
Kemudian Daniel pun angkat bicara. memberitahu segalanya kepada ibu Nurhaida dan Annisa. Membuat Ibu Nurhaida terhenyak tampak ada rasa kesal dan emosi di wajah Ibu Nurhaida, ketika Daniel memberitahu segalanya kepada ibu Nurhaida.
"Apa?
"Apa Saya tidak salah mendengar apa yang anda ucapkan Tuan Daniel? tolong berbicara yang benar. Saya tidak percaya Putri Saya sanggup melakukan dosa besar itu.
"Maafkan saya bu, bukan Olivia yang bersalah. Tetapi Daniel yang bersalah di sini.
Awalnya perjanjian kami lakukan. Jika Ibu mengingat permintaanku saat telah aku berikan uang pinjaman 500 juta untuk biaya pengobatan Anisa, Daniel meminta Olivia tinggal di apartemen milik Daniel, agar Olivia dapat bekerja lebih leluasa. Mulai dari sanalah kejadian itu.
Daniel sendiri yang merenggut kesucian Olivia sesuai dengan kontrak yang aku berikan kepadanya. Asalkan aku memberikan uang 500 juta untuk pengobatan Anisa.
Anisa menangis misterius mendengar pengorbanan sang adik untuknya. Harus rela mengorbankan keperawanannya untuk biaya pengobatannya Anisa.
Ia semakin merasa bersalah kepada Olivia menyebabkan Olivia menderita selama ini sendirian. "Ya Allah Apa artinya aku hidup jika yang sebenarnya begini kejadiannya. Untuk apa kamu lakukan itu Olivia?" tangis Anisa
Ia benar-benar tidak terima pengorbanan yang dilakukan oleh Olivia terhadapnya."Lebih baik Kakak mati dibandingkan kamu menjual harga dirimu kepada lelaki laknat ini. Aku kira Anda dewa penolongku dan dewa penolong keluargaku. Ternyata di balik kebaikan anda itu, memiliki maksud terselubung.
"Jujur aku berterima kasih atas bantuan yang selama ini kamu berikan kepada kami. Tetapi kamu sudah membuat adikku menderita. Kenapa kamu tega membohongi kami Olivia? dan melakukan dosa besar itu hanya untuk kakak? jika Kakak mengetahui itu, kakak tidak akan pernah mau dioperasi kalau uang untuk pengobatan Kakak, hasil kamu menjual diri kepada lelaki ini!" ucap Anisa emosi tingkat dewa.
Olivia menangis sesungguhkan.Ia meminta maaf kepada Anisa atas segala kebohongan yang ia lakukan selama ini. "Hidup kita memang miskin Olivia, tetapi kita memiliki harga diri. Harga dirimu dan harga diri kita satu keluarga sudah dibeli oleh lelaki ini sebesar 500 juta, sesuai dengan apa yang kalian bicarakan tadi. Kita sudah tidak memiliki harga diri di hadapan keluarga lelaki ini.
__ADS_1
Ibu Nurhaida tidak dapat mengeluarkan kata-kata. Ia hanya terus menangis meratapi nasib kedua anaknya. "Kamu memang sangat luar biasa pintar menyembunyikan segalanya dari kami. Ibu tidak menyangka di balik wajah polos itu, kamu menutupi kebohongan yang sangat besar.
Ibu memang memiliki firasat kamu menyembunyikan sesuatu. Tetapi Ibu tidak dapat menuduh Mu begitu saja karena ibu sama sekali tidak memiliki bukti. Ibu dan Anisa berusaha mencari keberadaanmu kepada Vika dan juga lelaki ini, tetapi mereka tidak pernah buka mulut. Vika selalu mengatakan kalau kamu tugas di luar kota,
yang ternyata kamu menutupi kehamilan kamu hasil dari kamu menjual diri.
Ibu Nurhaida terus menangis menatap Olivia dengan Tatapan yang sulit diartikan.
Olivia terus meminta maaf dan bersujud di kaki ibu Nurhaida dan juga Anisa berharap mereka memaafkan Olivia.
"Bukan.... bukan, kamu yang salah di sini. Kakak yang salah. Seharusnya kakak tidak sakit-sakitan lebih baik Kakak mati daripada kamu mengalami penderitaan. Anisa terus menangis memeluk adiknya. Ia justru bersujud di kaki Olivia meminta maaf kepada Olivia, karena ia tahu Olivia melakukan itu semua hanya untuk dirinya.
"Bu.... kak Anisa bagaimanapun Arya Vito Putraku dan Mas Daniel. Tolong maafkan mas Daniel, ini tidak sepenuhnya kesalahannya. Jika Olivia tidak menandatangani surat kontrak kerjasama itu, maka ini tidak akan terjadi. Ibu nurhaida terdiam.
"Sudahlah apalagi yang harus kita lakukan saat ini. Semuanya sudah terjadi. lebih baik kamu tata hidupmu ke depan, supaya lebih baik dan mintalah pengampunan dari Allah agar Allah mengampuni segala kesalahan yang kamu lakukan ini.
Olivia mendongakkan kepalanya menatap ibu Nurhaida dengan tatapan penuh kasih sayang. Kerinduan Olivia terhadap ibu Nurhaida dan juga sang kakak sudah terbayar, walaupun disuguhi amarah dan emosi dan tangis, setelah Daniel dan Olivia memberitahu segala apa yang mereka lakukan di masa lalu.
Daniel menghampiri Ibu Florida yang masih setia menunggu di mobil bersama sang sopir. "Ibu ayo kita turun. Maaf sudah membuat Ibu terlalu lama menunggu. Daniel meraih tubuh putranya ke gendongannya lalu berjalan kembali masuk ke rumah yang ditempati oleh ibu Nurhaida.
Melihat sang cucu berada di pangkuan Daniel Ibu Nurhaida langsung meraih tubuh bayi mungil itu. Ibu Nurhaida menangis sesungguhkan sembari memberikan kecupan di wajah tampan Arya Vito. "Ya Allah....,maafkan nenek tidak mengetahui kehadiranmu di dunia ini.
__ADS_1
Ibu Nurhaida mengelus wajah tampan cucunya. Tetapi Anisa langsung berlari masuk ke kamar. Ia belum terima dapat sembuh akibat pengorbanan Olivia yang cukup besar untuknya. Sungguh rasa bersalah yang amat dalam dirasakan Anisa, Ketika ia mengetahui kenyataan yang sebenarnya.
Nyonya Eliana hanya memperhatikan interaksi Anisa, Olivia, ibu Nurhaida dan juga Daniel tanpa ada niatan ikut campur urusan mereka. Jika Daniel belum bisa menjelaskan segalanya kepada ibu Nurhaida maka Nyonya Eliana yang ikut campur di dalamnya.
Tetapi sepertinya putranya dapat menyelesaikan permasalahannya sehingga Nyonya Eliana bernapas lega. Ibu Florida pun meminta maaf kepada ibu Nurhaida karena telah menyembunyikan kenyataan dari mereka.
" Maafkan saya Ibu Nurhaida, karena saya juga terlibat di dalamnya. Saya tidak memberitahu dari awal kepada ibu. Tetapi Sudahlah semuanya sudah berlalu asalkan kehidupan Daniel dan Olivia baik-baik saja. Jadi menurut saya lebih baik Olivia dan Daniel kita satukan dalam ikatan pernikahan. Agar baby Arya Vito mendapat keluarga yang utuh.
Ibu Nurhaida menghela nafas berat. Ia berpikir yang dikatakan oleh ibu Florida benar adanya. Jujur saya memang sangat kecewa akan apa yang dilakukan Daniel kepada Olivia. Saya tidak dapat berbicara apa-apa karena yang menjalani Olivia sendiri.
Saya hanya memberikan pandangan hidup kepada putri saya. Agar tidak menilai calon suaminya dari segi ekonomi dan pendidikan saja. Saya tidak ingin putri saya menikah dengan orang kaya raya, tetapi kehidupan rumah tangganya hancur berantakan. lebih baik putri saya menikah dengan rakyat biasa, tetapi kehidupan rumah tangganya bahagia. Ibu Nurhaida memberitahu kepada orang-orang yang ada di sana
lebih baik kalian tanyakan saja langsung kepada putri saya Olivia. Apakah Olivia menerima pernikahan ini, atau tidak."
ucap Ibu nurhaida sambil memperhatikan Siapa saja yang datang ke warung sembako miliknya.
BERSAMBUNG....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE,COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
__ADS_1