
Sepertinya Olivia enggan membicarakan masalah rencana pernikahan mereka. Olivia ingin terlebih dahulu memperbaiki hubungannya dengan Anisa. Olivia berlalu begitu saja meninggalkan Daniel di ruang tamu bersama orang-orang yang hadir di sana.
Ia berniat untuk menemui Anisa. Olivia berusaha mengetuk pintu kamar Anisa. Tetapi tidak ada sahutan dari sana. Ia tahu kalau saat ini Anisa masih sangat emosi. seolah dirinya tidak terima adik yang sangat ia sayangi berkorban besar terhadapnya. Rasa bersalah Anisa kepada Olivia membuatnya enggan untuk bertemu dengan Olivia dan juga Daniel.
Tok....
Tok....
Tok....
buka dong Kak pintunya. Tolong jangan seperti ini. Maafkan Olivia. Olivia berusaha untuk membujuk Anisa agar bersedia membuka pintu kamarnya. Tetapi beberapa kali Olivia mengetuk pintu kamar Anisa tak kunjung ada jawaban.
Daniel menghampiri Olivia. "Sudah sayang, berikan waktu untuk kak Anisa. Mungkin dia masih shok mendengarkan kenyataan ini. Tolong pahami kak Anisa. Daniel berusaha menenangkan Olivia.
Olivia menghela nafas panjang. Ia pun kembali menghampiri ibu Nurhaida. Terlihat Ibu Nurhaida, begitu sangat menyayangi baby Arya Vito, Ia terus memberikan pelukan hangat kepada cucunya.
Nyonya Eliana yang memperhatikan interaksi ibu Nurhaida dengan Arya Vito, menghampiri ibu nurhaida. "Bagaimana Bu, Menurut kami lebih baik kita satukan anak-anak kita menjadi satu rumah tangga yang utuh. Agar cucu kita tidak kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya." ujar Nyonya Eliana angkat bicara.
Sulit bagiku menerima Daniel menjadi menantuku. Karena aku mengira dari awal kalau Daniel ini lelaki jujur. Ternyata pembohong besar. Ia memanfaatkan kekayaan dan kekuasaannya, untuk membeli harga diri keluarga kami. tak ku sangka dan tak kuduga, kalau Daniel sanggup melakukan seperti itu terhadap keluarga kami.
"Jujur aku sangat berterima kasih kepada Tuan Daniel terhormat, telah banyak membantu keluarga ini. Tetapi jika kami mengetahui cerita yang sebenarnya mungkin tidak akan begini jadinya. Tuan Daniel begitu tega membohongi rahasia besar ini kepada saya dan juga anak saya Anisa.
__ADS_1
Berulang kali kami bertanya kepada Tuan Daniel, begitu juga kepada Vika Di mana keberadaan Olivia saat itu. Tetapi kalian memiliki alasan kalau Olivia tugas di luar kota.
"Entah uang dari mana Olivia mengirimkan uang kepada kami. Mungkin juga hasil jual dirinya kepada Anda Tuan Daniel. Kami tidak mengetahui itu. Yang mengetahui itu hanyalah kalian. Dan untuk kamu Olivia, Ibu tidak menyangka kamu sanggup membohongi Ibu seperti itu.
Ibu percaya sama kamu. Tetapi kepercayaan ibu kamu hancurkan begitu saja. Kalau dari awal kamu berterus terang konsekuensinya kamu meminjam uang kepada Tuan Daniel, maka ibu dan Anisa tidak akan menerima uang itu dengan senang hati.
Ibu nurhaida menggelengkan kepalanya menatap Olivia dengan tatapan tajam. Olivia tidak dapat menjawab apa-apa. Ia hanya menjawab dengan tangisannya. Daniel langsung bersujud di kaki ibu Nurhaida. "Maafkan saya bu. Semua ini bukan kesalahan Olivia. Tetapi kesalahan Daniel restui kami Bu. Daniel mencintai Olivia jauh dari lubuk hatiku yang paling dalam."mohon Daniel berharap Ibu Nurhaida memberi restu kepada Daniel dan Olivia. Agar pernikahan mereka direstui oleh ibu Nurhaida.
Ibu Nurhaida memalingkan wajahnya. Seolah dirinya tidak sulit melihat Daniel. Tetapi setelah ibu Nurhaida, melihat wajah tampan cucunya membuat dirinya merasa tidak tega. "Sudah! lebih baik kamu duduk jangan seperti ini. Ibu Nurhaida meminta Daniel untuk duduk kembali di tempat duduknya semula.
Tuan Gladuks akhirnya angkat bicara. Ia pun akhirnya memohon kepada ibu Nurhaida, agar ibu Nurhaida memberi restu kepada putranya dan juga Olivia. Mendengar permohonan Nyonya Eliana dan Tuan Gladuks membuat Ibu Nurhaida tidak dapat berkata apa-apa.
"Kalau itu yang terbaik untuk cucuku, aku bisa apa? aku merestui kalian. Asalkan kamu benar-benar mencintai putri saya. Jangan menikahinya, karena ada unsur paksaan. Karena pernikahan itu sakral. Pernikahan itu bukan untuk mainan belaka. Tetapi itu merupakan salah satu ibadah.
Olivia terus menangis di hadapan semua orang yang ada di sana. "Tidak! pernikahan ini tidak akan dilaksanakan, tanpa persetujuan kakakku Anisa. Itu yang diucapkan oleh pihak di hadapan Nyonya Eliana dan juga Daniel.
Membuat Daniel terhenyak mendengar apa yang dikatakan oleh Olivia di hadapan mereka. Tetapi Daniel paham Mengapa Olivia berkata seperti itu. Karena Ia memang benar-benar menyayangi kakaknya jauh seperti dirinya sendiri.
Ibu Nurhaida kembali memberikan baby Arya Vito, kepada Olivia karena sepertinya baby Arya Vito sudah mulai haus. Ia pun meminta Olivia untuk segera menyusuinya. Sementara Ibu Nurhaida, berlalu ke dapur dan kembali keluar dengan membawakan beberapa minuman dan makanan ringan, untuk disuguhkan di ruang tamu. Agar keluarga Daniel dapat menikmatinya.
Silakan nyonya Tuan, Bu Florida." ujar ibu Nurhaida kepada keluarga Daniel yang hadir di sana. "Terima kasih Bu, tidak perlu repot-repot. Kami juga datang ke sini hanya merepotkan Ibu saja." ucap Ibu Florida sambil mengembangkan senyumnya, menatap ibu Nurhaida dengan Tatapan yang sulit diartikan.
__ADS_1
"Ada rasa bersalah di hati ibu Florida yang sudah menyembunyikan rahasia besar terhadap ibu Nurhaida. Tetapi itu ia lakukan karena permintaan Olivia, agar tidak memberitahu kepada orang tua dan kakaknya.
Olivia berlalu ke kamar, berniat untuk menyusui putranya. Tiba-tiba suara tangis putranya menggema di seisi ruangan. Membuat Anisa terhenyak mendengar suara tangis Bayi, berasal dari kamar sebelah.
Ia pun bangkit berdiri dan mencari asal suara tangis Bayi itu. Ia terhenyak melihat Olivia sedang berusaha menenangkan putranya di sana. "Kak ini Arya Vito Putraku dan Mas Daniel. lihatlah dia tampan seperti mas Daniel. Jangan marah ya Kak. dan jangan merasa bersalah. Karena kami benar-benar saling mencintai. Berikan restu untuk kami karena kami akan menikah." mohon Olivia ketika melihat Anisa masuk ke kamar tempat Olivia menyusui putranya.
Anisa sama sekali tidak menjawab. Ia justru langsung meraih tubuh mungil baby Arya Vito yang dapat mencuri perhatiannya dari kamar sebelah. Ia pun langsung memberikan kecupan hangat di wajah tampan Arya Vito .
" Maafkan tante, tante tidak mengetahui kehadiranmu di dunia ini." ucapnya sambil meneteskan air matanya. Ada kebahagiaan tersendiri di hati Anisa ketika melihat baby Arya Vito terlihat tersenyum kepadanya.
Seolah menghipnotis, hati Anisa hingga Anisa tidak ingin berpisah dari baby Arya Vito yang terlihat menyayangi dirinya juga. Arya Vito juga merasa nyaman ketika berada di dekapan Anisa. Membuat Olivia mengembangkan senyumnya.
"Lihatlah Kak. Putraku saja begitu menyayangimu. Padahal dari tadi di Arya Vito menangis histeris , dan Aku berusaha menenangkannya. Tetapi ia tak kunjung diam. "Mengapa ketika sudah berada di dekapan Kakak Arya Vito langsung terdiam.
Itu berarti Arya Vito sangat menyayangi Kakak. Sama seperti ibunya menyayangi Kakak juga." ucap Olivia sambil langsung memeluk kakaknya Anisa. Keduanya pun saling berpelukan dan menangis di dalam kamar. Mereka pun akhirnya saling memaafkan.
Membuat hati Olivia bernapas lega. Olivia merasa lega, akhirnya sang kakak memaafkan segala kesalahannya. Dan Olivia juga meminta kepada Anisa, agar tidak merasa bersalah akan apa yang terjadi kepada Olivia. Karena Olivia berkata hari ini, hidupnya sudah bahagia bersama Daniel. Yang akan melangsungkan pernikahan dalam jangka waktu dekat.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA, TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA 🙏💓🙏