
Ketika Daniel dan Alex Tiba di Limbangan. Alex langsung turun dari mobil yang mereka tumpangi. Saat mobil yang mereka tumpangi tiba di Kantor kelurahan yang ada di kecamatan Limbangan. Alex menemui salah satu petugas kelurahan di sana.
"Permisi!" Apa saya bisa bertemu dengan pak lurah? tanya Alex sambil membawa 2 buah foto di tangannya. "Pak lurah ada di ruang kerjanya. Ada apa? Ada yang bisa saya bantu? tanya petugas kelurahan penuh selidik.
"Ada yang ingin saya tanyakan kepada Pak lurah. Dimana saya bisa menemuinya?" tanya Alex ramah. Petugas kelurahan itu pun langsung menganjurkan Alex untuk segera ke ruang kerja Pak lurah. Alex berlalu setelah mendapat informasi dari petugas kelurahan itu dimana keberadaan ruang kerja Pak lurah.
Tok.....
Tok....
Tok .....
Suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga Pak lurah. Pak lurah yang asik mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai lurah di desa Limbangan mendongakkan kepalanya."Masuk!" teriak Pak lurah dari dalam ruang kerjanya.
Ceklek...
Suara pintu terbuka terdengar dan Alex pun masuk ke dalam ruang kerja Pak lurah.
Sosok Alex yang begitu asing bagi Pak lurah membuat Pak lurah mengerutkan keningnya. "Maaf ada apa? Ada yang bisa saya bantu? tanya Pak lurah kepada Alex sambil mempersilahkan Alex duduk di kursi yang ada di hadapan meja kerja Pak lurah.
"Saya tidak mau lama-lama. Saya to the point saja katakan Di mana tempat tinggal orang wanita ini. ucap Alex dengan nada tegas menatap kepada Pak lurah sambil memberikan dua buah foto yang ada di tangannya.
Pak lurah meneliti dua buah foto yang diberikan oleh Alex kepadanya. Ia sudah melihat foto yang diberikan Alex merupakan foto Vika dan juga Olivia. Sebelumnya Pak RT sudah memberikan aba-aba kepada Pak lurah untuk tidak memberitahu keberadaan Olivia di sana.
"Maaf saya tidak mengenali foto yang ini. Tetapi kalau yang ini foto Vika anak dari ibu Florida. Dan Vika sekarang tidak tinggal di sini. Sekarang dia berada di Jakarta." sahut Pak lurah dengan tegas memberitahu kepada Alex kalau di Limbangan tidak ada sosok Olivia.
"Saya tidak mencari wanita yang bernama Vika. Tetapi saya mencari wanita ini." ucap Alex sembari menunjukkan foto Olivia. "Maaf pak, Tapi saya belum pernah melihat wanita ini di sekitaran kelurahan ini." sahut Pak lurah membuat Alex merasa dibohongi.
__ADS_1
"Tolong Jawab dengan jujur. Saya tidak suka dibohongi. Jika saya mengetahui Anda membohongi saya, maka nyawa anda menjadi taruhannya." gertak Alex yang merasa dibohongi oleh Pak lurah.
Silakan Anda bertindak semau anda. Yang pasti saya tidak mengetahui Siapa wanita yang Anda maksud itu. Wanita itu tidak pernah terdaftar di daerah sini. Jadi jangan salahkan saya kalau saya tidak mengetahui siapa sosok wanita itu.
Kalau tidak ada lagi urusan yang lain, Lebih baik anda meninggalkan ruang kerja saya. Karena saya masih memiliki pekerjaan yang lain yang harus saya kerjakan sekarang juga." Ucap pak lurah dengan secara tidak langsung mengusir Alex dari sana.
"Kamu mengusir saya?" bentak Alex kepada Pak lurah. "Menurut Anda bagaimana? Saya hanya mengatakan yang sebenarnya untuk apa saya membohongi Anda. Saya sama sekali tidak mengenal wanita itu. Jadi tolong jangan mengganggu jam kerja saya." ujar Pak lurah dengan tegas sembari terus mengotak-atik laptop yang ada di hadapannya.
Alex pergi meninggalkan Pak lurah dan membanting pintu ruang kerja Pak lurah. Membuat Pak lurah menggelengkan kepalanya. "Dasar tidak punya etika sama sekali. Orang kota tetapi tidak mencerminkan orang kota." gumam pak lurah dalam hati.
Alex kembali menghampiri Daniel yang ada di dalam mobil. "Bagaimana Apa kamu mendapat informasi? tanya Daniel yang tidak sabaran ingin bertemu dengan Olivia. Alex menggelengkan kepalanya pelan.
"Maksudnya?
"Menurut keterangan Pak lurah Olivia sama sekali tidak pernah berada di daerah sini. tetapi Pak lurah mengenal Vika. Ia mengatakan kalau Vika berada di kota Jakarta." ucap Alex membuat Daniel kecewa mendengar jawaban Alex, Kalau Pak lurah sama sekali tidak mengetahui keberadaan Olivia.
Kini Daniel dan Alex merasa kecewa dan dipermainkan oleh Olivia saat ini. "Maaf Tuan, lebih baik kita pulang saja dari sini. Karena menurut keterangan Pak lurah, Olivia benar-benar tidak pernah berada di sini.
"Saya hanya melihat jaringan GPS melalui sambungan telepon seluler Olivia dengan Vika. Dan di titik GPS kalau Olivia berada di sini." sahut Alex membuat Daniel yakin kalau Olivia benar-benar tinggal di daerah Limbangan.
Tidak mungkin Olivia tidak berada di sini, apalagi seperti yang kamu katakan sebelumnya, ponsel milik Olivia tersambung kepada Vika menyatakan kalau jaringan gps-nya berada di sini. Mungkin saja tidak di kelurahan sini tapi di kelurahan lain. Tetapi masih satu kecamatan." ucap Daniel membuat Alex mengerutkan keningnya.
Tiba-tiba Ibu Endang melewati mobil mewah milik Daniel. Kini sifat kepo Ibu Endang kembali menyeruak hingga dirinya pun merasa takjub melihat kemewahan mobil milik Daniel. Padahal Ibu Endang sama sekali tidak mengetahui Siapa pemilik mobil itu.
"Wah keren sekali mobilnya. Sepertinya mobil ini tidak memiliki masyarakat di sini." Ibu Endang bermonolog sendiri sembari terus menatap mobil itu, sambil meraba-rabanya dari belakang. Alex yang sadar kalau ada seseorang yang menghampiri mobil Mereka pun membuka kaca mobil bangku penumpang.
"Maaf ada apa ya Bu?" tanya Alex kepada Ibu Endang.
__ADS_1
"Maaf Pak, saya hanya takjub melihat kemewahan mobil anda. Pasti mobil anda mahal. Dan sepertinya Anda bukan masyarakat di sini. "ucap Ibu Endang penasaran
"Kami memang tidak masyarakat di sini. Tetapi dari Jakarta Kami ingin mencari seseorang, yang Kami merasa berada di sini." ucap Alex kepada Ibu Endang.
Ibu Endang yang selalu kepo dengan urusan orang lain semakin mendekat ke arah Alex.
"Memangnya kalian mencari siapa Pak?
"Mencari seorang wanita yang bernama Olivia Apakah ibu pernah melihat wanita bernama Olivia berada di daerah ini? tanya Alex penasaran. Sementara Daniel hanya mendengar percakapan keduanya.
"Olivia?
"Olivia sepupu vika? Tanya Bu Endang memperjelas
"Sepupu?
"Iya Yang saya tahu Olivia sepupu Vika,
"Apakah Olivia ini yang anda maksud? Alex menunjukkan foto milik Olivia.
"Ya ini Olivia sepupu Vika saat ini wanita ini hamil diluar nikah. Tetapi kami sudah mengusirnya dari sini. Wanita seperti dia ngapain dicari. Dia pembawa sial di kampung ini. Baru semalam kami mengusirnya dari sini. Karena kami mengetahui dia hamil di luar nikah, itu berarti dia bukan wanita baik-baik.
"Hamil?
"Iya dia hamil. Wanita pembohong itu kami usir dari kampung sini. Karena kami tidak ingin Desa kami tercemar olehnya dan suami-suami kami akan tergoda olehnya. Tidak mungkin wanita baik-baik hamil tanpa ada seorang suami." celetuk Ibu Endang membuat Daniel langsung menatap Ibu Endang dan turun dari mobil.
Bersambung......
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓
JANGAN LUPA, TEKAN FAVORIT, LIKE COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏