
Daniel dan Olivia keluar dari pesawat. "Lihat Mas banyak sekali fans mas di pesawat ini." ucap Olivia ketika para penumpang ingin berfoto bersama dengan Daniel dan juga Olivia. "seru kan Mas,"Daniel hanya tersenyum menatap istrinya dengan tatapan penuh cinta.
Awalnya Daniel kesal kepada istrinya. Karena membooking tiket pesawat komersil kelas ekonomi. Dan itu bukan tipe Daniel. Tetapi ketika para penumpang pesawat komersil itu, ingin dekat dengan Daniel, dan juga ramah kepadanya. Membuat Daniel merasa dirinya dihargai para penumpang pesawat itu. Begitu juga dengan para pramugarinya yang ramah.
Membuat kekesalan Daniel terhadap Olivia sirna begitu saja. "Ternyata asyik juga naik pesawat komersil. Memang istriku bisa aja untuk menghidupkan suasana. Tidak sia-sia pengorbananku tadi menunggu di bandara. ternyata begini asyiknya menaiki pesawat komersil. Daniel bermonolog sendiri sembari berjalan mengikuti Olivia keluar dari bandara.
Tentunya setelah selesai berfoto selfie dengan para penumpang yang ingin mengabadikan momen perjalanan mereka bersama Daniel, sang pengusaha karya raya yang berasal dari tanah air.
Ketika Daniel dan Olivia sudah keluar dari bandara, terlihat Arif datang menghampiri keduanya. "Selamat datang kembali Tuan Daniel dan nyonya Olivia!" si?apa Arif sambil mengembangkan senyumnya memberi salam kepada Daniel dan juga Olivia.
Terlihat dua orang lelaki berbadan kekar membantu Olivia dan Daniel membawa barang bawaan mereka, masuk ke dalam mobil. "Apa kamu memberitahu kepulangan kami kepada Mami dan Papi?" tanya Daniel kepada Arif dibalas gelengan kepala dari Arif.
"Good, kalau begitu. Daniel dan Olivia berlalu dari bandara menuju rumah utama keluarga Gladuks. Di sepanjang perjalanan Olivia terus berceloteh mengenai perjalanan mereka dengan menggunakan pesawat komersil membuat Arif tertawa ngakak.
"Puas loh, kakak ipar lo ngerjain gue? gerutu Daniel ketika mendengar suara tawa Arif yang tertawa lepas, ketika mendengar apa yang diucapkan Olivia, memberitahu kalau kepulangan mereka dengan menggunakan pesawat komersial kelas ekonomi.
"Bos ojo nesu nesu! perjalanan menaiki pesawat komersil cukup asyik dapat berkenalan dengan cewek-cewek cantik."Sahut arif yang mampu membuat Daniel menata Arif dengan tatapan tajam. seolah dirinya ingin menelan Arif bulat-bulat.
"Oh i'm sorry bos! Arif mengangkat kedua tangannya ke atas udara, meminta maaf kepada Daniel. Karena berbicara terlalu ceplas-ceplos. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 45 menit dari Bandara Soekarno Hatta menuju rumah utama keluarga Gladuks. Akhirnya Daniel Olivia dan yang lainnya tiba di sana.
__ADS_1
Melihat mobil yang dikendarai Arif tiba di pintu gerbang rumah utama keluarga Gladuks. Petugas keamanan yang berjaga di sana langsung membuka pintu gerbang Dengan lebar. Agar mobil yang dikendarai Arif dapat masuk dengan leluasa.
Padahal petugas keamanan itu belum mengetahui yang berada di dalam mobil Daniel dan juga Olivia. Kini mobil itu sudah memasuki halaman rumah utama keluarga Gladuks.
Arif turun terlebih dahulu, lalu membuka pintu mobil agar Daniel dapat keluar dengan leluasa bersama Olivia. Melihat kehadiran Daniel dan Olivia disana tampak Ibu Florida terhenyak. Karena Daniel sudah tiba di rumah utama keluarga Gladuks.
Padahal sebelumnya Daniel tidak memberitahu kepulangan mereka hari itu. Sehingga Ibu Florida, Nyonya Eliana dan yang lainnya tidak memberikan sambutan untuk menyambut Daniel dan Olivia. Daniel sengaja tidak memberitahu kepada Nyonya Eliana mengenai kepulangan mereka selama melakukan perjalanan bulan madu sesuai yang diinginkan oleh Nyonya Eliana.
"Assalamualaikum!" sapa Olivia ketika dirinya sudah berada di pintu utama. Nyonya Eliana yang sedang sibuk bermain dengan baby Arya Vito terhenyak mendengar suara menantunya Olivia. "Loh kok sepertinya suara Olivia?" gumam Nyonya Eliana penasaran.
"Iya Nyonya, Sepertinya itu suara nyonya Olivia. Oh Iya sebentar lihat dulu." ucap salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman rumah utama keluarga Gladuks.
"Ah Bibi terlalu lebay, Mami dimana? tanya Daniel penuh selidik sambil langsung masuk mencari keberadaan Nyonya Eliana. "Hello mamiku yang cantik dan kece badai." sapa Daniel sambil memeluk Nyonya Eliana dari belakang.
Membuat Nyonya Eliana terhenyak dirinya sedang bermain dengan cucunya baby Arya Vito itu. "Astaga kamu ngagetin Mami saja. kalian sudah pulang, kok cepat banget sayang? pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan oleh Nyonya Eliana kepada Daniel.
Sementara Olivia sudah menggerutu, karena Daniel tidak memberikan kesempatan kepada olivia untuk memeluk Nyonya Eliana. "Mas Olivia juga sangat merindukan Mami. dan ingin dipeluk Mami." ucap Olivia menggerutu karena dirinya kesal dan Daniel tidak memberikan kesempatan kepada Olivia.
"Olivia langsung memeluk Nyonya Eliana. ketika Daniel sudah melepaskan pelukannya. Kemudian Daniel meraih tubuh mungil putranya yang sangat ia rindukan. " Putra Papi yang tampan, Maaf ya. Papi meninggalkanmu selama beberapa minggu." ucap Daniel sambil menghujani wajah tampan putranya dengan kecupan.
__ADS_1
Olivia juga tidak ingin kalah dengan suaminya. Mas sini Putraku, Aku sangat merindukan dia." ucap Olivia yang mampu membuat Daniel menggelengkan kepalanya. "Sayang, Mas belum puas menggendong tubuh mungil Putra kita. Sekarang kamu sudah memintanya."gerutu Daniel ketika mendengar Olivia ingin meraih tubuh putranya dari pelukannya.
" Mas, Olivia juga sangat merindukan Putra kita. Bukan cuman Mas." sahut Olivia sambil berusaha meraih tubuh mungil putranya dari gendongan Daniel. Daniel pun akhirnya mengalah dan memberikan baby Arya Vito kepelukan Olivia. Membuat Nyonya Eliana dan ibu Florida tertawa ngakak melihat tingkah suami istri itu.
"Dasar pasangan aneh! gerutu Nyonya Eliana melihat tingkah Putra dan menantunya. Melihat interaksi Olivia. Daniel kepada Putra mereka, Arif mengembangkan senyumnya menatap Olivia Daniel dan baby Arya Vito secara bergantian.
"Makanya Tuan Arif, segeralah melamar seorang wanita. Pasti den Arif juga merasakan kebahagiaan seperti yang dirasakan oleh Tuan Daniel dan Nyonya Olivia." ucap salah satu asisten rumah tangga yang sudah lama bekerja di rumah utama keluarga Gladuks. Karena melihat Arif memperhatikan interaksi Daniel. Olivia terhadap putranya Dewi Arya Vito
Drama melepas rindu, telah usai. Kini Olivia dan Daniel sudah memberikan beberapa oleh oleh untuk penghuni rumah yang ada di sana. terkecuali kecuali semuanya mendapat bagian. Sekalipun itu asisten rumah tangga. Olivia membawa oleh-oleh untuk setiap asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Gladuks.
Nyonya Eliana dan ibu Florida merasa bahagia ketika Olivia memberikan paper bag kepada Nyonya Eliana dan ibu Florida. "Terima kasih sayang." ucap Nyonya Eliana kepada menantunya Olivia. Tiba-tiba Tuan Gladuks muncul disana.
"Kalian lagi bagi-bagi apa sih? Memangnya Papi tidak mendapat jatah?" tanya Tuan Gladuks ketika Nyonya Eliana dan yang lainnya, sudah membuka oleh-oleh yang diberikan Olivia kepada mereka. "Papi Tenang saja, semua dapat bagian. Olivia sudah mengaturnya semua." ucap Daniel sambil mengembangkan senyumnya. Lalu Olivia pun meraih paper bag yang dia letakkan di atas meja, dan memberikannya kepada Tuan Gladuks.
Bersambung.....
Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
__ADS_1