PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 160.DANIEL KWATIR


__ADS_3

Saat Olivia sedang bahagia mendengar berita kehamilannya. Anisa duduk termenung di dalam kamarnya meratapi nasibnya yang tak kunjung mendapat restu dari Nyonya Anjani ibu kandung dari Arif. Anisa ingin menghindari Arif Tetapi entah mengapa setiap kali ia berusaha untuk melupakan Arif rasa cinta itu semakin mendalam.


kenapa kau harus hadir di kehidupanku. sebelum kau tidak hadir di kehidupanku Aku tidak pernah merasakan seperti ini. Tolong pergi dari kehidupanku dan pikiranku. agar hidupku bahagia dan aku bisa tertidur pulas. Anisa bermonolog sendiri berada di kamar sederhana yang selama ini menemani tidurnya.


Ia berbaring, tetapi tidak dapat memejamkan netranya. Padahal Jam sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Bayangan Arif menari-nari di otaknya. Membuat Anisa tidak bisa tertidur. Padahal Ia ingin sekali tertidur pulas malam ini, agar hari tidak terasa terlewati.


Di sisi lain, tepatnya di sebuah apartemen mewah yang elit di kota Jakarta. Tampak seorang pemuda duduk di balkon menikmati sebotol whisky dan rokok mengepul di sana. seorang pria yang saat ini sedang pikirannya tidak karuan. Harapannya hancur seketika ingin membawa wanita kesayangannya yang sangat ia cintai kejenjang pernikahan. Tetapi ia terhalang restu dari ibu kandungnya sendiri.


Padahal Ia sangat mencintai wanita yang selama ini mampu memporak-porandakan hatinya. Karena merasa pikirannya sedang kacau, Ia pun akhirnya meneguk sebotol whisky untuk menghilangkan beban pikiran yang selama ini belum dapat terpecahkan.


"Aku bersumpah tidak akan menikah dengan wanita lain selain Anisa. Aku mencintaimu Anisa aku menyayangimu dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam. teriak Arif berada di balkon apartemennya. Padahal seharusnya ia sudah istirahat dan tertidur. Tetapi kali ini dia masih menghabiskan waktunya duduk di balkon sambil menikmati whisky.


Arif memandangi potret milik Anisa yang ada di layar ponselnya, mengelus wajah Anisa yang ada di layar ponselnya. Aku tidak akan sanggup berpisah denganmu, Tolong jangan tinggalkan aku lirihnya sambil terus menatap foto milik Anisa.


Tiba-tiba ia teringat untuk menghubungi Anisa. Jika aku menghubunginya sekarang apa dia masih mendengarnya? apa aku mengganggu istrihat Nya? Arif bermonolog sendiri tetapi karena rasa rindu yang amat dalam membuat Arif mencari nomor kontak milik Anisa yang ada di layar ponselnya


Ketika Arif sudah menemukan nomor kontak Anisa, Arif menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Anisa. Beberapa kali Arif menghubunginya, tetapi Anisa tak kunjung mengangkat.


Karena suara jeritan ponsel milik Anisa yang selalu mengganggu lamunannya, Ia pun akhirnya meraih ponselnya yang ada di atas nakas tepat di samping tempat tidur miliknya. "Ada apa sih sudah jam segini masih tetap menghubungiku!" gerutu Anisa sembari memperhatikan nomor ponsel milik Arif yang menghubungi dirinya.


Sampai puluhan kali Arif menghubungi nomor ponsel Anisa. Annisa akhirnya bosan mendengar jeritan ponselnya, lalu ia menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Arif.


"Ada apa lagi menghubungiku ? lebih baik kamu jangan menghubungiku lagi karena ini terasa berat bagiku.


"Tidak ada yang terasa berat, kalau kita menghadapinya bareng-bareng. Tolong jangan kamu matikan sambungan telepon selulernya. Karena aku tidak bisa memejamkan mataku tanpa mendengar suara kamu terlebih dahulu.

__ADS_1


"Percaya sama aku. Aku akan meyakinkan Mami Anjani agar memberikan Restu kepada kita ." ucap Arif kepada Anisa di dalam sambungan telepon selulernya.


"Bagaimana mungkin kamu yakin kalau Tante Anjani akan memberikan restu kepada kita.


yang jelas-jelas ia mengatakan tidak akan Sudi memiliki menantu putri dari seorang narapidana seperti Pak Roberto Ayah kandungku." Ucap Anisa di dalam sambungan telepon selulernya


.


"Tolong percaya sama aku. Aku tidak akan menyerah sampai Mami Anjani memberikan restu kepada kita." ucap Arif ngotot kepada Anisa. "Sudahlah mas, Untuk apa Mas memperjuangkan Anisa. lebih baik Mas mencari wanita lain, yang lebih baik dari Anisa.


Masih banyak wanita lain yang bersedia menikah dengan mas. yang lebih baik dan lebih kaya dari keluarga Anisa. Jadi stop jangan seperti ini. Ikuti saja kata-kata tante Anjani. Karena setiap orang tua Pasti menginginkan yang terbaik kepada anak-anaknya." ucap Anisa sambil mengakhiri telepon selulernya.


Ketika Anisa sudah memutuskan sambungan telepon selulernya kepada Arif. Arif terlihat kesal melemparkan ponselnya ke sembarang arah di atas tempat tidur. "Semua ini karena Mami, wanita yang aku cintai menjadi jauh dariku." teriak Arif.


Arif kembali menuangkan whisky dan meneguknya sampai habis. Pikirannya yang kacau membuat dirinya tidak dapat membatasi diri meminum alkohol itu. Hingga arah benar-benar sudah tidak kontrol lagi tubuhnya sudah sempoyongan.


" Mengapa harus berakhir seperti ini. Aku tidak menginginkan ini terjadi." gumamnya sambil terus memejamkan matanya tetapi matanya tak kunjung terpejam. Padahal Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 subuh. hingga akhirnya Arif pun tertidur.


Arif lupa kalau pagi ini ia harus masuk ke kantor. Ia masih tertidur pulas padahal sudah pukul 10.00 pagi.


Daniel yang sudah berada di kantor menunggu kehadiran Arif. Tetapi yang ditunggu tak kunjung tiba di kantor. Membuat Daniel sedikit khawatir terjadi sesuatu kepada asisten kesayangannya itu. " Dimana Arif? mengapa dia tidak masuk ke kantor hari ini? apa dia sakit ? pertanyaan itu yang timbul di hati Daniel.


Daniel meraih ponselnya yang ada di atas meja kerjanya. Berniat untuk menghubungi Arif. Tetapi ketika dirinya menghubungi nomor ponsel Arif. Nomor ponsel itu tak kunjung tersambung


"NOMOR YANG ANDA TUJU SEDANG DI LUAR JANGKAUAN!"

__ADS_1


Justru operator yang menerima sambungan telepon seluler Daniel. Membuat Daniel semakin kuatir akan kondisi asisten kesayangannya itu.


Setelah menyelesaikan tugas penting pagi itu, Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 siang Tetapi nomor ponsel milik Arif tetap di luar jangkauan. Daniel bergegas keluar dari kantor berniat mencari keberadaan Arif di apartemen mewah miliknya.


Daniel meminta sopir pribadinya untuk segera menghantarkannya ke apartemen milik Arif. Berharap Arif baik-baik saja di sana. dua puluh lima menit di dalam perjalanan melewati kemacetan ibukota. Akhirnya Daniel tiba di sebuah apartemen milik asistennya itu. Daniel mengetuk pintu, tetapi tak kunjung ada jawaban.


Daniel mencoba membuka pintu. Pintu langsung terbuka lebar. Itu artinya pintu apartemen milik Arif tidak dikunci. Daniel mencoba memanggil Arif tetapi tak kunjung ada sahutan. melihat apartemen milik Arif begitu kotor dan berserakan. Botol-botol minuman keras ada di mana-mana membuat Daniel semakin mengkhawatirkan kondisi asistennya itu.


"Arif......


"Arif.....kau dimana? teriak Daniel ia mencari keberadaan Arif di kamar. Yang ternyata Arif berada di kamar sedang tergeletak di lantai. terlihat di kamar itu sangat berantakan. Botol whisky berada di genggaman Arif saat dirinya terlentang di atas lantai. "Apa yang terjadi? Mengapa dia sampai seperti ini? pertanyaan itu yang timbul di hati Daniel.


Daniel berteriak memanggil nama Arif dan menepuk-nepuk wajah Arif. Tetapi tak kunjung terbangun. Daniel mengecek denyut nadi Arif dan ternyata denyut jantung itu masih ada. Tetapi sepertinya Arif terlalu banyak mengkonsumsi alkohol.


Membuat dirinya pun menjadi tidak sadarkan diri. Daniel menghubungi salah satu anak buahnya untuk membantu dirinya membawa Arif ke rumah sakit, tidak hanya minuman alkohol yang ditemukan Daniel disana. Ia juga menemukan pil yang membuat Arif tidak sadarkan diri.


Hal itulah yang membuat Daniel semakin mengkhawatirkan kondisi Arif saat ini. Hingga dirinya pun langsung membawa Arif ke rumah sakit yang lokasinya tidak terlalu jauh dari apartemen milik Arif.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


sambil menunggu karya ini up, yuk mampir ke karya teman emak

__ADS_1



__ADS_2