PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 50. BERTEMU NYONYA ELIANA


__ADS_3

"Tidak perlu berbasa-basi. Bagaimana Apa kamu sudah berhasil menemukan Ibu Ku? ucap Daniel dari ujung telepon.


"Nanti akan saya bicarakan ketika aku sudah tiba di Indonesia bos. Bos tenang saja aku akan membawa kabar baik kepada bos." ucap Arif kepada Daniel sambil langsung mematikan sambungan telepon selulernya dengan sepihak.


Dasar asisten tidak ada akhlak. Memangnya siapa dia berani beraninya memutuskan sambungan telepon selulernya tanpa seijin Ku." Pekik Daniel sambil menatap layar ponsel. Ia sangat kesal karena Arif memutuskan sambungan telepon selulernya dengan sepihak.


"Aku akan memberikan hukuman sama kamu, jika kamu tidak mendapatkan apa yang aku inginkan." gumamnya sambil bangkit dari tempat duduknya berniat untuk menghampiri Vika yang sedang sibuk dalam pekerjaannya.


"Vika!" panggil Daniel membuat Vika terhenyak. Ya Vika kembali bekerja di perusahaan milik Daniel setelah Daniel menemukan Olivia dan saat ini Olivia tinggal bersama ibu Florida di Limbangan. Itu artinya Ibu Florida berperan penting menjaga Olivia di Limbangan.


"Ya Tuan!" sahut Vika sambil membungkukkan badannya.


"Apa kamu pernah bertemu dengan Ibu Nurhaida?


"Tidak Tuan!"


"Tolong temui mereka dan katakan aku ingin bertemu dengan Mereka.


"Maaf Tuan, saya tidak bisa. Kaena mereka pasti akan mendesak saya untuk memberitahu dimana keberadaan Olivia saat ini.Dan jika mereka mengetahui kabar tentang Olivia yang sedang hamil, pasti Ibu Nurhaida akan Sok dan kecewa kepada Olivia. Padahal Olivia menerima tawaran Tuan, karna Olivia terpaksa. Olivia sangat sayang kepada kakaknya Anisa dan juga keluarganya.


Sehingga dia rela berkorban demi kesembuhan kakaknya. Olivia sudah menderita selama ini Tuan, Jadi tolong jangan menambah penderitaannya lagi. Dengan memberitahu kondisi Olivia yang sekarang. Biarkan Olivia siap terlebih dahulu memberitahu kepada Ibu Nurhaida. Setidaknya sampai Olivia melahirkan." Mohon Vika berharap Daniel tidak memberitahu kepada Ibu Nurhaida kondisi Olivia.


Daniel menghela nafas berat. Ia paham apa yang ada didalam pikiran Vika saat ini.


"Kamu tenang saja. Saya tidak akan memberitahu kondisi Olivia saat ini. Tetapi saya inginkan yang terbaik kepada mereka.


Saya tau. Biaya kehidupan mereka, Olivia yang nanggung dan dibantu oleh ibu Nurhaida yang bekerja sebagai buruh Cuci. Jadi saya ingin memberikan modal usaha kepada ibu Nurhaida. Itu saja yang akan saya bicarakan kepada mereka tidak lebih dari itu. Kamu tenang saja." sahut Daniel, meyakinkan Vika kalau Daniel tidak akan memberitahu kondisi Olivia saat ini.

__ADS_1


Vika merasa bersyukur ada perubahan di diri Daniel. Ia tidak mengetahui kalau Daniel sebenarnya sudah bertemu dengan Olivia di Limbangan. Yang ia tahu mereka tidak berhasil menemukan Olivia setelah Vika memberitahu kepada Ibu Florida, agar mereka segera pergi dari rumah yang mereka tempati selama ini. Apalagi Ibu Florida belum memberitahu kepada Vika kalau Daniel sudah berhasil menemukan mereka.


Daniel pergi meninggalkan Vika di sana. Kembali ke ruang kerjanya. Bayangan sosok Olivia menari-nari di pikirannya. Seolah ia tidak tega meninggalkan Olivia di Limbangan. sekalipun Daniel sudah memohon kepada Ibu Florida, agar tetap menjaga Olivia di sana.


"Sampai kapan kamu menghindari Ku Olivia? Apa kamu tidak ingin memberikan status kepada anak yang ada di dalam kandungan kamu? Apa kamu sebenci itu kepadaku? sehingga kamu tega memisahkan aku dengan anak yang ada di dalam kandungan kamu? Daniel bermonolog sendiri.


Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinganya.


"Masuk!" teriak Daniel memerintahkan seseorang yang mengetuk pintu ruang kerjanya, masuk ke ruangannya.


"Permisi tuan!" ucap Alex yang baru tiba di sana.


" Ada apa kamu datang ke ruanganku? tanya Daniel penuh selidik. Alex memberitahu kalau Arif saat ini sudah berada di bandara setelah kembali dari kota Changi Singapura.


"Apa Tuan memiliki waktu luang? kalau ada, kita pergi menemui seseorang yang berarti di hidup Anda tuan." Tanya Alex berhati-hati "Maksud kamu apa? tidak perlu berteka-teki seperti itu kepadaku." ucapnya sambil menatap Alex dengan tatapan tajam.


"Tuan tidak perlu menatapku setajam itu. Yang pasti seseorang yang ingin bertemu dengan anda pasti akan membuat Anda bahagia." ucap Alex membuat Daniel mengerutkan keningnya. Kalau begitu ayo kita berangkat sekarang juga. Awas Jika yang kamu katakan ini tidak akan membuatku bahagia. Lehermu akan saya penggal!" ucap Daniel membuat Alex bergedik ngeri.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu jam, mereka tiba di suatu tempat. Tempat yang jarang sekali dikunjungi orang-orang. Membuat Daniel penasaran siapa sosok orang penting yang ingin bertemu dengan Daniel. Tiba saatnya Alex menghentikan mobilnya di sebuah rumah mewah yang sama sekali Daniel tidak ketahui Siapa pemilik Rumah itu.


"Ini rumah siapa? dan mengapa kamu membawaku ke sini? tanya Daniel penuh selidik.


"Sudah Tuan tidak perlu banyak tanya. Lebih baik kita turun dan menghampiri mereka." ucap Alex kepada Daniel.


Netra Daniel menelisik seluruh tempat mereka berada. Tetapi tak ada siapa siapa di sana. Membuat Daniel semakin penasaran. "Kamu jangan membuatku semakin kesal


Ini rumah siapa? dan siapa yang ingin kita temui di sini? Daniel sudah mulai emosi kepada Alex.

__ADS_1


"Ayo masuk!" ujar Alex seolah-olah dirinya yang menjadi bos saat ini. Anehnya Daniel hanya mengikuti intruksi Alex. Padahal selama ini bentakan demi bentakan yang dilontarkan Daniel kepada Alex. dan Alex selalu mengikuti dirinya untuk kali ini Daniel yang mengikuti Alex.


Setelah berada di ruang tamu rumah mewah itu, yang tak tahu siapa pemiliknya. Daniel menghentikan langkahnya. Ketika ia melihat pigura yang ada di dinding rumah itu tepatnya di ruang tamu. Figura itu berisikan foto dirinya saat masih kecil bersama ibu kandungnya. Ia tahu karena foto itu sama persis sama foto yang dia miliki.


Sosok Arif keluar memberikan sambutan kepada Daniel.


"Kamu!"


"Ya Tuan!


"Kenapa kalian membawaku ke sini dan rumah siapa ini? tanya Daniel penuh selidik Wanita paruh baya Datang menghampiri Daniel.


"Daniel!" pekik nyonya Eliana melihat sosok yang sangat ia rindukan. Putranya satu-satunya.


"Ibu!" ucap Daniel heran melihat kehadiran Nyonya ELiana disana.


"Ya!" dia Nyonya Eliana. Pemilik rumah ini dan ibu Kandung Tuan." sahut Arif


Daniel tidak langsung memeluk ibunya. Ia malah terdiam karena terkejut melihat sosok yang selama ini ia cari cari.


"Nak ini ibu!" ucap Nyonya Eliana. Tidak ada respons sama sekali dari Daniel. Ia hanya terdiam seolah tidak percaya kalau Arif berhasil bertemu dengan Nyonya Eliana.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK " JODOH DI USIA SENJA " (marokkap dung matua)



__ADS_2