PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 162. AMARAH DOKTER ISKANDAR


__ADS_3

"Halo Daniel.....,Ada apa menghubungi tante? tanya Nyonya Anjani di dalam sambungan telepon selulernya kepada Daniel. "Segeralah ke rumah sakit tante, saat ini Arif sedang berada di rumah sakit." ucap Daniel membuat Nyonya Anjani terhenyak mendengar kalau putranya satu-satunya sedang berbaring di rumah sakit.


Nyonya Anjani langsung menuju ke rumah sakit, tidak berselang lama setelah menerima sambungan telepon seluler dari nyonya Anjani. Nyonya Anjani tiba di rumah sakit. "Apa yang terjadi kepada Putraku sehingga Putraku sampai harus dirawat dirumah sakit ini? tanya Nyonya Anjani kepada Daniel.


Sementara dokter Iskandar hanya menatap istrinya dengan tatapan tajam. "Inilah akibat keras kepalamu. Kamu tidak mengetahui keinginan putramu. Kamu egois, hanya untuk mengikuti keinginanmu. Kamu tidak mengetahui kebahagiaan Putra Kamu." emosi dokter Iskandar kali ini meluap.


Karena ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada putranya. Putra satu-satunya.


"Apa maksud kamu? tanya nyonya Anjani kepada dokter Iskandar


"Tidak perlu seperti itu bertanya kepadaku, Seharusnya kamu intropeksi diri. Apa yang kamu lakukan kepada Putra kamu. Sehingga Putra kamu mengalami stress seperti ini. Dan melakukan yang tak patut ia lakukan.


Nyonya Anjani semakin bingung mendengar apa yang diucapkan oleh dokter Iskandar. Nyonya Anjani bertanya dan meminta penjelasan kepada Daniel. "Begini tante, mungkin Arif memiliki beban pikiran yang tak dapat terpecahkan. Hingga Ia pun meminum alkohol yang begitu banyak dibarengi dengan mengkonsumsi fil laknat itu.


Membuat kesadaran Arif menjadi hilang. bahkan perpaduan alkohol dengan pil itu mengakibatkan fatal ke tubuh Arif. Hingga dokter mengatakan kalau mereka tidak berhasil mengeluarkan zat racun itu dari tubuh Arif, maka dapat mengakibatkan Arif kehilangan nyawanya." Daniel menerangkan sedetail mungkin Apa yang diucapkan oleh suster kepadanya.


Membuat Nyonya Anjani menangis histeris. ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada putranya. Tidak perlu menangis seperti itu." Ini semua karena keras kepalamu. Menolak keinginan putramu yang ingin menikahi wanita yang sangat ia cintai. Semua ini karena kamu.

__ADS_1


"Jika terjadi sesuatu kepada Putraku, maka aku tidak akan memaafkanmu." ucap dokter Iskandar kepada istrinya yang menolak keras hubungan antara Arif dengan Anisa. Padahal dokter Iskandar sudah berulang kali memberikan pandangan kepada Nyonya Anjani. Agar Nyonya Anjani memberikan restu kepada Anisa yang akan menjadi pendamping hidup Arif.


Bahkan Nyonya Eliana saja dan Tuan Gladuks pengusaha kaya raya yang tidak sebanding dengan kita, menerima Olivia menjadi menantu mereka. Padahal Olivia juga adik dari Anisa. Dimana pikiran kamu, sehingga kamu seperti itu kepada Putra kamu sendiri. ucap dokter Iskandar kepada istrinya yang terus menangis di depan ruang UGD.


Daniel menggelengkan kepalanya. Melihat pasangan suami istri itu saling berdebat. "Sudahlah om, tante! semuanya tidak ada yang perlu disesalkan. Sekarang lebih baik kita berdoa. Agar Arif selamat dan bertahan." ujar Daniel meminta dokter Iskandar dan juga Nyonya Anjani tidak saling menyalahkan.


Sudah 3 jam lamanya, dokter berusaha mengeluarkan racun yang ada di tubuh Arif. membuat Nyonya Anjani dan Daniel semakin gelisah. Dokter Iskandar masuk langsung ke ruang UGD. Melihat dokter Iskandar masuk melihat putranya, dokter Cluster mengembangkan senyumnya.


" Bagaimana kondisi anak saya dokter, apa dia dapat diselamatkan? Tolong selamatkan Putra saya." ucap dokter Iskandar berharap dokter Cluster mampu menyelamatkan putranya. "Dokter tenang saja, kami akan berusaha mengeluarkan racun yang ada di tubuh Arif. Dan sepertinya sisa racun yang ada di tubuh Arif, tinggal sedikit. Kami hanya berusaha memberikan penawar agar racun yang tersisa di tubuh Arif dapat keluar kembali" ucap dokter Cluster kepada dokter Iskandar dibalas anggukan dari dokter Iskandar.


Dokter Iskandar terus memantau di dalam ruangan pemeriksaan itu. Pandangannya terus tidak luput dari dokter dan putranya. sambil berdoa, dokter Iskandar menata putranya dengan tatapan penuh kasih sayang.


Ketika dokter Cluster sudah berhasil mengeluarkan zat racun yang ada di tubuh Arif, dokter Iskandar langsung memeluk dokter Cluster dan mengucapkan terima kasih kepadanya. "Kau memang dokter ahli di bidangnya. Aku menaruh hormat kepadamu. karena kamu sudah berhasil mengeluarkan zat beracun di tubuh Putraku." ucap dokter Iskandar kepada dokter cluster.


"Jangan seperti itu. Kamu juga sudah pernah menyelamatkan putriku. Saat ini aku sudah memiliki cucu dari putri yang dulu sakit-sakitan akibat gagal ginjal yang ia idap. Kau menyelamatkannya hingga dia bertahan sampai saat ini. Hingga sampai saya menimang cucu darinya." ucap dokter cluster yang berasal dari negara Jerman.


Keduanya pun saling tertawa karena mereka sama-sama saling pernah membantu. Dokter Iskandar keluar bersama dengan dokter cluster. Sementara suster yang bertugas disana mempersiapkan memindahkan Arif ke ruang rawat inap. Tentunya ruang rawat inap VVIP.

__ADS_1


Melihat dokter Iskandar dan dokter Cluster keluar secara bersamaan dari ruang UGD, Nyonya Anjani dan Daniel berhamburan menghampiri mereka. "Bagaimana kondisi Arif saat ini Om? Apa Arif baik-baik saja." tanya Daniel yang begitu gelisah dan khawatir akan kondisi sahabat sekaligus asistennya.


Dokter Iskandar membiarkan dokter Cluster menjelaskan segalanya kepada Daniel dan nyonya Anjani."Puji Tuhan Arif berhasil kami selamatkan. zat racun yang masuk ke tubuhnya, sudah dikeluarkan walaupun tadinya Arif sempat drop.


Dan Awalnya kami sangat mengkhawatirkan kondisinya, Kalau kami tidak bisa mengeluarkan zat beracun itu di bagian jantungnya. Dan ternyata Puji Tuhan Tuhan masih sayang kepada Arif. Dia tidak akan membiarkan umatnya pergi sia-sia." ucap dokter Cluster itu sambil mengembangkan senyumnya. Lalu berpamitan kepada dokter Iskandar dan Nyonya Anjani dan juga Daniel.


Dokter Iskandar hanya diam saja menatap istrinya dengan Tatapan yang sulit diartikan. sementara Daniel langsung masuk ke ruang UGD itu, untuk melihat kondisi sahabat sekaligus asistennya.


Daniel merasa iba melihat kondisi Arif yang tak berdaya saat ini. ia juga meminta kepada Suster itu agar segera memindahkan Arif ke ruang rawat Ina VVIP yang ada di rumah sakit itu.


"Kau sudah puas dengan keras kepalamu itu? lakukan saja lagi, kalau kau ingin kehilangan putramu." ucap dokter Iskandar sambil berlalu meninggalkan Nyonya Anjani disana dalam tangisnya.


Dokter Iskandar sengaja melakukan itu kepada istrinya, agar istrinya menyadari segala kesalahan yang ia perbuat kepada Arif. Dokter Iskandar bukan membenci istrinya. Tetapi ia ingin memberikan pengertian kepada istrinya, betapa berharganya putranya. betapa berharganya kebahagiaan Putra mereka."


Nyonya Anjani berniat untuk masuk ke dalam ruang UGD. Tetapi suster melarangnya. "Maaf Anda belum bisa masuk ke ruangan ini. Karena pasien akan segera dipindahkan ke ruang rawat inap. Anda bisa menunggu di sana sembari kami menuju ke ruang rawat Ina VVIP yang sudah dipersiapkan oleh pihak rumah sakit." ujar Suster itu berusaha ramah kepada Nyonya Anjani.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2