PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 123. KITA MENIKAH


__ADS_3

Nyonya Eliana menghampiri Daniel dan Olivia yang sedang duduk di taman belakang bersama baby Arya Vito. "Dicari Ternyata kalian ada di sini. Memangnya ada apa mom mencari kami? nyonya Eliana tidak menjawab. Nyonya memberikan amplop kepada Olivia.


"Apa ini mom? tanya Olivia penasaran. "Mami rasa kalian butuh refreshing setelah kejadian yang menimpa Olivia beberapa hari yang lalu. Apalagi semenjak pernikahan kalian diadakan. Kalian belum melakukan perjalanan bulan madu. Untuk itu Mami dan papi Sudah mempersiapkan paket bulan madu untuk kalian berdua.


"Apa Apa mom? tanya Olivia penasaran.


" Mami ingin kalian pergi bulan madu, dan Mami tidak menerima penolakan. Kalau masalah kantor, Jangan khawatir ada papi, Alex dan juga Arif yang menangani kantor sekarang.


Nyonya Eliana menegaskan agar Olivia dan Daniel tidak menolak rencana Tuan Gladuks dan nyonya Eliana. "Bagaimana Mas apa Mas setuju apa yang dikatakan mami?" tanya Olivia meminta persetujuan dari suaminya. Kalau Mas terserah sama kamu saja sayang. Jika kamu berkata iya maka Mas pasti akan menurut." ucap Daniel sambil meraih tubuh Olivia kepelukannya.


"Dari awal mon, katakan tidak menerima penolakan kalian harus pergi bulan madu Mom ingin sekali langsung mendapat Kabar baik lagi. "Maksud mami? Daniel penasaran Kabar baik Apa yang dimaksud oleh Nyonya Eliana.


"Setelah setelah pulang bulan madu, Mami ingin dengar kalau baby Arya Vito akan memiliki adik." rujak Nyonya Eliana membuat Daniel dan Olivia membulatkan matanya.


"Tapi mom, Baby Arya Vito masih terlalu kecil untuk memiliki seorang adik.


"Tidak apa apa, supaya rumah ini ramai. Mami Tini mendengar suara Tangis Bayi saling bersahutan di rumah ini." hijab Nyonya Eliana Sambil tertawa ngakak.


"Mami bisa saja. nanti Daniel dan Olivia akan pikirkan sahut Daniel. Sambil mengembangkan senyumnya. Nyonya Eliana meninggalkan Olivia dan Daniel di taman belakang bersama baby Arya Vito.


****


Mas sore ini kita langsung balik ke Jakarta tidak? tanya Olivia Kepada Alex. Karena sudah melihat Jam menunjukkan pukul 18.15 sore. "Sepertinya kalau kita pulang sore ini, kita sampai di Jakarta akan kemalaman. lebih baik kita menginap di villa." sahut Alex berharap Vika memahami situasi saat ini.


Vika tampak berpikir sejenak. "Tapi mas?

__ADS_1


"Tapi apa Vika sayang?


"Kamu takut mas kebablasan? tanya Alex sambil tertawa cengengesan melihat kearah Vika yang tampak kwatir akan situasi villa. Ia takut kejadian tadi malam terjadi lagi.


"Sudah kamu jangan kwatir. kita tidur di kamar terpisah. lagian lampu listrik sudah hidup kok. Kalau kita pulang malam ini, sepertinya tidak memungkinkan lagi. Apalagi cuaca sangat buruk. Angin kencang dan hujan deras. Mas takut tanah longsor dijalan." ucap Alex membayangkan hal yang buruk terjadi, jika mereka melanjutkan perjalanan mereka malam itu.


Akhirnya Vika setuju malam itu mereka menginap di villa milik Tuan Gladuks.


"Sayang, sepertinya kita harus mempercepat pernikahan kita." ucap Alex kepada Vika saat berada di dalam mobil, menuju Villa.


"Menikah?


"Memangnya mas pikir menikah itu mainan?


"Itu mas main bilang menikah Saja. pacaran saja kita belum.


"Ngapain pacaran, langsung nikah saja. Toh kita sudah saling kenal." ucap Alex sambil mengembangkan senyumnya menatap Vika dengan tatapan penuh Cinta.


Ada kebahagiaan tersendiri dihati Vika, ketika Vika melihat keseriusan Alex terhadapnya. Tetapi ia masih sedikit bimbang dengan pernikahan yang terlalu dini menurutnya.


"Kenapa bengong istriku sayang?


"Istri?


"Belum, masih calon mas."

__ADS_1


"Sama saja sayang." sahut Alex sambil terkekeh.


"Eh ternyata manusia balok es bisa juga tertawa dan bercanda ya, Vika kira dulu mas itu manusia kamu yang ngak pernah tertawa.


"Enak aja kamu Ngatain mas balok Es.


"Habis mas dulu, setiap lewat tidak pernah tersenyum. Pandangan lurus kedepan melirik pun tidak walau sudah disapa. Eh ternyata bisa juga tertawa." ucap Vika sambil mengebangkan Senyumnya menatap Alex dengan tatapan penuh arti.


Karna keasikan ngobrol di dalam mobil, mereka tiba di villa. Hujan deras dan angin kencang membuat Keduanya harus berlari masuk kedalam Villa setelah keluar dari mobil milik Alex. "Mas hijaunya deras sekali, angin kencang." keluh Vika sambil langsung masuk kedalam Villa.


"Mas Vika mandi duluan ya, entar kemalaman semakin dingin."


"Mas bisa menghangatkan kamu sayang." ucap Alex berniat untuk menjahili Vika. Yang mampu membuat Vika langsung berlari masuk kekamar mandi. Vika malas meladeni Alex yang senang sekali menjahilinya.


Semetara Alex senang sekali melihat Vika yang tampak kesal terhadap Alex. Alex menikmati tingkah Vika yang begitu menggemaskan baginya. "Vika I love you full." ucap Alex dari luar kamar dengan nada yang meninggi, agar Vika dapat mendengar dari dalam kamar mandi. Vika hanya menggelengkan kepalanya mendengar teriakan Alex . "Dasar manusia edan!" gumam Vika sambil terus melanjutkan ritual mandinya.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓


JANGAN LUPA ,MAMPIR KEKARYA BARU MORATA YANG BERJUDUL "CONTRAC WEDDING 30 DAY'S WITH CEO


__ADS_1


__ADS_2