PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB. 68 DANIEL PANIK


__ADS_3

"Dimana Olivia?


"Ibuku sangat mengkhawatirkannya. Ibuku sangat gelisah memikirkan adikku yang tak kunjung ada kabar hingga saat ini. Tolong jujur sama saya, pasti Tuan mengetahui Di mana keberadaan Olivia saat ini. Mohon Anisa kepada Daniel.


Daniel berdiri dari tempat duduknya, menghampiri Anisa yang berdiri di dekat pintu ruang kerja Daniel. "Kamu tenang saja, Olivia baik-baik saja. Kalian tidak perlu mengkhawatirkan Olivia." sahut Daniel sambil mengembangkan senyumnya.


Bagaimana mungkin saya bisa tenang. Sementara adikku Olivia tidak pernah memberikan kabar akhir akhir ini. " ucap Anisa memberitahu kepada Daniel kalau Anisa dan Ibu Nurhaida sangat mengkhawatirkan Olivia.


"Kamu tenang saja, nanti pasti dia pulang. Tetapi setelah selesai menjalankan misinya.


"Misi?


"Maksudnya?


"Iya Olivia saat ini sedang menjalani misinya. Jadi kamu jangan kwatir. Semua akan Baik baik saja." sahut Daniel dengan enteng.


Tetapi Mengapa hingga saat ini Olivia tidak memberi kabar kepada kami? pasti ada sesuatu yang disembunyikan Olivia dari kami. Jika tidak, dia akan memberi kabar atau menghubungi kami melalui sambungan telepon selulernya. Mengapa akhir-akhir ini tidak pernah lagi? ucap Anisa kepada Daniel


"Saya sudah katakan kalau Olivia baik baik saja. Kamu tenang saja sampaikan kepada Ibu Nurhaida, percaya sama saya." ucap Daniel meyakinkan Anisa. Anisa terdiam. Ia memilih berpamitan kepada Daniel ingin segera kembali kerumah untuk membantu Ibu Nurhaida di warung sembako yang Mereka kelola beberapa bulan terakhir ini.


Setelah kepergian Anisa, Daniel menghubungi Olivia melalui sambungan telepon selulernya. Tetapi ketika Daniel menghubungi nomor ponsel milik Olivia, Olivia tak Kunjung mengangkat. Beberapa kali Daniel mencoba menghubungi nomor ponsel Olivia. Tetapi tetap tidak mendapatkan respon.


Sehingga Daniel memutuskan menghubungi nomor ponsel Milik Nyonya Eliana.


Kring....


Kring...


Kring....

__ADS_1


"Ya ada apa sayang!" sahut Nyonya Eliana, ketika melihat nomor yang menghubungi dirinya nomor ponsel putranya Daniel.


"Mom, Olivia dimana? kok Daniel hubungan ngak ngangkat?tanya daniel karena tak kunjung mendapat jawaban dari Olivia.


"Mami lihat tadi ada dikamar kok sama baby Arya Vito. Tapi kalau ibu Flo, sepertinya pergi menemani bibi belanja ke Pasar." sahut Nyonya Eliana. Tapi sebentar mami akan melihat Olivia dikamar." sahut Nyonya Eliana sambil langsung berjalan menuju kamar yang di tempati oleh Olivia.


Ketika Nyonya Eliana sudah berada di Kamar yang di tempati Olivia. Nyonya Eliana terhenyak, tidak ada Olivia dan Arya Vito disana. Nyonya Eliana panik.


"Sebentar ya sayang, Mami tidak melihat keberadaan Olivia dan Arya Vito di kamar ini." ucap Nyonya Eliana membuat Daniel ikutan panik. Daniel langsung mematikan sambungan telepon selulernya. Ia keluar dari kantor samera Company.


Daniel melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Berjalan menelusuri ibukota menuju rumah utama milik Nyonya Eliana. Hingga 15 menit kemudian, Daniel tiba di rumah utama Nyonya Eliana. Ia langsung mencari keberadaan Olivia. Nyonya Eliana sudah panik tidak melihat sosok Olivia dan juga baby Arya Vito di rumah.


"Mom Di mana Olivia? tanya Daniel tidak kalah panik dari Nyonya Eliana.


"Mom juga tidak tau sayang, tadi mam tinggal di kamar sebentar. Tetapi ketika kamu menghubungi mami, Mami melihat Olivia tidak ada di kamar bersama baby Arya Vito." sahut Nyonya Eliana.


"Dimana kamu sayang? tanya Daniel dalam hati sumber terus mencari keberadaan Olivia. Daniel sangat khawatir kalau Olivia dan Arya Vito meninggalkan dirinya.


Ketika Daniel hendak keluar mencari keberadaan Olivia dan Arya Vito, Olivia masuk sambil menggendong tubuh putranya baby Arya Vito. Daniel langsung memeluk Olivia.


"Kamu dari mana sayang? Mas panik mencarimu.


"Kenapa harus panik?


"Olivia Tidak kemana-mana kok hanya ada di taman belakang bermain bersama Putraku. Lagian tidak mungkin juga Olivia pergi dari rumah ini. Dalam situasi seperti ini, itu artinya aku menelantarkan Putraku. Otomatis aku belum bisa bekerja untuk menafkahi Putraku.


Daniel tidak peduli jawaban Olivia. yang ia inginkan saat ini Olivia sudah ada di hadapannya, itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri untuk Daniel. Olivia mengerutkan keningnya menatap Daniel dengan Tatapan yang sulit diartikan.


"Tadi bukannya kamu sudah berangkat ke kantor?

__ADS_1


"Iya Mas tadi sudah ke kantor. Tetapi Anisa mendatangi mas ke kantor samara Company untuk mencari tahu kabar Kamu. Ibu Nurhalida sangat mengkhawatirkan kondisi kesehatan kamu. Karena kamu tak kunjung memberi kabar kepada mereka.


Olivia terdiam


"Terus Apa jawaban kamu kepada Anisa? Apakah kamu memberitahu yang sebenarnya? Daniel menggelengkan kepalanya pertanda dan yang tidak memberitahu hal yang sebenarnya terjadi kepada Anisa.


Olivia bernafas lega, karena Daniel tidak memberitahu hal yang sebenarnya kepada Anisa. "Jika kamu tidak memberitahu kepada kak Anisa mengenai kenyataan yang sebenarnya, jadi Apa jawaban kamu ketika kak Anisa bertanya kepada kamu mengenai keberadaanku?


"Mas hanya memberitahu kepada Anisa kalau kamu baik baik Saja. Dan saat ini kamu lagi menjalankan misi, sehingga kamu tidak sempat kasih kabar." sahut Daniel. Makanya Mas menghubungi nomor ponsel kamu beberapa kali. Tetapi kamu tak kunjung mengangkat.


Sehingga Mas menghubungi nomor ponsel Mami, tetapi ketika Mas menghubungi nomor ponsel mami, Mami mengatakan kalau kamu tidak ada di rumah. Mas panik, Mas langsung pulang untuk mencari keberadaan kamu sayang." ucap Daniel sambil meraih tubuh Olivia kepelukannya.


Sesekali Dia memberikan kecupan hanya di wajah tampan putranya. Dan di wajah cantik Olivia. Tetapi sepertinya Olivia tidak menyukai cara Daniel yang terlalu mengkhawatirkan dirinya. Tidak perlu lebay dan mencari kesempatan Dalam kesempitan seperti ini." ucap Olivia sambil menghapus bekas kecupan dari Daniel.


Daniel tertawa cengengesan melihat tingkah Olivia yang seolah tak sudi mendapatkan kecupan dari Daniel. Tetapi Daniel tidak peduli. Yang ia inginkan saat ini, Olivia tetap hidup bersama mereka di rumah utama Nyonya Eliana.


Ketika Nyonya Eliana sudah melihat keberadaan Olivia berjalan masuk ke ruang tamu, Nyonya Eliana langsung berlari menghampiri Olivia dan memeluk Olivia dengan penuh kasih sayang.


"Kamu dari mana saja sayang? mami mencari keberadaan kamu. Mami sangat mengkhawatirkanmu. Mami takut kalau kamu pergi meninggalkan Mami dari rumah ini." ucap Nyonya Eliana sambil menatap Olivia dengan tatapan sendu.


" Olivia tidak kemana-mana Nyonya. Olivia berada di taman belakang, bermain dengan cucu Nyonya." ucap Olivia kepada Nyonya Eliana.


"Tolong jangan panggil saya Nyonya, panggil saja saya Mami. sama seperti Daniel? Kamu sudah saya anggap seperti putri saya sendiri." ujar Nyonya Eliana kembali memeluk Olivia. Olivia mengangguk paham. Ia pun meminta maaf kepada Nyonya Eliana karena sudah membuat Nyonya Eliana mengkhawatirkan Olivia dan juga baby Arya Vito.


Bersambung....


hai Hai readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2