PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 138. KEJUTAN


__ADS_3

Setelah bernegosiasi dengan pihak Kepolisian, akhirnya pihak kepolisian menyetujui Pak Roberto bebas bersyarat. Daniel menghampiri Olivia dan Pak Roberto yang sedang melepas rindu. Melihat interaksi antara ayah dan anak itu, yang tampak sama-sama saling merindukan, membuat Daniel merasa mengambil jalan yang tepat.. Dengan membebaskan Pak Roberto dari balik jeruji besi.


Salah satu petugas kepolisian yang bertugas disana menyatakan kepada Pak Roberto Kalau Pak Roberto terbebas dari penjara. Tetapi bebas bersyarat. Hal itu membuat Olivia dan Pak Roberto terhenyak. Seolah mereka tidak percaya kalau Pak Roberto dapat bebas bersyarat seperti yang dilakukan oleh suaminya.


" Pak Roberto, anda bebas saat ini. Dan anda diperbolehkan pulang bersama putri dan menantu anda." ucap pihak kepolisian itu kepada Pak Roberto membuat Pak Roberto merasa bahagia. Ia berjanji kepada dirinya sendiri, akan berubah dan tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi. Sesuai dengan apa yang diucapkan kepada putrinya Anisa dan Olivia.


Setelah mendapat surat bebas dari pihak kepolisian, hari itu juga. Pak Roberto bebas dari tahanan. Tetapi masih tetap harus melakukan laporan jika waktunya sudah tiba. Pak Roberto bebas bersyarat.


Kini mereka sudah berada di mobil yang sama. Terlihat Pak Roberto sangat takjub melihat kemewahan mobil milik menantunya. Ia sangat mengetahui siapa sosok Daniel, karena Pak Roberto pernah mendengar dan melihat sosok Daniel di layar kaca.


"Ayah langsung dihantarkan ke rumah Ibu, apa masih ingin ke rumah kami?" tanya Olivia kepada Pak Roberto. Pak Roberto menghela nafas. Ia pun meminta kepada Daniel agar langsung menghantarkan dirinya ke rumah yang ditempati oleh ibu Nurhaida bersama Anisa.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 1 jam dalam perjalanan, Mereka pun akhirnya tiba di rumah sederhana yang ditempati oleh ibu Nurhaida.


Ibu Nurhaida terhenyak Melihat mobil mewah milik menantunya memasuki halaman rumah mereka.


Terlihat para ibu-ibu tetangga penasaran Daniel datang menghampiri ibu Nurhaida. "Eh ibu Nurhaida, sepertinya menantu Sultan mu sudah datang.Ini kesempatan Ibu Nurhaida meminta sesuatu yang berharga untuk ibu Nurhaida. Kalau aku seperti Ibu Nurhaida sudah aku minta emas berlian. Agar aku terlihat mewah dipandang para tetangga dan aku juga meminta rumah yang besar tidak seperti yang Ibu tempat ini." ucap Ibu Narsih yang selalu ingin mau tahu tentang kehidupan Ibu Nurhaida dan keluarganya.


Sementara Ibu Almaira, menggelengkan kepalanya mendengar ocehan Ibu Narsih. Ibu Narsih bisa tidak? Ibu Narsih tidak mengusik kehidupan orang lain. Seharusnya ibu Narsih bahagia tetangga ibu memiliki menantu kaya raya.


Jujur aku bersyukur Ibu Nurhaida memiliki menantu yang kaya raya. Keponakanku yang sulit untuk mencari pekerjaan, ia sudah melayangkan lamaran kerja ke kantor-kantor. Tetapi tak ada panggilan. Hingga akhirnya aku menghampiri Anisa, menanyakan lowongan kerja di tempat Daniel berada. Ternyata Alhamdulillah keponakanku diterima bekerja disana.

__ADS_1


Hatiku bahagia dan bernafas lega, karena akhirnya keponakanku yang menganggur sudah beberapa bulan. Ia bekerja dengan bantuan Anisa, yang meyakinkan petinggi perusahaan milik Daniel, agar menerima keponakanku bekerja disana.


Jadi seharusnya ibu Narsih bersyukur, entah suatu saat nanti anak atau saudara Ibu yang membutuhkan bantuan atau membutuhkan pekerjaan. Kemungkinan bisa dibantu menantu ibu Nurhaida." ucap Ibu Almaira kepada Ibu Narsih yang mampu membungkam Ibu Narsih. Ibu Narsih pun akhirnya pergi begitu saja tanpa menjawab apa yang diucapkan oleh ibu Almaira.


Sementara Olivia dan Daniel sudah turun dari mobil miliknya. "loh kalian datang nak?" tanya ibu Nurhaida merasa heran.


"Lalu dimana cucuku? Mengapa kalian tidak membawanya kemari ? Aku sangat merindukannya." ucap Ibu Nurhaida Yang merindukan cucu kesayangannya baby Arya Vito.


" Maaf Bu, Kami datang kesini, tidak singgah ke rumah dulu. Karena kami ada kejutan untuk ibu." ucap Olivia yang mampu membuat ibu nurhaida merasa bingung.


"Kalian kapan pulang bulan madu?pertanyaan itu dilontarkan oleh ibu Nurhaida. ibu Nurhaida. Tidak bertanya kejutan apa yang diberikan oleh Olivia dan Daniel.


Semalam kami pulang bulan madu, dan hari ini Mas Daniel dan Olivia akan memberikan kejutan yang tak akan bisa ibu lupakan seumur hidup." ucap Olivia kepada Ibu Nurhaida Anisa menatap heran ke arah mobil milik Daniel.


Pak Roberto keluar dari mobil itu, membuat Ibu Nurhaida terkejut bukan kepalang.


"Mas Roberto! pekik Ibu Nurhaida seolah tidak percaya kalau Pak Roberto ada di hadapannya. Ibu Nurhaida menepuk-nepuk wajahnya, untuk menyadarkan dirinya benar tidaknya Pak Roberto yang ada di hadapannya.


Ketika ibu nurhaida menepuk-nepuk wajahnya, dan ia merasakan sakit itu berarti lelaki yang dihadapannya itu nyata.


"Iya Bu, Ayah sudah bebas bersyarat semua itu berkat Mas Daniel. Mas Daniel yang membebaskan ayah dari penjara.

__ADS_1


"Tapi bagaimana caranya? Ibu sudah mencoba bernegosiasi dengan pihak kepolisian, Untuk meringankan hukuman ayahmu. Tetapi pihak kepolisian mengatakan kalau Ayah kamu tidak bisa bebas dengan uang jaminan yang Ibu sediakan." ucap Ibu Nurhaida memberitahu apa yang ia lakukan di lapas.


"Ibu, semua pasti bisa diatasi mas Daniel. Apa Ibu lupa siapa menantu Ibu ini?" tanya Olivia karena dirinya merasa bangga akan kemampuan suaminya. Ibu nurhaida tidak menjawab lalu meminta mereka masuk ke dalam rumah sederhana yang mereka tempati.


Tampak Pak Roberto merasa heran dengan rumah saat ini. yang ditempati oleh ibu Nurhaida yang dulunya rumah kontrakan ibu Nurhaida, hanya rumah petak itu pun atapnya sudah pada bocor dan lantainya retak-retak.


Ibu Nurhaida mempersilahkan menantu Putri dan suaminya duduk di ruang tamu. Meminta kepada Anisa, agar membuatkan minuman kepada adik ipar dan adiknya Begitu juga dengan ayah kandungnya.


"Terima kasih nak Daniel, lagi-lagi kamu membantu keluarga ibu." ucap Ibu Nurhaida berterima kasih kepada Daniel. "Ibu tidak perlu berterima kasih, sudah kewajiban Daniel untuk memberikan yang terbaik kepada keluarga ini."


Karena Ayah merupakan ayahku juga." ucap Daniel kepada ibu Nurhaida merasa bangga dan bahagia memiliki menantu seperti Daniel. Selama ini Ibu Nurhaida tidak ingin tergantung kepada Daniel. Tetapi itu patut disyukuri, dan yang mampu melakukan yang tidak mampu mereka lakukan.


Kini kebahagiaan Ibu Nurhaida berlipat-lipat ganda. Putrinya yang sudah sakit sekarat, dapat sembuh kembali berkat bantuan Daniel walaupun bantuan itu penuh dengan dramatis.


Putrinya kembali menikah dengan Daniel dan menghadirkan seorang cucu membuat Ibu Nurhaida semakin bahagia. Kini Daniel membebaskan suami nya dari balik Jeruji besi. Dan sepertinya suaminya saat ini sudah berubah membuat Ibu Nurhaida semakin bahagia.


"Terima kasih ya Allah, atas kebahagiaan yang kau berikan kepada hamba berlipat-lipat ganda." doa ibu Nurhaida karena ia merasa saat ini, hari yang begitu membahagiakan untuknya.


Bersambung....


hai semuanya emak Morata datang lagi membawa karya baru. yuk terus ikuti ceritanya. Jangan lupa like, coment, vote, dan hadiahnya "Trimakasih 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


Sambil menunggu karya ini apa lagi mampir ke karya baru emak .



__ADS_2