
Karena merasa tidak sabar menunggu kabar terbaru tentang Olivia, Nyonya Eliana meminta anak buahnya untuk mencari tahu hal yang sebenarnya terjadi kepada Olivia. Salah satu anak buah Nyonya Eliana, mengabari kepada Nyonya Eliana kalau kondisi Olivia saat ini sedang kritis dan berada di rumah sakit.
Hal itu membuat Nyonya Eliana terhenyak sekaligus emosi. Karena Daniel tidak jujur kepada Nyonya Eliana. Nyonya Eliana menitipkan baby Arya Vito kepada Ibu Florida. dan juga beberapa asisten rumah tangga di sana.
Nyonya Eliana tampak tergesa-gesa keluar dari kamar utama yang mereka tempati Sedangkan Tuan Gladuks yang melihat istrinya keluar dengan tergesa-gesa, datang menghampirinya. "Sayang kamu mau ke mana? kok sepertinya terburu-buru?" tanya Tuan Gladuks penuh selidik.
" Bagaimana mungkin kamu bisa tenang duduk di sini, sementara menantuku sedang mempertaruhkan nyawanya di rumah sakit." gerutu Nyonya Eliana sambil menatap Tuan Gladuks dengan tatapan tajam.
" Maksud kamu apa sayang? mas tidak paham." tanya Tuan Gladuks kepada istrinya.
" Mas pura-pura tidak mengetahui atau memang tidak ingin mengetahuinya? ucap nyonya Gladuks penuh dengan emosi. "Jujur mas sangat bingung apa yang kamu bicarakan. Karena memang benar Tuan Gladuks sama sekali tidak mengetahui apa yang dimaksud oleh nyonya Eliana.
Kemudian Nyonya Eliana pun memberitahu yang sebenarnya terjadi kepada Olivia. Membuat Tuan Gladuks pun terhenyak dan langsung meraih ponsel miliknya untuk menghubungi seseorang yang ia harap dapat membantu Tuan Gladuks, untuk mencari dalang dibalik penculikan Itu.
"Cari tahu siapa pelaku penculikan menantu saya!" saya tidak terima kegagalan." perintah Tuan Gladuks setelah sambungan telepon selulernya tersambung lalu, langsung mematikan sambungan telepon selulernya.
Tuan Gladuks menghampiri Nyonya Eliana agar mereka pergi bersama ke rumah sakit tempat Olivia saat ini. Tuan Gladuks langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju Rumah Sakit tempat Olivia dirawat saat ini.
Nyonya Eliana, juga mendapat kabar Kalau kondisi sopir pribadinya yang selama ini mengabdi kepada Nyonya Eliana, kondisinya lumayan parah. Dan ia juga saat ini sedang berada di rumah sakit yang sama dengan Olivia.
__ADS_1
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 1 jam Nyonya Eliana dan Tuan Gladuks pun tiba di rumah sakit. Nyonya Eliana yang sudah mengetahui Di mana posisi Olivia saat ini dirawat, langsung berlari menuju ruang ICU. tanpa bertanya kepada salah satu suster yang ada di sana. Karena informan Nyonya Eliana memberitahu sedetail mungkin tentang Olivia saat ini.
Nyonya Eliana dan Tuan Gladuks sudah melihat ibu Nurhaida dan Anisa terus menangis sesungguhkan di depan ruang ICU Begitu juga dengan Daniel. "Apa yang terjadi kepada menantuku? Mengapa ini bisa terjadi Daniel Gladuks yang terhormat? Nyonya Eliana tampak emosi karena putranya tidak berterus terang kepadanya.
Dan mengapa kamu tidak memberitahu kepada mami kejadian yang menimpa menantuku? pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Nyonya Eliana kepada Daniel. Daniel sama sekali tidak menjawab. Ia hanya terus menangis dan menangis.
Lelaki yang terkenal sombong dan Arogant kini terlihat rapuh meratapi kondisi istri yang sangat ia cintai. Dimana Daniel yang dulu papi kenal? tanya Tuan Gladuks melihat putranya yang begitu rapuh.
Daniel hanya menatap tuan Gladuks dengan tatapan sendu. "Kamu harus kuat, Daniel yang Papi kenal lelaki kuat dan Arogant. Tidak seperti ini mewek. Kamu harus berdoa supaya Olivia cepat sembuh. Tidak ada artinya kamu menangis.
lakukan sesuatu, cari siapa pelaku yang sebenarnya. Karena Papi yakin mereka yang melakukan penculikan terhadap menantuku, pasti ada dalangnya." ucap Tuan Gladuks kepada putranya yang tampak rapuh. Dan sepertinya Tuan Gladuks tidak pernah melihat Daniel rapuh seperti ini.
Ketika Daniel, Nyonya Eliana dan ibu Nurhaida sudah berada di ruang ICU, tampak Daniel menghampiri istrinya. istri yang sangat ia cintai. "Sayang ayo bangun, bangun sayang. Putra kita sangat merindukanmu. Mas juga sangat merindukanmu sayang." mohon Daniel sembari terus Mengecup wajah pucat istrinya.
Jangan membuat Mas khawatir untuk yang kedua kalinya. Kamu harus bertahan sayang. Kamu harus kembali kepada Mas dan Putra kita Arya Vito. Putra kita menunggu kamu di rumah. Tangis Daniel pecah berada di ruang ICU itu. Melihat kondisi istrinya yang begitu lemah.
Sementara Nyonya Eliana dan Ibu Nurhaida tidak dapat membendung air matanya. Melihat tangis Daniel memohon kepada Olivia, agar tetap bertahan untuk putra dan cucu mereka. "Come on sayang, kamu wanita yang sangat kuat. Kamu pasti bisa melewati ini semua." mohon Daniel sambil terus mengecup wajah pucat istrinya. Sesekali ia mengecup punggung tangan Olivia.
"Nak kamu harus kuat. Kamu harus bertahan demi orang-orang yang menyayangimu. Cucu Ibu sangat membutuhkan kasih sayang dari Mu. Jangan kamu membiarkan cucu Ibu, Arya Vito kekurangan kasih sayang dari kamu." mohon Ibu Nuraida sambil terus memberikan kecupan hangat di wajah pucat Olivia. Ibu Nurhaida mengelus rambut putrinya putri yang sangat ia sayang.
__ADS_1
Nyonya Eliana juga memohon kepada Olivia, untuk tetap Bertahan demi baby Arya Vito dan orang-orang yang sangat menyayangi dirinya. "Ayolah sayang, kembalilah kamu harus bangun. Kamu menantu Mami satu-satunya.
Menantu yang sangat mami sayangi." ucap Nyonya Eliana sambil terus mengelus rambut Olivia.
Tiba-tiba seorang suster datang menghampiri mereka. Meminta agar segera keluar dari ruang ICU. Karena waktu yang sudah diberikan oleh pihak rumah sakit, melihat kondisi Olivia yang berada di ruang ICU telah habis.
"Maaf Nyonya, Tuan!" waktunya yang diberikan oleh pihak rumah sakit untuk melihat kondisi pasien yang ada di ruang ICU, telah berakhir. Mohon keluar, karena ruang isu ini ruang yang harus disterilkan." ucap Suster itu kepada Daniel, ibu Nurhaida dan nyonya Eliana, agar segera meninggalkan ruang ICU tempat Olivia berada.
Nyonya Eliana tidak dapat memaksakan kehendaknya. Karena sesuai dengan negoisasi yang mereka lakukan dengan pihak rumah sakit, waktunya berkunjung melihat kondisi Olivia di ruang ICU telah habis. Sehingga mau tidak mau Nyonya Eliana harus mengikuti peraturan yang berlaku di rumah sakit.
Dengan langkah gontai, Daniel keluar dari ruang ICU. Ia seolah tidak ingin meninggalkan istrinya Olivia sendiri di ruangan itu. Ia ingin selalu menemani istrinya disana. Tetapi pihak rumah sakit tidak mengijinkan.
BERSAMBUNG......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN
__ADS_1