
Daniel berteriak memanggil nama Arif dan menepuk-nepuk wajah Arif. Tetapi tak kunjung terbangun. Daniel mengecek denyut nadi Arif dan ternyata denyut jantung itu masih ada. Tetapi sepertinya Arif terlalu banyak mengkonsumsi alkohol.
Membuat dirinya pun menjadi tidak sadarkan diri. Daniel menghubungi salah satu anak buahnya untuk membantu dirinya membawa Arif ke rumah sakit, tidak hanya minuman alkohol yang ditemukan Daniel disana. Ia juga menemukan pil yang membuat Arif tidak sadarkan diri.
Hal itulah yang membuat Daniel semakin mengkhawatirkan kondisi Arif saat ini. Hingga dirinya pun langsung membawa Arif ke rumah sakit yang lokasinya tidak terlalu jauh dari apartemen milik Arif.
Setelah melakukan perjalanan sekitar 15 menit kemudian. Mereka tiba di rumah sakit terdekat yang ada di sana. Daniel melompat keluar mobil dan berteriak memanggil dokter dan suster yang bertugas di rumah sakit itu. Mendengar suara teriakan Daniel, para dokter dan suster yang ada di sana berhamburan keluar dan membawa branker agar tubuh Arif dapat dibaringkan di sana.
"Tolong selamatkan dia, Sayan tidak ingin terjadi sesuatu kepadanya." ucap Daniel kepada dokter dan suster yang bertugas di sana. "Baik Tuan, kami akan berusaha semaksimal mungkin melakukan yang terbaik untuk Tuan Arif." ucap suster dan dokter yang bertugas di sana secara bersamaan.
lalu Arif dibawa masuk ke UGD untuk melakukan pemeriksaan awal. Terlihat dokter menggelengkan kepalanya. "Suster, ini sangat berbahaya kita harus mengeluarkan racun yang ada di tubuhnya. Perpaduan pil itu dengan minuman alkohol yang diminumnya membuat dirinya tidak sadarkan diri. Bahkan ini dapat mengakibatkan kehilangan nyawanya."ucap dokter itu membuat suster yang menemani menangani Arif pun merasa khawatir.
Saat itu juga Suster itu menemui Daniel.
"Maaf Tuan, Daniel sepertinya kondisi pasien saat ini sedang kritis kami harus mengeluarkan racun yang ada di tubuhnya.
__ADS_1
"Racun Bagaimana maksudmu?! Dia meminum alkohol dan mengkonsumsi pil yang ini." ucap Daniel sembari memberikan pil itu kepada suster yang menemui dirinya.
Menurut pemeriksaan kami, perpaduan Pil ini dengan minuman alkohol yang ia minum membuat kesadaran Tuan Arif menjadi hilang Bahkan ini dapat merenggut nyawanya." ucap Suster itu kepada Daniel dan membuat Daniel semakin khawatir.
"Selamatkan dia. Saya tidak peduli berapa pun dana yang saya keluarkan. Kerahkan semua dokter ahli untuk menangani sahabat dan sekaligus Asisten saya." Perintah Daniel kepada Suster itu agar Suster itu melakukannya sesuai dengan perintahnya.
"Baik Tuan, Saya akan melakukan itu semua." ucap Suster itu sambil berlari masuk kembali ke ruang UGD. lalu Suster itu pun mengatakan apa yang diucapkan oleh Daniel kepadanya. Dokter itu menganggukkan kepalanya, lalu ia pun menghubungi salah satu dokter ahli dari luar yang kebetulan sedang bertugas di Indonesia.
Beberapa menit kemudian, dokter ahli di bidangnya masuk ke ruang pemeriksaan dan akhirnya racun itu pun mereka keluarkan."Sepertinya masih ada sisa racun yang menjalar di tubuhnya. Kita harus segera mengeluarkannya kembali. Karena itu dapat mengakibatkan fatal baginya." ucap dokter yang berasal dari luar itu yang kebetulan bernama dokter Cluster.
Tim medis sedang berusaha untuk mengeluarkan racun yang ada di tubuh Arif. Sementara Daniel berusaha untuk menghubungi dokter Iskandar dan juga Nyonya Anjani. Dokter Iskandar melihat ponselnya yang berdering di atas meja kerjanya, langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya.
"Om..., segera datang ke UGD. Om saat ini di mana? mendengar suara Daniel meminta dokter Iskandar untuk segera menghampirinya ke UGD, Dokter Iskandar pun merasa khawatir terjadi sesuatu kepada keluarga Daniel.
"Memangnya ada apa? mengapa meminta om ke ruang UGD dan Siapa yang sakit? "Segera datang om, aku tunggu 5 menit lagi." teriak Daniel di dalam sambungan telepon selulernya lalu langsung memutuskannya dengan sepihak.
__ADS_1
Dokter Iskandar langsung keluar dari ruang kerjanya. lalu ia menuju pulang UGD. Dimana ruang kerja dokter Iskandar berada di lantai 3 sementara posisi UGD saat ini berada di lantai dasar. Dokter Iskandar turun dengan menggunakan lift, lalu ia berlari menuju UGD, Setelah tiba di lantai dasar.
"Ada apa Daniel? Mengapa memanggil Om ke sini? tanya dokter Iskandar kepada Daniel. Arif berada di dalam. Daniel memberitahu segalanya dan konsekuensinya yang terjadi jika mereka tidak dapat mengeluarkan racun yang ada di tubuh Arif. Tetapi Daniel memberitahu kalau dokter Cluster sudah berada di dalam menangani Arif
Membuat dokter Iskandar percaya kalau putranya akan selamat. Sementara Nyonya Anjani yang melihat panggilan di dalam sambungan telepon selulernya dari Daniel berulang kali, ia pun akhirnya menghubungi Daniel kembali.
Kring....
kring....
kring.....
Suara deringan ponsel terdengar jelas di telinga Daniel. Daniel meraih ponselnya yang ada di saku celananya. Melihat nomor ponsel Nyonya Anjani yang menghubungi dirinya. Ia langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponsel nya, agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Nyonya Anjani.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓