
"Tapi bukan begini caranya Mas. ucap Anisa sambil menatap Arif dengan Tatapan yang sulit diartikan.
"Maksud kamu bagaimana? tanya dokter Iskandar kepada Anisa bingung.
"Maaf dokter Iskandar. Sebelumnya saya sudah mengenal Mas Arif beberapa bulan yang lalu. Ketika proses operasi itu telah usai.
Tetapi sudah lama berteman dengannya, Anisa tidak mengetahui kalau dokter Iskandar itu merupakan ayah kandung Mas Arif. jujur tujuan utama saya datang ke sini untuk mengucapkan terima kasih kepada dokter Iskandar.
Bahkan saya memohon kepadanya sebelum kami tiba di sini, Anisa memohon kepada Mas Arif untuk menghantarkan Annisa ke rumah dokter Iskandar. Karena iya mengakui mengetahui Di mana alamat dokter. ucap Anisa berterus terang kepada dokter Iskandar di hadapan Nyonya Alena dan Arif.
Dokter Iskandar mengembangkan senyumnya menatap Arif dan Anisa secara bergantian.
"To the point saja saya bertanya kepada kamu Anisa."Apakah kamu mencintai Putra saya? pertanyaan itu yang langsung dilontarkan oleh dokter Iskandar kepada Anisa. Membuat Anisa langsung terhenyak seolah dirinya tidak percaya begitu saja dengan pertanyaan dokter Iskandar.
Anisa menatap Arif dengan tatapan penuh tanya. Sementara Nyonya Alena melihat Anisa tampak bingung menjawab pertanyaan dari dokter Iskandar. "Kenapa kamu diam? jawab saja mencintaiku terserah saya atau tidak. tidak perlu pakai drama seperti ini." ucap Nyonya Alena dengan Ketus.
Mendengar Nyonya Alena berbicara dengan ketus, Anisa ingin segera berlari keluar dari rumah utama keluarga dokter Iskandar. kalau tidak karena menghargai dokter Iskandar, mungkin Anisa sudah pergi begitu saja dari sana.
"Maaf, kedatangan saya ke sini bukan untuk membicarakan hal lain, selain saya ingin bertemu dengan dokter Iskandar dan mengucapkan terima kasih. "lebih baik Mas harus saja yang menjelaskan semuanya."ucap Anisa sambil menatap Arif dengan tatapan memohon.
__ADS_1
Melihat Anisa yang tampak tidak nyaman di sana. Akibat pertanyaan demi pertanyaan Ketus dari Nyonya Alena. Arif angkat bicara.
"Maaf sebelumnya. Sejujurnya Arif membawa Anisa datang ke rumah ini untuk menghantarkan Anisa bertemu dengan papi. karena Anisa ingin sekali berterima kasih kepada papi.
Sehingga Arif membawanya ke rumah ini. tetapi Papi dan Mami melontarkan pertanyaan demi pertanyaan yang tidak dipahami oleh Anisa. Karena Anisa sama sekali tidak mengetahui rencana Arif ingin mempertemukan dirinya dengan Papi. agar Papi dan Mami mengenali calon menantu.
Jika Arif memberitahu kepada Anisa tujuan Arif yang sebenarnya, mungkin Anisa tidak ingin datang ke rumah ini. Karena dari awal Anisa memang tidak mengetahui kalau Arif mencintainya. Mencintai Anisa dengan tulus.
"Apakah harus wanita seperti dia yang kamu cintai? apa tidak ada lagi wanita yang lain? Mami sudah mengetahui seluk peluk keluarga Anisa. Bahkan ayahnya sudah berulang kali menikah. Jangankan hanya berulang kali menikah, terakhir ayahnya Roberto juga harus dipenjara akibat ulahnya mencabuli anak di bawah umur.
Bagaimana mungkin kamu mencintai wanita dari keturunan pria seperti itu. Mami tidak akan Sudi memiliki menantu seperti itu bukan karena penyakitnya. Tetapi karena bibit bebet bobotnya. kalau karena penyakit Papi kamu bisa menyembuhkannya karena Papi kamu dokter handal. Tetapi babe Kamu tidak akan mampu menyembuhkan otak mesum seperti Roberto. Yang intinya Mami tidak setuju ucap Nyonya Alena dengan tegas.
"Nyonya tenang saja, Saya juga tidak ingin menjalin hubungan pernikahan dengan Mas Arif tanpa restu dari nyonya dan dokter Iskandar. Merestui atau tidak itu memang hak nyonya. Karena saya sadar memang apa yang Nyonya ucapkan mengenai ayah kandung saya benar adanya. Anda tidak salah nyonya, anda sudah melakukan hal yang tepat. Jika saya di posisi Nyonya Mungkin saya juga akan melakukan hal yang sama. Sama seperti yang Nyonya ucapkan.
Tetapi kita umat manusia tidak luput dari kesalahan. jika manusia itu dapat berbenah diri Mengapa tidak memberikan kesempatan. Hal itulah yang dilakukan Anisa dan Ibu memberikan kesempatan kepada ayah saya. dan alhamdulillah setelah ayah saya bebas dari penjara. Ayah saya benar-benar baik dan sudah bertobat.
Nyonya dan dokter Iskandar, Saya tidak menyalahkan kalian dengan keputusan yang kalian ambil. Sejujurnya Saya juga tidak mengetahui kalau Mas Arif mencintai Anisa atau tidak. Ia pun baru saja mengatakannya kepada Anisa. Membuat Anisa terhenyak. "Mengapa Anisa belum bersedia menerima emas Arif Hal inilah yang aku khawatirkan. dan itu benar-benar terjadi.
"Sepertinya semuanya sudah jelas. Dan saya benar-benar minta maaf kalau kedatangan saya membuat Nyonya emosi. Jangan pernah menyalahkan takdir. "Terima kasih dokter Iskandar kau telah menyembuhkanku. Terima kasih Nyonya sudah memberikan pelajaran yang berarti bagiku." ucap Anisa langsung bangkit dari tempat duduknya ingin segera kembali ke rumah kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Tunggu sayang! teriak Arif langsung menarik tangan Anisa.
"Mas tempat Anisa tidur di sini. Turuti keinginan kedua orang tuamu, itu akan lebih baik bagimu. Anisa tidak menyalahkan Mas dan tidak menyalahkan siapa-siapa di sini.
Anisa tidak kecewa bahkan Anisa bersyukur Allah mempertemukan kita. Sehingga Anisa dapat bertemu langsung dengan dokter Iskandar yang sudah selama ini Anisa cari-cari. Terima kasih kau sudah mempertemukanku dengan Dokter Dewa penolongku." ucap Anisa sambil bersahabat melepaskan genggaman tangan Arif darinya.
Anisa melangkah keluar dengan cepat. Arif berusaha mengejarnya. Tetapi Anisa sudah keburu naik taksi yang kebetulan lewat dari dari depan rumah utama keluarga Iskandar. Nyonya Alena menahan Arif. "Tidak perlu dikejar. Masih banyak wanita di luaran sana yang lebih baik darinya. Mami tidak akan Sudi memiliki besan seperti Roberto. mantan narapidana karena mencabuli anak di bawah umur.
Mami memiliki seorang wanita putri dari teman mami. Itu yang lebih pantas menjadi pendamping hidupmu dibandingkan wanita itu.
"Tahu apa Mami tentang Arif? Arif mencintai Anisa apa adanya. yang menikah dengan Arif itu bukan Pak Roberto melainkan Anisa sendiri Mengapa Anisa yang harus menanggung akibat perbuatan Pak Roberto sendiri?
"Itu yang menjadi konsekuensi apa yang diperbuat oleh kedua orang tuanya.
"Tetapi ibu Nurhaida wanita yang sangat baik dan sabar taat beragama. Mengapa Mami tidak melihat ibu nur haida saja dan hanya melihat tingkah Pak Roberto yang urakan? Arif tidak habis pikir dengan pola pikir Mami yang senang sekali menyakiti hati orang lain. bagaimana jika posisi Anisa berada di posisi mami? apa yang akan Mami lakukan? tanya Arif sambil menangis sesungguhkan.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓