PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 60. JATUH BANGKRUT


__ADS_3

Dengan telaten Olivia merawat putranya yang begitu menggemaskan. "Bu wajah baby Arya Vito mirip banget sama papanya tidak ada mirip-miripnya denganku. Padahal aku yang mengandungnya sampai 9 bulan."ucap Olivia yang memperhatikan wajah putranya mirip sekali kepada Daniel.


"Iya, Sepertinya dia mewarisi ketampanan papanya Daniel."sahut Ibu Florida sambil membantu Olivia merawat baby Arya Vito. Tanpa mereka sadari Nyonya Eliana mendengarkan segala apa yang mereka bicarakan di dalam kamar baby Arya Vito.


Nyonya Eliana mengembangkan senyumnya. "Aku yakin cepat atau lambat kamu akan menerima Daniel menjadi pendamping hidupmu." gumam Nyonya Eliana sambil menatap Olivia dan baby Arya Vito bergantian. Nyonya Eliana akan berusaha memberikan yang terbaik kepada Olivia dan putranya selama berada di rumah miliknya.


Sementara di tempat lain tepatnya di samera company. Terlihat Daniel sedang mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan perusahaan. Tiba-tiba ia dikejutkan dengan kehadiran Tuan Gladuks di sana.


"Daniel....!teriak Tuan Gladuks dari luar ruang kerja Daniel. Membuat Daniel terhenyak mendengar namanya dipanggil seseorang. Daniel bangkit berdiri melihat Siapa yang berteriak di luar ruangannya. Daniel tersenyum sinis ketika melihat sosok Ayah kandungnya datang menghampirinya.


"Kenapa Anda berteriak-teriak memanggil nama saya di kantor saya? ucap Daniel seolah-olah tidak mengenali sosok Tuan Gladuks."Apa maksud dan tujuan kamu menghancurkan perusahaan papa kamu sendiri? tanya Tuan Gladuks dengan penuh emosi.


Karena perusahaan milik Tuan Gladuks terancam bangkrut. Akibat Daniel memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaan yang dimiliki Papa kandungnya sendiri.


Daniel tersenyum kecut, menatap ayahnya dengan Tatapan yang sulit diartikan. "Saya tidak ingin melakukan apa-apa. Hanya sepertinya keuntungan perusahaanku kurang menguntungkan jika bekerjasama dengan perusahaan yang anda Pimpin." ucap Daniel dengan santai membuat amarah Tuan Gladuks semakin memuncak.

__ADS_1


"Dasar anak tidak tahu diri!" sudah dibesarkan dengan kemewahan yang aku punya, sekarang kamu berani menghianati Papi kamu sendiri!"


"Papi yang tega memisahkan anak dari ibu kandungnya? Wow sungguh Anda memang benar-benar lelaki bermuka dua. Ya selama ini Anda memang membesarkan saya dengan kemewahan yang Anda berikan kepada saya. Tetapi Apakah anda mengetahui betapa sakitnya hati ini setelah mengetahui kenyataan yang sebenarnya?" ucap Daniel membuat Tuan Gladuks mengerutkan keningnya.


"Kenyataan apa maksud kamu?"


"Selama puluhan tahun Anda sanggup membohongi semua orang dan Daniel anak kandung yang terlahir dari seorang ibu yang kamu pisahkan, karena tingkah laku bejatmu itu.


Dulu anda bermain di belakang mami dengan wanita yang Papi katakan baik, telah mengurus Daniel sejak kecil. Tetapi apa papi tahu kalau wanita itu juga hanya mengharapkan harta kekayaan papi?"


"Jaga ucapan Anda tuan Gladuks!" Jika anda ingin dihargai di sini jangan pernah menjelek jelekan ibu ku dihadapan Ku. Jangan kamu pikir saya tidak mengetahui kenyataan yang sebenarnya sekarang. Saya sudah mencari tahu dimana keberadaan ibu kandungku. Yang kamu katakan pergi meninggalkanku karena ingin menikah dengan lelaki kaya seperti yang anda katakan sebelumnya kepadaku.


Prok.....


Prok....

__ADS_1


Prok....


Sungguh luar biasa ada mampu membohongi semua orang. Termasuk saya yang sudah anda bohongi selama puluhan tahun. Daniel Berharap anda berubah. Sudah Tua dan bau tanah juga. Tapi kelakuan tidak pernah berubah. Seharusnya anda bertobat sebelum Azab datang menghampiri Tuan!" ujar Daniel seolah-olah tidak mengenali sosok Tuan Gladuks.


"Kurang ajar kamu ya!" siapa kamu berani menggurui Ku." Tolong tinggalkan kantor ini sebelum kesabaranku habis. Anda tidak memiliki hak apa-apa di sini. Ini kantor saya yang saya rintis sendiri. Dan mulai saat ini Anda tidak perlu lagi mengelola perkebunan yang ada di Limbangan.


Karena itu warisan kakek kepadaku. Jadi itu akan saya ambil alih. Saya akan mengelolanya sendiri. Pasti perkebunan itu akan semakin berkembang jika di tangan yang tepat. Tidak di tangan lelaki bejat seperti Mu. ucap Daniel yang mampu membuat amarah Tuan Gladuks semakin memuncak.


" Kita lihat saja nanti. Jika kamu sudah jatuh miskin, Apakah Istri Kedua kamu itu akan tetap bertahan mendampingimu. Saya yakin tidak. Karena dia hanya mengejar harta kekayaanmu saja. Sungguh miris, wanita yang tulus mencintai anda mampu anda khianati demi wanita sampah sepertinya."ucap Daniel kepada tuan Gladuks tanpa ada rasa empati sedikitpun kepada ayah kandungnya.


Karena Ia menginginkan perusahaan yang dipimpin oleh Tuan Gladuks bangkrut dan beralih ke tangannya. Ia ingin mengetahui seberapa besar cinta Nyonya Julia kepada ayah kandungnya sendiri, jika tuan Gladuks tidak memiliki harta kekayaan seperti yang dimilikinya sebelumnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2