
Alex berusaha meyakinkan Vika kalau dirinya tidak memiliki hubungan dengan Soraya. Ia ingin mempercepat pernikahannya dengan Vika. Karena ia tidak ingin Vika merasa dirinya dipermainkan oleh Alex. "Sayang tolong percaya kepada mas. Kamu jangan percaya dengan gosip murahan yang beredar di dunia maya.
Semua itu sudah diatur oleh Soraya. Karena ia tidak ingin Mas menikah dengan kamu. Soraya ingin selalu mengganggu hubungan setiap orang yang berbahagia. Semenjak dirinya diputuskan oleh kekasihnya ketika Soraya lagi sayang-sayangnya.
Hal itu yang membuat Soraya menjadi seperti sekarang ini. Mampu melakukan apa saja asalkan untuk membuat dirinya bahagia. Tanpa memperdulikan perasaan orang lain. Jadi tolong paham akan situasi saat ini. Karena Soraya ingin membuat hubungan kita hancur berantakan. Percaya sama mas." mohon Alex kepada Vika.
Vika memilih untuk diam, hanya menatap Alex dengan Tatapan yang sulit diartikan. "Mas sepertinya jam kerja kita sudah akan dimulai. Lebih baik kita kembali ke kantor. Tidak enak lihat yang lain kalau kita telat masuk kantor. Sementara kita memberikan teguran kepada mereka jika mereka telat masuk." ujar Vika meminta kepada Alex agar mereka segera meninggalkan Cafe tempat mereka menyantap menu makan siang, siang itu.
Alex menghela nafas berat. Ia belum merasa puas dengan penjelasannya kepada Vika karena Vika tidak menjawab sama sekali. "Mas akan meminta kepada Mami untuk segera mengatur lamaran untuk kamu. Karena mas tidak ingin berlama-lama memiliki hubungan dengan kamu, tanpa status pernikahan.
Vika mengembangkan senyumnya menatap Alex dengan tatapan penuh arti. Membuat Alex merasa bahagia, karena Vika sudah mulai tersenyum kepadanya."Nah gitu dong senyum kan enak lihatnya." ucap Alex sambil meraih tubuh Vika kepelukannya. Lalu memberikan kecupan hangat di kening Vika. padahal cafe itu, terlihat ramai di kunjungi para pengunjung.
"Pasangan serasi dan romantis lagi." ucap salah seorang wanita paruh baya yang sedang menikmati makan siang di cafe itu. Vika hanya mengembangkan senyumnya mendengar apa yang diucapkan Ibu paruh baya itu. lalu Vika dan Alex berlalu dari Cafe tempat mereka menyantap menu makan siang. Tentunya setelah membayar menu makanan yang sudah mereka santap.
Sementara di tempat lain, terlihat Arif dan Anisa sedang membicarakan pekerjaan untuk Zidan dan saat ini Arif memutuskan untuk menerima Zidan di perusahaan milik Daniel. Dibagian petugas keamanan. Karena dari kemampuan dan keahlian yang di miliki Zidan membuat Zidan dapat di terima bekerja disana.
"Jadi Zidane diterima Mas bekerja di sini? tanya Anisa penasaran.
"Jika Zidane berkenan bekerja sebagai petugas keamanan di sini Zidane diterima bekerja. karena kebetulan di perusahaan ini hanya membutuhkan petugas keamanan Itu pun kalau Zidan bersedia
"Saya mau Tuan. Saya mau bekerja apa saja yang penting halal." ucap Zidan merasa bersyukur dirinya dapat diterima bekerja di perusahaan milik Daniel. Karena sudah sekian lama dan banyak lamaran yang dilayangkan Zidan tetapi tak kunjung mendapat panggilan.
__ADS_1
Sehingga Zidan meminta kepada Ibu Almaira membantu dirinya mencari pekerjaan. Hingga Ibu Almaira mengingat sosok Olivia, yang mana Ibu Almaira menganggap kalau Olivia dapat membantu dirinya melalui Anisa. sehingga Ibu Almaira datang menghampiri Anisa di warung Milik ibu Nurhaida. Tempat Ibu Almaira biasa berbelanja sembako dan bahan pokok lainnya.
"Kalau begitu mulai besok bekerjalah disini. dengan tekun, Jika kamu rajin bekerja dan bertanggung jawab dalam melakukan tugas dan tanggung jawabmu. Maka perusahaan akan mempromosikan kamu suatu saat nanti." ujar Alex berharap Zidan dapat bekerja sama dengan baik dengan rekan-rekannya.
"Terima kasih Pak Arif, atas kepercayaan Bapak kepada saya, untuk mempekerjakan saya di perusahaan ini." ucap Zidan sambil memberi salam kepada Arif dibalas anggukan dari Arif. Kini Zidan berpamitan untuk segera kembali ke rumah milik Ibu Almaira. Karena kebetulan Zidane berasal dari kampung sehingga ia memilih tetap tinggal di rumah Ibu Almaira.
"Kamu tidak langsung pulang kan Anisa? tanya Arif penuh selidik. Memangnya kenapa mas?
"Kamu sangat jarang sekali datang ke sini. Jika berkenan kita makan siang di kantin kantor. Jika kamu bersedia, dan lagian kita sudah sangat lama tidak ngobrol bersama." ucap Arif sambil mengembangkan senyumnya berharap Anisa bersedia makan siang di kantin kantor.
Sejujurnya jam makan siang telah berlalu. Tetapi karena kedatangan Anisa dan juga Zidan, membuat istirahat Arif menjadi terganggu. Hal itu membuat Anisa menjadi merasa bersalah mengganggu waktu istirahat Arif.
"Ayo Anisa kita makan siang bareng di kantin kantor. Pasti kamu juga sudah lapar bukan? Soalnya cacing-cacing di perut Mas sudah pada berdemo meminta jatah. Tetapi karena kedatangan zidan dan kamu ke kantor ini, membuat Mas menunda makan siang." ucap Alex sambil mengembangkan senyumnya menatap Anisa dengan Tatapan yang sulit diartikan.
"Maafkan Anisa ya mas, karna Anisa mas jadi telat makan siang deh." ucap Anisa merasa tidak enak hati kepada Arif.
"No problem, lagian aku kan sudah janji nunggu kamu sampai datang bersama Zidan.
"Untuk itu kamu harus temanin Saya makan siang sekarang."ujar Arif kepada Anisa berharap Anisa bersedia makan siang bersama dengan Arif di kantin kantor.
Anisa mengembangkan senyumnya lalu menganggukkan kepalanya. Pertanda Ia setuju mereka makan bareng di kantin kantor sesuai dengan permintaan Arif. Arif dan Anisa berjalan menuju kantin Kantor.
__ADS_1
"Eh Pak Arif, kok baru datang makan siang? padahal ini sudah jam dua siang." ucap mang Karim pengelola kantin kantor.
"Eh tumben amat datang dengan gadis cantik? tanya mang Karim sambil memberikan daftar menu makanan yang ada di kantin kantor.
"Mang, saya yang biasa saja." Ical Arif kepada mang Karim.
"Sip bos, akan segera dihidangkan." ucap mang Karim. Kalau neng geulis mau pesan apa? tanya mang Karim kepada Anisa yang sedang memerhatikan seisi ruang kantin kantor yang lokasinya tidak jauh berad di dalam kantor.
Anisa memesan menu makanan kesukaannya. lalu mang Karim berlalu meninggalkan Arif dan juga anisa untuk menghidangkan menu makanan yang sudah dipesan Arif dan Anisa yang sudah menunggu menu makan siang di hidangkan di meja tempat Meraka berada.
"Menu makan siang ala mang Karim Sidah datang uhui....silakan disantap." ucap mang Karim. Ketika mang Karim sudah datang menghampiri kedua sejoli yang menunggu pesanan makanan.
"Wah, pasti makanannya enak." puji Anisa dan Arif membahayakan kalau menu makanan yang di hidangkan oleh mang karim enak dan pas di lidah Arif dan Anisa.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN
__ADS_1