
Nyonya Julia terdiam. Satu-satunya Jalan agar Hendarson bersedia membantu dirinya. Ia harus rela merendahkan dirinya di hadapan Hendarson. Nyonya Julia langsung mengecup bibir manis Hendarson
Dan perlahan kecupan itu semakin mendalam. Seolah Nyonya Julia tidak peduli lokasi mereka berada saat ini. Bahwa mereka masih berada di restoran. Ia berusaha membangkitkan gairah Hendarson saat itu. membuat Hendarson pun akhirnya menikmati gerakan demi gerakan yang dilakukan Nyonya Julia.
Hingga Pak Hendarson pun langsung bangkit dari tempat duduknya. " Ayo kita tuntaskan ini Jangan memancing nafsu birahiku. Kamu harus mempertanggungjawabkan ini semua. kamu harus mampu melayaniku sampai puas." ucap Pak Hendarson meminta kepada Nyonya Julia agar mengikutinya masuk ke sebuah hotel miliknya sendiri. Yang lokasinya tidak jauh dari restoran tempat mereka berada saat ini.
Nyonya Julia mengembangkan senyumnya. dengan percaya diri Nyonya Julia pun mengikuti langkah Pak Hendarson masuk ke sebuah kamar hotel."Kamu serius ini kamarnya?" tanya Nyonya Julia sambil menelisik seisi kamar yang akan mereka tempati.
"Ayo masuk, Dan melayani aku sekarang. Aku sudah tidak sabar lagi." sahut Pak Hendarson sambil langsung meraih tubuh Nyonya Julia. Nyonya Julia berusaha untuk melayani nafsu birahi Pak Hendarson. Berharap Pak Hendarson bersedia membantu dirinya. Jika ia mampu memuaskan hasrat dari Pak Hendarson.
Terlihat Nyonya Julia begitu agresif melakukan gerakan demi gerakan. Yang mampu membuat Pak Hendarson merasa puas akan pelayanannya. Jujur usia tidak menjadi patokan dapat melayani seseorang di ranjang. Itu terbukti Nyonya Julia mampu melakukan gerakan demi gerakan yang begitu, membuat Pak Hendarson sedikit kewalahan untuk mengimbangi permainan yang dilakukan Nyonya Julia.
"Kamu memang wanita yang sangat hebat." bisik Pak Hendarson merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Dari gerakan demi gerakan yang dilakukan oleh Nyonya Julia terhadapnya. "Jika kamu merasa tahan, aku mampu melayanimu satu harian penuh. itupun kalau pinggang Kamu tidak akan encok." bisik Nyonya Julia yang mampu membuat Pak Hendarson mengembangkan senyumnya. Sambil terus memainkan adik kecilnya di bagian lembah sungai yang terdalam milik Nyonya Julia.
Permainan panas itu berakhir, Setelah Pak Hendarson merasa benar-benar puas menikmati gerakan demi gerakan yang dilakukan oleh Nyonya Julia kepadanya.
"Aku akui kamu memang wanita yang hebat Julia." Ucap pak Hendarson sambil mengecup bibir manis Nyonya Julia.
"Jangan kamu pikir di usiaku yang sudah tidak muda lagi, aku akan kalah bermain di ranjang dengan kamu. Tentu itu tidak, kamu salah beranggapan itu kepadaku. Karena aku masih mampu melayanimu. Jika kamu masih menginginkannya." ucap Nyonya Julia yang mampu membuat Pak Hendarson bergidik ngeri.
Karena merasa puas mendapat pelayanan yang ekstra dari Nyonya Julia. Akhirnya pak Hendarson bersedia membantu Nyonya Julia untuk menghancurkan keluarga. Setelah Pak Hendarson sepakat bekerja sama dengan Nyonya Julia. Nyonya Julia mengembangkan senyumnya Akhirnya dia berhasil mendapatkan bantuan dari seseorang.
__ADS_1
****
Dua hari kemudian terlihat Daniel sedang sibuk di kantor. Sedangkan Olivia siang itu berniat untuk menghantar menu makan siang untuk suaminya. Berharap suaminya dapat menikmati makan siang dengan lahap. apalagi Daniel menyukai masakan Olivia.
Ketika Olivia sudah berpamitan kepada Nyonya Eliana dan ibu Florida. Nyonya Eliana meminta kepada Olivia untuk memakai mobil miliknya dan sopir pribadi Nyonya Eliana sendiri. Olivia akhirnya melakukan permintaan dari Nyonya Eliana. Olivia dihantarkan langsung oleh sopir pribadi Nyonya Eliana.
Setelah berpamitan kepada nyonya Eliana, Olivia masuk ke dalam mobil, setelah dipersilakan sopir pribadi itu. Sang sopir pribadi melajukan mobil ke arah jalan raya menuju kantor di mana suaminya memimpin perusahaan. "Pak, kita langsung ke kantor Mas Daniel ya." ujar Olivia kepada sopir pribadi Nyonya Eliana.
Baik nyonya sahutnya singkat. Sang sopir langsung melajukan mobilnya ke arah kantor milik Daniel. Tampak sebuah mobil seperti mengikuti mobil yang ditumpangi Olivia. "Maaf Nona sepertinya ada mobil yang terus mengikuti kita, semenjak kita keluar dari rumah utama." ucap sang sopir kepada Olivia membuat Olivia terhenyak dan langsung melihat ke arah belakang. Dan ternyata yang dikatakan sang sopir pun benar adanya.
"Pak Min, tolong jalannya dipercepat. Olivia khawatir kalau mereka akan berbuat jahat kepada kita." mohon Olivia agar sang sopir pribadi Nyonya Eliana, melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. berharap agar mobil yang mengikuti mereka tidak dapat mengejar mobil yang mereka tumpangi.
Ketika sang sopir pribadi itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tetapi mobil yang mengikuti mereka, langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi pula. Hingga Mereka pun tidak dapat menghindari mobil itu karena mobil itu langsung menyelip ke depan mobil yang ditumpangi Olivia. Sang sopir pun terhenyak dan langsung menghentikan mobilnya tiba-tiba.
"Keluar kamu!" teriak beberapa orang pria yang berbadan kekar. Kebetulan lokasi jalanan terlihat sepi membuat Olivia merasa ketakutan. Sebelum sang sopir membuka pintu mobil, Olivia langsung mematikan suara ponsel miliknya dan memasukkannya ke tempat yang aman. Berharap jika ia membutuhkan bantuan Olivia dapat menghubungi seseorang.
Terlihat beberapa lelaki yang menghampiri mobil yang ditumpangi oleh Olivia langsung membuka pintu mobil itu dan Olivia ditarik paksa keluar dari sana. "Siapa kalian dan apa mau kalian dari saya?" tanya Olivia dengan lantang.
"Jangan banyak tanya!" ucap lelaki itu sambil langsung menutup mulut Olivia dengan obat bius dan tidak menunggu lama Olivia langsung tidak sadarkan diri. Sementara sang sopir sudah dihajar habis-habisan oleh pria yang berbadan kekar itu membuat Pak min tidak berdaya.
Olivia dibawa pergi dari tempat itu. Entah ke mana mereka akan membawa Olivia.
__ADS_1
Sementara Daniel yang sudah mendapat janji dari Olivia, kalau Olivia akan menghantarkan menu makan siang kepadanya sudah menunggu Olivia. Beberapa kali Daniel menghubungi nomor ponsel Olivia. Tetapi tak kunjung diangkat. Membuat Daniel pun merasa khawatir. Daniel menghubungi nomor ponsel milik Nyonya Eliana
Kring.....
kring.....
kring.....
Suara Deringan ponsel milik Nyonya Eliana terdengar jelas di telinganya.
"Hello Assalamualaikum Nak, Ada apa kamu menghubungi Mami? tanya Nyonya Eliana penasaran. Karena ia tahu Olivia pasti sudah tiba di kantor untuk menghantarkan menu makan siang kepada Daniel.
"Mom Olivia di mana? bukankah dia sudah janji menghantarkan makan siang untukku?" tanya Daniel penuh selidik.
" loh Memangnya Olivia belum sampai? padahal Olivia dan Pak min sudah berangkat sekitar 1 jam yang lalu." ucap nyonya Eliana memberitahu apa yang ia ketahui, kalau siang itu Olivia sudah berangkat ke kantor. Membawa menu makan siang yang sudah disiapkan Olivia sendiri, untuk suami yang sangat ia cintai.
BERSAMBUNG......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN