
Ibu Nurhaida dan Anisa pulang dari tempat kost yang ditempati Vika selama ini, dengan tangan kosong. Mereka sama sekali tidak mengetahui keberadaan Olivia. Sekalipun mereka terus berkomunikasi melalui sambungan telepon seluler.
Olivia selalu memiliki alasan untuk tidak memberitahu keberadaannya kepada ibu Nurhaida dan Anisa. Dan ia juga meminta kepada Ibu Nurhaida agar selalu menjaga kesehatan dan tidak perlu memikirkan kondisinya. Yang pasti kondisi Olivia saat ini baik-baik saja. Kata-kata itu yang selalu diucapkan Olivia ketika Olivia melakukan sambungan telepon seluler kepada Ibu Nurhaida dan Anisa.
Berarti Olivia menyembunyikan sesuatu dari kita. Tetapi apa? pertanyaan itu diucapkan oleh Anisa kepada ibu Nurhaida. Ibu nurhaida berniat untuk menemui Daniel di kantor Samera company. Dengan menggunakan becak bermotor, Mereka pun berlalu ke sana.
Ketika ibu Nurhaida dan Anisa sudah tiba di samera company, terlihat Anisa memandang gedung pencakar langit itu begitu takjub. Kini Ibu Nurhaida sudah berada di samera company. "Permisi Pak, saya ingin bertemu dengan Tuan Daniel. Apa saya bisa bertemu dengannya?" tanya ibu Nurhaida kepada security yang bertugas di sana.
Maaf Bu, apa Ibu sudah memiliki janji kepada Tuan Daniel? tanya security itu kepada ibu Nurhaida. Ibu Nurhaida terdiam. Lalu menggelengkan kepalanya pelan.
"Maaf Bu, Ibu tidak bisa bertemu dengan Tuan Daniel kalau belum ada janji." sahur security itu kepada ibu Nurhaida.
Hal itu membuat Ibu nurhaida menghela nafas panjang. Jauh-jauh dia datang sampai mengeluarkan ongkos yang aturan bisa mereka gunakan untuk kehidupan mereka sehari-hari, kini habis begitu saja sia-sia tanpa mendapatkan hasil.
"Tolonglah Pak, saya ingin sekali bertemu dengan Tuan Daniel. Ada sesuatu yang penting yang ingin saya tanyakan kepadanya." mohon Ibu Nurhaida kepada security yang bertugas menjaga keamanan disana.
"Maaf bu, saya tidak berani melakukannya karena itu akan membuat Tuan Daniel emosi besar kepadaku. Bahkan tidak menutup kemungkinan aku akan dipecat jika aku melanggar peraturan di kantor ini.
Aku masih sayang kepada anak dan istriku. aku tidak ingin dipecat karena mengizinkan Ibu menemuinya sekarang. Mau Saya kasih makan apa istri dan anak saya?" ucap security itu berharap Ibu Nurhaida mengerti posisinya di kantor itu.
__ADS_1
Ibu nurhaidah pun akhirnya tidak bisa memaksakan kehendaknya. Anisa mengelus pundak sang ibu. Sudah Bu tidak apa-apa lebih baik kita pulang."ucap Anisa kepada ibu Nurhaida. Tapi kita sudah menghabiskan uang ongkos untuk Kesini, tetapi sia-sia tanpa membuahkan hasil." sahut Ibu Nurhaida sambil menatap Anisa dengan tatapan sendu.
Ketika ibu Nurhaida melangkah keluar dari gerbang kantor Samera company itu,terlihat Alex datang menghampiri keduanya."Ibu Nurhaida!" Panggil Alex sambil berlari menghampiri Anisa dan Ibu Nurhaida. Ibu Nurhaida dan Anisa membalikkan tubuhnya menatap lelaki yang telah memanggilnya.
"Ya Tuan Alex," sahut Ibu Nurhaida sembari menatap Alex dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Ibu ada apa datang ke sini? tanya Alex dengan hati-hati.
"Saya ingin bertemu dengan Tuan Daniel, ada sesuatu yang ingin saya tanyakan kepada Tuan Daniel. Tetapi security itu mengatakan saya dan Anisa tidak diizinkan masuk jika belum memiliki janji kepada Tuan Daniel." ucap ibu Nurhaida.
"Ikut saya bu,"Daniel ada di ruang kerjanya." ucap Alex sembari melangkahkan kakinya masuk ke lift khusus petinggi perusahaan. Diikuti oleh ibu Nurhaida dan Anisa. Terlihat Ibu Nurhaida sangat takjub dengan kemewahan dan desain interior yang ada di kantor samera Group.
"Maaf Tuan Alex, Tuan Danielnya di mana? tanya ibu Nurhaida yang semakin penasaran. Ibu tenang saja. Ayo ikut aku Dia ada di ruang kerjanya." ucap Alex sambil mengembangkan senyumnya.
"Anisa dan Ibu Nurhaida terus mengikuti langkah Alex hingga tiba di salah satu ruangan yang cukup besar dan sepertinya ruangan itu layaknya sebesar rumah kontrakan yang mereka tempati. "Ayo masuk Bu." ucap Alex sambil langsung membuka pintu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Terlihat Daniel mendongakkan kepalanya ketika mendengar suara pintu terbuka dan sosok Alex dan ibu Nurhaida berada di ruang kerjanya.
"Maaf pak bos!" Ibu Nurhaida ingin bertemu dengan Pak Bos." ucap Alex berhati-hati berharap mood Daniel saat ini baik-baik saja.
__ADS_1
" Ada apa ibu datang menghampiri saya sampai ke kantor ini?" tanya Daniel sambil mempersilahkan ibu nurhaida dan Anisa duduk di sofa yang ada di ruang kerjanya
Anisa yang melihat ruangan itu yang tampak mewah, menggelengkan kepalanya dia sangat takjub melihatnya. "Pantas aja, Olivia mendapat gaji besar di sini." ternyata memang kantor ini memang benar-benar mempunyai potensi yang cukup besar." gumam Annisa di dalam hati.
Begini Tuan Daniel, saya tidak pandai berbasa basi. Jujur saya bingung saat ini dengan kepergian Olivia yang tiba-tiba pergi. Aku ingin bertanya kepada Tuan Daniel yang sejujur-jujurnya. Apa Tuan Daniel tidak ada meminta Olivia untuk tugas di luar kota? dan jika itu memang benar, Mengapa harus Olivia yang dipindahkan ke luar kota? apa untuk membayar hutang Olivia yang anda pinjamkan untuk biaya pengobatan putri saya Annisa sehingga Anda harus memindahkannya tugas di luar kota?
Kalau karena itu, saya tidak mempermasalahkannya. Tetapi seharusnya Tuan Daniel juga perlu memberikan penjelasan kepadaku." ucap Ibu Nurhaida menatap Daniel dengan tatapan sendu. berharap Daniel Berbicara jujur kepada ibu Nurhaida dan juga Anisa.
Maaf maksud ibu apa ya? soal Olivia tidak bekerja di kantor ini bukan karena saya yang memintanya tugas di luar kota. Bahkan hingga saat ini saya juga mencari keberadaannya. Kalau masalah hutang piutang Saya tidak meminta apapun kepada Olivia." sahut Daniel dengan tegas.
"Jika memang tuan tidak meminta Olivia tugas di luar kota, terus Olivia saat ini tinggal di mana? dan bekerja apa dia sekarang.? jujur Saya sangat khawatir dengan kondisinya saat ini. Pasti ada sesuatu yang ia sembunyikan dari kami. Jika memang betul Tuan Daniel tidak memintanya tugas di luar kota." ucap Ibu Nurhaida yang dapat membuat Daniel semakin bingung. Apa yang terjadi terhadap Olivia. Sekalipun dia sudah merasa curiga kalau saat ini Olivia sedang hamil benihnya.
"Jika begitu harus ke mana Saya mencari Olivia Tuan? saya dan Anisa sudah sangat merindukannya. jujur Saya memang merasa bersalah karena Olivia sudah menjadi tulang punggung keluarga kami. Entah mengapa dia pergi begitu saja. Tetapi Vika mengatakan kalau anda yang memintanya untuk tugas ke luar kota." ucap Ibu Nurhaida membuat emosi Daniel semakin memuncak.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏
__ADS_1