa. Tetapi Ayah meminta maaf kepada ibu.
Karena yang paling menderita disini, bukan Anisa ataupun Olivia tetapi ibu." ucap Anisa mengutarakan apa yang ada di dalam isi hatinya kepada Pak Roberto di depan Olivia Daniel, dan ibu Nurhaida. Pak Roberto mengangguk paham.
lalu ia pun bersujud di kaki ibu Nurhaida. berharap Ibu Nuraida benar-benar tulus memaafkan dirinya. "Maafkan aku nur atas segala apa yang aku perbuat di masa lalu. jika diberikan kesempatan aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi." ucap Roberto dengan tulus dibalas anggukan dari ibu Nurhaidah.
Kau sudah meminta maaf kepadaku ketika kau masih di penjara. Aku sudah memaafkanmu jauh sebelum kau meminta maaf kepadaku. Hanya satu pesanku kepadamu, berbuat baiklah maka kau akan mendapatkan hasil yang baik. Jadi untuk saat ini, aku memaafkanmu dengan tulus dan tinggallah di rumah ini. jangan pernah kamu melakukan kesalahan yang sama lagi." ucap Ibu Nurhaida dengan tulus.
__ADS_1
Daniel yang melihat keluarga ibu Nurhaida dan anak-anaknya sudah saling memaafkan ia merasa benar benar bahagia. Olivia memeluk suaminya di hadapan kedua orang tuanya dan kakaknya. "Terima kasih sayang, Kau benar-benar suami yang paling aku cintai dan paling aku sayangi. Kamu mampu membuat keluarga ini berkumpul kembali. tanpa campur tanganmu, Ayah pasti belum bebas saat ini dan dapat berkumpul kembali dengan kita."ucap Olivia sambil mengalungkan tangannya di jenjang leher suaminya.
Bahkan Olivia duduk di pangkuan Daniel. membuat Daniel tidak mampu menahan hasratnya. Ia pun langsung mengecup bibir manis Olivia tepat dihadapan kedua orang tua Olivia.
"Hello......,manusia bukan kalian berdua saja di sini! ada ayah, ibu dan saya nanti kalau bermesraan kalian di kamar." ujar Anisa komplain.
"Sirik amat sih, Kakak melihat keromantisan kami. Makanya langsung menikah saja tuh sama Mas Arif!" ucap Olivia yang mampu membuat Anisa membulatkan bola matanya.
"Apaan sih?
"Tidak perlu membohongi diri sendiri, Olivia tahu kalau Mas Arif mencintai kak Anisa. Begitu juga dengan kak Anisa memiliki rasa cinta kepada Mas Arif." ucap Olivia yang mampu membuat Pak Roberto dan ibu Nurhaida terhenyak.
Sementara Daniel hanya mengembangkan senyumnya, melihat kedua wanita kakak beradik itu saling berdebat.
"Tidak perlu banyak alasan, Kalau cinta katakan saja cinta. Kalau tidak katakan saja tidak." ucap Olivia yang mampu membuat Daniel langsung tertawa ngakak.
"Kalian suami istri, kok nyeselin sih.
"Sejujurnya kami bukan ngeselin tetapi apa yang kami ucapkan benar adanya. Kalau Mas Arif mencintai kak Anisa."
"Tahu apa kamu sehingga kamu mengatakan kalau Mas Arif mencintaiku?
__ADS_1
kini giliran Daniel yang angkat bicara.
"Arif sudah pernah bercerita kepadaku Kak, kalau dia benar-benar mencintai kakak." ucap Daniel yang mampu membuat Ibu Nurhaida Anisa, dan Pak Roberto terhenyak.
Seolah tidak percaya apa yang diucapkan Daniel kepada Anisa di hadapan kedua orang tuanya. "Kalau memang dia mencintaiku, Kenapa dia tidak memberitahunya? Seharusnya dari perhatian yang ia berikan kepada kakak, kakak pasti memahami Kalau Mas Arif mencintai kakak." ucap Olivia.
Anisa magelengkan kepalanya, menatap Olivia dan Daniel dengan Tatapan yang sulit diartikan. Ia masih belum percaya apa yang diucapkan oleh Olivia dan Daniel. Kalau Arif benar-benar mencintai dirinya. Karena sebelumnya Arif sama sekali tidak pernah mengucapkan kata cinta kepada Anisa.
Daripada berdebat dengan kalian, lebih baik aku memasak, karena sebentar lagi sudah waktunya makan malam. Kalian jangan pulang dulu. Setelah makan malam, baru kalian pulang." ucap Anisa sambil langsung bangkit dari tempat duduknya berniat untuk menyiapkan menu makan malam untuk keluarga mereka yang sedang berkumpul.
Olivia mengikuti Anisa, berniat untuk membantu sang kakak menyiapkan menu makan malam untuk mereka. Terlihat Anisa dan Olivia dengan teladan menyiapkan menu makan malam itu. Sementara ibu Nurhaida memilih untuk tetap duduk dan ngobrol bersama Pak Alberto dan Daniel.
Tiba-tiba suara deruan mobil masuk ke halaman rumah Ibu Nurhaida. Membuat Daniel mengerutkan keningnya. ia mengetahui mobil siapa yang datang ke sana. "Mobil Arif!" gumam Daniel di dalam hati, tetapi ia memilih untuk tetap diam di tempat duduknya.
Tiba-tiba ketukan pintu terdengar jelas di telinga ketiganya. Sementara Olivia dan dan Anisa tidak mengetahui dan mendengar ketukan pintu itu. Ibu Nurhaida bangkit berdiri berniat untuk membuka pintu. Ketika ibu Nurhaida membuka pintu, ia terhenyak melihat kehadiran Arif di sana.
" Assalamualaikum Ibu, Sapa Arif sambil memberi salam kepada ibu Nurhaida. Ibu Nurhaida mempersilakan Arif masuk ke dalam rumah. Arif pun melihat keberadaan Daniel dan Pak Roberto yang ada di sana. membuat Arif terhenyak melihat kehadiran Pak Roberto, yang ia tahu pak Roberto masih berada di penjara.
Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
__ADS_1
Sambil menunggu karya ini up yuk mampir kekarya emak