
Pagi hari yang indah, Olivia terbangun dari tidurnya. Ia melirik putranya masih tertidur pulas di sampingnya. Sementara Daniel juga masih tidur di sofa. Olivia bangkit dan langsung berlalu kekamar mandi berniat ingin membersihkan diri.
Daniel terbangun dari tidurnya.
"Ia melihat ada selimut tebal yang membalut tubuh. "Loh tadi malam perasaan aku tidak pakai selimut, siapa yang menyelimuti aku?" tanya Daniel dalam hati. Olivia keluar dari kamar mandi, dengan menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya. Ia mengira kalau Daniel masih tertidur pulas.
Ia terhenyak ketika melihat Daniel sudah duduk santai diatas tempat tidur sambil menatap putranya yang masih tertidur pulas.
"Astaga!" kamu keluar gih, kirain tadi masih tidur. Eh malah nyengir nyengir duduk santai disitu." gerutu Olivia.
"Ngapain mas harus keluar sih sayang?"mas masih ingin bersama putraku.
"Cepat keluar!" bentak Olivia. Jangan macam macam." ucap Olivia. Daniel seolah Tuli ia malah membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur tepatnya didekat putranya.
Dengan terpaksa Olivia mengambil baju gantinya dan kembali ke kamar mandi. Untuk memakai baju gantinya.
"Idih, ngapain harus masuk kamar mandi sih, disini aja kan bisa." gerutu Daniel jahil kepada Olivia membuat Olivia semakin kesal kepdanya.
"Kalau kamu banyak bicara, besok besok kamu tidak bisa menginap disini."pekik Olivia.
"Bagaimana mungkin kamu tega membiarkan Putraku menjerit jerit menangis, meminta papinya yang tampan ini. Tidur bersamanya dan bersama maminya yang cantik." sahut Daniel dengan enteng membuat Olivia melototkan matanya.
Daniel langsung terdiam dan memilih memberikan kecupan hangat di wajah tampan putranya.
"Jangan kau ganggu putraku tidur, lebih baik kamu pergi kerja nanti kau terlambat."
"Biarin aja, suka suka kan. Kantor kantor kita kok." sahut Daniel dengan santai.
Menjadi seorang bos, seharusnya jadi panutan. Bukan malah buat contoh tidak bagus untuk bawahannya. Jiwa sombong Mu yang membuat orang terkadang kesal kepadamu. Jika aku menjadi karyawan mu Aku tak akan sanggup bekerja di kantormu sama seperti dulu. Yang memperlakukan aku seenak jidatmu saja.
__ADS_1
"Aku bersyukur terlepas dari Bos seperti kamu. Mataku selalu ternoda dengan tingkat bejatmu itu. Yang setiap minggunya gonta-ganti wanita untuk memuaskan hasrat birahi Mu. Jika Aku masih di sana, aku akan tetap berdosa membiarkan orang melakukan Zinah di sana."ucap Olivia setelah selesai menggunakan pakaian dan sudah terlihat rapi.
"Itu kan dulu. Lain Sekarang, setiap manusia pasti memiliki masa lalu. Itu sudah masa laluku yang kelam. Dan sekarang masa depanku ada di kamu dan juga Putra kita baby Arya Vito.
"Masa depan kamu tidak ada di saya masa depanmu di tangan kamu sendiri. Baik tidaknya masa depanmu, itu tergantung dirimu. Bukan tergantung saya. "
Kalau lelaki bejad sepertimu. Pasti sulit untuk berubah. Bisa saja berubah.Tapi hanya sementara waktu. Tetapi tidak menutup kemungkinan jika sedikit ada permasalahan, pasti larinya akan ke sana. Kalau ingin mencari jodoh lebih baik cari jodoh yang sama seperti kamu. Agar tidak saling menyakiti nanti. Karena kalian memiliki sikap yang sama. Pasti kalian akan saling memahami. Berbeda dengan saya.
"Kamu yang membimbing aku agar berubah supaya lebih baik. Dan kamu satu-satunya wanita yang dapat membuatku berubah. kehadiran kamu dan Putra kita di kehidupanku membuat hidupku semakin berwarna." ucap Daniel.
"Omong kosong!"
" Siapa juga yang ingin hidup bersamamu. Ngak sudi rasanya memiliki suami, yang suka Gonta ganti pasangan. Ih entahlah mungkin saja wanita yang kamu pakai itu, penyakitan. Dan aku tidak ingin tertular." ucap Olivia sambil menggerdikkan bahunya. Dan berlalu dari sana.
Tetapi sebelum Olivia pergi, dengan sigap Daniel langsung meraih tubuh Olivia kepelukannya. Dan memberikan kecupan hangat di bibirnya. Perlahan kecupan itu semakin mendalam. Membuat Olivia kesulitan untuk bernafas. Daniel sengaja tidak memberikan ruang kepada Olivia.
Karena jika Daniel memberikan ruang untuk berbicara. Maka tidak akan menutup kemungkinan, kalau Olivia pasti akan ngoceh dan marah marah kepadanya. Sehingga sebelum itu Terjadi, Daniel terus berikan kecupan yang membuat Olivia semakin kewalahan. Hingga lima menit kecupan. hangat itu berlangsung membuat Olivia merasa sesak Nafas dan memberikan gamparan di wajah Daniel.
"Dengan tidak memberiku bernafas hah!" bentak Olivia
Daniel seolah Tuli dan tidak peduli dengan gamparan yang di layangkan Olivia ke wajah tampanya.Ia justru tersenyum,tertawa dan kembali meraih tubuh Olivia kepelukannya dan kembali mengecup Bibir manis Olivia secara mendadak. Dan menelan silva Olivia yang masuk kedalam mulutnya.
"Silva Mu candu bagiku." ucap Daniel sambil melepaskan kecupannya dari Olivia.
"Lancang sekali kamu!"
Olivia kembali memberikan gamparan yang cukup hebat diwajah Daniel, tetapi Daniel malah hanya tertawa dan mengedipkan matanya sebelah kepada Olivia.
"Lancang kepada istri sendiri tidak apa apa.
__ADS_1
"Apa?
"Istri?
"Sejak kapan saya jadi istri kamu?
"Sejak kamu, tidur berdua selama dua Minggu di Apartemen Ku. Itu sudah aku menganggap kamu, istriku. Dan itu terbukti dengan kehadiran putra kita yang tampan." sahut Daniel dengan santainya.
"Itu satu keputusan Ku yang salah, jadi jangan membuatku semakin kesal. Aku akan pergi dari sini bersama Putraku, jika kamu bertindak macam macam lagi.
"Memangnya kamu tega melihat dan mendengar putramu menjerit jerit.
"Mami..... mami....jangan usir papi." nanti putra kita menangis seperti itu, gimana Dong?" ucap Daniel selalu memperalat putranya agar dirinya tidak terusir dari sana.
Tanpa mereka sadari Nyonya Eliana dan ibu Florida sudah mendengar pertengkaran kecil mereka. Tetapi Nyonya Eliana dan ibu Florida sengaja membiarkan itu terjadi. Agar Olivia dengan Daniel semakin dekat. Ibu Florida dan nyonya Eliana menginginkan hal yang sama seperti yang diinginkan Daniel.
Mereka juga ingin kalau Daniel dan Olivia suatu saat akan bersatu ke jenjang pernikahan. Karena nyonya Eliana menginginkan cucunya memiliki orang tua yang lengkap.
Nyonya Eliana tidak ingin kejadian yang terjadi kepada Daniel terjadi kepada cucunya. Begitu juga dengan Daniel. Dia tidak ingin menginginkan putranya dirawat orang lain selain ibu dan ayah kandungnya sendiri.
"Tidak! pokoknya jika kamu tetap seperti ini. Aku akan pergi dari rumah ini membawa putra Ku.
"Oek .....oek....oek!" tiba tiba Baby Arya Vito menjerit histeris. Membuat Olivia langsung meraih tubuh putranya. Tetapi Baby Arya Vito, tak kunjung diam membuat Olivia sedikit kewalahan.
Daniel tersenyum, dan menghampiri Olivia, "Siapa yang nakal sayang? mami ya? cup cup cup......Mami ini jahat usir usir papinya Arya." ucap Daniel Sambil meraih tubuh Arya Vito kepelukannya. Eh Arya Vito langsung terdiam di pelukan Daniel. Dengan telaten, Daniel menimang Arya Vito sambil memberikan susu formula yang disediakan oleh baby sitter sebelumnya.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏